Minggu , 24 September 2017
Home / Artikel / Amaliyah Dzulhijjah
Screenshot_2017-08-18-13-14-34_com.android.chrome_1503036955827

Amaliyah Dzulhijjah

Oleh : Ustad Fauzi Bahreisy

 

Bilangan bulan pada sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut, terdapat 4 bulan haram (QS at-Taubah 36)

Keempat bulan yang dimaksud adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di dalamnya Allah melipatgandakan pahala amal salih.

Dan di antara ke-4 bulan suci dan mulia tersebut, terdapat hari-hari yang sangat utama yaitu sepuluh hari pertama dari bulan dzulhijjah.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada amalan yang lebih utama dari amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini.

Mereka bertanya, ‘Tidak juga jihad?’

Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad, kecuali seorang yang keluar menerjang bahaya dengan dirinya dan hartanya sehingga tidak kembali membawa sesuatu pun.” [HR al-Bukhori]

Amal saleh tersebut berlaku umum mencakup apa saja. Namun terdapat amal-amal yg secara khusus diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. Misalnya:

1. Puasa
Dalam riwayat Hafshah ra, Nabi saw berpuasa biasa berpuasa 9 hari pertama Dzulhijjah. Jadi minimal puasa Arafah.

Nabi saw bersabda: “Puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Ahmad dan Muslim).

2. Takbir, tahlil, dan tahmid
Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.”

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada 10 hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir.

3. Shalat Iedul adha
Rasul saw tidak pernah meninggalkannya, bahkan mengajak seluruh kaum muslimin dan muslimat utk datang ke shalat ied, meski dalam kondisi berhalangan shalat (seperti haid dan nifas)

4. Berkurban
Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied).” [HR Ahmad, Daruqutni, Baihaqi dan al Hakim]

Catatan:

Bagi yg ingin berkurban hendaknya mulai tanggal 1 Dzulhijjah sampai penyembelihan kurban, tidak lagi memotong kuku dan rambut.

Tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Rabu, 23 Agustus 2017.

Comments

comments

Tentang Fauzi Bahreisy

Fauzi Bahreisy
Pengasuh rubrik konsultasi AlimanCenter.Com

Lihat Juga

a57cb69d-0ea4-48b0-926f-b92e6a38b1aa_1505793111583

Soal Nobar Film G30S/PKI, Panglima TNI: Itu Perintah Saya, Mau Apa?

  Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film ...