Minggu , 21 Oktober 2018
Home / Artikel / Asal Mula Lombok NTB Dijuluki Pulau Seribu Masjid
Islamic-Center-Mataram

Asal Mula Lombok NTB Dijuluki Pulau Seribu Masjid

Lombok namanya. Pulau Seribu Masjid julukannya. Pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir lewat gebrakan pariwisata halal.

Citra Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid pun ikut menjulang ke seantero negeri, bahkan hingga ke ranah internasional.

Berdasarkan data, ada 9.000 lebih masjid besar dan kecil di pulau seluas 5.435 km² ini. Masjid merupakan representasi budaya Sasak di Lombok. Dalam catatannya, terdapat 3.767 masjid besar dan 5.184 masjid kecil di 518 desa di Lombok.

Penyebutan Lombok Seribu Masjid

Salah satu putra Sasak, yang kini menjadi dosen di Fakultas Seni Rupa Desain Institut Teknologi Nasional Bandung, Taufan Hidjaz, menjelaskan,

Penyebutan Pulau Seribu Masjid ini bermula dari kunjungan kerja Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Effendi Zarkasih, pada tahun 1970 silam.

Kala itu, Effendi meresmikan Masjid Jami’ Cakranegara. Saat meresmikan, Effendi terkesan sekali dengan banyaknya masjid di Lombok.

“Sebutan Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid itu diberikan Dirjen Bimas Islam Pak Effendi Zarkasih,” kata Taufan dalam Seminar Wisata Halal yang digelar di Islamic Center, Mataram, NTB

Selanjutnya, tutur Taufan, masjid merupakan artefak penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kolektif masyarakat di Lombok dalam semua aspek. Masjid menjadi tanda bagi keberadaan kolektif masyarakat Sasak, dari tingkatan dusun, desa, dan kota sebagai umat Muslim.

“Tanpa masjid maka kehidupan kolektif seperti kehilangan pusat orientasi ruang dan tidak semua kegiatan seolah tidak punya rujukan dan makna apapun,” ucapnya.

Kedatangan Islam ke Pulau Lombok

Taufan menceritakan, Islam datang di Pulau Lombok dan diterima oleh masyarakat Sasak Lebung, karena dianggap kompatibel dengan ideologi Lomboq (lurus) dan pencarian kebenaran Sak Sha (yang satu) yang selama ini mereka cari. Tentunya tidak serta merta, tetapi melalui proses transformasi bertahap yang sangat damai.

Mengapa etnis Sasak Lombok seluruhnya identik dengan Islam? Padahal di daerah lain yang jauh lebih dahulu Islam tidak demikian. Penelusurannya bisa dari aspek budaya, juga dari nama Lomboq (lurus) dan Sasak (sak sha=yang satu).

Konon, cikal bakal orang Lombok dulu adalah para pendatang dari luar berideologi Lomboq (lurus), yang senantiasa berupaya untuk menemukan kondisi ideal dimana satu kebenaran yang paling benar untuk pedoman kehidupan mereka.

Melihat pada adat istiadat yang masih ada, artefak budaya, cerita-cerita, dan peninggalan yang masih ada, sebelum orang Sasak menganut Islam, mereka adalah penganut mistis-animisme.

“Orang Sasak lama (Sasak Lebung) membangun mitos Dewi Anjani karena ketergantungan pada Gunung Rinjani sebagai pusat orientasi,” ungkap Taufan.

Ketika Islam datang, lanjutnya, masyarakat Sasak benar-benar menerimanya sebagai sebuah keyakinan yang baru.

Sebagai penganut animisme, masyarakat Sasak lebih tertarik dengan Islam ketimbang Hindu. “Kalau Hindu ya sama saja, sebelumnya mereka animisme,” kata dia.

Menyisihkan Penghasilan Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB,

H. Lalu Abdul Hadi Faishal, menjelaskan rahasia mengapa di Lombok berdiri ribuan masjid. Mayoritas masjid-masjid yang dibangun masyarakat itu besar dan indah.

“Karena masyarakat Lombok menyisihkan 50% penghasilannya untuk membangun masjid. Biar rumahnya sendiri biasa-biasa saja, tetapi masjid-masjid mereka indah,” ungkap Faishal.

Besarnya animo masyarakat dalam keikutsertaan membangun masjid inilah yang juga menjadi jawaban masjid-masjid yang dibangun masyarakat lebih cepat selesai dibanding masjid yang dibangun pemerintah.

“Ada masjid yang dibangun pemerintah, malah belum selesai-selesai,” kata Faishal sembari menyebut salah satu masjid yang dibangun dengan anggaran pemerintah yang hingga kini belum selesai.

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

PhotoGrid_1538884312691

Mengenal Al Jufri, Ulama Palu yang di Jadikan Nama Bandara

Sepanjang hidupnya, ulama yang akrab disapa Guru Tua ini mempunyai peranan penting mendakwahkan Islam di ...