Kamis , 24 Agustus 2017
Home / Artikel / Belajar dari Andalusia (bagian 1)
Patio in Royal Alcazars of Seville, Spain
Patio in Royal Alcazars of Seville, Spain

Belajar dari Andalusia (bagian 1)

Oleh: Syaikh Ali Muhammad Ash Shalabi

 

Andalusia adalah salah satu wilayah di negara Eropa yang sekarang lebih dikenal dengan Spanyol. Kaum muslimin pernah mengalami kejayaan dan kegemilangan di negara tersebut. Akan tetapi, ia tidak berlangsung lama, karena setelah itu kaum Nasrani berhasil mengalahkan dan meruntuhkan kekuatan Islam disana.

Tentu ini dalah sebuah peristiwa yang sangat memilukan bagi kaum muslimin, dimana Andalusia yang tadinya berada di bawah kekuasaan Islam, setelah itu ia berpindah tangan kepada kaum Nasrani.

Kita tidak ingin hal ini kembali terlulang, sehingga kita harus mempelajari apa saja yang membuat Islam di Andalusia berhasil dikalahkan oleh Nasrani. Ada beberapa hal yang menyebabkan kekuatan Islam disana menjadi lemah, diantaranya:

Pertama, lemahnya kekuatan aqidah dan sikap mereka yang menyimpang dari aturan Allah. Ini adalah penyebab utama dari kekalahan yang mereka alami.

Kedua, loyalitas dan kepercayaan yang diberikan kepada kaum Nasrani serta bersekutu dengan mereka. Hal itu dapat kita lihat bahwa sejarah Andalusia seringkali diwarnai dengan kerja sama antara kelompok Islam dengan Nasrani yang mana hal ini merusak makna al-wala’ wal bara’ dan menciderai hakikat cinta dan benci karena Allah. Manakala ada sebuah umat yang melanggar perintah Tuhannya dan menyimpang dari perintah-Nya, maka mereka pasti akan mendapatkan murka dan siksa dari-Nya. Allah SWT berfirman,

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.” (QS. al-Ma`idah: 57).

Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 28).

Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya.” (QS. al-Mujaadilah: 22)

Rasulullah SAW telah menerangkan cara ber-wala’ dan bara’ dalam sebuah sabdanya, “Ikatan iman yang paling kuat ialah sikap loyalitas di jalan Allah, memusuhi sesuatu karena Allah, mencintai dan membenci karena Allah.”

Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan, “Barang siapa yang menyakiti wali-Ku, maka ia telah mengikrarkan perang terhadap-Ku.”

Jika ini hal ini sudah tercatat di dalam Al-Qur`an dan Sunnah lalu mereka masih menyelisihinya, maka Allah pasti akan menurunkan azab bagi mereka yang tidak bisa dihalangi dan dicegah oleh siapapun.

Kita perhatikan dalam sejarah bahwa al-Mu’tamid bin Ibad pergi menuju Raja Castilla (wilayah Nasrani) untuk mengajukan perdamaian dengan menyerahkan sejumlah uang padanya. Hal ini ia lakukan untuk memerangi dan menghancurkan kelompok-kelompok Islam yang lain.

Bukankah lebih baik ia bersatu dengan saudara-saudaranya seiman dari kelompok-kelompok Islam tersebut? Bukankah hal itu akan membawa kemaslahatan baginya, bagi Andalusia secara umum, bagi Islam dan kaum muslimin?

Akan tetapi, mereka tidak memahami hakikat wala’ dan bara’, bahkan ada diantara pemimpin kaum muslimin yang meminta bantuan kepada Nasrani dan Yahudi dalam mengelola negara Islam. Akankah dengan cara seperti ini ia akan mendapatkan kemenangan? *bersambung

Diterjemahkan oleh: Ustadz Fahmi Bahreisy, Lc, dari http://iumsonline.org

 

Sumber :
Artikel Utama Buletin Al Iman.
Edisi 326 – 13 Maret 2015. Tahun ke-8

*****

Buletin Al Iman terbit tiap Jumat. Tersebar di masjid, perkantoran, majelis ta’lim dan kantor pemerintahan.
Menerima pesanan dalam dan luar Jakarta.

Hubungi 0897.904.6692
Email: redaksi.alimancenter@gmail.com

Dakwah semakin mudah.
Dengan hanya membantu penerbitan Buletin Al Iman, Anda sudah mengajak ribuan orang ke jalan Allah
Salurkan donasi Anda untuk Buletin Al Iman:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman

Konfirmasi donasi: 0897.904.6692

Raih amal sholeh dengan menyebarkannya!

 

 

Comments

comments

Tentang Fahmi Bahreisy, Lc

Fahmi Bahreisy, Lc

Lihat Juga

Muslim pilgrims pray on Mount Mercy on the plains of Arafat outside the holy city of Mecca December 7, 2008. More than two million Muslims began the haj pilgrimage on Saturday, heading to a tent camp outside Mecca to follow the route Prophet Mohammad took 14 centuries ago. REUTERS/Ahmed Jadallah (SAUDI ARABIA)

4 Buah Keutamaan Bulan Dzulhijjah yang Tidak Diketahui Masyarakat

Lain halnya bulan Ramadhan, masyarakat kita belum banyak yang menyadari bahwa Dzulhijjah termasuk bulan yang istimewa. Padahal ...

Tinggalkan Balasan