Sabtu , 25 November 2017
Home / Artikel / Berita / Nasional / 4 Gubernur Indonesia ini Tak Disangka Hafal Al-Qur’an
aher

4 Gubernur Indonesia ini Tak Disangka Hafal Al-Qur’an

Umumnya masyarakat Indonesia mengamati pejabat-pejabat negeri karena karir politiknya ataupun kehidupan pribadinya yang menarik. Agama yang dianut sang politisi mungkin masih menjadi hal yang terkadang dibicarakan.

Namun nampaknya jarang sekali kita mencolek sejauh mana pengetahuan agama mereka yang padahal juga sangat penting untuk diketahui. Negara kita ini ternyata memiliki 5 gubernur yang sudah mendapat gelar hafiz Qur’an lho, dan berikut nama-namanya.

1. Dr Ahmad Heryawan, Lc, M.Si (Gubernur Jawa Barat)

aher

Pria berumur 50 tahun ini merupakan gubernur Jawa Barat untuk periode 2013 sampai 2018 nanti. Berpasangan dengan aktor Dedy Mizwar, politisi PKS ini menjadi gubernur diusung oleh partai PKS, PPP, dan Hanura.

Ahmad Heryawan atau yang biasa dikenal dengan nama Aher ini masuk jajaran gubernur hafidz Qur’an Indonesia yang ternyata juga mewajibkan enam anaknya menghafal kitab suci umat islam tersebut. Aher memang dikenal sebagai sosok yang religius untuk ukuran seorang politisi.

Sebelum berada di puncak karir seperti sekarang, pria kelahiran Sukabumi ini harus berjuang menyelesaikan pendidikan SD sampai SMA sambil berjualan gorengan. Barulah kemudian dia berhasil mendapatkan beasiswa dari Kerajaan Arab Saudi untuk melanjutkan kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Sampai saat ini Aher cukup berhasil memimpin Jawa Barat karena telah menorehkan kurang lebih 132 penghargaan bagi provinsi tersebut.

2. K.H. Abdul Ghani Kasuba, Lc (Gubernur Maluku Utara)

abdul-ghani

Abdul Ghani Kasuba dipercaya memimpin Maluku Utara setelah sebelumnya memulai karir sebagai wakil gubernur di periode 2008 sampai 2013. Diusung partai PKS, PKB, PBB, dan Demokrat

Keahliannya sebagai seorang penghafal Al-Qur’an tampaknya sudah tak ada yang meragukan karena pria kelahiran Halmahera Selatan ini sudah dikenal sebagai salah satu tokoh organisasi islam Al Khairat sebelumnya.

Lelaki berusia 64 tahun ini juga memiliki riwayat pendidikan yang cukup religius terutama saat melanjutkan kuliah di Universitas Islam Madinah. Ayah empat anak ini juga menjadi salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia untuk Maluku Utara. Sementara untuk karir politiknya sebelum menjadi wakil gubernur, dia pernah mencoba peruntungan dengan menjadi seorang anggota DPR fraksi PKS pada 2004 lalu.

3. Prof Dr Irwan Prayitno, S.Psi, Msc (Gubernur Sumatera Barat)

310254_620

Gubernur Sumatera Barat ini merupakan salah satu hafiz Qur’an yang pernah menjadi seorang aktivis saat melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia. Pria yang hobi bermain drum dan motorcross ini diusung oleh partai PKS dan Gerindra.

Lelaki kelahiran Yogyakarta ini memang senang sekali berdakwah sejak usianya muda. Selepas mendapat gelar sarjana dari kampus bergengsi tersebut sosok Irwan memutuskan kembali ke tanah Minang untuk kemudian mendirikan sebuah lembaga belajar bersama kawan-kawannya.

Tak disangka lama kelamaan Irwan berhasil mengembangkan lembaga belajarnya tadi menjadi taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, bernama Adzka. Selanjutnya ayah 10 anak ini memberanikan diri melanjutkan pendidikan S2 nya di Malaysia dalam bidang pengembangan SDM. Sebab ia pernah menjadi perwakilan PKS di Malaysia.

Nampaknya sang gubernur tak pernah lelah meraih pendidikan karena setelah S2, Irwan kembali meneruskan kuliahnya ke jenjang S3. Saat ini selain fokus memimpin Sumatera Barat, Irwan juga masih aktif berdakwah.

4. Dr K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA (Gubernur NTB)

zainul-majdi

Zainul Majdi adalah gubernur provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah menjabat selama dua periode sejak 2008. Sebagai penerus organisasi terbesar di NTB yaitu Nahdlatul Wathan, Zainul Majdi memulai langkah politik sebagai politisi Partai Bulan Bintang. Dan menjajaki gubernur diusung partai PBB dan Demokrat.

Ketika pertama kali memegang posisi gubernur pada 2008, pria yang dijuluki Tuan Guru Bajang ini juga dinobatkan sebagai gubernur termuda Indonesia.

Bagi lelaki yang sekarang berumur 44 tahun ini menghafal Al-Qur’an adalah hal yang sangat penting sebagai bentuk pemahaman ajaran islam. Riwayat pendidikannya di madrasah lah yang sepertinya telah membuat lelaki kelahiran Pancor Selong ini fasih menghafal Qur’an.

Nusa Tenggara Barat patut berbangga memiliki sosok gubernur seperti Zainul Majdi karena pria ini memiliki banyak prestasi. Salah satunya adalah Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan di bidang kesehatan. Selain itu hafiz NTB ini ternyata berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Al-Azhar Kairo sampai akhirnya meraih gelar Master of Art.

Tidak banyak yang tahu memang bahwa Indonesia memiliki sosok-sosok pemimpin daerah dengan latar belakang pengetahuan agama yang oke. Empat gubernur di atas sepertinya juga memiliki karir yang cukup gemilang di masa jabatannya kali ini.

Semoga saja dengan pengetahuan agama yang demikian, membuat para pemimpin itu semakin amanah dan semakin banyak juga pemimpin yang mengikuti mereka.

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

L4twxq6Wuy

Soal Pidato ‘Pribumi’ Anies, Wapres JK: Itu Konteksnya Sejarah

Jakarta – Pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mencantumkan kata ‘pribumi’ dan menuai kontroversi. ...