Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Artikel / Di Akhir Zaman, 1 Orang Lelaki Diikuti 40 Wanita
images (34)

Di Akhir Zaman, 1 Orang Lelaki Diikuti 40 Wanita

Semakin hari jumlah populasi wanita semakin sedikit dibanding populasi laki-laki akibat peperangan dan kekerasan yang terutama dilakukan banyak laki-laki. Dan diakhir zaman populasi keduanya sangat tidak seimbang, sebagaimana sabda Baginda Nabi saw :

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Alaa’ telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Pasti akan datang pada manusia suatu zaman yang ketika seseorang berkeliling membawa shadaqah emas, lalu ia tidak mendapati seseorang yang mau menerimanya lagi. Lalu akan terlihat satu orang laki-laki akan diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang mereka mencari kepuasan dengannya, karena sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya wanita.”

Dalam hadits lainnya, dari Anas Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu, munculnya kebodohan, tersebarnya perzinahan, banyak wanita, dan sedikitnya laki laki sehingga lima puluh wanita mempunyai satu laki laki,” (HR Bukhari).

Hadist ini tampak jelas sekali sangat parapel dengan hadist Nabi yang menjelaskan bahwa mendekati kiamat, akan ada banyak perzinaan. Perzinaan itu tidak akan terjadi kecuali jumlah wanita lebih banyak dibanding lelaki. Akhirnya, setiap laki laki memiliki empat puluh – lima puluh wanita sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.

Dikatakan bahwa pada saat itu, satu laki laki berbanding empat puluh hingga lima puluh wanita. Setiap kali para wanita itu menjumpai laki laki , mereka akan mengatakan, “Nikahilah aku, nikahilah aku !”

 

Sumber : Islampos

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

4b189c5d4b2528b8c3c7522b8cf66452

Ibadah Para Ulama yang Luar Biasa

Para alim Ulama melakukan ibadah karena telah merasakan nikmatnya ibadah, fisik yang kuat, dan berharap ...