Minggu , 24 September 2017
Home / Artikel / Ini Dia 3 Masjid Bersejarah di Afghanistan
Blue1

Ini Dia 3 Masjid Bersejarah di Afghanistan

Sejarah mencatat, Islam pernah berkembang pesat di dunia. Termasuk di Afghanistan. Saat ini 99,7% penduduk Afghanistan memeluk Islam. Islam masuk ke wilayah ini sejak masa Khalifah Utsman bin Affan. Akan tetapi, sumber lain menyebutkan Islam masuk ke Afghanistan pada abad ke-7 M saat Dinasti Umayyah menumbangkan kekuasaan Dinasti Sassanid, Persia.

Kehadiran Islam di negara ini mewariskan sejarah berikut peninggalan-peninggalan yang masih bisa ditelusuri saat ini. Bukti paling nyata adalah keberadaan masjid-masjid kuno yang bertahan dan menjadi bukti sekaligus warisan dunia yang berharga. Berikut ini di antara masjid-masjid yang bersejarah itu:

1. Masjid Biru

Blue1

Tak hanya di Turki, Afghanistan juga memiliki masjid yang terkenal dengan sebutan Masjid Biru. Masjid yang berlokasi di Mazar I Sharif, Afghanistan, ini dibangun pada masa Sultan Ahmad Sanjar, penguasa Dinasti Seljuk. Masjid pernah rusak parah ketika agresi Genghis Khan ke wilayah ini pada sekitar 1220 M.

Pada abad ke-15 M, Sultan Husayin Mirza Bayqarah kembali merenovasinya dengan arsitektur yang menawan dan khas warna biru. Sejumlah tokoh dimakamkan di kompleks masjid ini, salah satunya Ali bin Abi Thalib RA. Selain di sini, makamnya juga diklaim berada di kawasan Najf, Irak.

2. Jami’ Herat

Screenshot_2017-05-17-15-55-41_com.android.chrome_1495011372384

Masjid yang berlokasi di Kota Heart, Afghanistan, ini dibangun pada 1200 M oleh Sultan Ghayas ud din Ghori, pendiri Dinasti Ghurid. Masjid ini dikelola oleh berbagai rezim yang pernah menguasai Heart, seperti Timurid, Safavid, dan Mughal. Meski bukan masjid yang paling besar dan luas, bangunan ini menjadi saksi bisu eksistensi Islam di Herat.

3. Pulkishti

salah-satu-masjid-di-kabul-afganistan-_141213190554-520

Masjid ini merupakan masjid terbesar yang terletak di pusat Kota Kabul. Masjid ini konon pembangunannya dilakukan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman bin Samrah, pada 41 H ketika melakukan penyerangan terhadap Dinasti Sassanid.

Pada 1960, masjid ini direnovasi oleh Raja Muhammad Zhahir Syah. Akibat perang yang melanda Afghanistan, masjid ini mengalami sejumlah kerusakan.

 

Sumber: Republika

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

a57cb69d-0ea4-48b0-926f-b92e6a38b1aa_1505793111583

Soal Nobar Film G30S/PKI, Panglima TNI: Itu Perintah Saya, Mau Apa?

  Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film ...