Jumat , 18 Agustus 2017
Home / Artikel / Adab dan Akhlak / Ini yang Dilakukan Rasulullah Ketika Kesiangan Shalat
shalat-khusyu

Ini yang Dilakukan Rasulullah Ketika Kesiangan Shalat

Sholat adalah kewajiban umat Islam. Dilaksanakan lima waktu dalam sehari semalam. Bagaimana jika terlewat, misal Subuh kesiangan atau Isya kemalaman?

Suatu ketika Rasulullah SAW pernah bersabda: “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan shalat subuh.”

Kata Bilal: “Saya akan membangunkan kalian.”

Mereka semua akhirnya tidur, sementara Bilal menyandarkan punggungnya pada hewan tunggangannya, namun Bilal akhirnya tertidur juga.

Nabi SAW bangun ketika busur tepian matahari sudah muncul. Kata Nabi SAW: “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?”

Bilal menjawab: “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! bangunlah dan suarakan azan.”

Rasulullah SAW berwudhu, setelah matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih, Rasulullah SAW berdiri untuk melaksanakan shalat. (Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah [denda] atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian Rasulullah s.a.w membaca ayat (yang artinya): “… dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Al-Qur’an surat Thaahaa, ayat 14). (Hadits Shahih Bukhari, nomor 597)

Selain itu terdapat contoh lain dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. Pada saat perang Khandaq, Umar bin Khattab datang setelah matahari terbenam. Umar mencaci-maki orang-orang kafir Quraisy.

Kata Umar: “Ya Rasulullah! Saya hampir saja tidak melaksanakan shalat Ashar sampai matahari hampir terbenam.”

Nabi SAW bersabda: “Demi Allah! Aku belum melaksanakan shalat Ashar.”

Kata Jabir: “Kami pergi ke Buthhan, kemudian Nabi SAW berwudhu untuk shalat dan kami pun berwudhu, lalu Nabi SAW melaksanakan shalat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan shalat Maghrib,” (Hadits Shahih Bukhari, nomor 596).

Itulah tadi yang dilakukan oleh Rasulullah saat beliau telat melaksanakan shalat, langsung mendirikan shalat yang terlewat. Maka kita sebagai hamba yang patuh terhadap rasulullah maka hendaklah kita meniru apa yang di lakukan Rasulullah.

Beliau telat saat melaksanakan shalat, karena Rasulullah juga termasuk manusia biasa yang tak luput dari lupa seperti manusia lainnya. Menurut ulama Rasulullah itu ma’shum (dijaga Allah dari kesalahan agar jadi pelajaran bagi manusia). Wallahu A’lam

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

ilustrasi-pemasangan-bendera-merah-putih_20150806_185442

Hoax, MUI Bantah Keluarkan Fatwa Haram Pasang Bendera di Masjid

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons berita bohong atau hoax terkait haramnya pemasangan bendera merah ...