Rabu , 17 Oktober 2018
Home / Artikel / Kenapa Adzan di Telinga Kanan Bayi Saat Lahir itu Penting?
azan-bayi_20150302_123323_1524645132009

Kenapa Adzan di Telinga Kanan Bayi Saat Lahir itu Penting?

 

BEGITU sang bayi lahir ke dunia, saat itulah sang ayah sangat bahagia. Terutama ibunya yang telah melahirkannya ke dunia dengan deraian air mata, cucuran keringat, bahkan genangan darah. Semua itu tak jadi persoalan dan tak pernah dihiraukan, karena punya harapan akan melahirkan anak yang sholeh dan sholehah.

Nah, saat itulah sang ayah berkewajiban memberikan adzan di telinga kanan sang bayi. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Rafi’i.

Beliau berkata, “Aku melihat Rasulullah mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali saat baru dilahirkan oleh Fatimah.”

Hikmah Adzan dan Iqamah di Telinga Bayi

1. Ibnu Qayyim mengatakan bahwa hikmah adzan dan iqamah di telinga bayi yang baru lahir adalah agar suara pertama yang didengar oleh sang bayi adalah seruan adzan.

Seruan yang mengandung makna keagungan dan kebesaran Allah, serta syahadat yang menjadi syarat utama bagi seseorang yang baru masuk Islam. Jadi, tuntunan pengajaran ini menjadi perlambang Islam bagi seseorang saat dilahirkan ke dunia.

Saat manusia akan meninggalkan dunia, dianjurkan juga agar dituntun untuk mengucapkan kalimat tauhid. Tidaklah aneh bila pengaruh adzan ini masuk ke hati sang bayi. Bayi akan terpengaruh olehnya, meskipun si bayi belum dapat menyadarinya.

2. Kita tahu bahwa setan akan lari terbirit-birit manakala mendengar suara adzan.

Karenanya, setan yang berupaya mengganggunya akan mendengar kalimat yang paling dibenci olehnya saat sang bayi memasuki permulaan kehidupannya di dunia.

Hal ini menjelaskan kepedulian Nabi saw terhadap akidah tauhid yang harus ditanamkan sejak dini dalam jiwa sang anak, dan sekaligus untuk mengusir setan yang selalu berupaya mengganggu sang bayi sejak kelahirannya dan memulai kehidupan barunya.

3. Setan juga selalu memukul bayi saat baru dilahirkan

Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda:

‘Tiada seorang pun dari anak keturunan Adam yang baru dilahirkan kecuali setan menyentuhnya ketika ia dilahirkan sehingga ia menangis karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan putranya.’

“Kemudian Abu Hurairah berkata, “Jika kalian tidak keberatan, bacalah firman-Nya:

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Ðan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yg terkutuk.” (Ali Imran: 36).

 

Sumber: Islam Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi

Karya: Syaikh Jamal Abdurrahman

Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

PhotoGrid_1538884312691

Mengenal Al Jufri, Ulama Palu yang di Jadikan Nama Bandara

Sepanjang hidupnya, ulama yang akrab disapa Guru Tua ini mempunyai peranan penting mendakwahkan Islam di ...