Sabtu , 25 November 2017
Home / Artikel / Khilaf Sang Nabi
ivan-aivazovsky_caravan-in-the-oasis_ykrlrg

Khilaf Sang Nabi

Adalah menurut pendapat Umar ra yang berpendapat tidak usah mengambil tebusan tawanan perang Badr. Dan sebagaimana khilaf beliau Saw dalam perang Badr mengambil tebusan kemudian Allah benarkan Sang Muhaddast Umar melalui firmanNya.

Tapi khilaf sang Nabi tak pernah tercela jika dilihat dari apa yang melatari tindakan itu, yakni kemuliaan akhlak beliau. Sehingga beliau memenuhi undangan seorang mukmin yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, Abdullah bin Abdillah bin Ubay, untuk mendoakan Ayahnya sang munafik keji Abdullah bin Ubay.

Dan setelah beliau tunaikan shalat dan permohonan ampun yakni pada Abdullah bin Ubay itu. Barulah turun At Taubah ayat 84 yang memutlakkan larangan pada beliau.

Penulis kitab Khuluqiyatud Da’iyah menafsiri : Allah memberi kesempatan Rasul menunjukkan akhlak mulia yakni mmemenuhi janji pada Abdullah bin Abdillah untuk mendoakan ayahnya, dan menunjukkan kemuliaan beliau dihadapan pengikut Ibnu Ubay, si sakit hati batal jadi raja, baru kemudian Allah tetapkan hukum larangan menshalatkan jenazah para munafikin tersebut secara tegas.

 

Sumber :

Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

mualaf-tengah-berdoa-ilustrasi-_140915202951-955

Ini Doa Ketika Dipuji Orang

Pujian Selalu datang ketika melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain, namun apakah diperbolehkan apabila ...