Rabu , 24 Oktober 2018
Home / Artikel / Adab dan Akhlak / Memainkan Handphone di Rumah Allah
Handphone-gadget-gawai-600x450

Memainkan Handphone di Rumah Allah

Syeikh Nuruddin Albanjari dalam sebuah ceramahnya pernah memberi pertanyaan kepada para jamaahnya.

“Kenapa tidak ada seorang pun pemain sepak bola yang membawa handphone mereka masuk lapangan ketika bertanding?”

Jamaah terdiam, tidak ada satu pun yang menjawab. Kemudian Syeikh melanjutkan.

“Sebab tidak ada kepentingan. Mereka hanya perlu fokus pada permainan mereka.”

Jadi kenapa kita perlu membawa handphone ketika masuk ke rumah Allah atau Masjid? Adakah lapangan bola itu lebih mulia daripada masjid? Adakah bermain bola itu perlu lebih fokus atau khusyuk daripada shalat?

Mulai sekarang, belajarlah. Belajarlah untuk tidak menyibukkan diri dengan handphone, netbook, dan laptop dalam rumah Allah, karena tiada urusan yang lebih penting daripada urusan kita dengan Allah.

“Jaga adab kita dengan Allah.”

Syeikh Abdurrahman Assudais, Imam Mesjidil Haram, di suatu waktu ketika mengimami shalat di depan Ka’bah, beliau mendengar suara alunan musik dari salah satu handphone milik seorang jamaah yang ikut shalat dibelakangnya.

Setelah selesai shalat beliau bangkit sambil menangis, ia berkata kepada jamaah shalat,

“Saya belum pernah mendengar musik di rumah saya, tetapi hari ini saya mendengar musik di rumah Allah”.

 

Sumber : inspiradata

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

w644

Kesaksian Jamaah : Air Tsunami Palu Setinggi Pohon Kelapa Melompati Kubah Masjid

PALU – Bencana yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah meninggalkan beberapa cerita yang mungkin tak masuk logika. Satu ...