Senin , 11 Desember 2017
Home / Artikel / Muslim yang Baik Tidak Berkata Kasar
Inilah Waktu Dilarang Berbicara Menurut Islam

Muslim yang Baik Tidak Berkata Kasar

Kita seringkali menjumpai dalam pergaulan atau ketika membaca komentar di acebook atau situs berita, akan ditemukan banyak sekali orang yang berkomentar dengan kasar, kotor, jorok, menghujat, mencaci-maki, cabul dan sebagainya, seakan-akan merekalah yang paling benar.

Padahal Rasulullah telah mencontohkan kepada kita adab berbicara yang baik. Betapa lembut dan santunnya Rasulullah. Sehingga masing-masing lawan bicaranya Rasulullah merasa dia yang paling di muliakan. Muslim sejati akan berbicara sopan, santun, tidak menyakiti hati orang lain, dan selalu mengenakkan dalam berbicara atau berkomentar.

Dalam berbicara dengan lawan bicara, kita harus menggunakan tata karma dan tutur kata yang baik. Kaum Muslim di didik dengan ajaran agama rahmatan lil’alamin (menebar kasih sayang terhadap sesama) dan mengutamakan akhlak mulia (akhlaqul karimah).

Muslim sejati akan berbicara sopan, santun, tidak menyakiti hati orang lain, dan selalu mengenakkan dalam berbicara atau berkomentar.

Muslim yang baik itu bersikap “dewasa”, sabar, tenang, hatinya penuh dengan dzikir, hatinya bersih, cool, calm, tidak emosional, tidak suka menghujat, dan anti-kekerasan.

Melalui Rasulullah Saw, ajaran Islam mengajarkan kepada setiap kaum mukmin agar berkata yang baik saja atau diam. Qul khoiron auliyashmut. Berkata yang baik atau diam.

Sebagaimana Sabda Nabi saw, dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (H.R. Bukhari Muslim)

Firman Allah ta’ala, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]

Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi saw bersabda, “Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik ?’ Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.

“Cukuplah seseorang dikatakan buruk jika sampai menghina saudaranya sesama muslim. Seorang muslim wajib manjaga darah, harta dan kehormatan orang muslim lainnya” (H.R. Muslim)

Allah berfirman dalam kitabNya, “Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba. Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujarat: 12).

Rasulullah Saw juga menegaskan, orang beriman itu tidak suka mencela, melaknat, berkata-kata keji dan berbicara kotor.

“Bukanlah seorang mukmin : orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat atau berkata-kata keji, dan orang yang berkata-kata kotor/jorok” (HR Bukhori, Ahmad, Al-Hakim, dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud).

Semoga kita diberi kekuatan untuk menjadi Muslim yang Baik. Adab Nabawi dalam berbicara adalah berhati-hati dan memikirkan terlebih dahulu sebelum berkata-kata. Setelah direnungkan bahwa kata-kata itu baik, maka hendaknya ia mengatakannya. Sebaliknya, bila kata-kata yang ingin diucapkannya jelek, maka hendaknya ia menahan diri dan lebih baik diam.

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-di-monas_1_20171202_071811

Anies : Reuni 212 Penuh Doa dan Kedamaian, Bikin Kaum Pesimis Kecewa

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri Reuni Akbar 212 yang berlangsung di kawasan ...