Minggu , 24 September 2017
Home / Artikel / OKI Desak Myanmar Akui Etnis Rohingya Sebagai Etnis Resmi
gelar-pertemuan-oki-bahas-rohingya-myanmar-tegur-malaysia-7GZ

OKI Desak Myanmar Akui Etnis Rohingya Sebagai Etnis Resmi

Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) mendesak Myanmar mengakui kaum minoritas Muslim Rohingya sebagai etnis resmi dengan memperbaiki undang-undang kewarganegaraan tahun 1982 yang diterapkan pemerintah mereka.

“Negara OKI mendesak pemerintah Myanmar menghilangkan akar masalah dengan mengembalikan status kewarganegaraan kaum Rohingya yang dicabut dalam UU Kewarganegaraan Tahun 1982,” kutip komunike resmi hasil pertemuan luar biasa OKI di Kuala Lumpur, Malaysia, pa

Selama ini, status kaum Rohingya memang tidak diakui dalam konstitusi Myanmar, sehingga mereka kerap jadi sasaran diskriminasi. Mereka tidak memiliki akta kelahiran, surat kematian, serta tidak dapat bersekolah dan bekerja.

OKI menganggap, pengakuan dan pemenuhan hak, serta kebijakan transparan terhadap etnis beragama merupakan salah satu solusi mengakhiri diskriminasi dan konflik kemanusiaan yang menimpa kaum minoritas di Myanmar selama ini.

“OKI meminta Myanmar memastikan kebijakan yang transparan dan inklusif pada komunitas keagamaan dengan melibatkan Rohingya sebagai bagian integral dari negara dan mempertimbangkan mereka sebagai etnis minoritas, seperti yang diserukan PBB,” tulis OKI.

Dalam pertemuan tingkat menteri yang dihadiri sekitar 56 negara itu, OKI juga mengadposi sebuah resolusi yang mendorong negara anggota untuk turut memberikan bantuan kemanusiaan yang inklusif bagi Myanmar.

Resolusi itu juga meminta pemerintahan de facto, Aung San Suu Kyi untuk membuka akses bagi bantuan kemanusiaan ke negara bagian Rakhine, tempat bentrokan dan kekerasan terhadap kaum Rohingya marak terjadi.

Kelompok pemerhati HAM di Myanmar, Burma Human Rights Network (BHRN), mengapresiasi upaya OKI yang mau turun tangan menangani konflik kemanusiaan dan dugaan pelanggaran HAM ini.

Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win, berharap usaha OKI dan negara ASEAN benar-benar bisa membantu mengurangi penderitaan yang dialami oleh kaum Rohingya.

Win menilai, tekanan dan perhatian dunia internasional yang besar terhadap nasib kaum Rohingya ini telah mengurangi intensitas “penyerangan membabi-buta pasukan keamanan Myanmar terhadap penduduk Rohingya di Rakhine.”

“OKI harus mendukung pembentukan komisi investigasi PBB untuk menyelidiki situasi di rakhine, termasuk pelanggaran HAM yang terjadi pada 2012 lalu. Kami juga berharap OKI mau bekerja sama dengan negara lain memastikan PBB terus membahas resolusi pelanggaran HAM di Myanmar setiap tahunnya dalam sidang umum,” tutur Win dalam keterangan resminya.

Beberapa bulan belakangan, Rohingya kembali menjadi sorotan akibat kekerasan dan sikap represif aparat keamanan terhadap mereka.

Kekerasan terhadap etnis Muslim di Myanmar ini bukan yang pertama kali terjadi. Kekerasan sektarian terparah terhadap warga Rohingya dilakukan oleh kelompok Buddha pada 2012 lalu. Insiden ini menewaskan sekitar 200 orang dan menyebabkan 140 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

 

Sumber : cnn

Comments

comments

Tentang Danu Wijaya

Danu Wijaya
Admin pengurus AlimanCenter.com

Lihat Juga

a57cb69d-0ea4-48b0-926f-b92e6a38b1aa_1505793111583

Soal Nobar Film G30S/PKI, Panglima TNI: Itu Perintah Saya, Mau Apa?

  Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film ...