Rabu , 20 September 2017
Home / Fatwa / Apakah Melakukan Demonstrasi Termasuk Bid’ah?
b7776ccd86677e084c73066d56234a62_L

Apakah Melakukan Demonstrasi Termasuk Bid’ah?

Demontrasi adalah berkumpulnya sekelompok orang secara terang-terangan untuk menyampaikan sebuah permintaan kepada pemimpin. Permintaan tersebut sifatnya bukanlah untuk kepentingan individu semata, tetapi untuk kepentingan masyarakat luas.

Demontrasi terdiri dari dua unsur, dimana keduanya sama-sama boleh untuk dilakukan;

  1. Sebatas melakukan perkumpulan, dan ini tidak ada larangan, karena tidak ada dalil yang melarangnya.
  2. Tuntutan untuk menerapkan sebuah aturan yang baik atau membatalkan peraturan yang merugikan orang lain.

Demontrasi adalah sarana untuk melakukan tuntutan tersebut, dan hukum dari penggunaan sarana tersebut sesuai dengan hukum dari tujuan penggunaannya. Pada dasarnya, menuntut sesuatu yang memang dibutuhkan kepada seorang pemimpin adalah perkara yang sesuai dengan syari’at.

Sebab, tugas dari seorang pemimpin adalah menutupi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Rasulullah saw mengancam para pemimpin yang menutup dirinya dari orang-orang yang membutuhkan bantuan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Barang siapa yang dijadikan pemimpin untuk mengurus kepentingan ummat Islam, lalu ia bersembunyi dari kebutuhan, kemiskinan, dan kefakiran mereka (menahan hak mereka), maka  Allah juga tidak akan memenuhi kebutuhan dan permintaan mereka.”

Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, bahwa Rasulullah saw bersabda,

Barang siapa yang diberikan kedudukan untuk mengatur urusan kaum muslimin, kemudian ia menahan hak dari orang yang lemah dan fakir, maka Allah tidak akan memenuhi kebutuhannya pada hari kiamat.”

Bahkan Rasulullah saw mendorong para sahabat agar mereka bisa menjadi perantara untuk memenuhi kebetuhan orang lain. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari abu Musa al-‘Asy’ari r.a, berkata, setiap kali Rasulullah didatangi oleh orang yang meminta bantuan atau ada yang sedang membutuhkan sesuatu, beliau berkata,

Jadilah kalian menjadi perantara (untuk kebutuhan orang lain), maka kalian akan mendapatkan pahala. Allah akan menetapkan sesuatu melalui lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki-Nya.”

Maknanya ialah, jadilah kalian menjadi perantara untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang memang sedang membutuhkan bantuan, maka kalian akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang kalian lakukan.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a.,

“Ketika Allah memberi rampasan fai kepada Nabi saw orang-orang anshar berkata, “Semoga Allah mengampuni Rasulullah, sebab beliau memberi bagian kepada Quraisy dan membiarkan kami-kami (tidak mendapatkan bagian), Padahal pedang kami masih meneteskan darah mereka.”

Lalu Anas berkata, maka hal itu disampaikan kepada Rasulullah saw. Seketika itu pula Rasulullah langsung mengutus seseorang ke Anshar dan mengumpulkan mereka dalam sebuah kemah yang terbuat dari tanah liat. Tidak yang beliau undang selain mereka. Setelah semua Anshar berkumpul,

Rasulullah saw  berdiri dan bersabda, “Apa maksud protes yang telah kudengar dari kalian?

Para pemuka Anshar menjawab: “Adapun para pemimpin-pemimpin kami wahai Rasulullah, mereka sama sekali tak menyampaikan protes apapun, adapun generasi muda kami, memang mereka telah berkata: Semoga Allah mengampuni Rasulullah saw, sebab ia telah memberi bagian kepada Quraisy namun membiarkan kami-kami ini, padahal pedang kami masih meneteskan darah mereka.” Maka

Nabi saw memberi jawaban, “Sungguh aku memberi beberapa orang yang baru saja baru masuk Islam dengan maksud untuk menyatukan hati mereka dengan kita, apakah kalian tidak puas sekiranya manusia membawa harta sedang kalian membawa Nabi saw ke perumahan kalian? Demi Allah, apa yang kalian bawa pulang, jauh lebih istimewa daripada yang mereka bawa pulang.”

Mereka lantas berujar: “Wahai Rasulullah, kami semua sekarang telah ridha.”, Nabi berkata, “Kalian akan menemui pilihan yang berat, maka bersabarlah kalian hingga kalian bertemu dengan Allah dan Rasul-Nya saw, karena aku berada di telaga.” Anas berkata,”Namun mereka tidak bersabar”.

Hadits diatas menjadi dalil dibolehkannya untuk menyuarakan kepentingan masyarakat umum kepada pemimpin, sebab Rasulullah saw tidak melarang apa yang mereka lakukan.

Meskipun demikian, ada beberapa syarat-syarat dan aturan diperbolehkannya melakukan demonstrasi:

  1. Tuntutan yang diajukan bukanlah perkara yang bathil dan dilarang oleh syari’at.
  2. Demonstrasi yang dilakukan tidak disertai dengan simbol-simbol atau ucapan-ucapan yang dilarang oleh syari’at.
  3. Tidak melakukan perbuatan yang haram, seperti menyakiti orang lain atau merusak barang-barang milik orang lain atau bercampur antara laki-laki dan wanita.

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa demontrasi adalah sebuah perbuatan yang terlarang dan termasuk perbuatan bid’ah yang berasal dari Barat, maka pendapat ini tidak benar.

Pasalnya, ia tidak termasuk dalam perkara ibadah, sehingga dikatakan sebagai perbuatan bid’ah.

Jika ada yang berkata, “Maksudnya adalah bid’ah yang berkaitan dengan adat (kebiasaan) yang berasal dari negara Barat.” Maka, pendapat tersebut juga tidak benar.

Demonstrasi sudah dikenal oleh kaum muslimin sejak dulu, terkadang ia dilakukan terhadap pemimpin mereka sendiri atau juga kepada para penjajah.

Abu Nu’aim meriwayatkan dalam kitab Hilyatul awliya dari asy-Sya’bi: “Sebaik-baik kaum ialah rakyat jelata, mereka mencegah terjadinya banjir, memadamkan kebakaran, dan melakukan protes terhadap para pemimpin yang zalim.”

Selain itu, tidak semua yang berasal dari negara Barat adalah sebuah hal yang tercela dan dilarang.

Di dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik ia pernah berkata, “Ketika Rasulullah hendak menulis surat kepada Romawi, ada yang berkata kepada beliau, “Mereka tidak akan membaca surat jika tidak diberi cap stempel. Lalu beliau menggunakan cincinnya yang terdapat ukiran bertuliskan “Muhammad Rasulullah.”

Imam at-Thabari meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab melakukan musyawarah dengan kaum muslimin di saat ia akan menetapkan undang-undang.

Lalu Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Engkau harus membagi-bagi harta yang masuk ke kas negara, dan jangan biarkan tersisa.”

Utsman bin Affan berkata, “Aku melihat bahwa harta kita sangat banyak, jika engkau tidak membagi-bagi siapa yang berhak untuk mendapatkannya dan siapa yang tidak, maka ia akan terbuang percuma.”

Walid bin Hisyam bin Mughirah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku baru saja datang dari Syam, aku melihat para pemimpin mereka mencatat setiap undang-undang yang ditetapkan dan membentuk sebuah pasukan. Catatlah undang-undang yang telah ditetapkan dan bentuklah pasukan.”

Umar bin Khattab pun memilih pendapatnya Walid bin Hisyam.”

Pelajaran yang bisa kita ambil, bahwa Umar meniru beberapa model kepemimpinan dari bangsa lain selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Kesimpulannya, bahwa pada dasarnya demonstrasi boleh untuk dilakukan. Hukum tersebut bisa berubah menjadi wajib, sunnah, mubah, makruh, atau haram sesuai dengan tujuan dan cara pelaksanaanya. Wallahu a’lam.

 

Sumber : Dar al-Ifta’ al-Mishriyyah (Dewan Fatwa Mesir)

Nomor : 4015

Tanggal : 17-8-2011

Penerjemah dari Al Iman: Ust Fahmi Bahreisy, Lc

Comments

comments

Tentang alimancenter

Lihat Juga

screenshot_2016-12-22-08-46-12_com-android-chrome_1482371234678

Fatwa MUI : Hukum Menggunakan Atribut Non Muslim

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 56  Tahun 2016 Tentang HUKUM MENGGUNAKAN ATRIBUT KEAGAMAAN NON-MUSLIM Komisi Fatwa ...

43 komentar

  1. Pingback: URL

  2. Pingback: Indian Entrepreneurs

  3. Pingback: plumber rates

  4. Pingback: phuketthaicookingacademy.com/thai-cooking-course

  5. Pingback: The Science Post

  6. Pingback: advance happy holi 2016

  7. Pingback: St George Utah property search

  8. Pingback: chau rua inox

  9. Pingback: buying followers on instagram

  10. Pingback: Handballshop

  11. Pingback: The Ultimate Guide to Using PBN Links for Niche Sites

  12. Pingback: festa del lavoro

  13. Pingback: Elektroversand

  14. Pingback: fletching guide rs3

  15. Pingback: instamate review's

  16. Pingback: diabetes destroyer scam

  17. Pingback: destination

  18. Pingback: 5ivemilephotography, 5ivemile photography, fivemile photography, arthur cunningham, author cunningham, birmingham alabama, birmingham alabama photographers, alabama photographers, tuscaloosa photographers,birmingham al photographer, birmingham al photographers, birmingham alabama photographers, photographers birmingham al,

  19. Pingback: electricien saint maur des fosses

  20. Pingback: What Causes Renal Failure

  21. Pingback: ppc content

  22. Pingback: electricien vincennes prix

  23. Pingback: electrician asnieres sur seine

  24. Pingback: cosmetique et maquillage bio

  25. Pingback: palette de maquillage pas cher professionnel

  26. Pingback: palette

  27. Pingback: dealer mobil honda

  28. Pingback: شحن الرصيد

  29. Pingback: www.clemsondeckbuilders.com/

  30. Pingback: binadroids scam

  31. Pingback: Erholsamer Schlaf

  32. Pingback: rackig- get famous fast

  33. Pingback: gta5cashmoney xbox 360

  34. Pingback: http://cheapautomobileinsuranceguide.com

  35. Pingback: Service légale

  36. Pingback: http://www.amazon.com/Management-Organizer-Flexible-Neoprene-Baltic/dp/B013F9NS5Q/ cable organizer

  37. Pingback: IML

  38. Pingback: Street Witch Onlne Magic School

  39. Pingback: 我他媽的媽媽

  40. Pingback: sik kafali

  41. Pingback: 他媽的谷歌

  42. Pingback: oruspu

  43. Pingback: akıllı olacaksın

Tinggalkan Balasan