Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Fatwa / Fatwa Al Azhar Mesir: Apa Hukum Melakukan Qunut Shubuh?
IMG_20160110_053035

Fatwa Al Azhar Mesir: Apa Hukum Melakukan Qunut Shubuh?

Alhamdulillah, asshalatu wassalaamu ala Rasulillah.

Menurut madzhab Syafii dan Maliki, melakukan qunut pada saat shalat shubuh adalah sunnah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a.

مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Rasulullah SAW senantiasa melakukan qunut pada saat shalat shubuh hingga ia meninggal dunia.” (HR. Ahmad).

Imam Nawawi mengomentari hadits ini dalam kitab “al-Khulashah” bahwa hadits ini shahih. Sebagian besar ahli hadits juga meriwayatkan hadits ini dan mereka juga mengatakan bahwa ia adalah hadits yang shahih.

Diantaranya ialah Imam al-Hakim di kitab “al-Mustadrak”, begitu juga Imam Baihaqi di beberapa kitabnya, serta al-‘Allamah al-Mu’allami di dalam kitab ‘at-Tankiil”. Qunut dalam shalat shubuh juga dilakukan oleh para sahabat, tabi’in dan para salaf.

Imam Nawawi berkata, “Ketahuilah, bahwa qunut adalah ibadah yang disyari’atkan pada shalat shubuh. Ia termasuk sunnah muakkadah, namun jika tidak dilakukan shalatnya tidak batal, akan tetapi ia harus melakukan sujud sahwi, baik karena disengaja ataupun lupa.” (Kitab al-Adzkaar, hal: 59)

Qunut dilakukan pada saat melaksanakan shalat shubuh, pada raka’at kedua setelah ruku’. Adapun menurut madzhab Maliki, ia dilakukan sebelum ruku’.

Namun demikian, kita tidak boleh memungkiri adanya perbedaan pendapat dalam masalah ini. Sebab, ulama dari madzhab Hanafi dan Hanbali berpendapat bahwa qunut tidak ada dalam shalat shubuh.

Oleh karena itu, tidak boleh mengingkari orang yang melakukan qunut ataupun yang tidak melakukannya, walaupun kita lebih condong untuk memilih pendapatnya madzhab Syafi’i, karena dalil-dalilnya lebih kuat.

Selain itu, Imam Malik dan Imam Syafi’i berasal dari hijaz, mereka lebih mengetahui hadits-hadits yang tidak diketahui oleh imam yang lainnya.

Kami juga mengingatkan agar tidak menuduh kaum muslimin lainnya dengan ucapan bid’ah atau sesat, sebab mereka semua berada di atas kebenaran. Mereka juga memiliki keinginan dan berusaha untuk mengikuti Rasulullah saw. Maka dari itu, tidak boleh menyulut api fitnah diantara mereka.

Wallahu a’lam.

Sumber:
Dar al-Ifta’ al-Mishriyyah (Dewan Fatwa Mesir)
Judul: Qunut Pada shalat Shubuh adalah bagian dari sunnah.
No Fatwa: 3536
Tanggal: 20-10-2009
Penerjemah: Fahmi Bahreisy, Lc

 

Comments

comments

Tentang Fahmi Bahreisy, Lc

Fahmi Bahreisy, Lc

Lihat Juga

maruf-Amin-MUI-201508270954371

Ini 11 Poin Fatwa MUI : Bermuamalah yang Diharamkan di Media Sosial

JAKARTA–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa tentang hukum dan pedoman bermuamalah di media sosial pada ...

Tinggalkan Balasan