Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Konsultasi / Konsultasi Ibadah / Menghadiahkan Al Fatihah
IMG_20160102_045512

Menghadiahkan Al Fatihah

Assalamu’alaikum. Di daerahku, Blitar ada yang apabila yasinan/selamatan ada hadiah al Fatihah untuk Nabi Khidir selaku penguasa lautan dan Nabi IIyas selaku penguasa daratan. Demikian juga yang ujub, minta maaf kepada dua Nabi tersebut. Saya tahu itu tidak benar tapi saya tidak punya alasan/nasnya. Tolong ustadz, beri bekal aku untuk mengingatkan saudara-saudara kita tersebut. Syukron.

Wassalamu’alaikum.

H. Warsino – Blitar, Jawa Timur

 

Jawaban:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.

Terkait dengan pertanyaan Bapak, para dasarnya ada dua perkara yang saling terkait.

Pertama, hukum mengirimkan pahala bacaan Al-Qur’an, termasuk surah Al-Fatihah, kepada seseorang: apakah pahalanya sampai atau tidak?

Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa pahalanya sampai. Sedangkan sebagian ulama yang lain berpendapat tidak sampai. Maka, apabila ada seseorang menghadiahkan bacaaan Al-Qur’an untuk seseorang yang sudah meninggal maka kita tidak bisa mengingkarinya, karena ada perbedaan pandangan di antara ulama terkait masalah tersebut. Hanya saja, selayaknya seseorang tidak menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan, sebab Rasulullah SAW tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan dan dikhawatirkan masyarakat akan mengira hal tersebut termasuk sunnah Rasulullah SAW.

Kedua, ungkapan Nabi Khidir sebagai penguasa lautan dan Nabi Ilyas sebagai penguasa daratan merupakan ungkapan yang harus ada dasarnya; dari Al-Qur’an atau dari Sunnah. Sebab, perkara tersebut tidak mungkin hanya dengan ijtihad atau dengan perkiraan semata. Sampai saat ini saya belum menemukan dasar yang benar dan kuat terkait masalah tersebut.

Yang lebih tepat sebenarnya, Allah SWT yang menguasai langit dan bumi, termasuk yang menguasai lautan maupun daratan. Maka, tatkala menghadapi masalah, baik di laut maupun di bumi, kita memohon pertolongan kepada Allah dan bukan kepada Nabi Khidir atau Nabi Ilyas.

Wallahu a’lam

Ustadz Abdul Rochim, Lc

ed : danw


Ingin konsultasi seputar ibadah, keluarga, dan muamalah? Kirim pertanyaan anda kesini

Comments

comments

Tentang alimancenter

Lihat Juga

minum-obat-saat-puasa

Mengonsumsi Obat Penunda Haid Agar Biasa Puasa

Assalamualaikum, Saya ingin bertanya, apakah hukumnya apabila seorang wanita mengkonsumsi obat hormon untuk menunda datang ...