Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Konsultasi / Konsultasi Ibadah / Mengusap Kepala Tanpa Membuka Jilbab di Saat Wudhu
IMG_20151221_114951

Mengusap Kepala Tanpa Membuka Jilbab di Saat Wudhu

Assalamu alaikum. Apakah boleh seorang wanita berwudhu tanpa membuka jilbab dimana pada saat mengusap kepala hanya bagian jilbabnya saja yang diusap, mengingat lokasi tempat berwudhu berada di tempat yang terbuka?

 

Jawaban :

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:

Allah befirman, “Wahai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku. Usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki…” (QS al-Maidah: 6)

Ayat ini menjelaskan cara berwudhu yang benar. Yaitu dengan membasuh muka dan tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki. Itulah anggota tubuh yang harus dibasuh dan atau diusap (khusus kepala), di samping kumur dan seterusnya.

Dalam hal ini tidak dianggap diusap atau dibasuh kecuali jika air sampai kepada anggota badan yang dimaksud. Termasuk saat mengusap kepala, khususnya jika memakai penutup kepala seperti kerudung dan sejenisnya. Karena itu, selama air wudhu dapat menembus penutup kepala hingga bisa masuk ke celah-celah rambut dan kepala, maka mengusap kepala tanpa membuka kerudung atau jilbab diperbolehkan.

Pasalnya, dalam satu riwayat Rasulullah saw pernah mengusap sepatu khuf dan penutup kepala tanpa membukanya dalam hadist riwayat Muslim), serta pernah pula menyuruh sahabat melakukan hal yang sama. Beliau bersabda, “Usaplah sepatu khuf dan penutup kepala tersebut.” (HR Ahmad).

Hadis ini tentu saja berlaku secara umum baik bagi laki-laki maupun wanita. Namun demikian, untuk keluar dari khilaf, untuk lebih berhati-hati, serta agar jangan sampai ada bagian dari aurat wanita yang terlihat oleh laki-laki asing pada saat berwudhu, hendaknya sebisa mungkin ia berwudhu di tempat tertutup yang khusus untuk wanita. Sehingga dengan begitu ia bisa membuka kerudungnya dengan leluasa serta bisa membasuh tangan dan kaki dengan sempurna.

Kalaupun harus dan terpaksa berwudhu di tempat terbuka, maka hendaknya aurat tetap dijaga dan berusaha ditutup dari pandangan laki-laki asing.

Wallahu a’lam. Wassalamu alaikum wr.wb. 

ed : danw

Comments

comments

Tentang Fauzi Bahreisy

Fauzi Bahreisy
Pengasuh rubrik konsultasi AlimanCenter.Com

Lihat Juga

minum-obat-saat-puasa

Mengonsumsi Obat Penunda Haid Agar Biasa Puasa

Assalamualaikum, Saya ingin bertanya, apakah hukumnya apabila seorang wanita mengkonsumsi obat hormon untuk menunda datang ...

Tinggalkan Balasan