0878 8077 4762 [email protected]

Ini Lima Penghargaan yang Diraih Dr. Zakir Naik

ZAKIR NAIK—Seorang ulama asal India yang kini banyak dibicarakan dunia. Lewat ceramah dan tulisannya yang luar biasa. Ia mampu menyerukan segala jenis masalah secara sopan, argumentatif, dan menghargai orang dalam kehidupan di dunia untuk  kembali pada pondasi Al-Quran dan Hadist, sebagai sumber segala petunjuk.
Georgetown University, Amerika pada tahun 2011 hingga 2015 menerbitkan sebuah daftar umat Muslim berpengaruh di dunia. Dalam daftar itu, Zakir Naik menduduki peringkat ke 70 daftar dari 500 umat Muslim berpengaruh di seluruh dunia selama berturut turut.
Maka tidak heran, Dr. Zakir Naik banyak dikagumi oleh orang-orang di seluruh dunia, terutama ulama di Indonesia seperti Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Arifin Ilham, KH Abdullah Gymnastiar, hingga Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.
Selama 20 tahun lebih berdakwah, Zakir Naik mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai Negara atas kecintaannya terhadap Islam dan konsisten mencerdaskan umat.
Penghargaan pertama, Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud pada tahun 2015 menganugerahkan penghargaan ‘King Faisal International Prize’ kepada Dr. Zakir Naik, semacam hadiah Nobel pada kategori ‘Layanan kepada Islam’.
Hadiah terdiri dari sertifikat penghargaan, 200 gram medali emas dengan 24 karat, dan 750 ribu riyal Saudi atau 200 ribu dolar AS. Seluruh hadiah uang diterima Zakir Naik, disumbangkan untuk program Wakaf,Peace TV Network.
Kedua, Shaikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) menganugerahkan ‘Islamic Personality of 2013’ kepada Dr. Zakir Naik dalam ajang penghargaan bergengsi Dubai International Al-Quran Award pada 29 Juli 2013.
Penghargaan tersebut diberikan atas pelayanan luar biasa Zakir Naik terhadap Islam dan umat Islam pada tingkat global di Media, Pendidikan dan Filantropi.
Hadiah yang diterima dari UEA, 1 juta Dirham 272 ribu dolar AS. Ia sumbangkan untuk Wakaf dana pembuatan media Peace TV Network. Dr Zakir saat itu berusia 47 tahun merupakan penerima penghargaan termuda.
Ketiga, Syekh Dr. Sultan bin Mohammed Al Qasimi, Penguasa di Sharjah, memberikan penghargaan ‘Sharjah Award’ kepada Dr. Zakir Naik pada untuk layanan sukarela kepada Islam pada skala internasional, 16 Januari 2014.
Keempat, Dr Yahya Jammeh, Presiden Republik Gambia memberi Dr. Zakir Naik lencana penghargaan nasional tertinggi dari Komandan Nasional Republik Gambia di Gambia pada 15 Oktober 2014.
Kelima, Dr. Zakir Naik juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah Malaysia. Raja Malaysia, menganugerahkan penghargaan tertinggi dari Malaysia ‘Tokoh Ma’al Hijrah Distinguished International Personality Award for the Year 2013’ untuk layanan dan kontribusi yang signifikan pada perkembangan Islam pada 5 November 2013. Ia menerima sebuah plakat yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Malaysia Mohd. Najib Razak. Demikian dilansir Gulalives, Kamis (14/4/2016).

Kebersihan Penampilan dalam Islam dan 15 Dalilnya

Sesungguhnya Islam adalah agama yang sempurna, memerhatikan aspek-aspek kehidupan secara menyeluruh agar ia mendatangkan kebaikan kepada setiap pengikutnya.
Sudah menjadi fitrah yang manusia cenderung kepada keindahan, ketampanan dan kecantikan. Jika ditinggalkan berarti adanya sesuatu yang tidak normal, baik di sisi manusiawi atau kesalahfahaman terhadap Islam itu sendiri.
Penampilan yang elok, selagi syar’i adalah tuntutan kehidupan. Baik dalam bidang pekerjaan maupun dakwah, penampilan memainkan peranan penting dalam penonjolan imej, penerimaan orang (tsiqah), keselamatan kerja, dan keselamatan daripada siksa api neraka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ اْلجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah Maha Indah, serta menyukai keindahan.” (HR. Muslim)
Ketahuilah bahwa Islam tidaklah anti dengan orang yang berambut panjang, namun Islam benci dengan penampilan yang kacau, sehingga menjadikan wajah yang tampan menjadi mengerikan, atau wajah cantik rupawan menjadi menakutkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
Barang siapa memiliki rambut panjang maka hendaknya ia memuliakan rambutnya (merapikan dan merawatnya dengan baik)” [HR. Abu Dawud 4163 dan lainnya, dishahihkan Al Albani dalamShahih Abi Daud]
Sahabat Jabir radhiallahu anhu mengisahkan, suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkunjung ke rumah kami, lalu beliau melihat seorang lelaki yang rambutnya kusut/ acak acakan, spontan beliau bersabda:
Tidakkah lelaki ini memiliki sesuatu yang dapat ia gunakan untuk merapikan rambutnya?
Jabir berkata, beliau juga melihat lelaki yang berpakaian kotor, maka beliau bersabda:
Tidakkah lelaki ini memiliki sesuatu yang dapat ia gunakan untuk mencuci bajunya?” (HR. Ibnu Hibban 6326, dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah 493)
Dalam hadist yang lain seseorang bertanya kepada Rasulullah saw.
Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, seseorang ingin agar bajunya bagus dan sandalnya juga bagus,apakah itu termasuk kesombongan?
Rasulullah saw berkata: “Tidak, sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan menghinakan orang lain.”
Perbaikilah Penampilan Wahai Para Da’i
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A’raf: 31-32)
Sesungguhnya Allah itu indah dan senang dengan keindahan. Bila seseorang diantara kamu (bermaksud) menemui kawan-kawannya hendaklah dia merapikan dirinya.” (HR. Muslim)
Apabila kamu memelihara rambut, hendaklah dimuliakan (disisir, dirapikan agar tidak teracak-acak)” (HR. Abu Dawud dan Ath Thahawi)
Sesungguhnya Allah itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan suka pada kemurahan hati, dermawan dan suka pada kedermawanan …” (HR Tirmidzi).
Lima hal yang termasuk fitrah (kesucian): mencukur bulu kemaluan, khitan, menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak & memotong kuku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw bersabda, “Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Kerana itu perbaikilah kendaraan kalian, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian menjadi seperti tahi lalat di tengah-tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai sesuatu yang buruk.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)
“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat” Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang Mengetahui.”
Allah SWT mencintai seorang hamba yang memperindah/menghiasi ucapannya dengan kejujuran, hatinya dengan keikhlasan, kecintaan, selalu kembali dan bertawakkal (kepada-Nya), dan anggota badannya dengan ketaatan (kepada-Nya), serta tubuhnya dengan memperlihatkan nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadanya.
Dalam berpakaian (mengikut keperluan) membersihkan tubuh dari najis dan kotoran, mandi untuk menghilangkan bau dan kotoran, memotong kuku, merapikan rambut dan janggut, menyikat gigi, memakai wangian, dan sebagainya
Maka hamba yang dicintai-Nya adalah hamba yang mengenal-Nya dengan sifat Maha Indah-Nya. Kemudian beribadah kepada-Nya dengan keindahan yang ada pada agama dan syariat-Nya.
Hal kebersihan tersebut senada dengan Sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya Allah suka melihat (tampaknya) bekas nikmat (yang dilimpahkan-Nya) kepada hamba-Nya” (HR at-Tirmidzi dan al-Hakim)
Rasulullah saw Memberi Contoh dalam Penampilan
Anas bin Malik ra. menceritakan, “Tidak pernah aku mencium bau wangi atau bau semerbak yang lebih wangi dari bau dan semerbak Nabi saw” (HR. Bukhari)
Seandainya tak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali akan shalat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dari Abi Rofi’, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam berkeliling mengunjungi beberapa istrinya (untuk menunaian hajatnya), maka beliau mandi setiap keluar dari rumah istri-istrinya. Maka Abu Rofi’ bertanya, ‘Ya, Rasulullah, tidakkah mandi sekali saja?’ Maka jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ini lebih suci dan lebih bersih.’” (HR. Ibnu Majah & Abu Daud)
Beliau melihat seorang lelaki yang acak-acakan rambutnya. Rasulullah bersabda, ‘Tidakkah orang ini mendapatkan sesuatu untuk merapikan rambutnya?’ Kemudian beliau melihat seorang lelaki yang kotor pakaiannya. Beliau bersabda, ‘Tidakkah orang ini mendapatkan air untuk mencuci pakaiannya?‘”(HR Abu Dawud dan An-Nasa’i).
Menjauhi Sifat Sombong dan Berlebihan dalam Berpenampilan
Dalam soal kecantikan atau keelokan, Ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata,
“Kecantikan itu ada yang disukai oleh Allah dan ada yang dibenci. Sesungguhnya Allah membenci mempercantik diri (lelaki) dengan mengenakan sutera dan emas, membenci berhias dengan pakaian kesombongan.
Untuk membedakan antara kesombongan yang dibenci Allah, bahwasanya kesombongan itu bukanlah keindahan. Dan Rasulullah menjelaskan keindahan yang disukai Allah, Rasulullah mengatakan: “Tidak akan masuk Surga siapa saja yang ada di dalam hatinya sebesar biji dzarrah kesombongan.

Konferensi IORA bagi Negara-Negara Muslim

IORA yang merupakan singkatan dari Indian Ocean Rim Association, yaitu Asosiasi Negara-negara yang terletak berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Tujuan dibentuknya Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudera Hindia ini adalah untuk memperkuat kerjasama ekonomi, terutama pada perdagangan dan memfasilitasi investasi serta pembangunan sosial di kawasan samudera Hindia.
Seperti diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi IORA yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).
Samudera Hindia yang merupakan Samudera Terbesar ketiga di Dunia ini merupakan jalur lalu lintas penting bagi kapal kontainer, setengah dari keseluruhan jumlah kapal kontainer dan sepertiga dari kargo curah (Bulk Cargo) yang berlayar di dunia ini menggunakan jalur Samudera Hindia.
Mengingat pentingnya jalur transportasi ini, diperlukannya kerjasama yang erat antar negara-negara yang berada di pesisir Samudera Hindia.
IORA yang didirikan pada tanggal 6 Maret 1997 dan bermarkas di Ebene Cyber City Mauritius ini memiliki beberapa prioritas program seperti Keselamatan dan Keamanan Maritim, Perdagangan dan memfasilitasi Investasi negara-negara anggota, Manajemen Perikanan, Manajemen Penanganan Resiko Bencana, Kerjasama dalam Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta pengembangan sektor pariwisata.
IORA saat ini memiliki 20 Negara Anggota dan 6 Negara Mitra Dialog. Namun pada KTT IORA yang diselenggarakan di Kota Padang Indonesia pada tanggal 20 Oktober hingga 23 Oktober 2015 ini, Somalia telah diterima keanggotaannya sebagai Negara yang ke-21 bergabung di Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudera Hindia yang disingkat dengan IORA ini.
Konferensi di Jakarta 2017 kali ini diikuti oleh 21 negara yang menjadi anggota IORA, yang muslim yakni Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Oman, Somalia, Uni Emirat Arab dan Yaman.
Dan yang lainnya yakni Australia, Comoros, India, Kenya, Madagascar, Mauritius, Mozambique, Seychelles, Singapura, Afrika Selatan, Srilanka, Tanzania, dan Thailand.
Pemerintah RI mendorong adanya kerja sama di antara negara-negara yang tergabung dalam IORA. Indonesia membuka peluang kerja sama di sektor industri bagi negara-negara anggota.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor-sektor yang ditawarkan antara lain industri perkapalan dan peralatannya, pengolahan hasil laut, komponen otomotif, petrokimia dan gasifikasi batubara, serta produk hilir agro.
“Peningkatan kerja sama seperti pelatihan dalam membangun kapasitas industri telah dilakukan dengan Mozambik dan Seychelles di sektor industri kecil dan menengah,” paparnya.
Diharapkan negara-negara Muslim yang tergabung dalam IORA dapat merasakan perkembangan ekonomi kemaritiman, demi kesejahteraan masyarakatnya.
Terciptanya keadilan, kejujuran dan saling bantu agar tidak melakukan ilegal fishing, serta saling memperkuat ekspor-impor. Terutama negara muslim yang tertinggal dan penuh konflik seperti di Somalia yang baru bergabung dengan IORA segera mendapat perubahan kearah lebih baik.

Kisah "Cinta Tak Sampai" Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

Satu fragmen yang menggambarkan tingkat tajarrud Umar bin Abdul Aziz yang luar biasa adalah kisah “Cinta Tak Sampai”-nya beliau.
Dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah jatuh cinta dengan sangat berat dan mendalam terhadap budak perempuan milik istrinya, Fathimah binti Abdul Malik.
Perempuan itu memang hanyalah seorang amah, seorang budak perempuan. Namun, ia sangat cantik jelita, mengalahkan banyak wanita merdeka di zamannya, dan budak itu milik Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan, istri Umar bin Abdul Aziz.
Sebelum Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, berkali-kali ia meminta kepada Fathimah, istrinya, agar sang istri menghibahkan budak perempuan itu kepadanya, atau menjualnya kepadanya.
Namun, karena budak itu sangat cantik jelita, dan sang istri mengetahui betapa berat dan mendalam “rasa cinta” Umar bin Abdul Aziz kepadanya, sang istri tidak mau memenuhi permintaan sang suami. Wajar lah, wanita mempunyai rasa cemburu, dan ia takut “kalah bersaing” dengan sang budak itu.
Sang amah atau budak perempuan itu pun mengetahui betapa berat dan mendalam “rasa cinta” Umar bin Abdul Aziz kepadanya.
Sampai akhirnya, tibalah masa di mana tanggung jawab kehilafahan jatuh pada Umar bin Abdul Aziz.
Kehidupan Awal Umar bin Abdul Aziz
Perlu diketahui bahwa dulunya gaya hidup Umar bin Abdul Aziz adalah gaya hidup istana, penuh dengan kemewahan dan bergelimang dalam harta dan fasilitas.
Maklum lah, ia adalah putra Abdul Aziz, dan Abdul Aziz adalah putra Marwan bin al-Hakam. Pamannya dan sekaligus mertuanya adalah Abdul Malik bin Marwan, salah seorang khalifah Bani Umayyah yang sangat terkenal.
Bahkan life style Umar bin Abdul Aziz yang sangat berbeda dari sisi kehebatan penampilannya itu, sampai-sampai muncul istilah: Cara berpakaian Umar, parfum Umar, gaya berjalan Umar, dan sebagainya.
Bahkan, banyak para anak gadis menjadikan Umar bin Abdul Aziz sebagai model dalam life style mereka.
Dulunya, Umar bin Abdul Aziz adalah seorang pemuda yang bercita-cita “unik”.
Sewaktu masih lajang, cita-citanya adalah menikahi Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan, putri cantik jelita anak khalifah yang sangat terkenal itu. Maka ia persiapkan dirinya sedemikian rupa, baik materi maupun inmateri, agar dapat memenangkan “kompetisi” dalam “memperebutkan” Fathimah bin Abdul Malik. Dan akhirnya, berhasil lah ia menikahi Fathimah binti Abdul Malik.
Lalu, ia pun bercita-cita ingin menjadi gubernur Madinah, satu jabatan kegubernuran yang paling bergengsi pada zaman itu, dan posisi yang paling banyak diminati oleh keluarga besar Bani Umayyah. Maka ia pun mempersiapkan diri sebaik-baiknya, baik dari sisi kapasitas moral, ilmiah, dan sebagainya, agar pilihan sang khalifah jatuh kepadanya untuk menjadi gubernur Madinah. Dan akhirnya, cita-cita ini pun berhasil ia raih.
Sukses menjadi gubernur Madinah, ia pun bercita-cita ingin menjadi khalifah. Maka ia persiapkan diri sebaik-baiknya, agar saat cita-cita itu tercapai, ia menjadi seorang khalifah yang sukses, dunia dan akhirat. Dan akhirnya, ia pun menjadi seorang khalifah.
Cita-Cita Tertinggi Khalifah : Surga 
Karena sudah tidak ada lagi cita-cita duniawi yang lebih tinggi dari khalifah, maka, setelah ia menjadi khalifah, ia bercita-cita ingin masuk surga Allah SWT.
Maka dipilihkan gaya hidup baru sebagai cara dan jalan untuk menggapai cita-citanya yang terakhir ini, disamping dengan cara menjadi khalifah yang seadil-adilnya.
Dan gaya hidup baru itu adalah gaya hidup zuhud. Maka seluruh harta yang ia miliki ia jual, dan hasilnya diserahkan ke baitul mal, sementara itu, sebagai seorang khalifah, ia hanya mengambil gaji dua dirham perhari, atau 60 dirham perbulan.
Sehingga, setelah ia menjadi khalifah, ia hidup sebagai seorang yang sangat miskin, dan fisiknya pun tidak lagi parlente, megah dan mewah seperti dahulu.
Kembali kepada Kisah Cintanya..
Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi miskin, dan hari demi hari disibukkan oleh upayanya menjadi seorang khalifah yang adil, istrinya, Fathimah bin Abdul Malik, merasa iba dan kasihan kepadanya. Maka dihibahkanlah budaknya yang cantik jelita itu kepada Umar bin Abdul Aziz.
Di luar dugaan sang istri dan budaknya sekaligus, ternyata Umar bin Abdul Aziz menolak hibah tersebut.
Sebenarnya, kalau saja sang istri dan sang budak itu mengetahui hal yang sebenarnya, keduanya tidak perlu terkejut. Sebab, momentum penghibahan itu terjadi setelah Umar bin Abdul Aziz bercita-cita ingin masuk syurga.
Sementara Umar bin Abdul Aziz tahu betul bahwa syurga itu diperuntukkan bagi seseorang yang memenuhi kriteria tertentu, yang diantaranya adalah firman Allah SWT:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى

(٤٠) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (٤١)

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (Q.S. An-Nazi’at: 40 – 41)
Bahkan Umar bin Abdul Aziz bertindak lebih jauh dari sekedar menolak hibah istrinya itu, meskipun hibah itu sendiri adalah budak perempuan yang sangat cantik jelita dan yang “dicinta”-nya secara berat dan mendalam.
Umar meminta kepada Fathimah untuk menjelaskan asal muasal budak perempuan itu, yang kemudian diketahui bahwa ia pada asalnya adalah tawanan perang yang kemudian menjadi budak. Dan pada saat para tawanan itu dibagi-bagikan kepada para prajurit, ia terjatuh menjadi bagian dari seorang prajurit.
Tetapi, dengan alasan menghilangkan kecemburuan prajurit lainnya, budak perempuan itu akhirnya diambil oleh khalifah Abdul Malik bin Marwan, yang lalu dihibahkan kepada putrinya, Fathimah.
Mendengar penjelasan itu, maka Umar bin Abdul Aziz meminta agar prajurit itu dipanggil untuk menerima kembali jatah dan bagiannya yang selama ini tertunda.
Prajurit itu pun datang, maka oleh Umar bin Abdul Aziz, diserahkanlah budak perempuan yang cantik jelita itu kepadanya.
Sang prajurit pun berkata: “Wahai amirul mukminin, budak perempuan itu adalah milik anda, maka terimalah. Namun Umar tetap menolak.”
Prajurit itu pun berkata: “Kalo begitu, belilah ia dariku, dan aku dengan senang hati akan menerima akad jual beli ini”.
Tawaran ini pun ditolak oleh Umar. Dan ia pun bersikeras agar sang prajurit itu membawa pergi budak perempuan tersebut.
Budak perempuan itu pun menangis dan berkata: “Kalau begini jadinya, mana bukti cintamu selama ini wahai amirul mukminin??”.
Umar menjawab: “Cinta itu tetap ada di dalam hatiku, bahkan jauh lebih kuat daripada yang dahulu-dahulu, akan tetapi, kalau aku menerimamu, aku khawatir tidak termasuk dalam golongan orang yang ‘menahan dirinya dari keinginan hawa nafsu’ sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Q.S. An-Nazi’at: 40 – 41.”
Semoga Allah SWT senantiasa merahmatimu wahai khalifah Umar bin Abdul Aziz.
 
Sumber : Buku 10 Kisah Cinta Paling Indah Sepanjang Masa, IBF (Islamic Book Fair)

Shalat Menggerakkan 266 Tulang dan 660 Otot

Shalat merupakan salah satu bentuk penghambaan umat Islam kepada Allah SWT. Namun tahukah di dalam shalat rupatnya terdapat segudang manfaat di balik gerakan shalat. Sejak takbiratul ihram hingga salam mampu memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh.
Direktur Halimun Center (HMC) dr Briliantono M Soenarwo (SpOT) mengatakan gerakan shalat sangat baik untuk persendian, tulang, dan otot. “Gerakan shalat bermanfaat bagi kelenturan sendi, kekuatan tulang, dan memperbesar kemampuan otot,” ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (24/1).
Setiap gerakan shalat, kata ia, memiliki manfaat. Pria yang biasa disapa dr Tony ini menyebut apabila gerakan shalat dilakukan sesuai yang dianjurkan, maka akan menggerakkan 266 tulang dan 660 otot.
“Semua bergerak, dari jari sampai leher. Subhanallah,” kata dia. Bahkan ada beberapa olahraga yang meniru gerakan shalat. Menurut dia, hal itu boleh-boleh saja karena bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan.
Bukan hanya gerakan shalat yang mendatangkan manfaat. Kekhusyukan saat shalat rupanya juga membawa dampak positif bagi tubuh. Manusia terdiri dari jiwa, raga, dan kalbu. Kalbu inilah yang mempengaruhi pikiran manusia. Alhasil apabila kalbu khusyuk dan senang, maka jiwa pun akan terkena imbas baiknya.
“Kalau jiwa senang, hormon melatonin akan naik, akhirnya me-recovery tubuh,” ujarnya. Itulah sebabnya, orang-orang yang selesai menunaikan shalat merasa lebih segar dan ‘enteng’ dari sebelumnya.
Bagi Anda yang sedang sakit atau tak mampu melakukan gerakan shalat dengan sempurna, jangan khawatir. Pasalnya menurut dr Tony, meskipun gerakan shalat dilakukan dari atas tempat tidur, tetap akan mendapatkan manfaat yang sama.