by Danu Wijaya danuw | Mar 6, 2017 | Artikel, Dakwah
Abu Hurairah ra adalah sahabat Rasulullah saw yang mendampingi beliau selama empat tahun. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, Abu Hurairah ra banyak menyerap Ilmu dan menghafal hadis-hadis dari Rasulullah saw.
Abu Hurairah ra sendiri pernah berkata, “Orang-orang banyak yang heran, bagaimana aku dapat meriwayatkan hadis begitu banyak. Sebenarnya ketika saudara-saudaraku dari kaum Muhajirin banyak yang berdagang dan saudara-saudara dari kaum Anshar sibuk berladang, aku selalu di samping Rasulullah saw.
Aku termasuk golongan Ashhabus Suffah* dan aku tidak begitu menghiraukan pencarian nafkah karena aku selalu merasa puas dengan sedikit makanan yang diberikan Rasulullah Saw kepadaku.
Aku pernah memberitahukan kepada Rasulullah tentang hafalanku yang lemah, lalu beliau bersabda, ‘Hamparkan kain selimutmu!’
Aku pun melakukan perintahnya, beliau membuat tanda-tanda di kain selimut itu, kemudian bersabda, ‘Sekarang balutkanlah kain selimut ini di sekeliling dadamu.’ Aku pun membalut dadaku dengan kain itu. Sejak saat itu aku tidak pernah lupa lagi dengan segala sesuatu yang ingin aku hafalkan,” (HR. Abu Daud).
Abu Hurairah ra pernah bercerita kepada Abdullah bin Umar ra, “Aku selalu bersama Rasulullah saw di saat orang lain tidak berada di situ. Pekerjaanku hanyalah menghafal apa yang telah disabdakan Rasulullah saw dan aku tidak makan selain yang diberikan Rasulullah saw kepadaku.”
Teladan Ibadah Harian Abu Hurairah
Setelah Islam berjaya dan berhasil menaklukkan beberapa wilayah, kehidupan Abu Hurairah ra. menjadi lebih baik, tetapi ia tidak meninggalkan semangatnya dalam mendalami ilmu. la, istrinya, dan pelayannya tetap istiqamah beribadah di malam hari.
Mereka membagi malamnya menjadi tiga waktu dan secara bergiliran mereka melakukan ibadah sehingga setiap malamnya selalu penuh dengan amal ibadah di keluarga tersebut.
Di antara kebiasaan Abu Hurairah ra adalah mengumpulkan biji-biji kurma dalam sebuah kantong. Kemudian setiap kali berzikir, ia mengeluarkan biji kurma tersebut satu per satu dari dalam kantong. Jika biji dalam kantong habis, ia akan mengisi kembali kantong tersebut dengan biji-biji kurma, lalu memulai zikirnya dari awal lagi.
Abu Hurairah ra juga memiliki seutas benang yang disimpul sebanyak 1.000 simpul. Beliau tidak tidur hingga selesai bertasbih sebanyak simpul benang tersebut. Dan ia selalu beristigfar sebanyak 12.000 kali. la juga tidak pernah ketinggalan melaksanakan shalat sunnah.
*Ashhabus Suffah adalah golongan orang yang tinggal di dekat rumah Rasulullah saw. Mereka tidak memiliki mata pencaharian yang tetap sehingga Abu Hurairah ra. pernah tidak makan selama berhari-hari hingga jatuh pingsan di depan mimbar Rasulullah saw. Mereka sering menjadi tamu Rasulullah saw. dan beliau selalu memberikan sedekah kepada mereka.
Sumber: ceritainspirasimuslim
by Danu Wijaya danuw | Mar 5, 2017 | Artikel, Dakwah
Oleh : alm Prof Dr K.H. Ali Mustafa Yaqub (Imam Besar Masjid Istiqlal, Komisi Fatwa MUI Pusat, Rais Syuriah PBNU Bidang Fatwa)
Banyak orang terkejut ketika seorang ulama Wahabi mengusulkan agar kitab-kitab Imam Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, diajarkan di pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah Islam di Indonesia. Hal itu karena selama ini dikesankan bahwa paham Wahabi yang dianut oleh pemerintah dan mayoritas warga Arab Saudi itu berseberangan dengan ajaran Nahdlatul Ulama yang merupakan mayoritas umat Islam Indonesia.
Tampaknya selama ini ada kesalahan informasi tentang Wahabi dan NU. Banyak orang Wahabi yang mendengar informasi tentang NU dari sumber-sumber lain yang bukan karya tulis ulama NU, khususnya Imam Muhammad Hasyim Asy’ari. Sebaliknya, banyak orang NU yang memperoleh informasi tentang Wahabi tidak dari sumber-sumber asli karya tulis ulama-ulama yang menjadi rujukan paham Wahabi.
Akibatnya, sejumlah orang Wahabi hanya melihat sisi negatif NU dan banyak orang NU yang melihat sisi negatif Wahabi. Penilaian seperti ini tentulah tidak objektif, apalagi ada faktor eksternal, seperti yang tertulis dalam Protokol Zionisme No 7 bahwa kaum Zionis akan berupaya untuk menciptakan konflik dan kekacauan di seluruh dunia dengan mengobarkan permusuhan dan pertentangan.
Untuk menilai paham Wahabi, kita haruslah membaca kitab-kitab yang menjadi rujukan paham Wahabi, seperti kitab-kitab karya Imam Ibnu Taymiyyah, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dan termasuk kitab-kitab karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab yang kepadanya paham Wahabi itu dinisbatkan. Sementara untuk mengetahui paham keagamaan Nahdlatul Ulama, kita harus membaca, khususnya kitab-kitab karya Imam Muhammad Hasyim Asy’ari yang mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Kami telah mencoba menelaah kitab-kitab karya Imam Muhammad Hasyim Asy’ari dan membandingkannya dengan kitab-kitab karya Imam Ibnu Taymiyyah dan lain-lain. Kemudian, kami berkesimpulan bahwa lebih dari 20 poin persamaan ajaran antara Imam Muhammad Hasyim Asy’ari dan imam Ibnu Taymiyyah. Bahkan, seorang kawan yang bukan warga NU, alumnus Universitas Islam Madinah, mengatakan kepada kami, lebih kurang 90 persen ajaran Nahdlatul Ulama itu sama dengan ajaran Wahabi.
Kesamaan ajaran Wahabi dan NU itu justru dalam hal-hal yang selama ini dikesankan sebagai sesuatu yang bertolak belakang antara Wahabi dan NU. Orang yang tidak mengetahui ajaran Wahabi dari sumber-sumber asli Wahabi, maka ia tentu akan terkejut. Namun, bagi orang yang mengetahui Wahabi dari sumber-sumber asli Wahabi, mereka justru akan mengatakan, “Itulah persamaan antara Wahabi dan NU, mengapa kedua kelompok ini selalu dibenturkan?”
Di antara titik-titik temu antara ajaran Wahabi dan NU yang jumlahnya puluhan, bahkan ratusan itu adalah sebagai berikut. Pertama, sumber syariat Islam, baik menurut Wahabi maupun NU, adalah Alquran, hadis, ijma, dan qiyas. Hadis yang dipakai oleh keduanya adalah hadis yang sahih kendati hadis itu hadis ahad, bukan mutawatir. Karenanya, baik Wahabi maupun NU, memercayai adanya siksa kubur, syafaat Nabi dan orang saleh pada hari kiamat nanti, dan lain sebagainya karena hal itu terdapat dalam hadis-hadis sahih.
Kedua, sebagai konsekuensi menjadikan ijma sebagai sumber syariat Islam, baik Wahabi maupun NU, shalat Jumat dengan dua kali azan dan shalat Tarawih 20 rakaat. Selama tinggal di Arab Saudi (1976-1985), kami tidak menemukan shalat Jumat di masjid-masjid Saudi kecuali azannya dua kali, dan kami tidak menemukan shalat Tarawih di Saudi di luar 20 rakaat. Ketika kami coba memancing pendapat ulama Saudi tentang pendapat yang mengatakan bahwa Tarawih 20 rakaat itu sama dengan shalat Zhuhur lima rakaat, ia justru menyerang balik kami, katanya, “Bagaimana mungkin shalat Tarawih 20 rakaat itu tidak benar, sementara dalam hadis yang sahih para sahabat shalat Tarawih 20 rakaat dan tidak ada satu pun yang membantah hal itu.” Inilah ijma para sahabat.
Ketiga, dalam beragama, baik Wahabi maupun NU, menganut satu mazhab dari mazhab fikih yang empat. Wahabi bermazhab Hanbali dan NU bermazhab salah satu dari mazhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Baik Wahabi (Imam Ibnu Taymiyyah) maupun NU (Imam Muhammad Hasyim Asy’ari), sama-sama berpendapat bahwa bertawasul (berdoa dengan menyebut nama Nabi Muhammad SAW atau orang saleh) itu dibenarkan dan bukan syirik.
Kendati demikian, Imam Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitabnya, al-Nur al-Mubin fi Mahabbah Sayyid al-Mursalin, mensyaratkan bahwa dalam berdoa dengan tawasul menyebut nama Nabi Muhammad SAW atau orang saleh, kita tetap harus yakin bahwa yang mengabulkan doa kita adalah Allah SWT, bukan orang yang namanya kita sebut dalam tawasul itu. Wahabi dan NU sama-sama memercayai adanya karamah para wali (karamat al-awliya) tanpa mengultuskan mereka.
Memang ada perbedaan antara Wahabi dan NU atau antara Imam Ibnu Taymiyyah dan Imam Muhammad Hasyim Asy’ari. Namun, perbedaan itu sifatnya tidak prinsip dan hal itu sudah terjadi sebelum lahirnya Wahabi dan NU.
Dalam praktiknya, baik Wahabi maupun NU, tidak pernah mempermasalahkan keduanya. Banyak anak NU yang belajar di Saudi yang notabenenya adalah Wahabi. Bahkan, banyak jamaah haji warga NU yang shalat di belakang imam yang Wahabi, dan ternyata hal itu tidak menjadi masalah. Wahabi dan NU adalah dua keluarga besar dari umat Islam di dunia yang harus saling mendukung. Karenanya, membenturkan antara keduanya sama saja kita menjadi relawan gratis Zionis untuk melaksanakan agenda Zionisme, seperti tertulis dalam Protokol Zionisme di atas. Wallahu al-muwaffiq.
Sumber : Republika
by Danu Wijaya danuw | Mar 5, 2017 | Artikel, Muslimah
Beberapa perempuan ada yang mengeluh dalam penggunaan hijab. Mengapa? Mereka beralasan karena penggunaan hijab bisa membuat gerah. Sehingga, ketika melakukan aktivitas, membuat orang yang memakainya menjadi tidak nyaman. Maka, banyak kita temukan perempuan-perempuan yang enggan menggunakan hijab dengan alasan tersebut.
Padahal, kita tahu bahwa menggunakan hijab adalah kewajiban. Sebagaimana tertera dalam firman Allah Swt, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Al-Ahzab: 59).
Lantas bagaimana dengan rasa gerah menggunakan hijab. Bukankah hal itu sangat menganggu? Ya, hal itu tentu saja menganggu. Tapi, tak perlu khawatir, karena setiap masalah pasti ada solusinya. Termasuk dalam mengatasi rasa gerah ketika menggunakan hijab. Bagaimana caranya?
Ada empat tips anti gerah menggunakan hijab, sehingga hari-hari Anda berlalu dengan nyaman dan menyehatkan.
Pertama, bagi Anda yang sering berkeramas karena aktivitas luar ruangan yang membuat keringat keluar tanpa terkontrol, maka salah satu langkah yang dapat Anda lakukan adalah mengusahakan agar rambut Anda dalam keadaan kering sebelum mengenakan hijab.
Gunakanlah handuk kering khusus untuk mengeringkan rambut atau hair dryer otomatis agar rambut Anda lebih cepat kering.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kerontokan berlebih pada rambut Anda. Selain itu, langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bau apek dan juga ketombe setelah seharian beraktivitas. Maka dari itu, usahakan untuk mempersiapkan diri minimal 30 menit sebelum Anda melakukan kegiatan.
Kedua, biasanya, menggunakan hijab identik dengan keringat berlebih yang bisa membuat rambut cepat lepek atau kepala menjadi gatal. Jika tidak ditanggulangi, keringat berlebih ini bisa menyebabkan kerontokan dan juga ketombe di rambut Anda. Bau apek pun bisa disebabkan oleh kepala yang ditutup terlalu lama.
Untuk mengatasinya, Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih bahan hijab yang memiliki daya serap tinggi terhadap keringat. Sehingga, beberapa masalah rambut tersebut dapat dihindari. Jenis bahan hijab yang memiliki daya serap keringat tinggi adalah yang berbahan dasar katun atau juga kaos.
Ketiga, Anda perlu mempertimbangkan untuk beralih ke shampoo berbahan natural seperti ginseng, susu kambing atau teh hijau sebagai substitusi perawatan rambut Anda.
Shampoo berbahan dasar natural terbukti lebih aman bagi rambut, karena dapat meminimalisir terjadinya alergi pada kulit kepala Anda.
Untuk menambah khasiatnya, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan masker rambut berbahan dasar alami seperti lidah buaya, yoghurt atau bahan lainnya untuk menutrisi rambut agar kembali sehat setelah setiap hari ditutup menggunakan hijab. Lakukan hal ini minimal seminggu sekali ketika Anda sedang tidak melakukan kegiatan dengan mobilitas yang tinggi. Selain menutrisi rambut, masker rambut alami juga menciptakan efek rileks yang Anda butuhkan setelah setiap hari harus beraktivitas.
Keempat, bagian dalam tubuh Anda pun perlu diberikan nutrisi, agar kesehatan rambut Anda terjaga dari luar maupun dalam.
Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin E, B kompleks, dan juga C seperti yang biasa terkandung di dalam buah-buahan maupun sayur mayur yang Anda konsumsi setiap hari.
Selain itu, konsumsi makanan dengan protein tinggi seperti ikan, kacang-kacangan dan juga daging harus Anda cukupi. Sehingga, Anda tidak pelru mengeluarkan biaya untuk perawatan terlalu mahal bagi rambut Anda. Asalkan, nutrisi harian terpenuhi, maka rambut Anda secara langsung pun akan sehat sepanjang waktu.
Sumber : uangteman.com
by Danu Wijaya danuw | Mar 4, 2017 | Nasional
Umumnya masyarakat Indonesia mengamati pejabat-pejabat negeri karena karir politiknya ataupun kehidupan pribadinya yang menarik. Agama yang dianut sang politisi mungkin masih menjadi hal yang terkadang dibicarakan.
Namun nampaknya jarang sekali kita mencolek sejauh mana pengetahuan agama mereka yang padahal juga sangat penting untuk diketahui. Negara kita ini ternyata memiliki 5 gubernur yang sudah mendapat gelar hafiz Qur’an lho, dan berikut nama-namanya.
1. Dr Ahmad Heryawan, Lc, M.Si (Gubernur Jawa Barat)

Pria berumur 50 tahun ini merupakan gubernur Jawa Barat untuk periode 2013 sampai 2018 nanti. Berpasangan dengan aktor Dedy Mizwar, politisi PKS ini menjadi gubernur diusung oleh partai PKS, PPP, dan Hanura.
Ahmad Heryawan atau yang biasa dikenal dengan nama Aher ini masuk jajaran gubernur hafidz Qur’an Indonesia yang ternyata juga mewajibkan enam anaknya menghafal kitab suci umat islam tersebut. Aher memang dikenal sebagai sosok yang religius untuk ukuran seorang politisi.
Sebelum berada di puncak karir seperti sekarang, pria kelahiran Sukabumi ini harus berjuang menyelesaikan pendidikan SD sampai SMA sambil berjualan gorengan. Barulah kemudian dia berhasil mendapatkan beasiswa dari Kerajaan Arab Saudi untuk melanjutkan kuliah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Sampai saat ini Aher cukup berhasil memimpin Jawa Barat karena telah menorehkan kurang lebih 132 penghargaan bagi provinsi tersebut.
2. K.H. Abdul Ghani Kasuba, Lc (Gubernur Maluku Utara)

Abdul Ghani Kasuba dipercaya memimpin Maluku Utara setelah sebelumnya memulai karir sebagai wakil gubernur di periode 2008 sampai 2013. Diusung partai PKS, PKB, PBB, dan Demokrat
Keahliannya sebagai seorang penghafal Al-Qur’an tampaknya sudah tak ada yang meragukan karena pria kelahiran Halmahera Selatan ini sudah dikenal sebagai salah satu tokoh organisasi islam Al Khairat sebelumnya.
Lelaki berusia 64 tahun ini juga memiliki riwayat pendidikan yang cukup religius terutama saat melanjutkan kuliah di Universitas Islam Madinah. Ayah empat anak ini juga menjadi salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia untuk Maluku Utara. Sementara untuk karir politiknya sebelum menjadi wakil gubernur, dia pernah mencoba peruntungan dengan menjadi seorang anggota DPR fraksi PKS pada 2004 lalu.
3. Prof Dr Irwan Prayitno, S.Psi, Msc (Gubernur Sumatera Barat)

Gubernur Sumatera Barat ini merupakan salah satu hafiz Qur’an yang pernah menjadi seorang aktivis saat melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia. Pria yang hobi bermain drum dan motorcross ini diusung oleh partai PKS dan Gerindra.
Lelaki kelahiran Yogyakarta ini memang senang sekali berdakwah sejak usianya muda. Selepas mendapat gelar sarjana dari kampus bergengsi tersebut sosok Irwan memutuskan kembali ke tanah Minang untuk kemudian mendirikan sebuah lembaga belajar bersama kawan-kawannya.
Tak disangka lama kelamaan Irwan berhasil mengembangkan lembaga belajarnya tadi menjadi taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, bernama Adzka. Selanjutnya ayah 10 anak ini memberanikan diri melanjutkan pendidikan S2 nya di Malaysia dalam bidang pengembangan SDM. Sebab ia pernah menjadi perwakilan PKS di Malaysia.
Nampaknya sang gubernur tak pernah lelah meraih pendidikan karena setelah S2, Irwan kembali meneruskan kuliahnya ke jenjang S3. Saat ini selain fokus memimpin Sumatera Barat, Irwan juga masih aktif berdakwah.
4. Dr K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, MA (Gubernur NTB)

Zainul Majdi adalah gubernur provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah menjabat selama dua periode sejak 2008. Sebagai penerus organisasi terbesar di NTB yaitu Nahdlatul Wathan, Zainul Majdi memulai langkah politik sebagai politisi Partai Bulan Bintang. Dan menjajaki gubernur diusung partai PBB dan Demokrat.
Ketika pertama kali memegang posisi gubernur pada 2008, pria yang dijuluki Tuan Guru Bajang ini juga dinobatkan sebagai gubernur termuda Indonesia.
Bagi lelaki yang sekarang berumur 44 tahun ini menghafal Al-Qur’an adalah hal yang sangat penting sebagai bentuk pemahaman ajaran islam. Riwayat pendidikannya di madrasah lah yang sepertinya telah membuat lelaki kelahiran Pancor Selong ini fasih menghafal Qur’an.
Nusa Tenggara Barat patut berbangga memiliki sosok gubernur seperti Zainul Majdi karena pria ini memiliki banyak prestasi. Salah satunya adalah Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan di bidang kesehatan. Selain itu hafiz NTB ini ternyata berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Al-Azhar Kairo sampai akhirnya meraih gelar Master of Art.
Tidak banyak yang tahu memang bahwa Indonesia memiliki sosok-sosok pemimpin daerah dengan latar belakang pengetahuan agama yang oke. Empat gubernur di atas sepertinya juga memiliki karir yang cukup gemilang di masa jabatannya kali ini.
Semoga saja dengan pengetahuan agama yang demikian, membuat para pemimpin itu semakin amanah dan semakin banyak juga pemimpin yang mengikuti mereka.
by Danu Wijaya danuw | Mar 4, 2017 | Dunia
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terpaksa mengalami penerbangan 2,5 jam lebih lama dalam perjalanan ke Australia, karena pesawatnya harus menghindari wilayah udara Indonesia.
Biasanya penerbangan langsung dari Singapura ke Sydney hanya memakan waktu sekitar 8,5 jam. Namun, menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, total waktu penerbangan Netanyahu lebih dari 11 jam karena jalurnya menghindari wilayah udara Indonesia.
Seperti dilansir media Inggris, The Guardian, pada Rabu (22/2/2017) kemarin, pesawat yang ditumpangi PM Israel Benjamin Netanyahu harus menghindari wilayah udara Indonesia saat hendak berkunjung ke Australia. Penerbangan memutar dari Singapura ini memakan waktu 2,5 jam lebih lama.
Pesawat yang ditumpangi Netanyahu ini tiba di Sydney pada Rabu (22/2) pagi, sekitar pukul 06.30 waktu Australia timur. Kunjungan pertama Netanyahu ke Australia ini akan berlangsung selama 4 hari. Sebelumnya dia berkunjung ke Singapura.
Kabag Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, Agoes Soebagio menjelaskan Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) di bawah AirNav Indonesia menerima flight planpesawat PM Israel itu. Namun GM JATSC berkoordinasi lebih dulu dengan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, karena pesawat PM Israel belum dilengkapi izin yang dibutuhkan.
“Personel Ditjen Udara kemudian berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan mendapatkan info bahwa Kemlu belum memberikan diplomatic clearance serta Kemhan juga belum menerbitkan security clearance. Maka sesuai dengan aturan, pesawat tersebut tidak diperkenankan untuk melintas wilayah udara Indonesia,” tegas Agoes saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (23/2).
Untuk pesawat VIP sekelas kepala negara, imbuh Agoes, memang dibutuhkan izin dari 3 kementerian untuk melintas di wilayah udara RI. Security clearance dari Kemhan, diplomatic clearance dari Kemlu, dan izin lalu lintas udara dari Kemenhub. Ketiga izin ini sepaket. Satu tak dapat, maka pesawat tak bisa melintas.
“Sementara di Kemlu dan Kemhan tak ada permintaan izinnya, ke kami kan hanya untuk lalu lintas udaranya setelah ada izin di Kemlu dan Kemhan. Silakan ditanyakan ke Kemlu dan Kemhan,” jelasnya.
Akhirnya, pesawat PM Israel tersebut terbang dari Singapura menuju Australia melalui Flight Information Region (FIR): Kuala Lumpur-Kota Kinabalu-Manila-Papua Nugini