0878 8077 4762 [email protected]
Selain Raja Salman, Indonesia Juga Kedatangan Ulama Zakir Naik

Selain Raja Salman, Indonesia Juga Kedatangan Ulama Zakir Naik

Di tengah semarak kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia, ternyata Indonesia juga kedatangan tamu seorang dai kelas dunia.
Dia adalah Dr Zakir Abdul Karim Naik atau lebih dikenal dengan nama Dr Zakir Naik. Zakir merupakan seorang pembicara Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama.
Di Jakarta, Zakir Naik bertemu dengan sejumlah ulama, antara lain Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz Muhammad Arifin Ilham.
“Subhanallah walhamdulillah, hari ini Allah pertemukan Arifin dengan hamba pilihan-Nya  yang menjadi wasilah jutaan manusia masuk Islam. Beliau adalah ulama kelas dunia, kanda Ustaz Dr Zakir Naik, 52 tahun,” kata Ustaz Muhammad Arifin Ilham kepada Republika.co.id, Kamis (2/3).
Ulama terkenal ini tiba di Indonesia pada Rabu 2 Maret 2017 sore. SindoNews dan Republika, pada Kamis (2/3/2017) telah mengonfirmasi kedatangan Zakir ke panitia safari dakwah Zakir Naik.
Hanny Kristianto. ”Benar (datang ke Indonesia),” katanya melalui pesan singkat.
Tujuan Datang Ke Indonesia Awal Maret, Padahal Safari Dakwah Akhir Maret/Awal April
Ditanya tujuan ulama itu datang ke Indonesia, Hanny menjawab, “(Untuk) koordinasi dengan panitia DR Zakir Naik Indonesia,” ujarnya.
Ketua Muallaf Indonesia, Hanny Kristianto juga menyampaikan informasi resmi kedatangan Zakir Naik di halaman Facebook-nya.
Disamping itu telah ada Panitia Penyambutan Dr. Zakir Naik :
”Dr Zakir Naik telah tiba di Indonesia untuk berkoordinasi dengan panitia tentang rencana safari dakwah ke beberapa kota di Indonesia di bulan April 2017.” tulis Humas Panitia Persiapan Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Ustadz Budhi Setiawan.
Direktur An Nahl Institute Jakarta, Ustadz Ahmad Buchory Muslim mengatakan, kedatangan Dr Zakir Naik ke Jakarta adalah kunjungan silaturahim dengan ulama, tokoh dan tempat atau kampus yang sudah siap akan mengadakan acara.

16904733_1866205556998199_7871225150690130607_o

Penyambutan Dr. Zakir Naik di Indonesia 2 Maret 2017


17038662_1866206203664801_9127899979110748899_o

Suasana penyambutan diantaranya ada ust Yusuf Mansur


Menurut dia, Zakir naik akan menggelar sejumlah safari dakwah ke sejumlah pesantren dan Universitas Islam di Indonesia.
“Insya Allah Dr Zakir Naik akan melakukan safari dakwah ke sejumlah pesantren dan universitas Islam di Indonesia pada akhir Maret 2017,” ujarnya.
Klarifikasi Ustadz Arifin Ilham
Sementara di laman Facebook-nya, Ustadz Arifin Ilham mengklarifikasi, yang akan memberikan khutbah jumat pada hari ini di Masjid az-Zikra bukan Zakir Naik, melainkan dirinya.
Begitu pula pada Ahad (5/3) untuk memberikan Tausiyah Zikir Akbar mulai 07.00 pagi. Setelah itu dilanjutkan siaran langsung TV ONE  pada program Damai Indonesiaku mulai pukul 15.00 – 17.00 di Masjid az-Zikra Sentul Bogor. “Ini jadwal abang di Majelis az-Zikra Sentul, bukan Zakir Naik,” ujarnya.
 
Hari kedatangan ulama ini juga bersamaan dengan hari kedatangan Raja Salman. Kabar kedatangan ulama Zakir Naik sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Ulama Zakir Naik juga dikenal sebagai pakar Kristologi. Beliau pun selalu berdakwah dengan hikmah dan contoh-contoh yang baik, sehingga jutaan orang di dunia masuk Islam melalui wasilahnya. Ini yang perlu kita teladani.
 
Sumber : Republika, SindoNews, FB Hanny Kristianto

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullaah (wafat: 751-H) mengatakan: “Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan:
(1) علم لا يعمل به
Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih.
(2) وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء
Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutaaba’ah kepada sunnah.
(3) ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة
Harta yang tidak diinfaqkan di jalan Allah, tidak pula mampu dinikmati oleh para penimbunnya di dunia, dan tidak juga akan dihadirkan di hadapannya kelak di akhirat.
(4) وقلب فارغ من محبة الله والشوق إليه والأنس به
Hati yang kosong dari Mahabbatullaah (cinta pada Allaah), melompong dari rasa kerinduan dan kesukaan pada-Nya.
(5) وبدن معطل من طاعته وخدمته
Badan yang kosong dari ketaatan dan pengkhidmatan pada-Nya subhaanahu wata’aalaa.
(6) ومحبة لا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره
Rasa cinta pada Allaah yang tidak terikat dengan keridhaan dan kepatuhan pada perintah-Nya.
(7) ووقت معطل عن استدراك فارط أواغتنام به وقربة
Waktu yang kosong dari koreksi terhadap kealpaan diri, hampa dari amalan yang bermanfaat, dan sunyi dari ibadah yang bisa mendekatkan pada Ilahi.
(8) وفكر يجول فيما لا ينفع
Pikiran yang berkelana, lalu singgah pada hal-hal yang tidak bermanfaat.
(9)

 وخدمة من لا تقربك خدمته إلى الله ولا تعود عليك بصلاح دنياك

Pengkhidmatan kepada mereka yang tidak bisa mendekatkan dirimu pada Allaah, dan tidak pula pengkhidmatan tersebut kembali padamu dalam wujud kemaslahatan dunia bagimu.
(10)

وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وهو أسير في قبضته ولا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا.

Rasa takut dan harapmu yang engkau peruntukkan bagi selain Allah, padahal Allah adalah Dzat yang memegang ubun-ubun mereka yang memiliki dan menguasai mereka secara mutlak.
Sementara mereka, adalah tawanan dalam kekuasaan-Nya.
Sementara mereka, tidak mampu mendatangkan manfaat bagi diri mereka sendiri sekalipun, tidak juga mampu menolak mudharat, tidak sanggup menolak maut, kehidupan dan kebangkitan.
 
Sumber :
Nukilan dari kitab Mausuu’atul Akhlaaq waz Zuhdi war Raqaa-iq: 1/10-11, Yaasir Abdurrahmaan, cet.-1 Mu-assasah Iqraa’, tahun 1428.

Raja Salman Beri Hadiah Potongan Kiswah Kabah Kepada Masjid Istiqlal

Ada yang spesial dalam kunjungan Raja Arab Saudi Salman Abdul Azis Al Saud ke Masjid Istiqlal.
Dalam kunjungan itu, Raja Salman tak hanya sekadar menjalankan sholat tahiyatul masjid. Raja Salman juga memberikan cinderamata untuk Masjid Istiqlal berupa kain penutup Kabah atau Kiswah.
Informasi tersebut diberikan Wakil Ketua Badan Pengelola Pelaksana Masjid Istiqlal (BPPMI) Bahrul Hayat.
” Ya (cinderamata) berupa kiswah atau penutup Kabah,” kata Bahrul, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017.
Dia merasa pemberian kiswah itu memiliki makna tersendiri. Sebab, kain penutup kabah itu diberikan secara langsung oleh Raja Salman.
” Sangat senang sekali karena kiswah kabah seringkali menjadi cinderamata yang sangat khusus dari Arab Saudi kepada saudara-saudara yang dianggap layak menerima,” ucap dia.
Kiswah biasanya terbuat dari benang emas berukuran 45 centimeter kali dua meter. Kiswah tersebut bertuliskan kalimat tauhid.
Rencananya kiswah tersebut akan dipajang di ruang VVIP Masjid Istiqlal. Ruang tersebut terletak di pintu masuk Al Malik. Ruangan itu dikhusukan untuk tamu pentinh dan kenegaraan yang berkunjung ke Masjid Istiqlal.
Saat menyampaikan pemberiannya tadi, Raja Salman juga sempat menyampaikan kebahagiaannya bisa berkunjung ke Masjid Istiqlal.
Usai kunjungannya selama 15 menit, Raja Salman bersama Presiden Jokowi langsung menuju Istana Kepresidenan. Di sana, kedua kepala negara menanam pohon bersama.
Setelah itu, dilangsungkan pertemuan antara Raja Salman dan tokoh agama Islam.

Cerdas, 5 Poin Penjelasan Habib Rizieq Di Persidangan Ahok

Cerdas, Habib Rizieq Shihab yang semula ditolak jadi saksi oleh tim kuasa Ahok karena dianggap punya masalah hukum, akhirnya keberatan Tim Pengacara Ahok tersebut ditolak oleh Hakim.
Dan dengan cerdas, Habib Rizieq akhirnya bisa menjadi saksi ahli dan membungkam Tim Kuasa Hukum Ahok dan Ahok, karena secara gamblang Habib Rizieq bisa menjelaskan di mana letak penistaan atau penghinaan terhadap surat Al Maidah 51.
Menurut Habib Rizieq, Ahok sudah gamblang melakukan penodaan terhadap agama yakni terkait dengan surat Al Maidah ayat 51. Kalimat “dibohongi” yang terucap dari mulut Ahok ini yang dianggap sebagai penodaan agama.
1. Kalimat dibohongi pakai surat Al Maidah 51
Kata Habib Rizieq, Kalimat “dibohongi pakai surat Al Maidah 51”. Sehingga saya garis bawahi pertama, siapa yang dibohongi, tentu adalah orang Islam yang hadir mendengarkan pidato terdakwa kata Habib Rizieq dalam kesaksiannya hari ini.
2. Makna Dibohongi Dialamatkan Kepada…
Selanjutnya, makna dibohongi menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 yang dialamatkan kepada : warga. Juga sudah memenuhi unsur penodaan agama.
3. Al Maidah sebagai Alat Kebohongan
Karena dalam kalimat yang disampaikan Ahok, ada unsur jika Al Maidah ayat 51 lah yang digunakan sebagai alat kebohongan. Sementara ayat Al Quran itu adalah kalimat suci.
“Tentu maksudnya kalau ditanya dibohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51 berarti Surat Al Maidah di sini dijadikan alat kebohongan. Tidak hanya (sebagai) alat kebohongan (saja), tapi sumber kebohongan,” ujarnya.
4. Alasan Partai Islam Mendukung Pemimpin Daerah di daerah Mayoritas Non Muslim
Tak hanya surat Al Maidah, Habib Rizieq juga dengan gamblang bisa menjelaskan soal partai politik Islam atau orang Islam yang mendukung Calon Pimpinan Daerah yang non muslim di beberapa daerah.
Dia mengatakan, bahwa umat Islam diperkenankan memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Asalkan dengan alasan yang kuat dan jelas logikanya.
Misalnya bagi umat yang tinggal di negeri atau daerah yang mayoritas non muslim, karena hal itu digolongkan dalam keadaan darurat.
“Misalnya, kalau tidak ikut pemilu akan mendapat ancaman karena bisa disebut tidak setia dengan negara. Sedangkan dua calonnya adalah non muslim, maka boleh memilih,” jelas Habib Rizieq.
5. Habib Rizieq Menyerahkan Dua Alat Bukti Baru
Habib Rizieq juga menambahkan, pihaknya punya bukti baru, bahwa bukan sekali itu saja di Pulau Seribu Ahok menista agama.
Tetapi di beberapa kesempatan juga sudah sering menyinggung atau mengolok-olok surat Al Maidah 51. Artinya penghinaan yang dilakukan Ahok itu sudah terstruktur dan terencana terhadap Surat Al Maidah 51.
Yang pertama, rekaman dengan TV Al Zairah yang menyatakan dia (Ahok) tidak menyesal, tidak kapok, tidak jera kalimat pidatonya di Pulau Seribu.
Yang kedua, lanjut Rizieq, rekaman dari rapat terdakwa di Pemrov DKI yang mengolok-golok Al Maidah, dengan mengatakan ingin membuat wifi bernama Al Maidah dan berpasword kafir.

Orang NU yang Menjadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Agus Maftuh memiliki latar belakang seorang akademisi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia mengampu sejumlah mata kuliah di antaranya Diplomasi dan Politik Luar negeri, serta Studi Keamanan dan Pertahanan.
Suatu ketika Pak Agus Maftuh bertemu dengan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia. Beliau bertanya “apakah sudah hafal lagu kebangsaan Indonesia? sang dubes menjawab “belum hafal”. Kemudian Agus Maftuhpun bilang kepada Dubes itu” saya baru beberapa bulan sudah hafal lagu kebangsaan Arab Saudi”. Kemudian Agus Maftuh menyanyikan lagu itu dengan baik. Dengan modal hafal lagu kebangsaan itu Agus Maftuh bisa berdiplomasi.
Maklumlah Agus Maftuh santri sejati seperti halnya Gus Dur. Tidak heran jika pemerintah Arab Saudi mulai tertarik untuk berinvestasi ke Indonesia. Nah, rupanya baru-baru ini Pangeran Walid bin Talal datang bersama Agus Maftuh menghadap Jokowi. Bisa jadi para pangeran-pangeran yang kelebihan duit itu juga akan menanamkan duitnya di Indonesia.
K.H. Malik Madany, Mantan Khatib Syuriah PBNU menggambarkan betapa ndeso-nya Agus Maftuh. ‘’Mas Agus Maftuh ini bocah ndeso tapi cerdas. Bocah ndeso yang mengalami mobilitas vertikal. Dan saya sangat setuju yang dilakukannya malam ini. Bukan syukuran tapi doa mengantar tugas. Jabatan sebagai duta besar itu sesuatu yang harus disyukuri.”
Disamping sebagai dosen, Agus Maftuh selama ini juga dikenal sebagai ahli terorisme dan pernah menjadi dosen tamu masalah terorisme di Pakistan. Maka tak heran jika ada kampus dari Pakistan mengirimkan bunga ke kediamannya. Agus Maftuh menulis buku “Negara Tuhan” yang mengungkap jejaring terorisme Indonesia dengan “kampus Peshawar” di wilayah Asia Selatan.
Menikah dengan Luluk Muniroh, Agus Maftuh dikaruniai empat orang putra-putri. Selain Gebriel yang kuliah di Kairo ada Nabila Azwida Faradisa (S2 di UGM) dan Lubna Feyla Affa serta seorang putri yang masih balita.
Dubes RI Mengajak Arab Saudi untuk Datang Ke Indonesia
Sebelumnya ajakan kepada Raja Arab untuk datang ke Indonesia melalui menyerahkan Surat Kepercayaan (letter of credentials) kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, di Istana Kerajaan di Kota Jeddah pada tanggal 22 Juni 2016.
Dalam kesempatan itu, Dubes RI untuk Arab Agus Maftuh menyampaikan salam dari Presiden RI Joko Widodo. Selanjutnya Maftuh juga meyakinkan Raja Saudi untuk berkunjung ke Indonesia.
“Rakyat Indonesia telah menunggu kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia selama 46 tahun,” kata Maftuh yang juga Staf Pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dalam keterangan tertulis.
Dubes RI untuk Arab diajukan PKB mewakili NU
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkapkan pihaknya memang telah mengajukan Agus Maftuh Abegebriel sebagai Duta Besar Arab Saudi ke Presiden Joko Widodo sebelum dilantik. Karena memiliki sejumlah tujuan.
“Dubes Saudi sebelumnya saya panggil dan diajukan (ke Presiden) karena memiliki tiga tujuan.
Pertama, harus melindungi dan menyelamatkan serta menjaga orang-orang kita (Warga Negara Indonesia) di Saudi. Karena itu adalah harkat dan martabat bangsa kita,” kata Cak Imin.
Kedua, seorang Dubes Arab Saudi harus mampu mewarnai dunia Islam yang toleran seperti di Indonesia. Begitupula diharapkan membawa pola diplomasi yang berbasis kemajuan sebagaimana pola pikir kemajuan Islam di Indonesia.
Ketiga, bisnis-bisnis besar yang ada di Timur Tengah hendaknya dapat dibawa dan dikembangkan di tanah air agar mampu menjadi motor penggerak perekonomian bagi masyarakat di Indonesia.
Selamat bertugas Gus Agus Maftuh