KAJIAN FIQIH DAKWAH Seri 140822

KAJIAN FIQIH DAKWAH Seri 140822

KAJIAN AHAD SUBUH

MAJELIS TAKLIM Al IMAN

NARASUMBER OLEH :
UST. ABD ATIEQ SYARIFUDDIN, LC. MA

MENGKAJI :
KAJIAN FIQIH DAKWAH

============================
๐Ÿ•Œ WAKTU & TEMPAT:
๐Ÿ“† Hari/tgl: Ahad, 14 Agustus 2022
๐Ÿ•™ Waktu : Shubuh – Syuruq WIB
๐Ÿ•Œ Tempat : Jl. H. Mursid. No: 99B. Kebagusan.

Kajian ini juga dapat disaksikan melalui streaming YouTube
Youtube Channel : https://youtube.com/alimancentertv/live

============================
DONASI DAKWAH :
Transfer ke: Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 703 7427 734
a.n Yayasan Telaga Insan Beriman
konfirmasi via WA 081311139686

Sebarkan, Agar Makin Manfaat!

KITAB ADABUL MUFRAD Seri 140822

KITAB ADABUL MUFRAD Seri 140822

KAJIAN AHAD PEKANAN

MAJELIS TAKLIM Al IMAN

NARASUMBER OLEH :
UST. FAHMI BAHREISY LC. MA

MENGKAJI :
KITAB ADABUL MUFRAD ( Imam Bukhari )

TEMA :
BERBUAT BAIK KEPADA ANAK YATIM

============================
๐Ÿ•Œ WAKTU & TEMPAT:
๐Ÿ“† Hari/tgl: Ahad, 14 Agustus 2022
๐Ÿ•™ Waktu : Magrib – Isya WIB
๐Ÿ•Œ Tempat : Jl. H. Mursid. No: 99B. Kebagusan.

Kajian ini juga dapat disaksikan melalui streaming YouTube
Youtube Channel : https://youtube.com/alimancentertv/live

============================
DONASI DAKWAH :
Transfer ke: Bank Syariah Mandiri
No. Rek. 703 7427 734
a.n Yayasan Telaga Insan Beriman
konfirmasi via WA 081311139686

Sebarkan, Agar Makin Manfaat!

Anda Muadzin? Berbahagialah! (Bag. 1)

Anda Muadzin? Berbahagialah! (Bag. 1)

Anda Muadzin? Berbahagialah! (Bag. 1)

Ada banyak keutamaan adzan dan muadzin yang sangat luar biasa, di antaranya:

Lehernya paling panjang di hari kiamat

Dari Muawiyah Radhiallahu Anhu, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ููŠู†ูŽ ุฃูŽุทู’ูˆูŽู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽุนู’ู†ูŽุงู‚ู‹ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

Sesungguhnya muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat nanti.

(HR. Muslim No. 387, Ibnu Majah No. 725, Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 777, Al Baihaqi dalam Syuabul Iman No. 2789, Ahmad No. 1681, Abu Yala No. 7384, 7388, Al Qudhai dalam Musnadnya No. 235, Abu Uwanah No. 971, 973, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 2/277, No. 415, dll)

Beragam makna diberikan para imam tentang kalimat orang yang paling panjang lehernya, dan tidak satu pun yang memaknai secara hakiki, melainkan majazi saja.

Imam Al Baghawi mengatakan dari Ibnul Arabi: Aktsaruhum amaalaโ€ (yang paling banyak amalnya di antara manusia). (Syarhus Sunnah, 2/277)

Ada yang mengatakan bahwa para muadzin akan menjadi pemimpinnya para pemimpin, orang Arab menamakan pemimpin sebagai orang yang paling panjang lehernya. Ada yang menyebut para muadzin menjadi orang paling cepat dan dahulu memasuki surga. Dalam As Sunan Al Baihaqi diriwayatkan bahwa Abu Bakar bin Abu Daud berkata: aku mendengar Ayahku berkata: maksud hadits ini bukan lehernya benar-benar menjadi panjang, tetapi pada hari itu manusia kehausan jika mereka haus maka leher mereka mengkerut, sementara para muadzin mereka tidak kehausan dan leher mereka tetap tegak. (Syarh Sunan Ibni Majah, 1/53)

Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi Rahimahullah menjelaskan: Para salaf dan khalaf berbeda pendapat tentang maknanya. Ada yang mengartikan bahwa muadzin adalah orang yang paling banyak menengok kepada rahmat Allah Taala, karena yang sedang menengok akan memanjangkan lehernya kepada apa yang dia lihat. Jadi, artinya adalah orang yang paling banyak melihat adanya pahala. Berkata An Nadhr bin Syamiil: Pada hari kiamat urat leher manusia terkekang sehingga leher mereka menjadi panjang agar mereka tidak mendapatkan kesusahan dan tidak berkeringat. (Shahih Muslim, dengan tahqiq Syaikh Fuad Abdul Baqi, 1/290. Ihyaut Turats Al Arabi, Beirut)

Semua makhluk yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi muadzin pada hari kiamat

Dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu Anhu, dia berkata kepada seorang laki-laki:

ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุฑูŽุงูƒูŽ ุชูุญูุจู‘ู ุงู„ุบูŽู†ูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู„ุจูŽุงุฏููŠูŽุฉูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ูููŠ ุบูŽู†ูŽู…ููƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุงุฏููŠูŽุชููƒูŽุŒ ููŽุฃูŽุฐู‘ูŽู†ู’ุชูŽ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽุงุฑู’ููŽุนู’ ุตูŽูˆู’ุชูŽูƒูŽ ุจูุงู„ู†ู‘ูุฏูŽุงุกูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู: ยซู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ู…ูŽุฏูŽู‰ ุตูŽูˆู’ุชู ุงู„ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ูุŒ ุฌูู†ู‘ูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฅูู†ู’ุณูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุดูŽูŠู’ุกูŒุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุดูŽู‡ูุฏูŽ ู„ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูยปุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุณูŽุนููŠุฏู: ุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ

Aku perhatikan kamu ini orang yang suka menggembala dan berkelana, maka jika kamu sedang menggembala kambingmu atau sedang berkelana maka adzanlah kamu dengan adzan seperti adzan shalat, tinggikan suaramu dengan adzan karena sesungguhnya semua yang mendengarkan adzan, baik dari golongan jin dan manusia dan apa pun saja, mereka akan menjadi saksi bagi si muadzin ada hari kiamat nanti. Abu Said berkata: Aku mendengar hal ini dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. (HR. Al Bukhari No. 609)

Bersambung …

Farid Nu’man Hasan
Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC

Bincang Iman: Membangun Optimisme Untuk Masa Depan Islam

Bincang Iman: Membangun Optimisme Untuk Masa Depan Islam

Kajian Bincang Iman Spesial

Optimisme (Sikap Optimis) merupakan keyakinan diri dan salah satu sikap baik yang dianjurkan dalam Islam. Dengan sikap optimistis, seseorang akan bersemangat dalam menjalani kehidupan, baik demi kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat kelak.

BAGAIMANA CARA MEMBANGUN NYA ?

Temukan jawabannya di Kajian Bincang Iman Spesial :

Membangun Optimisme Untuk Masa Depan Islam

Bersama:
Dr. Gamal Albinsaid
[ 50 Most Impactful Social innovator (Global Listing) ]

JUMAT, 25 Desember 2020
PKL. 20.00 s.d 21.30 WIB

FREE untuk umum
Online Via Zoom

Pendaftaran :
https://rebrand.ly/daftarbincangiman

Informasi :
http://wa.me/6287786554289

 

Al Iman Center
==========
Website : https://alimancenter.com/
Contact : 0838 9467 3439 (Call/Whatsapp)
Contact : 0813 1113 9686 (Call/Whatsapp)

Tim Konsultasi
Ustadz Fauzi B : +62 878-8289-8699 (Whatsapp)
Ustadz Fahmi B : +62 878-7609-0922 (Whatsapp)
Ustadz Rasid B : +62 817-6580-004 (Whatsapp)

Tim Lembaga
Ariyanto : +62 819-2809-0999 (Media)
M Rizki : +62 897-9046-692 (Ta’lim)
Ahmad M : +62 838-9467-3439 (Santunan)

Email : mursid99b@gmail.com

Liwa dan Rayah, Bendera Panji Islam Semasa Rasulullah

Liwa dan Rayah, Bendera Panji Islam Semasa Rasulullah

Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat itu memiliki bendera tauhid dengan bentuk dan corak yang khas. Para sahabat Rasulullah saw selalu berharap bahwa diri merekalah yang menjadi pembawa bendera tauhid itu.
Salah satu contohnya ditunjukkan pada saat perang Khaibar, dimalam hari dimana keesokan paginya Rasulullah saw akan menyerahkan bendera/panji-panji kepada seseorang:
ยซููŽุจูŽุงุชูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽุฏููˆู’ูƒููˆู’ู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุชูŽู‡ูู…ู’: ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูู…ู’ ูŠูุนู’ุทูŽุงู‡ูŽุงุŸยป
“Malam harinya, semua orang tidak tidur dan memikirkan siapa diantara mereka yang besok akan diserahi bendera itu.”(HR. Bukhari)
Kisah diatas menunjukkan betapa pentingnya kedudukan bendera dan panji-panji didalam Islam.
Orang yang diserahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamย untuk membawanya memiliki kemuliaan yang sangat tinggi.
Pengertian Liwa dan Rayah
Di dalam bahasa Arab, bendera disebut dengan liwa (jamaknya adalah alwiyah). Sedangkan panji-panji perang dinamakan dengan rayah. Disebut juga dengan istilah al-โ€˜alam.
Rayah adalah panji-panji yang diserahkan kepada pemimpin kaum muslim, dimana seluruh pasukan di bawah naungannya dan (ia) akan mempertahankannya hidup atau mati.
Sedangkan liwa adalah bendera yang menunjukkan posisi pemimpin pasukan, dan ia akan dibawa mengikuti posisi pemimpin pasukan.
liwa rayan_1494379026818
Liwa adalah al-โ€˜alam atau bendera tauhid berwarna putih yang berukuran besar. Seringkali sebagai penanda sebagai wilayah muslim.
Sedangkan rayah adalah bendera tauhid berwarna hitam yang berukuran lebih kecil, yang diserahkan oleh Khalifah atau wakilnya kepada pemimpin, serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya.
Rayah merupakan tanda yang menunjukkan bahwa orang yang membawanya adalah pemimpin pasukan.
Jadi Liwa (bendera negara) berwarna putih, sedangkan rayah (panji-panji) berwarna hitam.
Riwayat hadist tentang bendera Rasulullah
Banyak riwayat (hadits) yang menunjukkan warna liwa dan rayah, diantaranya:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€“ุตู„ุนู…- ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฑูŽุงูŠูŽุชูู‡ู ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ููˆูŽุงุคูู‡ู ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถูŽ

“Rayahnya (panji peperangan) Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallamย berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa-nya) berwarna putih.” (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)
Riwayat lain,

ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฑูŽุงูŠูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€“ุตู„ุนู…- ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ููˆูŽุงุคูู‡ู ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถูŽ

“Panji (rayah) Nabi saw berwarna hitam, sedangkan liwa-nya (benderanya) berwarna putih. Meskipun terdapat juga hadits-hadits lain yang menggambarkan warna-warna lain untuk liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang), akan tetapi sebagian besar ahli hadits meriwayatkan warna liwa dengan warna putih, dan rayah dengan warna hitam.”
Panji-panji Nabi saw dikenal dengan sebutan al-โ€˜uqab, sebagaimana yang dituturkan:
ุฅูุณู’ู…ู ุฑูŽุงูŠูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€“ุตู„ุนู…- ุงู„ู’ุนูู‚ูŽุงุจู
Nama panji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamย adalah al-โ€˜uqab. Tidak terdapat keterangan (teks nash) yang menjelaskan ukuran bendera dan panji-panji Islam di masa Rasulullah saw, tetapi terdapat keterangan tentang bentuknya, yaitu persegi empat.
Dalam hadist lain
ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฑูŽุงูŠูŽุชูู‡ู ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูŽ ู…ูุฑูŽุจู‘ูุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ู†ูŽู…ู’ุฑูŽุฉู
“Panji Rasulullah saw berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol.” (HR. Tirmidzi)
Al-Kittani mengetengahkan sebuah hadits yang menyebutkan:
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู โ€“ุตู„ุนู…- ุนูŽู‚ูŽุฏูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุงูŠูŽุฉู‹ุŒ ุฑูู‚ู’ุนูŽุฉู‹ ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกูŽ ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ูููŠู’ ุฐูุฑูŽุงุนู
“Rasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta. Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan Lรข ilรขha illa Allah, Muhammad Rasulullah.
Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih”. (Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas)
Imam Thabrani meriwayatkannya melalui jalur Buraidah al-Aslami, sedangkan Ibnu Adi melalui jalur Abu Hurairah.
Begitu juga hadits-hadits yang menunjukkan adanya lafadz Lรข ilรขha illa Allah, Muhammad Rasulullah, pada bendera tauhid dan panji-panji, terdapat pada kitab Fathul Bari.
Sebagian besar para fuqaha dan ahli hadits menganggap bahwa keberadaan liwa dan rayah adalah sunnah.
Kisah panji Islam di masa Rasulullah
Ibnul Qayyim berkata: Pasukan disunnahkan membawa bendera tauhid besar dan panji-panji. Warna liwa (bendera besar) disunnahkan berwarna putih, sedangkan panji-panjinya boleh berwarna hitamโ€™.
Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamย yang mengangkat orang-orang tertentu sebagai pemegang panji-panji, juga dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar ra, sebagaimana yang dituturkan Abu Yusuf:
โ€˜Rasulullah saw biasa menyerahkan liwa kepada pemimpin pasukan, yang diikatkan di ujung tombaknya. Rasulullah saw telah menyerahkan liwa kepada Amru bin Ash dalam perang Dzatu Salasil.
Setelah beliau saw wafat, Abu Bakar ash-Shiddiq menyerahkan liwa kepada Khalid bin Walid, yang dipasang di ujung tombaknyaโ€™.
Imam Ibnu Hajar menyebutkan sunnah untuk membawa bendera tauhid Liwa dan Rayah di dalam pasukan.
 
Wallahuโ€™alam Bishowab
 
Sumber : MuslimJurnalism/SejarahIslam

Ringkasan Taklim : Dakwah Bil Hal

Ringkasan Kajian Tadabbur Al-Qur’an Surat Ash-Shaff ayat 1-3.
Dakwah Bil Hal
Ahad, 28 Februari 2016
Pkl. 18.00-19.30
Di Majelis Taklim Al Iman, Jl. Kebagusan Raya No.66, Kebagusan, Jakarta Selatan
Bersama:
Ustadz Fauzi Bahreisy
 
Mukaddimah
Surat Ash-Shaff adalah Surat Madaniyah (turun setelah hijrah) yang berjumlah 14 ayat.
Tema besar Surat Ash-Shaff adalah terkait dengan qital/jihad berjuang menegakkan kalimat Allah.
Kata Ash-Shaff di ambil dari ayat ke-4, karena di dalam kata Ash-Shaff terkandung beberapa pelajaran penting :

  1. Di dalam Shaf adanya intidzam (keteraturan), yang menjadi salah satu diantara ciri-ciri Islam, maka sudah seharusnya bagi seorang Muslim menjadikan keteraturan itu bagian dari kehidupannya, teratur dalam menata hidup, waktu, kerja, tugas dan lain-lain.
  2. Di dalam Shaf ada istiqamah (lurus), karena shaf yang benar adalah shaf yang lurus.
  3. Di dalam Shaf ada at-Tarabuth (saling terpaut), shaf yang benar adalah shaf yang adanya keterpautan antara kita yang menunjukkan soliditas dan kekuatan.

Tadabbur Ayat
Ayat ke-1
(ุณูŽุจูŽู‘ุญูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฃุฑู’ุถู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู (ูก
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana“.
Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi bertasbih mensucikan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Di dalam Al-Qur’an kata tasbih terkadang di sebutkan dengan sighah madhi “sabbaha” yang menunjukkan waktu lampau dan terkadang dengan shighah mudhari’ “yusabbihu” yang menunjukkan waktu sekarang dan yang akan datang, untuk memberi penegasan agar kita selalu bertasbih kepada Allah, mensucikan-Nya dari segala kekurangan.
Jika seluruh makhluk yang lain bertasbih kepada Allah, maka kita selaku manusia yang di berikan hati dan akal lebih layak untuk bertasbih kepada-Nya.
Al-‘Aziz maknanya Maha Perkasa dan tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya sedangkan Al-Hakim maknanya Bijaksana. Di dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an Allah Swt. menggandengkan antara kalimat Al-Aziz “Perkasa” dan Al-Hakim “Bijaksana”, ini menunjukkan bahwa Allah tidak berlaku Dzalim.
Ayat Ke-2 dan 3 :
(ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ู„ุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ (ูข) ูƒูŽุจูุฑูŽ ู…ูŽู‚ู’ุชู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู…ูŽุง ู„ุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ (ูฃ
Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan“.
Allah SWT menegur/mengingatkan orang-orang yang beriman agar tidak mengatakan sesuatu tetapi dia sendiri tidak mengerjakannya atau sengaja tidak mengerjakannya. Besar murka Allah jika seorang mukmin mengatakan sesuatu sedangkan dia sendiri tidak mengerjakannya.
Dalam Tafsir Al-Kasyaf dan Al-Kabir serta kitab-kitab tafsir yang lainnya menyebutkan bahwa asbabunnuzul “Sebab-sebab turunnya ayat ini” adalah diantara para sahabat ada yang berandai-andai sekiranya mereka mengetahui amal yang lebih dicintai Allah, pasti mereka akan mengerjakannya, akan tetapi ketika Allah mewajibkan kepada mereka jihad maka diantara mereka tidak suka dan mundur, kemudian Allah menegur dengan turunnya ayat ini
Kita dianjurkan untuk berdakwah di jalan Allah, dimana dakwah merupakan amal yang sangat besar dan paling ย utama serta paling di sukai oleh Allah SWT yang menjadi tugasnya para Nabi dan Rasul serta Ulama setelahnya. Akan tetapi jangan sampai kita hanya pandai bermain kata sedangkan kita sendiri tidak melakukannya, yang tidak ubahnya seperti orang munafiq, maka inilah yang di kecam oleh Allah SWT.
Dakwah dapat dilakukan dengan dua cara : Billisan “ucapan atau perkataan” dan Bilhal “menampilkan Islam dalam amal kehidupan sehari-hari”. Dakwah dengan lisan banyak orang yang bisa melakukannya, akan tetapi sering hanya sebatas ungkapan secara verbal saja.
Yang diinginkan oleh Allah SWT adalah juga disertai dengan amal perbuatan kita, jika ini kita lakukan maka orang akan dapat melihat Islam secara konkret. Oleh karena itu, kenapa Rasulullah SAW berhasil dalam berdakwah?
Karena Rasulullah SAW mengerjakan apa yang beliau sampaikan yang menjadi akhlak dan tingkah laku yang di tampilkan. Para sahabat menjadi generasi terbaik.
***
Majelis Ta’lim Al Iman
Tiap Ahad. Pkl. 18.00-19.30
Kebagusan, Jakarta Selatan.
Jadwal Pengajian:
1. Tadabbur Al Qur’an tiap pekan 2 dan 4 bersama Ust. Fauzi Bahreisy
2. Kitab Riyadhus Shalihin tiap pekan 3 bersama Ust. Rasyid Bakhabzy, Lc
3. Kontemporer tiap pekan 1 bersama ustadz dengan berbagai disiplin keilmuwan.
Kunjungi AlimanCenter.com untuk mendapatkan info, ringkasan materi dan download gratis audio/video kajian setiap pekannya.
โ€ขโ€ขโ€ข
Salurkan donasi terbaik Anda untuk mendukung program dakwah Majelis Ta’lim Al Iman:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman
Konfirmasi donasi: 0897.904.6692
Raih amal sholeh dengan menyebarkannya!

X