by Danu Wijaya danuw | Mar 24, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Google telah meluncurkan layanan penentu arah kiblat yang berbasis situs web atau aplikasi yang bisa diakses bernama “Qibla Finder”.
Fungsi dari layanan tersebut adalah untuk memudahkan pengguna khususnya umat Islam untuk mencari arah Qiblat saat akan melaksanakan ibadah shalat.
Google memberikan tampilan antar muka yang mudah untuk digunakan. Cara pakainya pengguna hanya diminta untuk menghadap arah kiblat yang telah ditunjukkan Google dengan ilustrasi Ka’bah.
Untuk memastikan keakuratan arah kiblat, pengguna diminta untuk mengkalibrasikan kompas sebelum menggunakannya.
Dan untuk memberikan hasil terbaik, pengguna diminta untuk mengaktifkan GPS-nya terlebih dahulu, dan Google tidak memberikan lokasi pengguna tersebut ke publik atau bersifat rahasia.
Kami telah mempraktikkan dan hasilnya terlihat cukup akurat.

Praktik kiblat Indonesia
Untuk mengaksesnya anda bisa klik di google kata “qiblafinder” untuk support internet atau bisa download di app google playstore
Sumber : Kiblat.net
by Danu Wijaya danuw | Mar 8, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
COXS BAZAR – Maher Zain, musisi berdarah Lebanon yang terkenal di dunia karena lagu religinya, berpartisipasi dalam kegiatan bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh Bulan Sabit Merah Turki dengan mengunjungi pengungsi Muslim Arakan di Bangladesh.
Menurut Bulan Sabit Merah Turki, Maher Zain berkunjung ke Cox’s Bazar, Rabu (7/3/2108) dalam rangka mengunjungi pengungsi Muslim Arakan yang menyelamatkan diri ke Bangladesh akibat adanya kekerasan di Myanmar.
Sebagai relawan Bulan Sabit Merah Turki, Maher Zain mengikuti kegiatan membagi-bagikan makanan dan peralatan kebersihan kepada orang-orang yang membutuhkan di kamp Balukhali.
Maher Zain mengatakan bahwa dirinya sangat senang menjadi perantara untuk menyampaikan kepada masyarakat dunia, mengenai kegiatan bantuan kemanusiaan oleh Bulan Sabit Merah Turki yang penuh dengan pengabdian.
Dari informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diketahui ada sekitar 688.000 jiwa pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus 2017.
Kegiatan kemanusiaan tersebut bukan yang pertama kalinya dilakukan Maher Zain. Pada Mei 2017 lalu, dia juga sempat mendatangi Somalia untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan internasional dan menarik perhatian masyarakat dunia pada bencana kelaparan dan kemiskinan di sana.
Sumber : Anadoulu
by Danu Wijaya danuw | Mar 6, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
MAKKAH, Arab Saudi – Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdur-Rahman As-Sudais, mengatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan dalam kitab khutbah di Masjidil Haram atau masjid suci Haramain.
“Bahasa Anda sangat penting di dunia ini, dan inilah tugas kami untuk menggunakannya dalam rangka mengirim pesan khutbah di Haramain ke umat,” kata Sheikh As-Sudais di Meka, Ahad (25/2), seraya menambahkan bahwa bahasa Indonesia termasuk bahasa yang digunakan dalam khutbah.
Masjidil Haram menggunakan bahasa yang berbeda sebagai sarana untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad shalallahu `alaihi wa salam yang bersifat universal dan juga sejalan dengan upaya Pemerintah Saudi Saudi untuk menguniversalkan pelaksanaan Visi Arab Saudi 2030.
Bahasa digunakan dengan teknologi baru agar pesan dapat dipelajari secara internasional, kata Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kepada para wartawan senior Indonesia.
Ia sadar bahwa sekarang era media menggunakan bahasa sebagai sarana menyampaikan pesan kepada masyarakat, baik nasional maupun internasional.
“Ini adalah era media, dan oleh karena itu kita bergandengan tangan, terutama melalui media digital,” katanya

As-Sudais mengatakan dia memiliki sebuah situs web termasuk akun media sosial yang sangat maju dalam Bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan ke dalam banyak bahasa termasuk Bahasa Indonesia.
Netizen pun merasa bangga dan meninggalkan komentar seperti ini nih!
@nandono_madjid87: “Masyaallah…begitu memperhatikannya pemerintah sana kpd jamaah indonesia”
@agung.darsonoharus: “Lah,, w0nk jemaah Hajji NKRI kan no.1 didunia ini! kan bisa juga ntar dimengerti oleh 0rg2 melayu lainnya, lagian.. 0rg Eropa,turky,australia,jepang juga udah mpelajari bahasa kita kok”
@audiraafian: “Di nabawi setiap khutbah jumat udah ada terjemahan bahasa indonesia/prancis dan beberapa bahasa lain di radio khusus khutbah jumat, jd kalau mau dengerin versi indonesia tinggal dengerin radio di hp.”
@faiqsulthond: “@alvi_alfen ya emang lebih baik bahasa arab nya tapi kalo cuma denger bahasa arab aja apa bakal paham padahal gak pernah denger atau tau bahasa arab yang dia denger itu artinya apa? Harus ada bandingan nya biar paham
Sumber : Antara/Tribunnews
by Danu Wijaya danuw | Feb 27, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
MOSKOW – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (26/2/2018) menyerukan pihak yang berperang untuk melaksanakan gencatan senjata 30 hari di Suriah. Dia juga minta kengerian akibat perang di Ghouta Timur yang dia sebut “neraka” di bumi untuk diakhiri.
Gencatan senjata selama 30 hari di Suriah merupakan perintah Dewan Keamanan PBB yang mengadopsi resolusi tersebut akhir pekan lalu. Resolusi diajukan oleh Swedia.
Guterres mengatakan, badan-badan PBB siap menyalurkan bantuan untuk menyelamatkan banyak warga sipil di Ghouta Timur yang terjebak dalam perang. Badan-badan PBB juga siap mengevakuasi para korban luka.
Data PBB menyebut ada sekitar 400.000 orang yang masih terjebak dalam perang antara pasukan rezim Suriah dengan pasukan pemberontak atau oposisi di Ghouta Timur.
”Ghouta Timur tidak bisa menunggu, inilah saat yang tepat untuk menghentikan ‘neraka’ ini di bumi,” kata Guterres kepada Dewan HAM PBB atau UNHRC yang membuka sesi tahunan di Jenewa, seperti dikutip Reuters.
Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein mengatakan serangan udara di Ghouta Timur masih berlanjut pada Senin pagi. Padahal, hari ini gencatan senjata semestinya berlaku.
Suriah dan sekutunya, Rusia, melanggar gencatan senjata. Sejak beberapa hari terakhir pasukan Suriah dibantu Rusia menggempur lewat darat dan udara ke kawasan Ghouta Timur di pinggiran Ibu Kota Damaskus.
Pejabat PBB mengungkapkan ada 272.500 penduduk yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah (SOHR) mengatakan total sudah 530 orang tewas selama sepekan, 130 di antaranya anak-anak.
by Danu Wijaya danuw | Feb 20, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Jakarta – Mohamed Salah bisa jadi akan membuat orang-orang Liverpool lebih tertarik soal Islam. ‘Kami ingin pergi ke masjid seperti Salah’, nyanyi fans Liverpool riang.
Dalam waktu singkat Mohamed Salah sudah menjadi pujaan baru publik Anfield.
Gol-gol yang tak berhenti dia lesakkan untuk kemenangan Liverpool membuat seolah klub Liverpool bangkit dari keterpurukan sejak ditinggal era Michael Owen.
Striker punggung nomor 10 asal Liverpool ini digadang-gadang menjadi pesepakbola muslim asal Mesir sebagai salah satu pemain depan terbaik Premier League musim ini.
Fans Liverpool yang dengan mudah jatuh hati padanya melontarkan banyak sanjungan dan puja-puji. Lewat chant yang dinyanyikan di berbagai tempat, nama Salah dielu-elukan dengan penuh gembira.
Jelang lawatan ke FC Porto di babak 16 besar Liga Champions dinihari tadi, suporter Liverpool punya nyanyian baru untuk Salah. Nyanyian tersebut membawa serta status Salah sebagai muslim.
This new Mo Salah song is class ?
?: @seangriff123 & @sportbiblepic.twitter.com/YCrRALdxfL
— ODDSbible (@ODDSbible) February 14, 2018 “Mo Salah-lah-lah-lah, Mo Salah-lah-lah-lah.”
“Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Jika dia mencetak beberapa gol lagi, maka aku akan menjadi seorang muslim juga.”
“Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku. Duduk di Masjid, itulah tempat di mana aku ingin berada.”
Itu bukan satu-satunya fans dan suporter Liverpool untuk Mohamed Salah.
Ada juga nyanyian lain yang mendengungkan Salah sebagai ‘The Egyptian King’.
Sumber : Reuters
by Danu Wijaya danuw | Feb 16, 2018 | Artikel, Internasional
Awal mula interaksi dan penyebaran Islam di Cina berada di Kota Guangzhou. Kota ini disebut Khanfu oleh orang Arab. Kota Guangzhou menjadi pusat pengembangan Islam di China karena keberadaan pelabuhan laut internasionalnya.
Menurut catatan resmi dari Dinasti Tang yang berkuasa pada 618-905 M dan berdasarkan catatan serupa dalam buku A Brief Study of the Introduction of Islam to China karya Chen Yuen, Islam pertama kali datang ke Cina sekitar tahun 30 H atau 651 M.
Disebutkan bahwa Islam masuk ke China melalui utusan Khalifah Ustman bin Affan, yang memerintah selama 12 tahun atau pada periode 23-35 H / 644-656 M.
Sementara menurut catatan Lui Tschih, penulis Muslim China pada abad ke 18 dalam karyanya Chee Chea Sheehuzoo (Perihal Kehidupan Nabi), Islam dibawa ke China oleh rombongan yang dipimpin Saad bin Abi Waqqash.
Sebagian catatan lagi menyebutkan, Islam pertama kali datang ke China dibawa oleh panglima besar Islam, Saad bin Abi Waqqash, bersama sahabat lainnya pada tahun 616 M.
Catatan tersebut menyebutkan bahwa Saad bin Abi Waqqash dan tiga sahabat lainnya datang ke China dari Abessinia atau yang sekarang dikenal dengan Ethiopia.
Setelah kunjungan pertamanya. Saad kemudian kembali ke Arab. Dia kembali lagi ke China 21 tahun kemudian atau pada masa pemerintahan Usman bin Affan, dan datang dengan membawa salinan Al Qur’an.
Usman pada masa kekhalifahannya memang menyalin Al Qur’an dan menyebarkan ke berbagai tempat, demi menjaga kemurnian kitab suci ini.
Pada kedatangannya kedua di tahun 650M, Saad bin Abi Waqqash kembali ke China dengan berlayar melalui Samudera Hindia ke Laut China menuju pelabuhan laut di Guangzhou.
Kemudian ia berlayar ke Chang’an atau kini dikenal dengan nama Xi’an melalui rute yang kemudian dikenal sebagai Jalur Sutera.
Bersama para sahabat, Saad datang dengan membawa hadiah dan diterima dengan hangat oleh kaisar Dinasti Tang, Kao-Tsung (650-683).

Kaisar mengizinkan Saad bin Abi Waqqash dan para sahabat untuk mengajarkan Islam kepada masyarakat di Guangzhou.
Oleh orang China, Islam disebut sebagai Yisilan Jiao atau agama yang murni. Sementara Makkah disebut sebagai tempat kelahiran Buddha Ma-hia-wu (atau Rasulullah Muhammad SAW).
Saad bin Abi Waqqash kemudian menetap di Guangzhou dan dia mendirikan Masjid Huaisheng yang menjadi salah satu tonggak sejarah Islam paling berharga di China.

Masjid Huasieng Didirikan Saad bin Abi Waqqash
Masjid ini menjadi masjid tertua yang ada di daratan China dan usianya sudah melebihi 1.300 tahun. Masjid ini terus bertahan melewati berbagai momen sejarah China dan saat ini masih berdiri tegak dan masih seindah dahulu setelah diperbaiki dan direstorasi.
Masjid Huaisheng ini kemudian dijadikan Masjid Raya Guangzhou Remember the Sage, atau masjid untuk mengenang Nabi Muhammad SAW.
Dan alasan kaisar Cina mengizinkan pembangunan masjid ini adalah untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. Dia berkata, “Kekhalifahan yang dimulai darinya (Rasulullah), dan hubungan yang kami miliki (dengan Muslim), aku ingin membangun masjid untuk menghormatinya.”
Dan di Masjid Huaisheng diriwayatkan bahwa ayah dari Sa’ad ibn Abi Waqqas, yaitu Abi Waqqas dikubur di sana. Subhanallah.
Masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Guangta, karena masjid dengan menara elok ini yang letaknya di jalan Guangta.
Sebagian percaya bahwa Saad bin Abi Waqqash menghabiskan sisa hidupnya dan meninggal di Guangzhou, China. Sebuah pusara diyakini sebagai makamnya.

Makam Saad bin Abi Waqqash di Cina

Bentuk ruang Makam Saad bin Abi Waqqash

Tampak dalam ruang makam Saad bin Abi Waqqash
Namun sebagian lagi menyatakan bahwa Saad meninggal di Madinah dan dimakamkan di makam para sahabat.
Meski tidak diketahui secara pasti dimana Saad bin Abi Waqqash meninggal dan dimakamkan dimana, namun dipastikan dia memiliki peran penting terhadap perkembangan Islam di China.
Jadi kita mengetahui dari Utsman r.a yang mengirim rombongannya, yaitu umat Muslim sudah mengunjungi Cina sejak awal. Mereka kesana untuk berdagang, dan orang-orang Cina juga ingin berdagang dengan Muslim. Umat muslim juga ingin berdagang dengan orang Cina.
Jadi terciptalah hubungan perdagangan, dan hal ini menjadi kuat. Dan kota yang dikunjungi Sa’ad adalah Kota Guangzhou.