0878 8077 4762 [email protected]

Muhasabah Akhir Tahun

Oleh : Adi Setiawan, Lc., MEI
Suatu malam, seorang anak yang shaleh membaca ayat pertama dan kedua surat Al-Muzzammil:
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١) قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا
Wahai orang yang berselimut, Bangunlah di malam hari walaupun sebentar.
Kemudian ia bertanya kepada ayahnya,
“Wahai ayah, apa maksud ayat di atas? Apa arti “qumil laila?”
Ayahnya menjawab: “Itu hamba Allah Swt. yang shalat tahajud di malam hari.”
Si Anak bertanya lagi: “Kenapa aku tidak pernah lihat ayah tahajud?”
Ayahnya menjawab: “Ayat ini khusus buat Nabi Muhmmad Saw.”
“Kalo begitu, bagaimana dengan ayat,
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Mereka orang-orang yang sangat sedikit tidurnya pada malam hari dan memperbanyak istighfar di waktu sahur“. QS. Adz-dzaryat: 17-18
Siapakah mereka? Tanya si anak.
“Mereka adalah orang-orang mukmin.” Kilah ayahnya.
Si Anak makin penasaran, “Oh.. ayah kan orang mukmin, kenapa ayah tidak tahajud?.”
“Baiklah sayang, engkau menjadi saksi malam ini ayah akan tahajud.” Jawab sang ayah meyakinkan anaknya.
Percakapan belum berakhir, si anak berkata lagi, “ayahku sayang, jika nanti ayah sudah bangun untuk tahajud, tolong bangunkan aku juga.
“Mau apa engkau sayang?”
“Aku mau tahajud bersama ayah.”
Namun Sang Ayah menolak, “anakku sayang, engkau masih muda, masih kecil belum wajib shalat, apalagi shalat tahajud ini hukumnya sunnah, tidurlah sampai esok pagi. Biar badanmu menjadi segar di waktu bangun.”
Si anak beralasan, “Ayah, jika nanti, saat hari kiamat tiba. Kemudian Allah Swt. Tuhan kita membangkitkan aku dan bertanya; “Wahai hambaku kenapa engkau tidak pernah tahajud sewaktu di dunia dahulu?”
Relakahah ayah, jika  aku menjawab pertanyaan Allah ini, “Ya Allah ampunilah aku, aku dahulu tidak tahajud, bukan karena aku tidak mau, melainkan karena dahulu ayahku menghalangiku. Bahkan menyuruhku tidur sampai pagi.
Momentum akhir tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri. Bagaimana kualitas ibadah kita selama ini? Sudahkan kita mengajarkan kepada anak-anak kita tentang sholat? Lebih-lebih sholat tahajudnya? Bagaimana idealnya kita, sebagai seorang muslim melewati malamnya?
Bisa jadi selama ini kita telah kehilangan waktu malam kita sebagai hamba Allah. Firman Allah Swt. dalam surat An-naba ayat 10 dan 11:
و جعلنا الليل لباسا
Dan kami jadikan malam sebagai pakaian.”
Allah Swt. jadikan malam agar makhluk berhenti dari aktifitasnya. Malam menjadi waktu untuk istirahat, sekaligus untuk mendekatkan diri dan bermunajat kepada Allah.
Setelah seharian mancari karunia-Nya, sebuah  kenikmatan tersendiri. Sebagaimana Allah menjadikan fungsi siang dalam firman-Nya:
و جعلنا النهار معاشا
Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”,
Disinilah Islam memposisikan malam, sebagai waktu untuk istirahat dan taqarrub kepada Allah. Inilah malam-malam orang muslim. Sejatinya.
Namun maaf, lihatlah realita sekarang. apa yang terjadi malam-malam orang muslim? Sungguh menyedihkan.
Malam-malam orang muslim bergeser, menjadi waktu untuk sekedar bersenda gurau, bermaksiat, melalaikan, bahkan hura-hura hanya untuk merayakan tahun baru. Sehingga malam jadi siang, siang jadi malam. Dan akhirnya hilanglah fungsi malam bagi seorang muslim untuk mengadu kepada Robbnya.
Sekaranglah momen kita untuk bertaubat kepada Allah dari segala kelalaian kita, dan membuktikan taubat kita dengan memperbanyak shalat malam kita. Waallahu a’lam.

Ringkasan Ta’lim : Menjadi Mukmin yang Kuat

Ringkasan Kajian Kontemporer Majelis Ta’lim Al Iman
“Menjadi Mukmin Yang Kuat”
Bersama: Ust. Abdullah Haidir, Lc
Ahad, 6 Desember 2015 | Pkl. 18.00-19.30 | Pusat Dakwah Yayasan Telaga Insan Beriman, Jl. H. Mursid No.99B, Kebagusan, Jakarta Selatan.
 
? Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Walaupun semuanya tetap baik jika beriman kepada Allah.
? Untuk menjalankan banyak kebaikan dibutuhkan kekuatan.
? Kekuatan yang dimaksud bukan hanya pada perkara perkara materi saja. Tetapi kekuatan yang bersifat mendasar sebab kekuatan materi tanpa kekuatan mendasar maka itu tidak memberikan makna apa-apa.
? Ada banyak kekuatan yang perlu dimiliki seorang mukmin, namun ada 2 kekuatan mendasar yang harus ada agar menjadi mukmin yang kuat:
 
? Quwwatul Iman/Aqidah (Kekuatan Iman/Aqidah)
? Iman yg Allah berikan, hendaknya kita pelihara dan jaga agar semakin kokoh dan kuat.
? Iman itu hidup dan dinamis. Dia semakin kuat jika kita pandai merawat dan menjaganya. Dia akan mati jika tidak dirawat.
? Kekuatan iman/aqidah inilah yang jika bermasalah menjadi muara semua problematika dan kelemahan kaum muslimin.
? Secara materi, kita punya banyak potensi, sumber daya alam, tapi ternyata semua itu tidak cukup membuat ummat ini bangkit jika tidak dikelola oleh orang-orang yang memiliki kekuatan iman.
? Kalau iman/aqidahnya kuat tidak akan ada yang bisa mengalahkannya.
? Jika berada di jalan Alloh dgn iman/aqidah yang kuat, maka semua pilihan adalah kebaikan. Menang adalah kebaikan, mati juga kebaikan.
? Kekuatan aqidah/iman harus menjadi pintu pertama sebelum kekuatan-kekuatan lainnya.
? Ruang lingkup aqidah/iman adalah ketegasan.
 
? Quwwatul Akhlaq (Kekuatan Akhlaq)
? Akhlaq merupakan kontrol dalam menjalani keimanan. Akhlaq yang baik bagi seorang mukmin menunjukkan sempurnanya iman.
? Antara aqidah dan akhlaq adalah 2 hal yang saling menyatu dan menguatkan.
? Aqidah tanpa akhlaq bisa jadi akhlaq tanpa aqidah.
? Kekuatan iman harus dibarengi tuntutan kita untuk bersikap yang baik/akhlaq yg mulia.
? Pengaruh kekuatan akhlaq: sebagai bekal dakwah menundukkan hati manusia, kunci dalam mengalahkan musuh.
? Banyak kemenangan diraih bukan karena kekuatan lain, tapi dengan kekuatan akhlaq.
 
? Rambu-rambunya:
☝Kekuatan iman dan akhlaq harus dijalankan secara pas agar saling menguatkan bukan sebaliknya.
☝Jangan sampai kekuatan iman yg bersifat tegas menyebabkan seorang mukmin berlaku kaku dan kasar terhadap orang lain.
☝Demikian juga untuk meraih simpati orang lain dengan berakhlaq baik jangan sampai menggadaikan iman/aqidah.
 
⛳ Selain 2 kekuatan mendasar tersebut ada beberapa kekuatan lain yang selanjutnya perlu dimiliki oleh orang mukmin seperti: kekuatan ilmu, ukhuwah, askariyah (pasukan), siyasiyah (politik), maaliyah (harta), dll.
***
Majelis Ta’lim Al Iman
Tiap Ahad. Pkl. 18.00-19.30
Kebagusan, Jakarta Selatan.
 
Jadwal Pengajian:
● Tadabbur Al Qur’an tiap pekan 2 dan 4 bersama Ust. Fauzi Bahreisy
● Kitab Riyadhus Shalihin tiap pekan 3 bersama Ust. Rasyid Bakhabazy, Lc
● Kontemporer tiap pekan 1 bersama ustadz dengan berbagai disiplin keilmuwan.
 
•••
Salurkan donasi terbaik Anda untuk mendukung program dakwah Majelis Ta’lim Al Iman:
BSM 703.7427.734 an. Yayasan Telaga Insan Beriman
Konfirmasi donasi: 0897.904.6692
Raih amal sholeh dengan menyebarkannya