by Yayasan Telaga Insan Beriman (Al-Iman Center) | Jan 2, 2016 | Konsultasi Umum
Assalamu alaikum ustadz. Sekarang ini saya berprofesi sebagai soundman/teknisi sound untuk penyanyi wanita/acara musik. Dan saya baru mengetahui tentang diharamkannya musik dalam agama Islam. Apakah rejeki/penghasilan yang saya dapatkan selama ini termasuk dari hasil yang diharamkan/tidak diridhoi oleh Allah SWT? Hal ini berkaitan dengan asal dari pekerjaan saya ini karena saya merasa ragu dan takut akan hal ini. Dan saya berniat akan meninggalkan pekerjaan yang sekarang saya lalukan.
Dan satu lagi ustadz, saat ini saya mempunyai sedikit tabungan dari hasil pekerjaan saya ini, bagaimana hukumnya dalam Islam mengenai harta/tabungan ini. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wb
Jawaban :
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
Para ulama sepakat bahwa nyanyian yang mengandung unsur ajakan perbuatan tidak baik, maksiat, kata-kata yang kotor dan buruk termasuk perkara yang terlarang. Apalagi bila penyanyinya wanita dan pakaiannya pun terbuka, tentu lebih terlarang lagi.
Dalam hal yang semacam ini, semua perbuatan yang mengarah dan menfasilitasi terwujudnya acara tersebut juga terlarang. Maka, penghasilan yang diperoleh melalui acara tersebut termasuk harta yang diperoleh melalui cara yang tidak benar. Dengan demikian, tidak akan ada keberkahan-Nya.
Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. 5:2).
Adapun terkait dengan tabungan yang berasal dari usaha tersebut, Bapak bisa menyalurkannya kepada kepentingan umum atau kepada fakir miskin yang membutuhkan bantuan. Para ulama menamakan hal ini dengan istilah melepaskan diri dari harta haram.
Wallahu a’lam
Ustadz Abdul Rochim, Lc
ed : danw
Ingin konsultasi seputar ibadah, keluarga, dan muamalah? Kirimkan pertanyaan Anda kesini
by Yayasan Telaga Insan Beriman (Al-Iman Center) | Jan 2, 2016 | Info
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabatakatuh
Dakwah tidak hanya ceramah, tidak hanya kata-kata. Banyak cara. Salah satunya ialah menulis.
Hadiri dan ikutilah
Workshop Menulis Bagi Para Da’i
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad, 3 Januari 2015. Pkl. 08.00-12.00. Di Pusat Dakwah Yayasan Telaga Insan Beriman, Jl. H. Mursid No.99B, Kebagusan, Jakarta Selatan.
Pembicara: Hafidz Mufitasany (Redaktur Republika)
by Yayasan Telaga Insan Beriman (Al-Iman Center) | Jan 1, 2016 | Konsultasi Ibadah
Assalamu’alaikum. Di daerahku, Blitar ada yang apabila yasinan/selamatan ada hadiah al Fatihah untuk Nabi Khidir selaku penguasa lautan dan Nabi IIyas selaku penguasa daratan. Demikian juga yang ujub, minta maaf kepada dua Nabi tersebut. Saya tahu itu tidak benar tapi saya tidak punya alasan/nasnya. Tolong ustadz, beri bekal aku untuk mengingatkan saudara-saudara kita tersebut. Syukron.
Wassalamu’alaikum.
H. Warsino – Blitar, Jawa Timur
Jawaban:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
Terkait dengan pertanyaan Bapak, para dasarnya ada dua perkara yang saling terkait.
Pertama, hukum mengirimkan pahala bacaan Al-Qur’an, termasuk surah Al-Fatihah, kepada seseorang: apakah pahalanya sampai atau tidak?
Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa pahalanya sampai. Sedangkan sebagian ulama yang lain berpendapat tidak sampai. Maka, apabila ada seseorang menghadiahkan bacaaan Al-Qur’an untuk seseorang yang sudah meninggal maka kita tidak bisa mengingkarinya, karena ada perbedaan pandangan di antara ulama terkait masalah tersebut. Hanya saja, selayaknya seseorang tidak menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan, sebab Rasulullah SAW tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan dan dikhawatirkan masyarakat akan mengira hal tersebut termasuk sunnah Rasulullah SAW.
Kedua, ungkapan Nabi Khidir sebagai penguasa lautan dan Nabi Ilyas sebagai penguasa daratan merupakan ungkapan yang harus ada dasarnya; dari Al-Qur’an atau dari Sunnah. Sebab, perkara tersebut tidak mungkin hanya dengan ijtihad atau dengan perkiraan semata. Sampai saat ini saya belum menemukan dasar yang benar dan kuat terkait masalah tersebut.
Yang lebih tepat sebenarnya, Allah SWT yang menguasai langit dan bumi, termasuk yang menguasai lautan maupun daratan. Maka, tatkala menghadapi masalah, baik di laut maupun di bumi, kita memohon pertolongan kepada Allah dan bukan kepada Nabi Khidir atau Nabi Ilyas.
Wallahu a’lam
Ustadz Abdul Rochim, Lc
ed : danw
Ingin konsultasi seputar ibadah, keluarga, dan muamalah? Kirim pertanyaan anda kesini
by Yayasan Telaga Insan Beriman (Al-Iman Center) | Jan 1, 2016 | Info

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Hadirilah………!
Kajian Kontemporer Majelis Ta’lim Al Iman. Yang insya Allah akan mengangkat tema:
MANAJEMEN WAKTU ALA RASULULLAH
Bersama dengan:
KH. DR. Ali Akhmadi, MA, Al-Hafidz
Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Ahad, 3 Januari 2015
Pkl. 18.00-19.30 WIB
Bertempat di Pusat Dakwah Yayasan Telaga Insan Beriman, Jl. H. Mursid No.99B, Kebagusan, Jakarta Selatan
Agar semakin bermanfaat, jangan lupa ajak keluarga dan sahabat agar mereka juga bisa merasakan manfaat dari majelis ini.
Terima kasih banyak bagi yang sudah menyebarkan info pengajian ini ke keluarga dan sahabat. Semoga amal yang sederhana ini menjadikan kita bisa masuk surga bareng-bareng.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
***
Dipersembahkan oleh:
Majelis Ta’lim Al Iman.
Kebagusan, Jaksel.
Kajian Kontemporer diadakan tiap pekan ke-1 setiap bulannya dengan narasumber dari berbagai disiplin keilmuan dan pengalaman dakwah
by Yayasan Telaga Insan Beriman (Al-Iman Center) | Dec 31, 2015 | Konsultasi Umum
Assalamualaikum. Saya ingin bertanya apakah ISIS dibenarkan oleh hukum Islam? Mohon penjelasannya. ~ Ferry
Jawaban:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah.
Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada Bapak Ferry dan keluarga.
Terkait dengan pertanyaan Bapak, sesungguhnya fenomena ISIS merupakan salah satu fenomena yang mengejutkan banyak pihak. Kelompok ini tiba-tiba muncul, lalu mendeklarasikan sebagai negara khilafah dan yang lainnya. Orang-orang yang menjadi tokoh ISIS pun tidak pernah dikenal dalam dunia islam. Informasi tentang mereka pun simpang siur. Dalam menyikap hal semacam ini, kita bisa merujuk kepada pandangan beberapa lembaga atau pun ulama yang terpercaya.
Pertama, ISIS atau Islamic State in Iraq and Syam atau Da’isy mendeklarasikan sebagai negara khilafah. Menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, negara khilafah yang mereka deklarasikan tidak sesuai dengan ketentuan syariah. Dengan demikian, manhaj mereka tentang negara khilafah tidak benar.
Kedua, ISIS gampang memvonis umat muslim yang berbeda dengan mereka sebagai orang yang murtad. Mereka juga memvonis orang yang keluar dari wilayah kekuasaan mereka menuju negara lain sebagai orang yang murtad. Dan masih banyak lagi penyimpangan kelompok ISIS. Bahkan, tidak sedikit dari kalangan ulama yang berpendapat mereka termasuk khawarij (kelompok ekstrim yang gampang memvonis kafir. Salah satu manhaj mereka adalah memvonis kafir orang yang melakukan dosa besar).
Ketiga, ISIS tidak memerangi orang-orang kafir yang saat ini menjajah sebagian dari negara muslim. Kenyataan yang terjadi, mereka membunuh dan memerangi saudara-saudara muslim yang berjuang melepaskan diri dari penguasa diktat.
Dan masih banyak lagi perkara-perkara yang menunjukkan bahwa kelompok ISIS adalah kelompok yang menyimpang. Para ulama di berbagai negara mengharamkan bergabung dengan ISIS.
Semoga Allah SWT senantiasa istiqamah di jalan yang benar dan diselamatkan dari jalan-jalan yang menyimpang.
Wallahua’lam.
Ustadz Abdul Rochim, Lc
ed : danw
Ingin konsultasi seputar ibadah, keluarga, dan muamalah? Kirimkan pertanyaan Anda kesini