0878 8077 4762 [email protected]

Dapat Medali Emas Asian Games, Pesilat Ini Akan Bangun 3 Masjid 

Jakarta – Pesilat Indonesia Abdul Malik berhasil menorehkan tinta emas di ajang Asian Games 2018. Ia mendapatkan medali emas di final pencak silat nomor B (50-55kg) setelah mengalahkan pesilat Malaysia Muhammad Faizul M Nasir dengan skor 0-5.
Dan, sesuai janji pemerintah, atlet yang berhasil mendapatkan medali emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp1,5 miliar.
1. Malik Akan bangun masjid
Dengan bonus tersebut Malik mengatakan dirinya akan membangun masjid. Menurutnya hal itu sudah lama dipikirkannya sebelum dia bertanding di pentas Asian Games 2018.
“Yang pertama aku pikirin sebelum bertanding itu bangun masjid,” kata Malik di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Senin (27/8).
2. Bangun masjid di tanah kelahirannya
Malik berjanji akan membangun 3 buah masjid di daerah kelahirannya di Sulawesi Utara. Ketiga tempat yang akan dibangun masjid adalah Bitung, Tondano dan Manembo.
“Di daerah aku, di tiga daerah. Tiga masjid di Sulawesi Utara, Bitung, Tondano sama Manembo,” sebutnya.
3. Dibantu orang tua
Malik yang lahir di Manado nantinya akan dibantu kedua orangtuanya dalam membangun masjid yang ia cita-citakan. Ia sendiri belum tahu berapa alokasi dana yang diperlukan untuk membangun ketiga masjid itu.
“Bapak asli Makassar Sulawesi Selatan. Dana berapa yang dibutuhkan belum dihitung nanti ada bapak itu bisa ngatur juga,” pungkas Malik.
 
Sumber : IDNTimes

Viral Mantan Paus Vatikan Haji, Ini Aslinya

Bertepatan dengan ibadah haji bulan Dzulhijjah, di tanah air beredar video secara viral mantan Paus Benediktus XVI sedang melempar jumrah di jamarat dengan pengawalan ketat polisi Arab Saudi.
Sebuah akun milik Al Saud Royal Family di Instagram menjelaskan, bahwa video dan foto yang beredar bukanlah Paus Benediktus VXI, tetapi Gubernur Makkah, Pangeran Khaled Faisal.
“Pangeran Khaled Faisal sedang melempar sedang melempar jumrah sebagai bagian dari kegiatan ibadah haji didampingi anaknya Pangeran Saud Bin Khaled Faisal dan Pangeran Abdullah bin Bandar Bin Abdul Aziz,” tulis akun alSaud Royal Family.
Sebelumnya, 28 Februari 2013, pria bernama asli Joseph Aloisius Ratzinger mengumumkan mengundurkan diri menjadi pemimpin Katolik sedunia dan sejak itu diisukan masuk Islam.
Beberapa media asing menyebutkan, mundurnya Ratzinger, karena usianya yang terlalu tua dan beberapa kasus skandal seks yang menimpa gereja Katolik.
Mundurnya Paus ke-265 ini adalah yang keempat kali dalam sejarah Vatikan, yang terakhir terjadi tahun 1415. Sementara, di era modern, ini adalah yang pertama.
 
“Banyak orang percaya pada berita tipuan tanpa mencari kebenaran,”  tulis pemilik akun @Muhartatitaz.
Sebuah media Arab menyebutkan, kebanyakan jamaah menghabiskan dua atau tiga hari Dzulhijjah di Mina untuk lempar jumrah.
Termasuk Pangeran Khaled Al-Faisal, Penasehat Dua Masjid Suci dan Ketua Komite Haji, dan Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Abdullah Bin Bandar juga melakukan ritual di pagi hari dan dilanjutkan pergi Makkah untuk melakukan Tawaf Ifadah.
Dengan berita ini cukup menjadi penjelas atas simpang siurnya informasi yang ada.
 
Sumber : Hidayatullah/MoeslemToday

Kenapa Hari Tasyriq Tidak Boleh Berpuasa?

Hari Tasyriq adalah hari penuh kemuliaan bagi umat Islam yaitu tanggal 11, 12 dan  13 Dzulhijjah, pada hari itu jamaah haji sedang melaksanakan ritual melempar jumrah, dan hari dimana umat Islam di seluruh dunia tengah sibuk menyembelih hewan kurban.
Tidak boleh berpuasa pada hari tasyriq menurut kebanyakan pendapat ulama. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (H.R. Muslim)
Imam An Nawawi rahimahullah memasukkan hadits ini di Shahih Muslim dalam Bab “Haramnya berpuasa pada hari tasyriq”.
An Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan, “Hari-hari tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyriq tersebut dimasukkan dalam hari ‘ied. Hukum yang berlaku pada hari ‘ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyriq, seperti hari tasyriq memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban, diharamkannya puasa dan dianjurkan untuk bertakbir ketika itu.”
Hari tasyriq disebutkan tasyriq (yang artinya: terbit) karena daging qurban dijemur dan disebar ketika itu.
Imam Malik, Al Auza’i, Ishaq, dan Imam Asy Syafi’i dalam salah satu pendapatnya menyatakan bahwa boleh berpuasa pada hari tasyriq pada orang yang tamattu’ jika ia tidak memperoleh al hadyu (tidak dapat menyembelih qurban).
Namun untuk selain mereka tetap tidak diperbolehkan untuk berpuasa ketika itu. Dalil dari pendapat ini adalah sebuah hadits dalam Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah, mereka mengatakan,

لَمْ يُرَخَّصْ فِى أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ ، إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْىَ

“Pada hari tasyriq tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapat al hadyu ketika itu.” (H.R. Bukhari)
Hari Tasyrik disebut dengan hari makan dan minum, juga dzikir kepada Allah. Hal ini pertanda bahwa makan dan minum di hari raya seperti ini dapat menolong kita untuk berdzikir dan melakukan ketaatan pada-Nya.
Sebaik-baik hati adalah yang sering berdzikir dan bersyukur. Dengan demikian nikmat-nikmat tersebut akan menjadi sempurna.

Atlet Asian Games dari Berbagai Negara Ikut Shalat Idul Adha

Atlet Asian Games dari Berbagai Negara Ikut Shalat Idul Adha

Kendati Idul Adha, kegiatan Asian Games 2018 di Jakarta – Palembang tetap berjalan sebagaimana biasanya, Rabu (22/8/2018).
Hanya saja, perayaan Lebaran Idul Adha tetap digelar di kawasan Wisma Atlet Jakarta dan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, khususnya sholat Ied kali ini.
Pengawas K3 PT JSC, Rusli Nawi, mengatakan sebanyak 1.500 jemaah melaksanakan sholat Ied di masjid tersebut pagi tadi. Termasuk atlet, ofisial, pegawai, volunter, dan pekerja harian lepas (PHL).
“Atlet, ofisial, pegawai, PHL, semua tampak khusyuk sholat Ied di sini tadi pagi. Atlet dari dalam maupun luar negeri seperti Uzbekistan, Malaysia, Filipina, Iran, dan lain-lain, campur baur di sini memenuhi masjid,” kata Rusli selepas sholat.
asian-games-idul-adha-4-d78ddd6d7b4c6971c6b5e90663151190
Di wisma atlet kemayoran selepas shalat, para atlet dengan khusyuk mendengarkan khotbah Idul Adha dari Khotib Syekh Huseen Jaber.
Bukan hanya para atlet, Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INAGOC) Erick Tohir juga turut hadir dalam pelaksaan shalat Idul Adha di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pagi ini
Adapun di Jakabaring Palembang setelah sholat Ied berjamaah, mereka pun sempat bersalaman diiringi selawat setelah mendengarkan khotbah dari khotib sekaligus imam sholat, Al Ustadz Abu Khoir.
Menariknya, meski jamaah termasuk atlet dan ofisial dari mancanegara namun ceramah yang disampaikan tetap menggunakan bahasa Indonesia.
“Tema ceramahnya tadi soal pengurbanan Nabi Ibrahim dikaitkan dengan perjuangan atlet selama Asian Games ke-18 ini,” tutur Rusli yang juga sempat memberikan sambutan sebelum sholat.
Meski Hari Raya Idul Adha ini disebut hari raya Kurban, namun kata Rusli, tidak ada pemotongan hewan Kurban yang dilakukan di JSC mengingat kesibukan dan waktunya tidak memungkinkan.
Seusai sholat pun sebagian besar atlet cepat masuk ke penginapan. Mereka melanjutkan aktivitas seperti biasa dengan diawali sarapan.
para-peserta-asian-games-2018-saat-melaksanakan-salat-ied-di-masjid-ar-rahman_20180822_081351_1534933095662
Rusli menambahkan, pada hari ini pun masih akan dilaksanakan pertandingan-pertandingan Asian Games ke-18. Namun berbeda dari hari biasanya, pertandingan hari ini dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB.
“Beberapa cabang olahraga yang dijadwalkan bertanding hari ini antara lain boling, dayung, kano, menembak, sepakbola wanita, sepaktakraw, tenis dan voli pantai,” imbuhnya

Atlet Asian Games dari Berbagai Negara Ikut Shalat Idul Adha

Korban Gempa Lombok Tetap Shalat Idul Adha di Tenda Pengungsian

 
VIVA – Ribuan umat Islam di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) merayakan hari raya Idul Fitri di lapangan-lapangan dan lokasi pengungsian. Dengan segala keterbatasan di tengah musibah gempa yang terus terjadi, mereka tetap khusyuk beribadah dan berkurban.
Ketua MUI Mataram Tuan Guru Haji Abdul Manan, yang bertindak sebagai penceramah dan imam shalat Idul Adha di lapangan Kota Mataram, merasakan suasana yang berbeda pada Idul Adha tahun ini. Warga Lombok dan Mataram dilanda ketakutan dan kepanikan pasca gempa yang mengguncang wilayah NTB.
 
“Biasanya salat Idul Adha dilaksanakan di masjid, namun tahun ini Idul Adha berada di lapangan tempat pengungsian. Ini menyisakan satu kesedihan tersendiri,” kata Tuan Guru Haji Abdul Manan saat berbincang dengan tvOne.

Sejumlah anggota Basarnas  berusaha mengevakuasi jenazah korban yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). Berdasarkan data BNPB mencatat sedikitnya 98 korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi yang terjadi Minggu (5/8) dan kemungkinan masih akan bertambah. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd/18

Masjid yang hancur karena gempa Lombok


“Jadi kita seluruhnya dalam pandangan iman, semua yang terjadi adalah kehendak Allah. Segalanya adalah suatu kebaikan, ketika ditimpa kebaikan kita bersyukur, ketika ditimpa tidak mengenakan seperti kondisi ini kita juga bersyukur,” ujarnya.
Tak lupa, Ia mendoakan kepada seluruh korban maupun pengungsi korban agar selalu sabar dalam menghadapi musibah, dan semoga Lombok dan NTB dijauhkan dari segala musibah baik secara fisik maupun non fisik.
“Ya Allah jadikan ujian yang Engkau berikan ini dapat menaikkan derajat kami di mata-Mu,” pintanya.
Ribuan warga di kawasan Lombok, NTB, mengungsi setelah rumah mereka hancur diguncang gempa sejak Minggu (5/8) lalu. Meski begitu, pengungsi yang beragama Islam tetap melaksanakan salat Idul Adha di lapangan dekat tenda pengungsian dengan menggunakan terpal sebagai sajadah.
 
Sumber : Viva