by Danu Wijaya danuw | Nov 30, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
JAKARTA—Terkait acara reuni akbar 212 yang rencananya akan digelar pada tanggal 2 Desember 2017 di kawasan monumen nasional, Jakarta, pihak panitia mengaku persiapan acara tersebut sudah matang.
Koordinator Divisi Media Center sekaligus Humas Reuni akbar 212, Habib Novel Bamukmin menyatakan kesiapan yang matang dari seluruh panitia perhelatan akbar reuni 212.
Acara yang dimulai dari shalat shubuh berjamaah ini diprediksikan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Alhamdulilah saat ini saya masih memersiapkan siaran 212” ujar Novel, seperti dikutip dari Republika pada Rabu (29/11/2017) kemarin.
Persiapan dari sisi logistik menurut pantauannya sudah sangat matang, divisi transportasi, dan divisi kebersihan juga siap dikerahkan pada acara Sabtu mendatang. Divisi terpenting dari perhelatan reuni 212 adalah divisi kebersihan yang sangat diandalkan dan diharapkan.
Novel mengatakan kebersihan sangat diperlukan karena semua umat ingin suasana nyaman, aman dan seselesainya acara dapat kembali bersih dengan lingkungan yang bersih hatipun bersih.
“Mudah-mudahan lebih rapi, ada penanggung jawabnya. Untuk perbandingan kebersihan sampai saat ini 300 orang per satu petugas kebersihan di posko logistik, posko pengobatan, dan posko keamanan juga terdapat penanggung jawab kebersihan,” ujarnya.
Selain dari berbagai daerah yang akan hadir, rencanannya akan ada ribuan orang datang untuk memeringati aksi damai 212 sekaligus maulid nabi dengan jamaah yang datang dari Eropa, Asia dan seluruh penjuru Nusantara.
“Gaungnya 212 tahun lalu meluas dan mendunia, sampai orang yang ingin bergabung dengan jutaan manusia mereka merasakan berkumpul sebegitu banyaknya umat muslim dengan semangat spirit syiar Islam,” pungkasnya.
by Danu Wijaya danuw | Nov 30, 2017 | Adab dan Akhlak, Artikel, Muslimah
Apa itu Hijab? Hijab adalah penghalang atau kerudung yang digunakan oleh wanita muslim yang biasa disebut juga dengan jilbab. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam.
Perintah Berhijab Dalam Alqur’an
Perintah berjilbab berdasarkan Al Quran; kerudung menutupi rambut hingga pinggang, dan tidak boleh menunjukan lekuk tubuh. Hanya tangan dan wajah yang boleh tidak tertutup. Niqab dan burqa tidak wajib.
Dalam Al Qur’an surat Al-Ahzab : 59 Allah swt berfirman
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 31 Allah swt berfirman
“…dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya… “.
Dalam Al Qur’an surat Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir Allah swt berfirman
“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.
Rasulullah saw bersabda,
“Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab).”(HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah).
Sesungguhnya banyak kaum wanita yang hapus pahala shalatnya yang hidup di zaman ini dan di zaman yang akan datang, semata-mata karena mereka tidak memakai jilbab didalam hidup mereka.
Telah diisyaratkan Rasulullah saw dikala hidup beliau sebagaimana bunyi hadits dibawah ini yang artinya sbb:
“Ada satu masa yang paling aku takuti, dimana ummatku banyak yang mendirikan shalat, tetapi sebenarnya mereka bukan mendirikan shalat, dan neraka jahanamlah bagi mereka”.
Sebagian besar wanita akan menghadapi godaan besar sebelum berhijab seperti godaan untuk membatalkan berhijab, terpengaruh oleh teman lain, lebih suka memadukan tren baju dengan gaya hijab, atau yang lainnya.
Untuk berhijab, keinginan yang kuat dan percaya diri adalah kunci utama. Dengan memiliki kunci utama tersebut, muslimah tidak akan mudah terpengaruh dengan godaan orang lain dan pekerjaan.
Bagi wanita yang berani untuk tampil sopan dengan berhijab adalah pilihan yang tepat. Dengan berhijab, kita dapat menutupi aurat, InsyaAllah akan terhindar dari perbuatan-perbuatan jahat yang akan dilakukan oleh orang lain.
Semoga para muslimah mempunyai semangat tampil menawan dengan berhijab sesuai perintah agama Islam yang diterangkan dalam Al Qur’an.
Sumber : Seputarpengertian.blogspot
by Danu Wijaya danuw | Nov 30, 2017 | Adab dan Akhlak, Artikel, Muslimah
Islam sangat menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan wanita. Karena itulah Islam memerintahkan para wanita untuk menetap di dalam rumahnya.
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنّ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu …” (Al-Ahzab: 33)
Islam juga menganjurkan kepadanya agar melaksanakan shalat di rumahnya dan menjelaskan bahwasanya hal itu lebih baik baginya daripada shalat di masjid, demi menjaga kehormatan, kesucian diri dan kemuliaannya.
Sikap berikut ini menggambarkan kepada kita sebuah akhlak yang mulia dari seorang shahabiyah (sahabat dari kalangan perempuan) dalam melaksanakan petunjuk Nabi Shalallaahu’alaihi wa Sallam untuknya, yaitu menunaikan shalat di rumah, karena hal ini adalah yang lebih afdhal baginya.
Ath-Thabrani dan lainnya meriwayatkan dari Ummu Humaid, istri Abu Hamid as-Sa’idi radhiyallahu ‘anha :
Ummu Humaid berkata, “Saya berkata (kepada Rasulullah), ‘Wahai Rasulullah! Para suami kami melarang kami shalat bersamamu (di masjid).’
Rasulullah Shalallaahu’alaihi wa Sallam berkata,
صَلَاتُكُنَّ فِي بُيُوتِكُنَّ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكُنَّ فِي حُجَرِكُنَّ، وَصَلَاتُكُنَّ فِي حُجَرِِكُنَّ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِكُنَّ فِي دُوْرِكُنَّ وَ صَلَاتِكُنَّ فِي دُوْرِكُنَّ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِكُنَّ فِي الجَمَاعَةِ
‘Shalat kalian di tempat tidur kalian lebih baik daripada shalat kalian di kamar kalian, shalat kalian di kamar kalian lebih baik daripada shalat kalian di rumah kalian, dan shalat kalian di rumah lebih baik daripada shalat kalian berjamaah (di masjid)’.”
Hadist riwayat Ahmad (6/371), Shahih Ibnu Hibban (5/595), dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (2/295).
Penggalan kisah dalam hadits tersebut menjelaskan kepada setiap muslimah betapa kesungguhan seorang shahabiyah yang mulia ini selalu mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullaah Shalallaahu’alaihi wa Sallam.
Sebab, saat Nabi Shalallaahu’alaihi wa Sallam menjelaskan kepadanya bahwa shalatnya di dalam rumah lebih baik baginya, ia tidak membantahnya, tidak mengajukan protes dan juga tidak mengeluh.
Ia telah mengetahui seyakin-yakinnya bahwa Rasulullah Shalallaahu’alaihi wa Sallam tidak memerintahkan sesuatu kepadanya kecuali apa yang terbaik baginya untuk dunia dan agamanya.
Sumber: muslimah.or.id
by Danu Wijaya danuw | Nov 29, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Beberapa pekan lalu, saat Rina Nose baru saja memutuskan melepas hijabnya, Deddy Corbuzier mengajak dia untuk wawancara.
Dalam wawancara tersebut, ada beberapa hal ditanyakan Deddy, antara lain soal kenapa melepas hijab dan dampak dirasakan.
Di sela wawancara, Rina Nose menyerahkan sepucuk surat yang isinya hanya diketahui Deddy.
Warganet pun penasaran hingga memutar-mutar video wawancara yang dibagikan melalui YouTube.
Apa sebenarnya isi surat tersebut?
Akhirnya, setelah sekian lama, kini terungkap.
“Satu, tidak ada isi surat dari Rina Nose yang sama sekali mengatakan kalau dia akan pindah agama. Bagaimana bisa dibaptis kalau dia sendiri nggak pindah agama. Dua, tidak ada isi surat tersebut yang mengatakan kalau dia menjadi ateis,” demikian kata Deddy melalui video.
Deddy terpaksa mengungkap isi surat tersebut, lantaran banyaknya spekulasi dan deretan video hoax yang mengatakan Rina Nose pindah agama menjadi seorang atheis.
“Banyak orang yang membuat video. Mereka mengatakan, dia jadi kafir. Jadi nggak punya agama,” katanya menambahkan.
Melalui kesempatan ini, Deddy ingin menepis semua isu yang merugikan banyak orang, termasuk Rina Nose.
Akun Palsu
Rina Nose pernah dibikin sibuk oleh kehadiran akun palsu. Sampai-sampai dia memberikan peringatan kepada siapa saja melalui postingan Insta Story-nya.
Akun palsu itu menuliskan pada biodata di Instagram tersebut menulis jika dia bernama Roselina Nurina Permata Putri.
Menurut akun itu adalah nama baru Rina Nose setelah murtad pindah agama.
Terlihat baru ada enam postingan foto Rina selepas tidak mengenakan hijab.
Ada juga kutipan dari kitab suci Injil di dua postingan terbaru di akun palsu tersebut
Langsung hal itu langsung terklarifikasi oleh Rina.
Klarifikasi Rina
Ia mengatakan jika siapapun boleh menggunakan foto-fotonya yang sudah diposting di Instagramnya namun jangan mengaku jika itu Rina.
“Siapapun yang mau menggunakan foto2 saya atau kata2 saya dalam akun Instagram, selama masih baik, silahkan.
Tapi jangan menjadi saya!! Terlebih bertindak seolah anda benar2 Rina Nose!
Bagi yang lain, pintarlah, agar tidak mudah tertipu,” tulis Rina Nose, Minggu (19/11/2017).
Hal itu pun kemudian diposting akun gosip @lambe_julid yang akhirnya menimbulkan banyak komentar netizen.
Simpati Nitizen untuk Rina
Beberapa netizen tampak menyarankan Rina untuk melaporkan akun palsu tersebut.
Ada juga yang malah menyoroti hal kecil yang tertulis di bio akun palsu tersebut.
@liena_adiahti: Wajibbbb di laporin ke yg berwenang nih.
@eka_ersa: Astagfirulloh . Jahat bgt yg bikin fake acc (akun palsu). Malah memperkeruh suasana.
@yonipratm: Kasihan teh rina nya.
@honeysuhandi: Akun fake, tp knp brani ngetag akun real rina?
@jodyaswadie: Aduh,niat banget ya buat ngejatohin teh rina nose??
Sumber : Tribun Lampung
by Danu Wijaya danuw | Nov 27, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Jakarta – Fenomena banyaknya jemaah yang mengambil foto dan ber-selfie di depan Kakbah, Masjidil Haram, menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi. Kini tindakan foto-foto di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilarang.
Hal itu tertuang dalam surat diplomatik yang dikirimkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada 12 November 2017. Surat dikirimkan kepada negara-negara penyelenggara haji dan umrah.
Inti surat diplomatik adalah Arab Saudi meminta negara-negara sahabat memberikan penyuluhan yang lebih tegas kepada para calon jemaah haji dan umrah. Penyuluhan berkaitan dengan larangan mengambil gambar di lingkungan Masjidil Haram.
“Kementerian Haji dan Umrah mengimbau untuk kiranya dapat memberikan penyuluhan agar tidak melakukan perbuatan tersebut dan menegaskan kembali kepada mereka mengenai pentingnya merespons instruksi yang melarang pengambilan gambar, baik dengan kamera biasa, kamera televisi, maupun kamera lainnya,” kata Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammed Saleh bin Taher Benten dalam surat diplomatiknya, Jumat (24/11/2017).
Larangan yang berlaku untuk dua masjid suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dimaksudkan agar jemaah yang sedang khusyuk beribadah dan tidak terganggu oleh aktivitas pengambilan foto selfie.
“Dalam rangka menegakkan peraturan yang berlaku dan dalam rangka menghormati kesucian dua masjid suci dan demi terjaganya suasana ibadah,” kata Mohammed Saleh.
Selama ini memang banyak jemaah yang berfoto selfie di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tempat favorit jemaah adalah background Masjidil Haram. Tak jarang yang meng-upload di media sosial.
Sedangkan untuk Masjid Nabawi, biasanya jemaah berfoto di pelataran dengan background pintu-pintu megah dan payung raksasanya.
Sebenarnya ber-selfie di dua masjid suci tersebut selama ini juga tak bebas. Sebab, ada petugas atau askar yang mengingatkan kalau ada yang ber-selfie di dua masjid suci tersebut, namun memang belum ada aturan tegas benar soal hal itu.
Sumber : Detik / Foto : Dream