0878 8077 4762 [email protected]

Perasaan Istimewa

Oleh: M. Lili Nur Aulia
 
Ketika orang-orang shaleh terdahulu memahami bahwa kematian datang tanpa meminta izin kepada siapapun dan dia datang dengan tiba-tiba; maka salah seorang dari mereka apabila menerima berita kematian mengucapkan:
Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (sungguh kami adalah milik Allah dan sungguh kepada-Nya lah kami akan kembali).
Demi Allah kita hampir-hampir menjadi orang yang diculik oleh kematian. Maka, mari manfaatkan kesempatan hidup ini dengan benar-benar menambah ketekunan, kerja keras dan kesungguhan dalam beramal shalih.
(Baca juga: Ramadhan Adalah Yusuf Zaman Ini)
Saudaraku,
Segeralah beramal, sebab malaikat maut sudah dekat dari Anda di rumah yang berdekatan dengan Anda dan mengambil saudara Anda dari dalamnya. Mungkin saja arahnya berubah tiba-tiba -atas perintah Allah- dan mengambil nyawa Anda sebagai ganti dari saudara Anda. Namun Allah memberi Anda kesempatan lain dan memanjangkan umur Anda sampai Anda giat dan beramal lebih banyak.
Sadarkah Anda tentang hal ini?
Sumber:
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia

Ramadhan Adalah Yusuf Zaman Ini

Oleh: M. Lili Nur Aulia
 
Perhatikanlah, jumlah anak Yakub as ada duabelas orang. Yusuf adalah anak yang paling dicintai ayahnya. Demikian juga bulan ramadhan, ia adalah bulan yang paling dicintai Allah diantara duabelas bulan dalam setahun. Sebagaimana Yusuf yang merupakan simbol kesabaran ditengah-tengah saudaranya. Sesungguhnya bulan ramadhan juga bulan kesabaran.
Jika nabi Yakub as bisa sembuh penglihatannya dengan baju Yusuf as. Sesungguhnya ramadhan bisa mengembalikan penglihatan pelaku maksiat. Sehingga dengan penglihatannya itu dia kembali ke jalan yang benar. Seperti saudara-saudara Yusuf as yang datang dengan sambutan maaf oleh Yusuf as. Begitupula ramadhan yang datang dengan kemuliaan dan penghormatan.
(Baca juga: Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Dakwah dan Jihad)
Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian, mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian). Dan dia Maha Penyayang diantara Penyayang.” (Q.S. Yusuf : 92).
Sungguh benar Hasan al Bashri mengatakan, Ramadhan sebagai arena pertandingan untuk makhluknya. Mereka berlomba didalamnya dengan ketaatan-ketaatan untuk mencari ridhaNya. Ada orang yang terdepan didalam perlombaan, merekalah yang menang. Ada yang tertinggal dibelakang, dan merekalah yang rugi. Yang aneh ada orang yang tertawa dibelakang, padahal mereka adalah orang yang lalai dan merugi.
Rasulullah saw bersabda, “Celakalah orang yang menjumpai ramadhan sedang ia tidak mendapatkan ampunan.”
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia