0878 8077 4762 [email protected]

Wanita ini Mendapat Segepok Uang dari Pangeran Arab

Siapa yang tidak mau mendapat keberuntungan dengan mendapatkan uang segepok gratis? Ternyata ada orang yang mengalaminya. Tak tanggung-tanggung wanita yang bernama Ana ini mendapat segepok uang dari rombongan Raja Salman.
Ana mendapat segepok uang dari salah satu anggota rombongan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Agung Ibnu Batutah, Nusa Dua, Bali. Dia menerima uang setelah memberikan bingkisan berisi kain batik.
Kronologi kejadiannya, Ana menyerahkan bingkisan itu kepada salah seorang anggota rombongan Kerajaan Saudi, yang baru saja melaksanakan Sholat Jumat di masjid yang terletak di Pusat Peribadatan, Puja Mandala, Kuta Selatan.
Seorang pria berperawakan tinggi besar dari rombongan Raja Salman yang menerima bingkisan dari Ana, lalu menyerahkan segepok uang.
Menurut Ana, bingkisan itu berisi tiga lembar kain batik dan tiga buah kaos. ” Ada tiga batik dari Pekalongan dan tiga kaos t-shirt Puja Mandala buatan produksi saya sendiri,” kata Ana.
Ana mengaku mendapatkan informasi bahwa seorang pangeran Saudi akan menjalankan Sholat Jumat di masjid tersebut. Karena informasi itu, dia memutuskan datang ke Puja Mandala untuk melihat sosok pangeran tersebut.
” Katanya pangeran mau Sholat Jumat di sini, ya sudah, saya ke sini. Saya juga tadi sempat kasih kartu nama ke beliau. Orangnya tadi yang naik mobil Alphard hitam,” tutur Ana.
Dia sebenarnya tidak berniat memberikan bingkisan. Tetapi, ada salah satu rekannya yang menyarankan agar dia memberikan bingkisan itu. “Tadi ada yang menyarankan (diserahkan saja),” kata dia.
“Saya tidak hitung kayaknya jutaan deh mas. Enggak nyangka saya,” ungkap Ana di halaman parkir Puja Mandala, komplek peribadatan di Kampial Kuta Selatan.
“Saya tadi hanya coba-coba saja. Siapa tahu ada rombongan dari Arab yang Salat Jumat. Tadi saya tidak ngerti siapa yang saya kasih kado, terpenting wes (sudah) kesampean tujuan saya mas,” Akunya.
Wah, memang jika kita niatnya ingin berbuat baik karena didasari hati ikhlas, maka kita akan mendapatkan balasan dari hal yang tidak disangka-sangka.
 
Dilansir : merdeka, dream.co.id, Jumat (10/3/2017)

Tanda Seseorang itu Berakhlak Mulia Ada 10 Hal

Yusuf bin Asbath rohimahullah asy-Syaibani’1 (wafat tahun 195 H) yang terkenal sebagai tokoh yang zuhud lagi populer dengan nasehat-nasehatnya yang berharga. Berguru kepada seorang ulama besar Islam Sufyan ats-Tsauri, Zaidah bin Qudamah dan ulama-ulama lainnya. Allah swt menganugrahi Yusuf muda dengan guru-guru shohibbul sunnah, ahli hadits dan imam agama pada masa mereka, serta sosok teladan yang baik.
Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata:
علامة حسن الخلق عشرة أشياء:
“Tanda seseorang itu berakhlak mulia ada 10 hal :
١ – قلة الخلاف.
1. Jarang berselisih.
٢- حسن الإنصاف
2. Baik dalam bersikap adil.
٣ – ترك تطلب العثرات.
3. Meninggalkan tindakan mencari-cari kesalahan orang lain.
٤ – تحسين ما يبدو من السيئات.
4. Berusaha memperbaiki keburukan-keburukan yang nampak.
٥ – التماس المعذرة.
5. Mencarikan udzur bagi orang yang salah.
٦ – احتمال الأذى.
6. Bersabar menghadapi gangguan orang lain yang menyakitkan.
٧ – الرجوع بالملامة على نفسه.
7. Introspeksi dengan mencela diri sendiri yang juga penuh kekurangan.
٨ – التفرد بمعرفة عيوب نفسه دون عيوب غيره.
8. Hanya sibuk mengurus aib-aib sendiri tanpa mengurusi aib orang lain.
٩ – طلاقة الوجه.
9. Wajah ceria.
١٠ – لين الكلام.
10. Lembut perkataannya.”
 
Sumber : At-Tanwir Syarh al-Jami’ ash-Shaghir, juz 5 hlm. 535
Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan kaum yang tawadhu’ dan memperbaiki diri, bukan takabbur lagi congkak. Allahumma amiin

7 Wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar Al Ghifari

Abu Dzar adalah salah seorang sahabat yang disayangi Rasulullah Saw. Sifat pemberaninya amat dipuji Rasulullah dan sifat itu pula yang membuatnya tetap teguh dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Sifat pemberani dan merdeka itu muncul karena ketauhidan yang sempurna dan tertanam dalam hatinya. Karena itu Rasulullah berwasiat tujuh hal kepada Abu Dzar agar senantiasa menegakkan wasiatnya. Rasulullah menitipkan wasiat kepada Abu Dzar, pasti bukan tanpa sebab melainkan supaya kita dapat mengambil hikmahnya.
Inilah 7 wasiat Rasulullah saw kepada Abu Dzar ra.:

  1. Mencintai orang miskin.
  2. Melihat pada orang yang lebih rendah, dalam hal materi dan penghidupan.
  3. Menyambung tali Silaturahim.
  4. Memperbanyak ucapan, “La Haula Wa La Quwwata Illa Billah.”
  5. Berani berkata benar, meskipun pahit.
  6. Tidak takut celaan, ketika Berdakwah di jalan Allah Swt.
  7. Tidak meminta-minta.

Itulah 7 wasiat Nabi SAW yang disampaikan kepada Abu Dzar, semoga kita bisa mengambil pelajaran dan bisa mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah. Amiin.
 
Sumber: SMS Tauhid, karya Abdullah Gymnastiar / Aa Gym

Surah Al Mulk, Ini Dia Keutamaannya

Surah al-Mulk diturunkan di Mekkah, sehingga disebut dengan surah Makkiyah terdiri dari 30 ayat. Di antara Tema penting yang terdapat dalam ayat-ayatnya adalah

  1. Allah pemilik kerajaan langit dan bumi
  2. Kehidupan dan kematian diciptakan sebagai ujian bagi manusia
  3. Kisah penolakan orang-orang kafir terhadap ajakan para nabi dan Rasul Allah
  4. Dan bagaimana keadaan yang Allah anugerahkan bagi manusia di bumi, serta beberapa tema lainnya.

Surah ini memiliki beberapa keutamaan, sebagaimana yang termuat dalam beberapa dalil berikut:
1. Pemberi Syafaat
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Di dalam Al-Quran itu terdapat satu surah yang terdiri dari 30 ayat. Surah itu dapat memberi syafaat kepada pembacanya sampai dia diampuni. Surah itu adalah al-Mulk.” (HR. Abu Dawud).
2. Selamat dari Siksa Kubur
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Orang yang membaca surah al-Mulk setiap malam, Allah pasti akan menyelamatkannya dari siksa kubur. Pada masa Rasulullah SAW kami menyebutnya dengan istilah Surah Benteng. Surah itu terdapat dalam al-Quran. Orang yang membacanya pada malam hari, dia telah banyak mendapat keuntungan,” (HR. Nasa’i).
3. Benteng dari Siksa Kubur
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan, “Seorang lelaki didatangi oleh malaikat di dalam kuburnya dari arah kaki. Kakinya berkata, ‘Hai malaikat kamu tidak mempunyai jalan masuk dari arahku yang membaca surah al-Mulk.’
Malaikat itu kemudian mendatanginya dari arah dada. Dadanya berkata, ‘Kamu tidak mempunyai jalan masuk dari arahku yang membaca surah al-Mulk.’
Malaikat itu kemudian mencoba mendatanginya dari arah kepala. Kepalanya berkata, ‘Kamu tidak mempunyai jalan masuk dari arahku yang membaca surah al-Mulk.’
Surah al-Mulk merupakan benteng yang dapat membentengi pembacanya dari siksa kubur. Alam kitab Taurat, surah ini juga disebut surah al-Mulk. Orang yang membacanya pada malam hari, dia telah memperkukuh bentengnya dan sangat beruntung,” (HR. Hakim).
4. Membebaskan Pembacanya dari Siksa Kubur
Ibnu Abbas menceritakan, “Sebagian sahabat membuat tempat persembunyian di bawah tanah. Tanpa sengaja, salah seorang dari mereka telah menggali bekas kuburan orang yang pernah membaca surah al-Mulk.
Sahabat itu datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah saya menggali tempat persembunyian bawah tanah. Tanpa sengaja yang saya gali ternyata merupakan bekas kuburan orang yang membaca surah al-Mulk.’ Rasulullah kemudian bersabda, ‘Surah itu merupakan benteng dan pembekas yang dapat membebaskan pembacanya dari siksa kubur’,” (HR. Tirmidzi).
5. Dibaca Rasul Saat Shalat untuk Menghindar dari Siksa Kubur
Dalam kitab Kanzul ‘Ummal, disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Ayub, bahwa Nabi SAW membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah al-Mulk) saat mengimami shalat shubuh.
Ibnu Mas’ud berkata, “Siapa yang membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah al-Mulk) setiap malam, Allah akan menghindarkannya dari siksa kubur. Pada masa Rasulullah SAW, kami menyebutnya dengan istilah al-Mani’ah (penghalang),” (HR. Nasa’i).
*Ket : Al-Mani’ah merupakan ismul fa’il dari katamana’a-yamna’u (menghalangi). Artinya, penghalang yang akan menghalangi seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.
Semoga Allah SWT senantiasa menaungi kita semua dengan rahmat dan kasih sayangNya, serta melindungi kita dengan surah al-Mulk ini.
 
Diolah dari : Kerajaan Al-Quran/Karya: Hudzaifah Ismail/Penerbit: Almahira

Ini Lima Penghargaan yang Diraih Dr. Zakir Naik

ZAKIR NAIK—Seorang ulama asal India yang kini banyak dibicarakan dunia. Lewat ceramah dan tulisannya yang luar biasa. Ia mampu menyerukan segala jenis masalah secara sopan, argumentatif, dan menghargai orang dalam kehidupan di dunia untuk  kembali pada pondasi Al-Quran dan Hadist, sebagai sumber segala petunjuk.
Georgetown University, Amerika pada tahun 2011 hingga 2015 menerbitkan sebuah daftar umat Muslim berpengaruh di dunia. Dalam daftar itu, Zakir Naik menduduki peringkat ke 70 daftar dari 500 umat Muslim berpengaruh di seluruh dunia selama berturut turut.
Maka tidak heran, Dr. Zakir Naik banyak dikagumi oleh orang-orang di seluruh dunia, terutama ulama di Indonesia seperti Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Arifin Ilham, KH Abdullah Gymnastiar, hingga Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.
Selama 20 tahun lebih berdakwah, Zakir Naik mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai Negara atas kecintaannya terhadap Islam dan konsisten mencerdaskan umat.
Penghargaan pertama, Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud pada tahun 2015 menganugerahkan penghargaan ‘King Faisal International Prize’ kepada Dr. Zakir Naik, semacam hadiah Nobel pada kategori ‘Layanan kepada Islam’.
Hadiah terdiri dari sertifikat penghargaan, 200 gram medali emas dengan 24 karat, dan 750 ribu riyal Saudi atau 200 ribu dolar AS. Seluruh hadiah uang diterima Zakir Naik, disumbangkan untuk program Wakaf,Peace TV Network.
Kedua, Shaikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) menganugerahkan ‘Islamic Personality of 2013’ kepada Dr. Zakir Naik dalam ajang penghargaan bergengsi Dubai International Al-Quran Award pada 29 Juli 2013.
Penghargaan tersebut diberikan atas pelayanan luar biasa Zakir Naik terhadap Islam dan umat Islam pada tingkat global di Media, Pendidikan dan Filantropi.
Hadiah yang diterima dari UEA, 1 juta Dirham 272 ribu dolar AS. Ia sumbangkan untuk Wakaf dana pembuatan media Peace TV Network. Dr Zakir saat itu berusia 47 tahun merupakan penerima penghargaan termuda.
Ketiga, Syekh Dr. Sultan bin Mohammed Al Qasimi, Penguasa di Sharjah, memberikan penghargaan ‘Sharjah Award’ kepada Dr. Zakir Naik pada untuk layanan sukarela kepada Islam pada skala internasional, 16 Januari 2014.
Keempat, Dr Yahya Jammeh, Presiden Republik Gambia memberi Dr. Zakir Naik lencana penghargaan nasional tertinggi dari Komandan Nasional Republik Gambia di Gambia pada 15 Oktober 2014.
Kelima, Dr. Zakir Naik juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah Malaysia. Raja Malaysia, menganugerahkan penghargaan tertinggi dari Malaysia ‘Tokoh Ma’al Hijrah Distinguished International Personality Award for the Year 2013’ untuk layanan dan kontribusi yang signifikan pada perkembangan Islam pada 5 November 2013. Ia menerima sebuah plakat yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Malaysia Mohd. Najib Razak. Demikian dilansir Gulalives, Kamis (14/4/2016).

Kisah "Cinta Tak Sampai" Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

Satu fragmen yang menggambarkan tingkat tajarrud Umar bin Abdul Aziz yang luar biasa adalah kisah “Cinta Tak Sampai”-nya beliau.
Dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah jatuh cinta dengan sangat berat dan mendalam terhadap budak perempuan milik istrinya, Fathimah binti Abdul Malik.
Perempuan itu memang hanyalah seorang amah, seorang budak perempuan. Namun, ia sangat cantik jelita, mengalahkan banyak wanita merdeka di zamannya, dan budak itu milik Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan, istri Umar bin Abdul Aziz.
Sebelum Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, berkali-kali ia meminta kepada Fathimah, istrinya, agar sang istri menghibahkan budak perempuan itu kepadanya, atau menjualnya kepadanya.
Namun, karena budak itu sangat cantik jelita, dan sang istri mengetahui betapa berat dan mendalam “rasa cinta” Umar bin Abdul Aziz kepadanya, sang istri tidak mau memenuhi permintaan sang suami. Wajar lah, wanita mempunyai rasa cemburu, dan ia takut “kalah bersaing” dengan sang budak itu.
Sang amah atau budak perempuan itu pun mengetahui betapa berat dan mendalam “rasa cinta” Umar bin Abdul Aziz kepadanya.
Sampai akhirnya, tibalah masa di mana tanggung jawab kehilafahan jatuh pada Umar bin Abdul Aziz.
Kehidupan Awal Umar bin Abdul Aziz
Perlu diketahui bahwa dulunya gaya hidup Umar bin Abdul Aziz adalah gaya hidup istana, penuh dengan kemewahan dan bergelimang dalam harta dan fasilitas.
Maklum lah, ia adalah putra Abdul Aziz, dan Abdul Aziz adalah putra Marwan bin al-Hakam. Pamannya dan sekaligus mertuanya adalah Abdul Malik bin Marwan, salah seorang khalifah Bani Umayyah yang sangat terkenal.
Bahkan life style Umar bin Abdul Aziz yang sangat berbeda dari sisi kehebatan penampilannya itu, sampai-sampai muncul istilah: Cara berpakaian Umar, parfum Umar, gaya berjalan Umar, dan sebagainya.
Bahkan, banyak para anak gadis menjadikan Umar bin Abdul Aziz sebagai model dalam life style mereka.
Dulunya, Umar bin Abdul Aziz adalah seorang pemuda yang bercita-cita “unik”.
Sewaktu masih lajang, cita-citanya adalah menikahi Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan, putri cantik jelita anak khalifah yang sangat terkenal itu. Maka ia persiapkan dirinya sedemikian rupa, baik materi maupun inmateri, agar dapat memenangkan “kompetisi” dalam “memperebutkan” Fathimah bin Abdul Malik. Dan akhirnya, berhasil lah ia menikahi Fathimah binti Abdul Malik.
Lalu, ia pun bercita-cita ingin menjadi gubernur Madinah, satu jabatan kegubernuran yang paling bergengsi pada zaman itu, dan posisi yang paling banyak diminati oleh keluarga besar Bani Umayyah. Maka ia pun mempersiapkan diri sebaik-baiknya, baik dari sisi kapasitas moral, ilmiah, dan sebagainya, agar pilihan sang khalifah jatuh kepadanya untuk menjadi gubernur Madinah. Dan akhirnya, cita-cita ini pun berhasil ia raih.
Sukses menjadi gubernur Madinah, ia pun bercita-cita ingin menjadi khalifah. Maka ia persiapkan diri sebaik-baiknya, agar saat cita-cita itu tercapai, ia menjadi seorang khalifah yang sukses, dunia dan akhirat. Dan akhirnya, ia pun menjadi seorang khalifah.
Cita-Cita Tertinggi Khalifah : Surga 
Karena sudah tidak ada lagi cita-cita duniawi yang lebih tinggi dari khalifah, maka, setelah ia menjadi khalifah, ia bercita-cita ingin masuk surga Allah SWT.
Maka dipilihkan gaya hidup baru sebagai cara dan jalan untuk menggapai cita-citanya yang terakhir ini, disamping dengan cara menjadi khalifah yang seadil-adilnya.
Dan gaya hidup baru itu adalah gaya hidup zuhud. Maka seluruh harta yang ia miliki ia jual, dan hasilnya diserahkan ke baitul mal, sementara itu, sebagai seorang khalifah, ia hanya mengambil gaji dua dirham perhari, atau 60 dirham perbulan.
Sehingga, setelah ia menjadi khalifah, ia hidup sebagai seorang yang sangat miskin, dan fisiknya pun tidak lagi parlente, megah dan mewah seperti dahulu.
Kembali kepada Kisah Cintanya..
Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi miskin, dan hari demi hari disibukkan oleh upayanya menjadi seorang khalifah yang adil, istrinya, Fathimah bin Abdul Malik, merasa iba dan kasihan kepadanya. Maka dihibahkanlah budaknya yang cantik jelita itu kepada Umar bin Abdul Aziz.
Di luar dugaan sang istri dan budaknya sekaligus, ternyata Umar bin Abdul Aziz menolak hibah tersebut.
Sebenarnya, kalau saja sang istri dan sang budak itu mengetahui hal yang sebenarnya, keduanya tidak perlu terkejut. Sebab, momentum penghibahan itu terjadi setelah Umar bin Abdul Aziz bercita-cita ingin masuk syurga.
Sementara Umar bin Abdul Aziz tahu betul bahwa syurga itu diperuntukkan bagi seseorang yang memenuhi kriteria tertentu, yang diantaranya adalah firman Allah SWT:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى

(٤٠) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (٤١)

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (Q.S. An-Nazi’at: 40 – 41)
Bahkan Umar bin Abdul Aziz bertindak lebih jauh dari sekedar menolak hibah istrinya itu, meskipun hibah itu sendiri adalah budak perempuan yang sangat cantik jelita dan yang “dicinta”-nya secara berat dan mendalam.
Umar meminta kepada Fathimah untuk menjelaskan asal muasal budak perempuan itu, yang kemudian diketahui bahwa ia pada asalnya adalah tawanan perang yang kemudian menjadi budak. Dan pada saat para tawanan itu dibagi-bagikan kepada para prajurit, ia terjatuh menjadi bagian dari seorang prajurit.
Tetapi, dengan alasan menghilangkan kecemburuan prajurit lainnya, budak perempuan itu akhirnya diambil oleh khalifah Abdul Malik bin Marwan, yang lalu dihibahkan kepada putrinya, Fathimah.
Mendengar penjelasan itu, maka Umar bin Abdul Aziz meminta agar prajurit itu dipanggil untuk menerima kembali jatah dan bagiannya yang selama ini tertunda.
Prajurit itu pun datang, maka oleh Umar bin Abdul Aziz, diserahkanlah budak perempuan yang cantik jelita itu kepadanya.
Sang prajurit pun berkata: “Wahai amirul mukminin, budak perempuan itu adalah milik anda, maka terimalah. Namun Umar tetap menolak.”
Prajurit itu pun berkata: “Kalo begitu, belilah ia dariku, dan aku dengan senang hati akan menerima akad jual beli ini”.
Tawaran ini pun ditolak oleh Umar. Dan ia pun bersikeras agar sang prajurit itu membawa pergi budak perempuan tersebut.
Budak perempuan itu pun menangis dan berkata: “Kalau begini jadinya, mana bukti cintamu selama ini wahai amirul mukminin??”.
Umar menjawab: “Cinta itu tetap ada di dalam hatiku, bahkan jauh lebih kuat daripada yang dahulu-dahulu, akan tetapi, kalau aku menerimamu, aku khawatir tidak termasuk dalam golongan orang yang ‘menahan dirinya dari keinginan hawa nafsu’ sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Q.S. An-Nazi’at: 40 – 41.”
Semoga Allah SWT senantiasa merahmatimu wahai khalifah Umar bin Abdul Aziz.
 
Sumber : Buku 10 Kisah Cinta Paling Indah Sepanjang Masa, IBF (Islamic Book Fair)