by Danu Wijaya danuw | Dec 14, 2016 | Artikel, Dakwah
Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: “Jika ini perintah-Nya, Dia takkan pernah menyiakan kami.” Kalimat itu sulit dan berat sebab dia bersama bayi merah dan sergapan rasa menggulung: takut, sedih, kecewa, dan cemburu. Dan kalimat iman tak serta merta membuat langit turunkan keajaiban. Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah.
Proklamasi iman itu mengabadi, tanpanya kita tak bisa melakukan sa’i saat haji. Tak jumpa air zam-zam, tak bisa jumrah dan berucap “kama shallaita” di tahiyat. Hajar adalah wanita mulia, disisinya pun ada suami dan anak yang mulia. Tetapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki yang jahat lagi keji?
Mari mengaca pada Asiyah, wanita di sisi Fir’aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa. Dan wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam : “Bangunkan untukku rumah disisi-Mu, di surga terjanji itu.”
Selanjutnya inilah wanita suci, ahli ibadah pelayan umat yang tak pernah disentuh lelaki manapun. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu dan beratnya beban darinya lahir seorang anak tanpa suami. Tetapi begitulah iman. Ia tak menjamin untuk selalu berlimpah dan tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapa-Nya ditiap dera yang menimpa. Wanita itu diabadikan dalam surah Al Qur’an, maryam. Najasyi, para uskup Habasyah dan semua pecinta mencucurkan airmata ketika dibacakan surah tersebut.
Lalu hadirlah Khadijah. Wanita yang segala kata membisu didepan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji untuk hidupnya. Dimulailah perannya sebagai wanita yang menegakkan punggung suami dihadapan zaman, menyediakan kelembutan dan kelapangan hati.
Turunnya wahyu pertama serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak nabi Muhammad saw. Wanita itu menyambut gemetar suami dengan selimut lembut tanpa tanya. “Khadijah, wanita itu beriman padaku saat semua ingkar. Dia serahkan hartanya ketika semua bakhil.” kenang Muhammad bertahun kemudian.
Dari wanita ini lahir Fatimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi yang sujud. Beliau tak bangkit hingga wanita belia itu datang mengusap dan menyeka penuh tangis haru. “Tenang Fatimah, Allah takkan siakan ayahmu.” Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.
Penuh nyali wanita itu kembali ke Ka’bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara. “Ayahku Al Amin, akhlaknya mulia dan tak sekalipun dia pernah rugikan kalian.” Wanita itu terus bicara dan mereka khusyuk mendengarkan. Fatimah; dia putri Nabi setara raja, tapi pelayan pun tak punya. Dia istri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. Wanita ini ibu dari dua penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekah hingga lapar menyergap.
Mari takjubi Aisyah. Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4.000an hadist dan hafal ribuan bait syair. Ajaibnya wanita ini bergelar Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq (yang amat jujur putri pembenar kebenaran). Menguasai itu semua sebelum 18 tahun. Kehadiran wanita ini menjadikan hidup sang Nabi warna-warni, cantiknya, cerdas lincahnya, cemburu, juga iri dan fitnah yang mengguncang. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khutbah-khutbahnya. Menuntut bela pembunuhan ustman kepada Ali.
Sumber :
Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media
by Danu Wijaya danuw | Dec 13, 2016 | Artikel, Ringkasan Taklim
Ringkasan Tadabbur Surat Al Munafiqun ayat 9-11
“Berbekal Sebelum Hilang Kesempatan”
Ahad, 11 Desember 2016
Pkl. 18.00-19.30
Di Majelis Taklim Al Iman, Kebagusan
Bersama: Ustadz Fauzi Bahreisy
Pembahasan Ayat 9
- Yang menghalangi orang munafiq beriman kepada Allah secara tulus adalah ketamakan terhadap dunia
- Standar dan ukuran mereka adalah dunia
- Allah mengarahkan kita dalam ayat ini agar kita tidak menjadi orang munafik karena orientasi mereka adalah dunia
- Namun dalam ayat ini bukan berarti Allah melarang kita untuk menikmati dunia.
- Allah mempersilahkan kita untuk menikmati dunia cuma jangan sampai kita dilalaikan oleh harta dan anak-anak.
- Tidak berarti yang melalaikan manusia hanya harta dan anak-anak saja. Akan tetapi, dua hal itulah yang paling membuat manusia lalai kepada Allah.
- Setinggi apapun kedudukan kita, sebanyak apapun gelar dan pangkat kita, ujung-ujungnya kita akan kembali kepada Allah.
- Jika kita dilalaikan terhadap dunia maka kita termasuk orang-orang yang merugi
Pembahasan Ayat 10
- Setelah kita diingatkan Allah di ayat 9 agar tidak lalai kepada dunia, Allah memerintahkan untuk menginfakkan/mengeluarkan sebagian harta kita.
- Menurut sebagian mufassir tidak terbatas hanya harta saja, akan tetapi nikmat apapun yang Allah berikan kepada kita. Misal: ilmu. Kita harus keluarkan/ajarkan sebahagian ilmu kita kepada orang lain, jangan pelit.
- Kapan dikeluarkan..? Sebelum datangnya kematian (selama hidup).
- Para salafus shalih usianya rata-rata tidak panjang-panjang, tapi amal mereka luar biasa. Hingga sekarang masih bisa kita rasakan karya-karya mereka. Karena itu, mumpung kita masih hidup banyak-banyaklah beramal sholeh.
- Seandainya orang yang akan mati meminta penundaan kematian kepada Allah maka yang akan dia lakukan adalah shadaqah.
- Shadaqah dapat menghapuskan dosa-dosa sebagaimana sabda Nabi
Pembahasan Ayat 11
- Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila waktu kematiannya telah datang.
- Allah Maha Teliti apa yang kita kerjakan.
Dipersembahkan oleh:
Majelis Taklim Al Iman
www.AlimanCenter.com
by Danu Wijaya danuw | Dec 13, 2016 | Artikel, Dakwah
Pasca aksi damai Bela Islam 212 yang berlangsung di Lapangan Monas pada 2 Desember lalu, saat ini muncul Gerakan Nasional Salat Subuh Berjamaah 1212 yang digelar pada tanggal 12/12/2016.
Acara salat subuh berjamaah tersebut dilaksanakan secara serentak dibeberapa daerah di Indonesia. Shalat Subuh berjamaah lalu dilanjutkan dengan penyampaian tausyiah oleh para ulama. Acara dipusatkan di Masjid Raya kota-kota besar dan dihadiri ratusan ribu jamaah.
Fenomena luar biasa ini membangkitkan kesadaran umat Islam untuk menghidupi shalat subuh berjamaah sebagai kebangkitan Islam. Diantara manfaat shalat subuh berjamaah yaitu
1. Dihitung seperti shalat semalam penuh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “…barangsiapa yang shalat subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Suasana shalat subuh 1212 penuh jamaah di masjid Agung Medan, Sumatera Utara
2. Berada dalam Jaminan Allah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya ….” (HR. Muslim no. 163)

Shalat subuh berjamaah 1212 di masjid Pusdai Bandung bersama Wagub Dedi Mizwar, Aa Gym, Ust Bachtiar Nasir, dan Syekh Ali Jaber
3. Penghalang masuk neraka.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh)…” (HR. Muslim no. 634)

Shalat subuh berjamaah 1212 di masjid Sunda Kelapa Jakarta meluber hingga keluar
4. Salah satu penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

Ribuan jamaah shalat subuh berjamaah 1212 di masjid Balaikota Depok meluber hingga kedepan halaman
5. Disaksikan para malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

Ustad Arifin Ilham memberikan tausyiah usai shalat subuh berjamaah 1212 di masjid Agung al Munawarah kota Banjar Baru Kalimantan Selatan. Terkumpul Rp 27 juta untuk donasi gempa Aceh
6. Meraih pahala haji umrah sempurna
“Barang siapa menegakkan shalat subuh berjamaah di masjid, lalu ia duduk berzikir (tadurrusan) sampai matahari terbit, lalu menegakkan shalat dua rakaat, maka ia akan meraih pahala haji dan umrah. Rasulullah melanjutkan shalat “sempurna, sempurna, sempurna” (HR At-Tirmidzi).

Suasana Shalat subuh 1212 di Masjid Raya Al Mujahidin, Pontianak Kalimantan Barat. Terkumpul dana Rp72 juta untuk donasi korban gempa di Aceh
Setelah Gerakan Subuh Berjamaah 1212, para ulama mengajak masyarakat di sekitar rumah untuk memakmurkan masjid. Salah satunya dengan rajin shalat Subuh berjamaah.

Shalat subuh berjamaah 1212 di masjid Agung Cilacap Jawa Tengah
Peserta Gerakan Subuh Berjamaah 1212 di Masjid Raya mengatakan sengaja untuk shalat Subuh berjamaah tersebut dalam rangka memenuhi seruan para ulama. “Inikan seruan para ulama dari aksi sebelumnya. Jadi kalau disuruh bergerak, ya saya bergerak,” katanya saat ditemui usai shalat Subuh.

Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) H Nazar Haris menyampaikan ceramah usai shalat subuh 1212 di masjid Al Falah Jatiwaringin, Bekasi Jawa Barat
Gerakan subuh berjamaah kali ini adalah bukti dari kecintaan umat terhadap ulama. Selain itu ia meyakini kepatuhan umat untuk ikut serta pada gerakan 411, 212, dan 1212 merupakan wujud dari kebangkitan kepemimpinan para ulama.

Suasana shalat subuh berjamaah 1212 di masjid al Falah Surabaya, Jawa Timur
Di sisi lain, shalat Subuh juga memiliki filosofi yang luar biasa dan berdampak positif. Pasalnya ketika seseorang melakukan hal-hal baik di pagi hari, ia pasti akan semangat melakukan kebaikan pada keseluruhan hari tersebut. Gerakan ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi bangsa. Kecintaan masyarakat terhadap Islam semakin terlihat.

Shalat subuh berjamaah 1212 meluber hingga dibuatkan tenda di masjid Jogokariyan, Yogyakarta
Sementara itu, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (Miumi) DIY, Ridwan Hamidi menuturkan, setidaknya ada tiga hal yang hendak dicapai dalam Gerakan Subuh Berjamaah 1212 ini. Pertama, ulama bisa semakin erat untuk bersinergi. Kedua, umat bisa semakin taat pada ulama. Ketiga, penegakan hukum pada kasus penistaan agama.

Suasana shalat subuh berjamaah 1212 meluber hingga pelataran di masjid Agung Pekanbaru, Riau
Namun demikian, gerakan 1212 memiliki tujuan yang lebih luhur. Umat didorong untuk menghidupkan kembali aktivitas-aktivitas keislaman, seperti taklim dan belajar Alquran. Dan terlihat sekat-sekat umat Islam antar kelompok memudar dan semakin bersatu.

Suasana Shalat Subuh Berjamaah 1212 di Masjid Emerald, Bintaro
Aksi 1212 ini juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. GNPF-MUI, dalam keterangan resminya, mengatakan aksi 1212 ini menjadi tonggak persatuan umat Muslim. Aksi ini juga ditujukan untuk memelihara kekompakan dan kekuatan umat Muslim.

Marzukil Ali (mantan ketua DPR), Anies Baswedan (mantan menteri pendidikan) dan Sandiaga Uno (pengusaha muslim) ikut menghadiri shalat subuh berjamaah 1212 di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta
Gerakan Subuh Berjamaah yang diselenggarakan Senin (12/12) sukses dilaksanakan di berbagai daerah
by Danu Wijaya danuw | Dec 11, 2016 | Artikel, Sentuhan Nabi
Sirah Nabawiyah (Sejarah Nabi Muhammad SAW) adalah buku sejarah hidup yang paling asli/otentik dengan bukti yang kuat sehingga tidak meninggalkan keraguan sedikitpun dalam peristiwa-peristiwa besar dan kejadian-kejadian utamanya. Hal itu akan memudahkan kita untuk mengetahui penyimpangan, pemalsuan dan penambahan peristiwa atau mukjizat-mukjizat yang tidak pernah terjadi dan berlaku pada masa Nabi SAW hidup.
Keistiwewaan ini tidak kita dapatkan dalam sejarah hidup para nabi dan rasul yang diutus Allah SWT sebelumnya. Sejarah kehidupan Nabi Musa AS. telah bercampur antara yang benar dengan distorsi dan penyimpangan yang dilakukan oleh kaum Yahudi.
Begitu juga dengan sirah Nabi Isa as. Dimana injil-injil yang diakui oleh gereja sekarang dan mengandung ajaran dan sejarah hidup Nabi Isa as baru ditulis beberapa ratus tahun setelah diangkatnya Nabi Isa as ke langit sehingga banyak terdapat penyimpangan dan perbedaan antara ke semua kitab Injil tersebut dalam menceritakan tentang Nabi Isa AS.
Dalam Buku Sirah Nabawiyah, kita dapat mengetahui dengan jelas dalam semua fase kehidupan nabi Muhammad saw dari lahir sampai beliau wafat. Bahkan sebelum beliau lahir dari mulai kehidupan kakeknya Abdul Muthallib. Kita dapat mengetahui banyak tentang kelahiran Muhammad, masa kecil dan remajanya, mata pencahariannya sebelum diangkat menjadi Nabi, perjalanannya ke luar Makkah. Dan setelah beliau menjadi Nabi dan utusan Allah, maka kita dapat mengetahui sejarah hidup beliau secara lebih rinci dan lebih lengkap tahun demi tahun. Sehingga para ilmuwan barat mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah satu-satunya manusia yang begitu jelas bagi umat Islam.
Keistimewaan Sirah Nabawiyah lainnya adalah sejarah kehidupan seorang manusia yang dimuliakan Allah SWT. dengan risalah kenabian. Sehingga tidak ada cerita dongeng atau legenda yang tidak berdasar yang mengeluarkannya dari ciri kemanusiaannya atau menambah sifat ketuhanan atas dirinya.
Jika kita bandingkan dengan sirah Nabi Isa as atau pendiri agama lainnya seperti Budha tentu kita akan menemukan perbedaan yang mencolok dengan sejarah kehidupan Muhammad SAW. Hal ini membawa pengaruh yang besar bagi akhlak dan perilaku pengikut masing-masing. Anggapan bahwa Isa as dan Budha mempunyai sifat ketuhanan menjadikannya sulit untuk dijadikan sebagai suri tauladan agar dapat ditiru dalam kehidupan pribadi dan sosial pengikutnya.
Sedangkan Nabi Muhammad SAW akan selalu menjadi contoh manusia paripurna bagi setiap pengikutnya yang ingin mencapai kehidupan mulia di dunia dan akhirat.
Sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW ini juga mencakup semua aspek kehidupan sehingga dapat dijadikan contoh dan tauladan bagi setiap orang. Dalam sirah Nabi SAW ini kita akan menemukan bagaimana beliau sebagai pemuda, sebagai da’i, sebagai kepala negara, sebagai pemimpin pasukan, sebagai pendidik, sebagai ayah, sebagai suami, sebagai sahabat, sebagai tetangga dan aspek lainnya sehingga beliau dapat dijadikan tauladan bagi setiap orang. Dan itu tidak kita temukan dalam sejarah para nabi dan para pendiri agama lain.
Sejarah kehidupan Muhammad SAW ini sendiri memberikan bukti yang tidak diragukan lagi akan kebenaran risalah kenabiannya. Sejarah kehidupan beliau adalah sejarah manusia paripurna yang menyerukan dakwahnya secara manusiawi, bukan melalui kemampuan luar biasa dan mukjizat-mukjizat besar.
Barangsiapa yang mengetahui bagaimana pasukan Nabi SAW. yang sedikit mampu mengalahkan pasukan yang berkali-lipat jumlahnya dari pasukan beliau, dan betapa pendeknya masa penyampaian risalah kenabiannya, yaitu hanya sekita 23 tahun padahal ia menghadapi tantangan dan rintangan yang begitu besar, maka ia akan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah seorang utusan Allah SWT yang mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.
Alhamdulillah, di tengah dekadensi moral saat ini, cahaya Islam perlahan menyeruak kembali dan mendekati kejayaannya. Salah satu indikasinya ialah bermunculannya penerbit Islam yang tak henti mencetak karya-karya ulama salaf maupun kontemporer.
Termasuk di dalamnya ialah buku-buku mengenai sejarah hidup Rasulullah dan detail dakwah beliau selama di Mekkah-Madinah. Buku mengenai Sirah Nabawiyah tersebut kini ada dalam beragam versi. Beda penerbit, bisa jadi beda pula penulisnya. Karena beda penulis, gaya penulisannya pun berbeda. Tak jarang, para pembaca bingung harus memilih mana Sirah Nabawiyah yang cocok bagi dia. Padahal bisa jadi, ada Sirah Nabawiyah yang hanya cocok bagi para akademisi, dan ada yang kurang cocok bagi orang awam.
Sebab itu, pada artikel kali ini akan ada 5 rekomendasi buku Sirah Nabawiyah yang shahih dan terbaik yang populer didunia serta penjelasan mengenai isi dan gaya kepenulisan para pengarangnya.
1. Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury

Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury ini merupakan pemenang pertama lomba kepenulisan sejarah hidup Rasulullah Saw. yang diadakan oleh Rabithah Alam Al-Islami. Buku ini sangat cocok bagi orang awam dan mereka yang pertama kali membaca Sirah Nabawiyah. Karena penulisannya sangat sistematis, mulai dari kelahiran Rasulullah hingga beliau wafat. Bahkan di bab awal ada pembahasan mengenai sejarah bangsa Arab. Serta di bagian akhir ada biografi singkat dari para istri beliau Saw.
Ar-Rahiq Al-Makhtum telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan dicetak oleh beberapa penerbit, di antaranya Pustaka Al-Kautsar dan Ummul Qura’.
2. Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam

Buku Sirah Nabawiyah ini merupakan salah satu buku sirah tertua. Ditulis oleh seorang ulama salaf, yakni Ibnu Hisyam. Penulisannya cukup sistematis dan lengkap dengan hadits-hadits yang menjadi sandarannya. Bagi orang awam, mungkin buku ini sedikit memusingkan. Karena Ibnu Hisyam menulis sejarah Rasulullah disertai riwayat-riwayat shahih yang menjelaskannya. Tapi bagi para akademisi, tentu hal tersebut tidak merepotkan. Sebab kehadiran riwayat-riwayat ini akan sangat membantu dalam menilai mana sejarah Rasulullah yang shahih dan mana yang telah ditambahi “bumbu penyedap”.
Sirah Nabawiyah ini juga telah banyak diterjemahkan dan dicetak. Penerbit Darul Falah mencetaknya dalam dua jilid, sedangkan Akbarmedia menerbitkannya dalam satu jilid buku dengan ukuran yang lumayan tebal.
3. Sirah Nabawiyah karya Dr. Sa’id Ramadhan Al-Buthy

Salah satu buku Sirah Nabawiyah terlaris di Indonesia ialah Sirah Nabawiyah karya Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy ini. Ulama asal Suriah tersebut mencoba menganalisa dan menemukan hikmah di balik perjalanan hidup Rasulullah Saw. Sangat cocok bagi Anda yang ingin merenungi serta memahami lebih dalam peri hidup Nabi Muhammad Saw. Buku ini tidak terlalu sistematis sebagaimana Ar-Rahiq Al-Makhtum. Penulis hanya memilih beberapa episode besar, lalu menjelaskan hikmah di balik episode tersebut.
Salah satu penerbit yang menerjemahkan dan menerbitkan buku ini ialah Rabbani Press.
4. Sirah Nabawiyah karya Musthafa As-Siba’i

Sirah Nabawiyah ini hampir mirip dengan karya Syaikh Al-Buthy. Tetapi ukurannya lebih tipis. Tidak cukup sistematis, tetapi mengambil beberapa episode besar lalu menghubungkannya dengan dakwah Islam. Sangat cocok bagi para aktivis Islam, aktivis dakwah kampus, dan mereka yang bergeliat di medan dakwah. Musthafa As-Siba’i mencoba mencari inspirasi mengenai strategi dakwah dari perjalanan hidup Rasulullah Saw.
Saat ini, bukunya telah diterjemahkan dan dicetak oleh setidaknya dua penerbit. Pertama, oleh Era Intermedia dan kedua oleh Pro-U Media dengan judul Muhammad Masih Hidup.
5. Sirah Nabawiyah karya Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi

Terakhir, ialah Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh seorang pakar sejarah ternama. Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Syaikh Ash-Shalabi ini seperti menghimpun isi Ar-Rahiq Al-Makhtum dan Sirah Nabawiyah karya Syaikh Al-Buthy. Penyusunannya lumayan sistematis disertai hikmah tersembunyi di beberapa episode kehidupan Rasulullah Saw. Tidak heran, buku ini bisa mencapai dua jilid ketika diterjemahkan.
Penerbit yang mencetak terjemahan buku ini antara lain Beirut Publishing dan Pustaka Al-Kautsar.
Demikianlah 5 rekomendasi buku Sirah Nabawiyah terbaik yang dapat Anda baca dan miliki. Selamat membaca dan menghidupkan kembali tradisi para ulama kita.
Sumber:
Al-Sirah al-nabawiyyah: durus wa ‘ibar, DR. Musthafa al-Siba’i, al-Maktab al-Islami, Beirut.
by Danu Wijaya danuw | Dec 9, 2016 | Artikel, Dakwah
1. Bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,
خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة
“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).
2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at
Kewajiban sholat Jum’at merupakan sebesar-besar kewajiban Islam yang paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) karena meremehkannya, niscaya Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.
3. Terdapat waktu yang orang berdo’a di dalamnya di ijabahi (dikabulkan).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhuberkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه
“Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)
Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, “Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة
“(waktu ijabah tersebut) yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya sholat.” (HR Muslim).
Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390).
4. Bersedekah di dalamnya kebih baik dari pada bersedekah pada hari lainnya.
Ibnul Qayyim berkata, “Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”
Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan),
والصدقة فيه أعظم من الصدقة في سائر الأيام
“Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (hadits mauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).
5. Ia adalah hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,
(( وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ))
“Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS Qaf, 35)
Beliau berkata, “Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”
6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan.
Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhumaberkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…
“Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).
7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa.
Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
لا يغتسل رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم الإمام إلا غفر له ما بينه وبين الجمعة الأخرى
“Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).
8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun.
Ssebagaimana hadits Aus bin Ausradhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salambersabda,
من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير
“Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa dan sholat setahun?!
Dimana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Dimana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?!
( ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُوْ الفَضْلِ العَظِيْمِ )
“Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS al-Hadiid, 21)
9. Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.
Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387).
10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah.
Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amrradhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,
ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر
“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani).
Oleh : Syaikh Khâlid Abū Shâliĥ
by Danu Wijaya danuw | Dec 7, 2016 | Artikel, Dakwah
Sosok inspirator longmarch umat Islam yang jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta sejauh 200 KM lebih adalah K.H. Nonop Hanafi, yang dikenal sebagai pimpinan pondok pesantren Miftahul Huda II Ciamis. Dengan aksi jalan kaki, banyak umat Islam dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya tergerak untuk tak mau kalah melakukan aksi jalan kaki ke lokasi acara Aksi Bela Islam 3 di Monas. Bahkan sebagai bentuk atas apresiasi menaikkan ghirah umat Islam, akhirnya GNPF MUI memberi shaf pertama kepada para mujahid Ciamis.
KH Nonop Hanafi adalah sosok kiyai istiqomah dalam menegakan amar makruf nahi munkar di kabupaten Ciamis. Penerus ulama kharismatik Ciamis dari mertuanya KH Umar Nawawi ini, memang begitu getol menyoroti permasalahan umat termasuk dalam kasus penistaan agama ini. Begitu kuat menggelorakan semangat hingga berhasil mengantarkan mujahid Ciamis 600 orang dari awalnya 1.000 orang berjalan dibawah terik matahari, hujan, sandal sobek, serta kaki pegal dan bengkak. Banyak warga yang terharu, menangis dan ikut menyumbang logistik ketika mujahid Ciamis melintasi jalan rumah mereka.
“Maksud dan tujuan warga Ciamis ke Jakarta adalah ingin memberikan pesan agar Ahok segera diberi keadilan hukum, sebab penista agama langsung di tahan Saya membantah ada muatan politik dalam aksi ini. Ini murni sebagai respons umat atas penistaan agama yang dilakukan Ahok,” katanya.
Bukan kali ini saja KH Nonop melakukan aksi bela Islam. Menantu dari KH Umar Nawawi ini memang sebelumnya getol menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk korban agresi militer Israel terhadap warga Palestina di jalur Gaza. Saat itu dihadiri Syekh Mahmud, salah seorang warga Palestina.
KH Nonop juga berhasil meyakinkan Bupati Ciamis H. Iing Syam Arifin untuk ikut serta menggalang dana dan peduli terhadap Palestina. KH Nonop juga kerap jadi kordinator aksi lapangan untuk aksi memberantas maksiat di Ciamis. Namun KH Nonop menolak kekerasan.
Contohnya : ketika aksi oknum ormas Islam yang menggeruduk kantor Bupati akibat kedapatan 5 PNS nyemen di warung makan, pada saat razia yang dilakukan salah satu ormas islam di bulan Ramadhan pada siang hari?. Saat itu Bupati Ciamis Iing Syam Arifin dimaki-maki. Kejadian itu memicu protes dan kecaman di media sosial.
Disaat situasi memanas, bersama para ulama Ciamis diantaranya pengasuh pondok pesantren Darussalam KH. Fadlilyani Ainusyamsi atau akrab dipanggil Ang Icep, KH. Ahmad Hidayat pimpinan ponpes Cijantung, KH Saeful Uyun, KH. Syarif Hidayat, KH Mashum, KH Ali, tokoh masyarakat serta tokoh agama lainnya, KH Nonop ikut silaturahmi dan mendamaikan ormas tersebut.
Sekilas Pondok Pesantren Miftahul Huda II
Ponpes ini berdiri 1 November 1976 di Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Nama Miftahul Huda diambil dari nama pondok pesantren yang berada di Manonjaya kabupaten Tasikmalaya sebagai pesantren besar yang didirikan KH Choer Afandi. Pembangunan Miftahul Huda II, dirintis ulama karismatik KH Umar Nawawi dan KH Syadzili.
Miftahul Huda II pada awal pendiriannya sangat sulit. Berada di lokasi rawan banjir, karena berada di pinggir sungai. Seiring perjalanan waktu saat ini jumlah santri sudah mencapai 2.300 orang yang datang dari berbagai kota di Indonesia.