by Danu Wijaya danuw | Jun 10, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
PALESTINA—Agresi Israel terhadap Jalur Gaza pada 2014 telah menghancurkan banyak rumah warga selain merenggut nyawa. Pasca agresi, Qatar mengucurkan dana bantuan 407 juta USD untuk membangun kembali rumah warga dan pembangunan hunian baru setelah dihancurkan Israel.
Mengutip laporan PIC, di antara proyek pembangunan yang diberikan Qatar adalah membangun Kota Hunian dengan nama mantan Emir Qatar, Syekh Hamd bin Khalifah II yang memuat 3000 unit rumah.
Setelah proyek rampung, ribuan warga Jalur Gaza sumringah lantaran rumah mereka yang hancur kini sudah tergantikan.
Ahmad Abu Diqqah, seorang penerima bantuan rumah berterimakasih kepada Qatar. Abu Diqqah memiliki enam anggota keluarga mendapatkan flat seluas 130 meter persegi.
Abu Diqqah mengatakan setelah rumahnya hancur oleh serangan Israel, dia tinggal di bawah rumah bedeng yang sangat panas atau sangat dingin.
‘Kota Hamd’ selesai dibangun selama lima tahun. Kota ini sebagai penunaian janji Syekh Hamd bin Tamim Aalu II, Emir Qatar saat itu setelah mengunjungi Jalur Gaza.
Pembangunan Apartemen, Pertama 53 buah + Kedua 60 buah

Kota atau kompleks apartemen ini dibangun di atas lahan seluas 49 hektar dan dibangun dua tahap.
Pada pembangunan pertama berhasil dibangun dengan 53 gedung apartemen hunian, setinggi rata-rata 5 lantai dengan 3000 unit hunian dengan 1060 flat.
Kemudian pada pembangunan kedua nanti akan terdiri pembangunan 60 gedung apartemen dengan berisi 1264 flat dengan berbagai ukuran antara 100,115 dan 130 meter persegi yang bisa menampung 2300 keluarga.
Kini pembangunan kota ini dimulai tahap ketiga, setelah tahap kedua kunci sudah diserahkan.
Setiap sembilan bangunan apartemen ada fasilitas klinik kesehatan, masjid, lapangan, sekolah TK, sekolah, pusat perbelanjaan, parkir dan infrastruktur penuh.
by Danu Wijaya danuw | Jun 9, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Umat Islam nampak mulai berdatangan ke Masjid Istiqlal Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Ulama 96 sekaligus Buka Puasa bersama Alumni Aksi Bela Islam 212.
Nampak dihalaman Masjid Istiqlal sebuah mobil komando yang digunakan untuk orasi oleh sejumlah ulama secara bergantian. “UKHUWAH ISLAMIYAH SAVE ULAMA” demikian kalimat yang tertulis pada spanduk yang tertulis di mobil komando.

Selain tulisan seruan Ukhuwah Islamiyah, terdapat juga foto Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Presiden Turki Receb Tayyib Erdogan.
Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Sambo mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan pemberitahuan ke Polda Metro Jaya untuk melaksanakan unjuk rasa damai.
Selain juga sudah meminta izin kepada pengurus Masjid Istiqlal, lantaran Aksi 96 akan dikemas dengan tabligh akbar.
“Kalau tidak dikasih izin tabligh akbar di dalam masjid, Insya Allah tetap kami laksanakan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/6).
Massa yang didominasi pakaian serba putih nampak mendengarkan orasi dari para ulama dan tokoh diatas mobil komando.

Tak hanya pria, nampak terlihat pula sejumlah Muslimah mengikuti aksi tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan, jum’at (9/6/2017) sore, massa Aksi Bela Ulama terus berdatangan.
Sambo menambahkan, penggerak aksi telah menyiapkan sebanyak enam mobil komando di lingkungan Masjid Istiqlal. Saat tarawih, mobil komando akan menyambungkan suara takbir dan bacaan imam dari dalam masjid untuk jamaah yang ada di jalan raya.
Sumber : Ummatuna/Islamedia
by Danu Wijaya danuw | Jun 9, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengungkapkan bahwa kehadiran para pemimpin politik Hamas di Doha bertujuan untuk memfasilitasi persatuan Palestina.
“Kehadiran Hamas di Doha dikoordinasikan dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di kawasan ini, dan ini merupakan bagian dari usaha kita untuk menengahi faksi Palestina agar mencapai rekonsiliasi,” ujar Al Thani kepada laman Aljazeera, Jumat (9/6).
Pernyataan tersebut muncul empat hari setelah negara-negara teluk memutuskan hubungan diplomatik dan trasnportasi dengan Qatar.
Menurut analis politik, Modallal, peran Qatar di Palestina memang telah mengakomodasi dan mendukung dua sayap politik utama Palestina, yakni Hamas di Gaza dan Otoritas Palestina – Fatah di Tepi Barat.
Sementara dukungan kepada Ikhwanul Muslimin (IM) bersifat menghormati mereka yang moderat. Berjuang dengan adil melalui kotak suara tanpa senjata, walaupun akhirnya dikudeta militer Mesir. Tuduhan kepada IM menurutnya hanya disebabkan kebencian saja.
Qatar Tidak Akan Menyerah
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menyerah pada tekanan yang dilakukan oleh negara-negara tetangga Arabnya.
“Negara ini juga tak akan mengubah kebijakan luar negerinya dalam menyelesaikan perselisihan antar Arab.” kata Sheikh Mohammed Al Thani kepada Aljazeera.
Dengan demikian, berarti Qatar tak akan mengubah kebijakan luar negerinya terkait tekanan agar menghentikan dukungannya terhadap Hamas Palestina dan Ikhwanul Muslimin (IM).
Hal itu disampaikan Sheikh Mohammed Al Thani kepada Aljazeera, Jumat (9/6), menyusul sejumlah tuntutan yang diajukan Arab Saudi.
Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok bersenjata dan saingan regional mereka, Iran. Qatar mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.
“Kami belum siap untuk menyerah, dan tidak akan pernah siap untuk menyerah, merdeka dari kebijakan luar negeri kami,” kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman.
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bersikap menantang bahwa Qatar dapat hidup dalam embargo untuk waktu yang lama.
Dukungan Internasional untuk Qatar
“Dia mengatakan Qatar mendapat dukungan dari masyarakat internasional dan bahwa mereka akan berhasil mengurangi konsekuensi krisis ini,” lapor koresponden Aljazeera itu.
Sheikh Mohammed Abdulrahman lebih lanjut mengatakan bahwa tentara Turki yang akan dikirim ke Qatar adalah demi menjaga keamanan seluruh wilayah.
Sementara itu, Qatar akan menghormati kesepakatan gas LNG yang dibuatnya dengan UEA meski negara itu telah memutuskan hubungan dengan Doha, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman mengatakan.
Sumber : Salam Online/ Aljazeera
by Danu Wijaya danuw | Jun 9, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tak hanya bertemu dengan Imam Besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman as Sudais.
Seusai berbuka bersama petinggi Masjidil Haram, Anies juga berkesempatan bertemu dengan Wali Kota Mekkah Osama al Bar (tengah berkacamata), Rabu malam (7/6/2017) waktu setempat.
Juru bicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengatakan, seusai bertemu Syekh Sudais dan Syekh Khalid al Humady, Anies diundang untuk iftar atau berbuka puasa di Masjidil Haram. Ruangan berbuka puasa itu adalah tempat khusus para imam, ulama, dan pengurus Masjidil Haram berbuka.
“Jarang ada undangan yang bisa berbuka di ruangan tersebut,” ujarnya, Kamis (8/6/2017).
Anies dan Istri Diantar Mencium Hajar Aswad
Usai berbuka dan salat maghrib, Anies dan istri, Fery Farhati Ganis diantar untuk mencium hajar aswad. Anies dan Fery dikawal oleh sejumlah askar (satuan pengaman) untuk bisa mencium hajar aswad.

Tak hanya itu, Anies dan Fery juga diberi kesempatan untuk bisa shalat sunat dua rakaat tepat di samping kakbah.
“Pak Anies bahkan tiga kali mencium hajar aswad,” tambahnya.
Anies kemudian diajak untuk menuju ke salah satu area di Masjidil Haram untuk melaksanakan salat tarawih. Area itu merupakan area khusus keluarga kerajaan, pejabat negara, dan ulama.
“Tempatnya tidak jauh dari area sai,” ujar Naufal.
Walikota Mekkah berdarah Palembang
Saat di area itu, Anies kemudian bertemu dengan Wali Kota Mekkah Osama al Bar.
Kepada Anies, Osama mengaku kalau kakeknya adalah orang Indonesia dari Palembang. Bahkan ibunya pun masih mengaku dari Palembang.
“Kepada Pak Anies, Wali Kota bercerita kalau keluarganya masih banyak di Palembang,” terangnya.
Anies kemudian mengikuti salat tarawih dari pukul 20.30 hingga 23.30 waktu setempat. Sebanyak 23 rakaat. Saat berbicara, diketahui ada sekitar muktamirin (jamaah umrah) yang datang mencapai 8,1 juta. Jauh lebih banyak dari masa haji yang normalnya 4 juta orang.
Anies merasa beruntung dari 8,1 juta orang yang datang mendapatkan banyak kesempatan. Bahkan bisa bertemu tiga imam besar di Masjid Quba, Nabawi, dan Masjidil Haram.
“Padahal Pak Anies hanya datang untuk niat umrah dan tidak menyangka disambut meriah,” ujar dia.
Anies Umrah hingga 11 Juni
Hingga hari kedua, Anies dan istri sudah melakukan beberapa hal dan mengunjungi sejumlah tempat.
Seperti misalnya berbuka puasa di Masjid Nabawi dan berziarah ke bukit pemanah perang Uhud, ke makam para syuhada di Jabal Uhud, ke Masjid Quba, dan Masjid Qiblatain.
Bahkan, Anies juga menyempatkan diri untuk salat dan berdoa di area Raudah (tempat Rasullullah beribadah)
Anies rencananya akan menjalani ibadah umrah hingga 11 Juni mendatang.
Naufal meminta doa dari masyarakat agar Anies bisa dengan lancar beribadah. Juga bisa tiba kembali ke Jakarta dengan selamat.
by Danu Wijaya danuw | Jun 9, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Setelah mendapatkan undangan kehormatan Imam Besar Masjid Nabawi, kini Anies Baswedan kembali mendapat kehormatan untuk menghadiri undangan khusus Imam Besar Masjidil Haram dan Pimpinan Pengurus Dua Masjid Suci, Syaikh Abdurrahman as Sudais, Rabu siang (6/6/2017) waktu Makkah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Syaikh Khalid al Hamudy, ulama terkemuka Mekkah tersebut membahas banyak hal bersama Anies. Mulai dari perkembangan Islam, konflik dunia, dan Indonesia.

Foto Syaikh As Sudais sedang menulis surat di mushaf dan memberi cinderamata
“Yang Mulia (Syaikh As Sudais) menerima Gubernur Jakarta.” tulis akun Reasah Alharmain
Di akhir pertemuan, Syaikkh Sudais memberikan sebuah Mushaf Al Quran dan di halaman depannya Beliau menuliskan sebuah surat yang berisi pesan dan harapan untuk Anies.
“Pesan ini ditulis tangan langsung oleh Syekh Sudais,” ujar Jurubicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak seperti dilansir rmoljakarta.com, Kamis (7/6/2017).

Langka, Tulisan tangan Syaikh As Sudais
Berikut terjemahan surat yang ditulis di Mushaf itu;
Hadiah
Tanda cinta, sayang, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta untaian doa yang tidak terputus-putus untuk Saudaraku Dr. Anies Baswedan (Semoga Allah selalu menjaga beliau).
Ucapan selamat teruntuk beliau atas apa yang Allah Subhaanahu Wa Ta’ala anugerahkan berupa menjadikan beliau Gubernur Jakarta.
Saya berwasiat kepada beliau agar senantiasa bertakwa (takut) kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan berpegang teguh kepada Al Quran Yang Agung ini dalam setiap hal.
Saya memohon kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala untuk beliau semoga senantiasa diberikan taufik dan bimbingan dengan doa yang tulus dari Negeri Haramain yang Mulia dan untuk Bangsa Indonesia Tercinta.
Yang mencintaimu karena Allah Taala
TTD
Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais
[islamedia]