by Danu Wijaya danuw | May 28, 2017 | Artikel, Ramadhan
Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan suatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:
“Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu.”
Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada 3 golongan prajurit.
Golongan yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu.
Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja.
Golongan yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.
Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam?
Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.
Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka.
Begitu pula bulan Ramadhan. Di dalamnya banyak sekali keberkahan. Dan kita memiliki 3 pilihan:
- Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.
- Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.
- Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.
Semoga kita termasuk golongan yang mengambil sebanyak-banyaknya kesempatan untuk mendapat magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan.
by Danu Wijaya danuw | May 28, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Muhammad Thambrin selaku Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) mengatakan bahwa berdasarkan data astronomi, Ahad (28/5/2017), matahari akan melintas tepat di atas Rumah Allah atau Ka’bah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA.
“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” ujar M Thambrin, seperti dilansir oleh Republika.
Peristiwa semacam ini, lanjut Thambrin, dikenal dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Atau secara penjelasan mudahnya ialah, waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari, akan menunjuk ke arah kiblat.
Thambrin juga menghimbau, momentum ini dapat digunakan oleh umat Islam untuk mengecek kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan bayangan benda ketika Rashdul Qiblah terjadi.
Kasubdit Hisab Rukyat Dit Urais Nur Khazin menegaskan kepada umat Islam yang ingin memverifikasi arah kiblatnya, hendaknya memperhatikan 3 hal berikut ini:
1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul
2. Permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.
Sumber : Inspira Data
by Danu Wijaya danuw | May 28, 2017 | Artikel, Ramadhan
Ramadhan merupakan bulan bersejarah, penuh histori kejayaan Islam. Penaklukan di berbagai wilayah, hingga kemenangan dalam beberapa peperangan yang menjadi kejayaan Islam.
Berikut ada 8 peristiwa penaklukan yang terjadi di bulan Ramadhan:
1. Fathu Makkah
Pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Rasulullah SAW beserta 10 ribu pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan, tanpa pertumpahan darah sedikit pun.
Kemudian Rasul saw menyucikannya dengan memusnahkan 360 patung di sekeliling Ka’bah. Lima hari sebelum berakhirnya Ramadhan tahun ke-9 H, Rasul saw mengirim Khalid bin Walid untuk musnahkan patung al ‘Uzza di Nakhla. Menurut kepercayaan Arab jahiliyah, al ‘Uzza adalah patung dewi terbesar di daerah tersebut.
2. Perang Badr
Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1 ribu tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran, dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri.
3. PengIslaman Yaman
Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-10 hijrah
4. Penyerahan Kota Taif
Kota Taif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Rasul saw saat berdakwah di sana. Setelah beliau dan umat Islam berhasil bebaskan Makkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Rasul saw.
Rasul saw dan tentara Islam lalu maju ke Taif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thaqif datang ke Makkah di bulan Ramadan tahun ke-9 H dengan serahkan kota Taif.
5. Menaklukkan Andalusia
Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Liberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa abad, mulai tahun 711 M sampai 1492 M.
Pada 28 Ramadhan tahun ke-92 H, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus. Dan akhirnya islam pun menang dalam pelerangan tersebut.
6. Peperangan Zallaqah
Peristiwa terjadi setelah subuh hari Jumat Ramadhan tahun 459 H. Ketika itu, terjadi kebangkitan dinasti Murabit di Afrika Utara. Gubernur Cordova, Al Muktamin minta bantuan Sultan Dinasti Murabit, Yusuf bin Tasyifin untuk memerangi Raja Kastilia Alfonso VI.
Tentara Alfonso VI yang berjumlah 80 ribu tentara berhasil dikalahkan. Dalam waktu yang singkat Sultan Yusuf berhasil menguasai seluruh dataran Spanyol.
7. Mengalahkan Mongol
Di 1258, tentara pimpinan jenderal Hulagu Khan menyerbu Baghdad yang menjadi kemegahan Dinasti Abbasiah. Kaum muslim banyak yang terbunuh, kira-kira jika korban islam dicelupkan ke sungai Dajlah sampai menghitam.
15 Ramadan 658 H atau 1260 M, tentara Islam bangkit membuat serangan balas. Dipimpin Sultan Qultuz dari dinasti Mamluk serang Mongol di Palestina yang dikuasainya, mereka bertemu di Ain Jalut, dan Islam menang.
8. Perang Yakhlis
Pada 15 Ramadan 1294 H, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34 ribu anggota mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740 ribu.
Sebanyak 10 ribu tentara Rusia tewas dalam pertempuran itu. Itu menjadi kebanggaan umat Islam mempertahankan agama yang diancam oleh pemerintah Tzar di Rusia.
Sumber : pusat data Islampos.com
by Danu Wijaya danuw | May 28, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Mekkah – Paul Pogba mempunyai cara khusus untuk merayakan trofi Liga Europa dan menyambut ramadan. Gelandang Manchester United itu ke Mekah.
Tiga hari setelah merayakan sukses di Liga Europa, Pogba terbang ke Arab Saudi. Dua misi sekaligus dijalani pemain termahal di dunia itu.
Dalam keterangan di instagram miliknya, Pogba menyebut keberangkatan ke Mekah itu untuk menyatakan terimakasih atas sukses Klub Setan Merah yang baru saja meraih trofi Liga Europa dengan mengalahkan Ajax Amsterdam di Stockholm.

“Dalam perjalanan untuk mengucapkan terimakasih buat musim ini. Jumpa lagi Manchester!” sebut pemain 24 tahun itu.
Pogba memang berperan besar dalam kemenangan MU dalam laga itu. Pogba mencetak gol pembuka dalam pertandingan di Friends Arena, Stockholm, Kamis (25/5/2017) dinihari WIB.
Henrikh Mkhitaryan memastikan kemenangan 2-0 MU atas Ajax.
Trofi itu menjadi koleksi ketiga MU musim ini dengan sebelumnya mendapatkan Community Shield dan Piala Liga Inggris.
Gelar juara Liga Europa itu sekaligus membuat MU mendapatkan tiket Liga Champions musim depan.
Setelah itu, Pogba mengunggah video selfie tengah mengenakan ihrom di depan kakbah di Masjidil Haram, Mekah. Rambutnya dibiarkan cepak dan hitam.
Setelah menjalani ibadah umrah, Pogba akan bergabung dengan Timnas Prancis untuk menjalani tiga laga internasional.
by Danu Wijaya danuw | May 27, 2017 | Artikel, Dakwah
Allah swt mewajibkan umat Islam berpuasa di bulan Ramadan serta menjanjikan pahala yang berlimpah bagi orang-orang yang berpuasa.
Karena pahala puasa sangat agung, Allah tidak menentukan jumlah pahalanya, akan tetapi Allah berfirman dalam hadits qudsi;
إلا الصوم فإنه لِي وأنا أجزي به
“Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Saya yang akan memberi pahalanya.”
Keutamaan bulan Ramadan banyak sekali, di antaranya Allah sediakan bagi orang-orang puasa pintu Ar-Rayyan.
Nama ini yang ada dalam hadits muttafaq alaihi, dari hadits Sahl radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka.
Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” (HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947)
Kenapa Allah bisa menghadiahi amalan puasa? Karena di dalam puasa, seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dan berbagai syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya.
Ar-Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Ar Rayyan ini adalah salah satu pintu di surga dari delapan pintu yang ada yang disediakan khusus bagi orang yang berpuasa.
Nama ini sesuai dengan keadaan orang-orang berpuasa terutama di bulan Ramadhan yang menahan diri dari makan, minum dan hawa nafsu. Rasa dahagalah yang lebih dirasakan oleh orang yang berpuasa berbanding lapar.
Zain Ibnu al-Munir berkata: “Rasulullah mengatakan pintu ar-Rayyan ada ‘di dalam syurga’. Sehingga orang-orang yang melalui pintu ini akan merasa kenikmatan syurgawi.
“Siapa yang memasukinya (memasuki pintu ar-Rayyan), maka akan meminum darinya. Dan sesiapa meminum darinya, maka tidak akan dahaga selamanya.” (Hadis Riwayat al-Nasa’I dan Ibnu Khuzaimah dari Sa’id Ibn ‘Abdurrahman, dan lainnya).
Ini merupakan penghormatan dari Allah swt kepada orang yang berpuasa. Sekaligus merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Allah swt juga akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa.
Sumber : Islamqa/shafiqolbu