0878 8077 4762 [email protected]

Kenangan Dakwah Qur'an dari Sepeninggalnya Penasehat ODOJ, Ustadz Fadlyl Usman Baharun,Lc Al Hafidz

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun, Dewan Penasihat komunitas One Day One Juz (ODOJ) Ustadz Fadlyl Usman Baharun,Lc Al Hafidz, telah berpulang ke Rakhmatullah.
Ustadz Fadlyl menghembuskan nafas terakhirnya pada hari selasa (25/4/2017) pukul 17:30 WIB di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur.
Semoga semua amal sholeh ustadz di terima Allah SWT, Semua dosanya Allah Ampuni, meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.
Profil dan Kenangan
Ustadz Fadlyl dikenal sebagai pribadi yang sangat luar biasa semangatnya dalam mendakwahkan Al-Qur’an. Bahkan dalam kondisi sakit, Ustadz Fadlyl tetap mengisi kajian.
Ustadz Fadlyl juga mendirikan Rumah Quran Indonesia yang telah berhasil melahirkan para penghafal Al-Qur’an.
Beliau juga pernah ikut demontrasi jalanan dalam rangka membebaskan Palestina dan Masjidil Aqsha. Kadangkala beliau di tunjuk menutup aksi demonstrasi dengan doa, doa yang menyentuh dan menggugah.
Beliau juga yang peduli dengan kondisi ruhiyah para da’i. Dengan Darut Tarbiyahnya beliau menginisiasi acara Mabit (Malam bina iman dan taqwa) bagi para da’i, agar ruhiyah da’i terus terjaga dan selalu termotivasi utk ditingkatkan
Penyakit yang beliau derita tidak menyurutkan perjuangan beliau untuk terus dan terus melahirkan generasi hafidz/hafidzoh.
Dengan kondisi yang lemah, beliau masih memotivasi para santri untuk menyelesaikan hafalannya.
Ditengah kelelahan, beliau juga masih tampak ceria melayani para org tua santri.
Ujian dan rintangan melahirkan generasi hafidz/hafidzoh bukanlah hal mudah, tapi beliau membuktikan bahwa semua amal yang dikerjakan secara ikhlas dan sungguh-sungguh akan menemukan taqdir kesuksesannya.
Khidmat dan perjuangan beliau melahirkan generasi hafidz/hafidzoh quran adalah teladan bagi kita semua para da’i pecinta Al Quran.
Antum ahlul Quran Yaa Ustadz. Semoga Allah membalas semua amalmu dengan Surga-Nya. Aaamiin…
 
Sumber : Islamedia/AbuWafa

Allah Hadiahkan Surga Saat Keguguran

Mengandung merupakan suatu yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami istri. Namun, ketika kandungan itu mengalami keguguran semua akan merasakan sedih. Terlebih wanita yang merasakan hal tersebut. Ia akan sulit menerima bahwa bayi yang dikandung dan dinantinya tidak akan terlahir ke dunia.
Akan tetapi ada hiburan yang diberikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yaitu surga atas pahala kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut. Bagi para ibu yang mengalami musibah ini agar bersabar dan bagi petugas kesehatan seperti bidan, dokter dan perawat muslim bisa segera memberikan nasihat dan hiburan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga dengan bersama ari-arinya (سرره) apabila ibunya mengharap pahala dari Allah (dengan musibah tersebut),” (HR. Ibnu Majah no. 1690).
Perlu diketahui, hadist ini masih diperselisihkan ulama mengenai keshahihahnya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ahkaamul Janaa’iz. Dihasankan oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wat Tarhib 3/57. Di dhaifkan oleh An-Nawawi dalam Al-Khulashah2/1066, Al-‘Iraqi dalam Mugnil Asfaar 1/373 dan Al-Bushari dalam Mishbahuz zujajah.
Meskipun Imam An-Nawawi rahimahullah mendhaifkan hadits ini, akan tetapi beliau menyetujui maknanya, beliau berkata: “Kematian salah seorang dari anak adalah penghalang dari api neraka demikianpula janin yang keguguran,” (Al-Majmu’ 5/287, Darul Fikr, 1997 M, Syamilah).
Syaikh Shalih Al-Munajjid berkata,

وقد نص بعض العلماء على أن السقط يشفع في أبويه يوم القيامة

“Sebagian ulama menegaskan bahwa janin yang keguguran akan memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya di hari kiamat”
Hiburlah wanita yang sedang mengalami musibah tersebut agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Dan bagi ibu yang mengalaminya, bersabarlah, sebab akan ada balasan yang indah dari Allah SWT terhadap orang-orang yang bersabar.
 
Sumber: Muslimafiyah.com

Puluhan Masjid di Suriah yang Rusak akan Direnovasi oleh Pemerintah Turki

Sebuah yayasan yang dikelola oleh pemerintah Turki berjanji memperbaiki puluhan masjid yang rusak akibat perang Suriah.
Yayasan Diyanet Turki dilaporkan siap merenovasi puluhan masjid Suriah yang rusak parah akibat konflik berkepanjangan.
Menurut kepala yayasan Diyanet Turki, Mustafa Tutkun, yayasannya berencana untuk bekerja sama dengan Perdana Menteri Ankara guna membangun dan memperbaiki 66 masjid di Suriah.
“Kami berencana membangun dan memperbaiki 66 masjid dan bekerja sama dengan Perdana Menteri,” ungkap Kepala Yayasan, Mustafa Tutkun kepada AA, Ahad (23/4/2017).
Tutkun juga menegaskan bahwa proyek yayasannya akan dilakukan di beberapa tempat seperti di Cobanbey, Azaz, dan Jarablus. Beberapa masjid juga telah dibuka kembali setelah diperbaiki.
“Kami menyelesaikan perbaikan masjid Kebir, Nur dan Hasan di Jarablus dan telah dibuka kembali ke publik untuk tempat ibadah,” pungkas Tutkun.
Untuk proyek ini, Tutkun menyampaikan bahwa pihaknya akan menjalankannya di wilayah Cobanbey, Azaz dan Jarabulus. Bahkan, beberapa masjid telah berhasil dibuka kembali setelah menjalani beberapa perbaikan.
“Kami telah menyelesaikan perbaikan masjid Kabir, Nur dan Hasan di Jarabulus dan telah membuka kembali untuk digunakan sholat,” katanya pada Minggu (23/04/2017) kemarin.
Selain itu, Tutkun menambahkan bahwa yayasan tersebut telah memulihkan dan membuka kembali 127 masjid bersama Direktorat Agama yang telah dirusak oleh kelompok teror PKK di timur dan tenggara Turki.
Suriah telah dikepung dalam perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Bashar Al-Assad menindak warga pendukung kebebasan yang mayoritas adalah Sunni yang meletus sebagai bagian dari pemberontakan Revolusi Arab, dengan keganasan diktator yang tak terduga banyak membunuh warga sipil dan melanggar HAM Internasional.
 
Sumber: Anadolu Agency

Jadi Gubernur Jakarta, Anies akan Cabut Larangan Takbir Keliling dan Monas Diperbolehkan untuk Dzikir Akbar

Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan menegaskan bahwa akan mencabut sejumlah larangan semasa ahok memimpin Jakarta. Larangan tersebut berkaitan dengan kegiatan ke Islaman warga DKI Jakarta yang notabene mayoritas muslim.
Menurut Anies, Indonesia merupakan negara Pancasila yang sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya, kata Anies, pemerintah harus membantu kegiatan yang menyokong Pancasila, termasuk kegiatan keagamaan.
Dihadapan Umat Islam yang menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad di Masjid At-tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Anies akan mengembalikan semuanya.
“Latihan penyembelihan hewan kurban dibolehkan lagi, takbiran dibolehkan lagi, Monas boleh dipakai untuk majelis taklim, rumah dinas dipakai lagi untuk pengajian, kantor kelurahan untuk majelis taklim, GOR untuk majelis taklim. Insya Allah akan kami kembalikan semuanya (ke awal),” ujar Anies seperti dilansir tempo, senin (24/4/2017).
Sebelumnya, semasa ahok memimpin Jakarta, sejumlah kegiatan keislaman ditempat publik dilarang, seperti takbiran keliling saat Idul Fitri dan Idul Adha. Kala itu ahok menyarankan takbiran lebih baik dilaksanakan di masjid-masjid serta di kampung wilayahnya masing-masing.
Selain takbiran keliling, Ahok juga menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan.
Aturan itu berisi : pelarangan penjualan serta pemotongan hewan kurban di pinggir jalan dan sekolah.
Ahok juga pernah melarang masyarakat untuk mengadakan pengajian akbar di halaman Monumen Nasional.
Sehingga membuat Majelis Rasulullah memindahkan kegiatan pengajian akbar dari tempat seperti biasa di Monas pindah ke Masjid Istiqlal.
Namun ketidak adilan serta keberpihakkan ahok diperlihatkan dengan diperbolehkannya perayaan kegiatan kristiani Paskah akbar di Monas dengan ribuan jemaah.

Kucing Datangi Anda ketika Makan, Ini 3 Tanda Hikmahnya

Kucing merupakan salah satu hewan yang dicintai oleh Rasulullah saw. Tetapi, tak banyak orang menyukai hewan ini. Salah satu alasannya karena rasa takut atau memang punya pengalaman buruk mengenai hewan ini. Hanya saja, hewan ini banyak ditemui di mana-mana. Sehingga, cukup sulit bagi kita berpaling dari hewan ini.
Seperti halnya ketika sedang makan, seringkali ada kucing yang datang secara tiba-tiba. Meski banyak orang bersama Anda ketika makan, tetapi kucing itu menghampiri Anda, maka ada tanda-tanda hikmah tertentu lho!
Ya, sedikitnya ada tiga tanda dari kedatangan kucing ketika Anda makan. Apa sajakah itu?
Pertama, kedatangan kucing merupakan pertanda kalau Allah Swt mengingatkan kita bahwa semua rezeki yang kita dapatkan bukanlah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang seharusnya kita keluarkan. 
Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi. Tanpa menunaikan hal semacam ini, pasti kita sebagai umat Islam belum menjalankan semua aturan yang perlu ditegakkan.
Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita jikalau karunia Allah yang kita terima juga harus dibagi dengan makhluk lain seperti kucing.
Artinya dalam makanan yang kita santap, ternyata ada rezeki untuk kucing yang semestinya kita berikan.
Kedua, memberi makanan pada makhluk Allah termasuk kucing merupakan satu kebaikan.
Sesuai dengan firmannya, Allah akan melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan lainnya. Terlebih bila kita memberikan dengan ikhlas dan tak terpaksa.
Bila berbuat baik pada manusia, seseorang kerap menginginkan ada balasan serupa dari orang lain. Namun tak demikian bila manusia berbuat baik pada kucing.
Ketiga, Allah sedang memberitahu jika kita tak memberi makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rezeki baru yang bakal Allah berikan pada kita.
Rezeki itu luas bukan hanya sekadar uang, namun meliputi semua kehidupan baik itu kebahagiaan, persahabatan, kasih sayang dan sebagainya.
Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang sudah kita berikan terhadapnya. Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasanya berikan dengan penuh keikhlasan. Aksi berikut yang seharusnya dilakukan manusia saat memberi sesuatu kepada orang lain.