0878 8077 4762 [email protected]
Menguak 4 Fakta Keberadaan Islam di Korea Utara

Menguak 4 Fakta Keberadaan Islam di Korea Utara

Korea Utara adalah negara yang ‘tertutup’ terhadap berbagai macam akses informasi dan pengaruh dari luar. Termasuk soal agama. Namun kabarnya pengaruh Islam juga sampai di negeri komunis itu.
Tidak diketahui pasti bagaimana Islam menyebar dan masuk ke Korea Utara. Namun laporan PEW Research Center menyebutkan bahwa jumlah komunitas Muslim yang ada di sana hanya sekitar 2.000 jiwa, kurang dari 0,1 persen dari keseluruhan penduduk.
1. Islam hanya dari diplomat Kedutaan Asing saja

Kegiatan-keislaman-di-Korut

Suasana didalam masjid di Korut yang kebanyakan diisi wajah Kedutaan Asing


Dilansir dari laman nknews.org, Islam di Korea Utara hanya dipeluk oleh para staf kedutaan ataupun para pekerja organisasi internasional.
Rata-rata penduduk Korea Utara adalah Ateis/komunis. Sehingga pemeluk agama seperti Islam maupun Nasrani bersatu di bawah federasi agama Korea.
2. Hanya memiliki Satu Masjid di Kedubes Iran
inilah-pyongyang-mosque-satu-satunya-masjid-di-korea-utara-150807a (1)
Islam di Korea Utara ditopang oleh sebuah masjid bernama Pyongyang Mosque. Pyongyang Mosque merupakan satu-satunya masjid yang dimiliki negara komunis itu.
Masjid ini berlokasi di dalam Komplek Kedutaan Besar Iran, di Kota Pyongyang, tepat di sebelah Kantor Kedubes Rumania.
Meski begitu, sejauh ini tak ada yang tahu pasti seperti apa aktivitas rutin muslim Korea Utara di masjid tersebut.
3. Kemungkinan 0% warga asli Korea Utara memeluk Islam dan agama lain
Korea Utara dengan Islam mungkin bukan padanan yang pas. Tapi pada kenyataannya Islam berpotensi berkembang di sana, meskipun sangat lambat.
Pada data agamanya tercatat beberapa nama Islam di sana. Jumlahnya memang sedikit, tidak sampai 1%.
Menurut data yang ada, dipastikan 0% warga Korea Utara memeluk Islam. Tidak ada seorang pun masyarakat asli yang menjadi muslim.
Agama ini sendiri dibawa oleh diplomat-diplomat dari negara Islam, serta duta besar di sana.
4. Perayaan Keislaman di Korut Dilakukan oleh Kedutaan Indonesia
Perayaan-Idul-Adha-di-Pyongyang

Perayaan idul adha di masjid dgn papan nama Rouhani, terlihat paling kanan orang malaysia-indonesia


Kedutaan RI ternyata sudah bolak-balik melakukan berbagai macam acaara keislaman. Mulai dari Nuzulul Qur’an saat bulan Ramadhan hingga dengan Idul Fitri.
Tak ada masalah, pemerintah sana baik-baik saja dengan itu. Makanya, ini jadi bukti jika Korut sebenarnya membolehkan kegiatan Islam di masjid tertentu.

Sedekah di Hari Jumat

Hari Jum’at adalah hari terbaik selama sepekan. Allah siapkan ampunan, pengabulan doa, dan pahala besar bagi hamba-hamba beriman. Hendaknya mereka meningkatkan amal shalih dan ketaatan.
Salah satu amal shalih yang mendapat perhatian para ulama adalah sedekah. Yakni mengeluarkan infak dan sedekah di hari yang Allah limpahkan karunia dan kebaikan kepada para hamba-Nya. Sedekah yang diberikan akan bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi amal yang baik.
 
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.”
Lebih lanjut, Ibnul Qayyim juga mengatakan, “Aku pernah menyaksikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, jika berangkat menunaikan shalat Jum’at membawa apa yang terdapat di rumahnya, baik itu roti atau yang lainnya untuk dia shadaqahkan selama dalam perjalanannya itu secara sembunyi-sembunyi.”
Aku pun, lanjut Ibnul Qayyim, pernah mendengar gurunya mengatakan, “Jika Allah telah memerintahkan kepada kita untuk bershadaqah di hadapan seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka shadaqah di hadapan seruan Allah Ta’ala jelas lebih afdhal dan lebih utama fadhilahnya.”
Disebutkan dalam hadits Ka’ab,
والصدقة فيه أعظم من الصدقة في سائر الأيام
Sedekah di dalamnya lebih besar pahalanya daripada semua hari.” (HR. Abdurrazaq di Mushannafnya no 5558, hadits mauquf shahih dan memiliki hukum marfu’)
Begitulah kemuliaan Jumat yang dilakukan para ‘alim ulama. Fadhilah sedekah dihari Jumat yang dilakukan ulama shalih untuk menjadi acuan tabungan akhirat dalam kebaikan bagi seluruh umat Islam di dunia.

Memperbanyak Ibadah di Bulan Sya'ban Menyambut Ramadhan

Bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Bulan ini memiliki banyak keutamaan.
Ibadah-ibadah dibulan sya’ban diperbanyak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah saw mengisinya dengan memperbanyak berpuasa di bulan ini sebagai persiapan menghadapi bulan Ramadhan.
Bulan ini dinamakan bulan Sya’ban karena di saat penamaan bulan ini banyak orang Arab yang berpencar-pencar mencari air atau berpencar-pencar di gua-gua setelah lepas bulan Rajab. Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan:

وَسُمِّيَ شَعْبَانُ لِتَشَعُّبِهِمْ فِيْ طَلَبِ الْمِيَاهِ أَوْ فِيْ الْغَارَاتِ بَعْدَ أَنْ يَخْرُجَ شَهْرُ رَجَبِ الْحَرَامِ وَهَذَا أَوْلَى مِنَ الَّذِيْ قَبْلَهُ وَقِيْلَ فِيْهِ غُيْرُ ذلِكَ.

“Dinamakan Sya’ban karena mereka berpencar-pencar mencari air atau di dalam gua-gua setelah bulan Rajab Al-Haram. Sebab penamaan ini lebih baik dari yang disebutkan sebelumnya. Dan disebutkan sebab lainnya dari yang telah disebutkan.” (Fathul-Bari (IV/213), Bab Shaumi Sya’ban)
Banyak orang menyepelekan bulan ini. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan bulan syaban dalam hadits berikut:
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata,
“Ya Rasulullah! Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban ?”
Beliau menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dia adalah bulan amalan-amalan di angkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa”. (HR An-Nasai no. 2357, Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Shahih Sunan An-Nasai)
Sahabat Amr bin Qais apabila memasuki bulan sya’ban, ia menutup tokonya dan meluangkan waktu khusus untuk membaca Al Qur’an. Seraya ia berkata, “Sungguh beruntung ia memperbaiki dirinya sebelum ramadhan.”
Sejauh mana persiapanmu menjelang ramadhan?
Sebesar itulah peluangmu meraih kesuksesanmu di bulan tersebut.
 

Maksud Doa Merubah Takdir

Doa adalah permohonan atau permintaan. Doa senjata kaum mukmin. Doa merupakan kekuatan dan pegangan utama kaum lemah. Berdoa agar hajat kecil maupun hajat besar kita dapat dikabulkan oleh Allah SWT.
Seringkali berkesimpulan kekuatan doa bisa mengubah takdir, nasib, atau ketentuan Allah SWT. Sesuai hadist berikut :
“Tiada sesuatu pun yang dapat menolak takdir, kecuali doa. Dan tidak ada yang dapat menambah umur, kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya” (HR.Tirmidzi dan Hakim).
Hadist diatas masih diperselisihkan ulama. Sebab takdir ada yang tidak bisa diubah (taqdir mubram) seperti umur, jodoh, rezeki yang sudah diatur Allah swt.
Dan ada takdir yang berkaitan antar satu hal (takdir muallaq) seperti dari keluarga tidak mampu, dengan akal dan usaha, dapat merubah keadaan atau ketika dia sakit kemudian berobat maka akan sembuh.
Berikut point penjelasan maksud doa merubah takdir :
1. Kekuatan Doa yang Bagaimana yang Bisa Mengubah Takdir? 
Allah SWT berfirman:
“…. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,
maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. Albaqarah: 186).
Arti ayat diatas disiratkan, doa yang dikabulkan Allah adalah doa orang yang “memenuhi (segala perintah-Ku)” yaitu melaksanakan shalat, puasa, zakat dan sebagainya.
Kata “beriman kepada-Ku” yaitu percaya kepada Firman Allah swt dan Al Qur’an. Dan kata “selalu berada dalam kebenaran” yaitu tidak berbuat dosa atau melanggar larangan-Nya.
2. Takdir adalah sesuatu yang Ghaib
Takdir dari Allah SWT tak seorang pun bisa mengetahuinya. Bohong besar jika ada orang yang mengaku tahu masa depan, seperti para peramal atau paranormal itu!
“Jika sahabatku menyebut perkara takdir, maka hentikanlah mereka (membahas takdir)” (HR. Thabrabi).
Jadi, kita tidak tahu takdir apa yang ditentukan Allah buat kita, di dunia dan di akhirat. Tugas kita hanya tiga: ikhtiar (usaha), doa, dan tawakal yaitu berserah diri kepada-Nya setelah ikhtiar dan doa.
3. Doa disertai Ikhtiar (Usaha)
Ada sunatullah yang harus dipenuhi, maka doa saja tidaklah cukup. Tidak bisa kita hanya berdoa, lalu menunggu Allah mengabulkan doa itu. Tidak seperti itu syarat dan ketentuannya. Berdoalah, tetapi diiringi dengan usaha atau ikhtiar.
Saat rumah tangga sedang panas, lalu kita berdoa, “Ya Allah, buatlah agar suamiku mencintaiku.” Setelah berdoa, kita berharap suami kita langsung tiba-tiba mencintai kita. Tidak seperti itu. Kita harus tunjukkan rasa cinta terlebih dahulu kepada suami. Lakukan hal-hal yang bisa melembutkan hati suami.
Sebagaimana pesan dari Ibnu Athaillah dalam, Kitab Al-Hikam: “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu Yang Luar Biasa, padahal engkau Sendiri tak mengubah Dirimu Bahasa Dari kebiasaanmu?”
4. Doa Merubah Ketetapan adalah Rahasia Allah
Pertanyaan semisal pernah diajukan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (ketua di Hai’ah Kibarul Ulama atau semacam MUI di Kerajaan Arab Saudi), dengan redaksi, “Apakah doa memiliki pengaruh mengubah apa yang ditetapkan Allah kepada manusia sebelum terjadi?”
Maka beliau menjawab, “Tidak diragukan lagi, bahwa doa memiliki pengaruh untuk mengubah apa yang telah ditetapkan Allah.
Akan tetapi, perubahan karena sebab doa itu pun sebenarnya telah ditetapkan Allah sebelumnya. Janganlah engkau mengira bahwa apabila engkau telah berdoa, berarti engkau meminta sesuatu yang belum ditetapkan.
Akan tetapi, doa yang engkau panjatkan itu hakikatnya telah ditetapkan dan apa yang terjadi karena doa tersebut, juga telah ditetapkan
5. Tetaplah Berdoa
Walaupun begitu tetap berdoalah. Sebab Allah SWT bisa melakukan apa saja, tanpa halangan. Dalam hadist shahih Muslim
“Sesungguhnya Tuhanku berkata padaku: Wahai Muhammad! Sesungguhnya Aku kalau sudah menentukan sesuatu maka tiada seorangpun yang sanggup menolaknya”. (HR. Muslim).
Dalam Al Qur’an dijelaskan hanya Allah yang mengetahui perkara takdir yang sudah dituliskan di Lauhul Mahfudz, termasuk perkara buruk.
“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Ar-Ra’du:39).
Wallahu a’lam bish-showab.

Abbas : Inggris Harusnya Minta Maaf, Bukan Rayakan Deklarasi Balfour Israel

Deklarasi Balfour yang dideklarasikan oleh Inggris pada 1917 silam menjadi permulaan terbentuknya negara Israel di Palestina.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta negara kerajaan Inggris untuk meminta maaf kepada rakyat Palestina.
Bukannya meminta maaf, Inggris malah berencana mengadakan perayaan bersama dengan pejabat Israel untuk menandai 100 tahun kelahiran deklarasi Balfour.
Pidato Abbas di PBB dan KTT
Dalam sebuah pidato di hadapan Majelis Umum PBB, September 2016 lalu, Abbas meminta Inggris menyatakan permohonan maaf kepada rakyat Palestina karena telah ikut menyengsarakan mereka.
Kemudian Abbas juga mengulang permintaannya itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab di Yordania pada Maret lalu.
“Inggris tidak harus merayakan ulang tahun ke-100 Deklarasi Balfour, yang jadi pendukung utama lahirnya Tanah Air Yahudi di tanah Palestina. Sebaliknya, Inggris wajib meminta maaf kepada rakyat Palestina,” kata Mahmoud Abbas dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Selasa (26/4/2017).
Surat dari Inggris kepada Palestina
Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Inggris Manuel Hassassian menjelaskan, Inggris telah melayangkan sebuah surat yang ditujukan kepada pemerintah Palestina.
“Jawabannya datang dalam sebuah surat tertulis kepada Kementerian Luar Negeri Palestina, yang menyebut seruan permintaan maaf tersebut ditolak,” kata Hassassian.
Menurut Hassassian, berarti Ratu dan pemerintah Inggris tidak akan meminta maaf kepada orang-orang Palestina dan perayaan untuk menandai 100 tahun sejak perjanjian Balfour akan tetap digelar tepat waktu.
Petisi Online Agar Inggris Meminta Maaf
Sebelumnya, The Balfour Apology Campaign (BAC) sebuah organisasi Kampanye Permintaan Maaf Balfour, membuat petiisi online yang mendesak Inggris agar meminta maaf.
“Itu adalah surat yang bertanggung jawab untuk fakta Palestina tidak memiliki negara Palestina merdeka sampai hari ini,” menurut salah satu anggota BAC.
Sejauh ini diketahui sudah 12.000 orang yang menandatangi petisi tersebut.
Di Inggris, petisi yang dengan lebih dari 10.000 tanda tangan, harus menerima tanggapan resmi dari pemerintah Inggris. Kita bisa bantu ikut petisi dengan klik di change dengan judul tersebut.
 
Sumber : Muslim Daily