0878 8077 4762 [email protected]
Tersebar Foto Aamir Khan Pergi Haji Dengan Mendorong Kursi Roda Ibunya

Tersebar Foto Aamir Khan Pergi Haji Dengan Mendorong Kursi Roda Ibunya

Semarak tersebar foto Aamir Khan yang berangkat haji dengan mendorong kursi roda ibunya, Zeenat Hussain pada tanggal 19 Oktober 2012, yang terlihat di Mekkah, Arab Saudi.
Menurut laporan, Aamir mendorong kursi roda ibunya di setiap langkah untuk membuatnya nyaman.
17990779_1632089486819214_4651752567766111310_n
Kegiatan haji Aamir Khan saat itu diliput banyak media India, mulai dari IndiaToday, HindustanTimes, dan lainnya.
Bentuk bakti kepada orang tua, dan wujud kasih sayang dari anak kepada ibunya telah dicontohkan Aamir Khan dengan melayani ibunya saat haji di Mekkah.
Ziarah haji tersebut terjadi di antara jadwal sibuk promosi film thriller kejahatan Tunaash yang sedang booming saat itu.
Sebagai salah satu dari lima pilar Islam, haji diperintahkan pada semua Muslim yang secara fisik dapat melaksanakannya. Masjid-masjid besar di Mekkah dan Madinah, dua agama tersuci dalam Islam, menarik jutaan peziarah setiap tahunnya.
Aktor India yang terkenal secara internasional setelah memerankan film Three Idiot ini, memang berasal dari keturunan keluarga muslim “khan” di India.
Aamir Khan menikahi Kiran Rao yang beragama hindu pada tahun 2005. Pasangan beda keyakinan ini bertemu di lokasi syuting Dhobi Gat. Pasangan aktor dan sutradara ini, kini telah dikaruniai seorang anak bernama Azad.

Rumus Mencari Istri Ala Bapak Matematika

Siapa yang tak kenal dengan Kharizmi? Ilmuan Penemu angka nol ini sangat terkenal di kalangan masyarakat. Ia bernama lengkap Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Ia lahir di Khawārizm (Khiva, Uzbekistan) sekitar tahun 780. Karenanya ia dikenal sebagai Al Khawarizmi.
Al Khawarizmi juga disebut sebagai Bapak Matematika atau Bapak Aljabar. Sebab, aljabar yang hingga kini digunakan berasal dari bukunya, Al-Jabar. Buku karyanya itu membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Selain ahli matematika, Al Khawarizmi juga ahli astronomi dan astrologi.
Suatu hari, Al Khawarizmi ditanya tentang calon istri terbaik. Penemu bilangan nol ini kemudian menjawab dengan menggunakan rumusnya.
“Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi dibelakangnya. Jadi nilainya 100
Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. Jadi nilainya 1000
Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya agama, nilainya hanya 0.
Berarapun 0 dihimpun, ia tetap 0.”
Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama.
Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.
Hikmah Agama Didahulukan
Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekadar pengetahuan. Bukan pula latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik, artinya karakternya baik.
1. Cantik dan Agama juga Baik
Wanita cantik dan agamanya baik, ia akan menggunakan kecantikannya untuk melayani suami. Persis seperti gambaran istri membahagiakan dalam hadits Nabi; jika dipandang ia menyenangkan. Maka ketenangan dan kebahagiaan pun memenuhi kehidupan pernikahan.
2. Kaya dan Agama juga Baik
Wanita kaya dan agamanya baik, ia akan menggunakan kekayaannya di jalan kebaikan. Seperti bunda Khadijah, ia membantu suami berdakwah, ia menggunakan hartanya untuk perjuangan Rasulullah.
3. Nasab (keturunan) terhormat dan Agama juga Baik
Wanita dari nasab terhormat dan agamanya baik, ia menjadi kehormatan tersendiri bagi suami. Dan juga menjadi saham yang baik bagi anak-anaknya nanti.
Maka jika engkau bertanya wanita manakah yang terbaik untuk menjadi istri, sesuai rumus Al Khawarizmi, jawabannya adalah pertama-tama carilah wanita shalihah barulah engkau perhitungkan kelebihan-kelebihan lainnya.

Demi Berkah, Sandiaga akan Jual Saham Bir Milik Pemprov DKI

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan akan tetap menjual saham di perusahaan bir milik Pemprov DKI. Sandiaga berkata saham Pemprov DKI di perusahaan bir tidak bermanfaat bagi warga Jakarta.
“Saya dari pertama kali komitmen (saham bir) dijual. Itu karena nggak nyambung banget dengan visi membahagiakan warganya,” kata Sandiaga di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4/2017).
Sandiaga mengatakan perusahaan bir bukan merupakan investasi hajat hidup warga kebanyakan. Ia menegaskan hal tersebut tidak akan terlalu berpengaruh pada pendapatan daerah.
“Program Pemprov itu kan untuk membahagiakan warganya . Kita yang penting kan harus memberikan pelayanan kepada semua masyarakat. Bir kan bukan hajat hidup orang banyak. Saya kan yang paham investasi,” ujarnya.
Sebelumnya pada masa kampanya, cagub DKI Anies Rasyid Baswedan berjanji akan menjual saham Pemprov DKI Jakarta di perusahaan bir jika terpilih menjadi gubernur. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi rencana tersebut.
“Banyak faktor, pertama karena memang konsumsi warga Jakarta terhadap bir juga rendah,” ujarnya di Pesing Garden, RT 01 RW 08 Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (24/1) lalu.
Alasan lain dari rencana tersebut adalah karena hendak menjaga anak-anak dari konsumsi minuman keras seperti bir. Banyak orang tua, dikatakan Anies, tidak ingin anaknya mengkonsumsi bir.
Seperti diketahui, Pemprov DKI memiliki 23 persen saham di PT Delta Djakarta. Perusahaan itu merupakan produsen dari sejumlah merek bir ternama, di antaranya adalah Anker, Carlsberg, dan San Miguel.
 
Sumber : Detik

Rasulullah Bertemu Beberapa Nabi di Setiap Langit dalam Isra' Mi'raj

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S. Al Israa’ 1)
Isra Mi’raj adapun rincian dan urutan kejadiannya banyak terdapat dalam hadits yang shahih dengan berbagai riwayat.
Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab beliau yang berjudul Al Isra’ wal Mi’raj menyebutkan 16 shahabat yang meriwayatkan kisah ini.
Mereka adalah: Anas bin Malik, Abu Dzar, Malik bin Sha’sha’ah, Ibnu ‘Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Ubay bin Ka’ab, Buraidah ibnul Hushaib Al-Aslamy, Hudzaifah ibnul Yaman, Syaddad bin Aus, Shuhaib, Abdurrahman bin Qurath, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, ‘Ali, dan ‘Umar radhiallahu ‘anhum ajma’in.
Di antara hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya,  dari sahabat Anas bin Malik :
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhubahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“ Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya).
Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi.
Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar .
Kemudian datang kepadaku Jibril  ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi  khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”.
Di Langit Pertama : Adam as
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?”
Dia menjawab:“Jibril”.
Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab:“Muhammad”
Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab:“Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Nabi Adam As.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Di Langit Kedua : Isa as dan Yahya as
Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam  meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?”
Dia menjawab: “Jibril”.
Dikatakan lagi:“Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab:“Muhammad”
Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab:“Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi ‘alaihimaa.
Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Di Langit Ketiga : Yusuf as
Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?”
Dia menjawab:“Jibril”.
Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab:“Muhammad”
Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab:“Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan (wajah).
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Di Langit Keempat : Idris as
Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?”
Dia menjawab:“Jibril”.
Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab: “Muhammad”
Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab: “Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (Maryam:57).
Di Langit Kelima : Harun as
Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?”
Dia menjawab:“Jibril”.
Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab:“Muhammad”
Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab:“Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan  Harun ‘alaihis salaam.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Di Langit Keenam : Musa as
Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?”
Dia menjawab:“Jibril”.
Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab: “Muhammad”
Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab:“Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa.
Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Di Langit Ketujuh : Ibrahim as
Kemudian Jibril naik bersamaku  ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?”
Dia menjawab: “Jibril”.
Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?”
Dia menjawab, “Muhammad”
Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?”
Dia menjawab, “Dia telah diutus”.
Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim as.
Beliau sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’mur 70.000 malaikat yang tidak kembali lagi.
Kemudian Ibrahim as pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha.
Di Sidratul Muntaha : Allah swt dan Perintah Shalat
Di Sidratul Muntaha ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar.
Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah. Sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya
Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam.
Dialog dengan Nabi Musa as untuk Kemudahan Shalat
Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam.
Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”.
Saya menjawab: “50 shalat”.
Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Israil”.
Rasulullah bersabda : “Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”.
Maka dikurangi dariku 5 shalat  (menjadi 45 rakaat)
Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata : “Allah mengurangi untukku 5 shalat”  (menjadi 40 rakaat).
Dia berkata : “Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.
Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan
Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam. Setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat.”
Kemudian saya turun, sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya.
Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.
Maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)
Untuk lebih lengkapnya, silahkan merujuk ke kitab Shahih Bukhari hadits nomor 2968 dan 3598 dan Shahih Muslim nomor 162-168 dan juga kitab-kitab hadits lainnya yang menyebutkan kisah ini.
Terdapat pula tambahan riwayat tentang kisah ini yang tidak disebutkan dalam hadits di atas.

Yayasan Telaga Insan Beriman Mengadakan Tasyakuran Bersama Jamaah Warga Kebagusan

Acara tasyakuran dimulai dengan pengajian taklim yang disampaikan oleh ustad Fauzi Bahreisy, Lc.
Pembicara menyampaikan hakikat mensyukuri nikmat Allah atas kemenangan jihad politik umat Islam di Jakarta.
Setelah ditutup doa dan ibadah shalat isya berjamaah, tasyakuran dilakukan dengan menjamu peserta jamaah Majelis Taklim Al Iman.
Pengurus Yayasan Telaga Insan Beriman dan Majelis Taklim Aliman menyediakan nasi kebuli, nasi kuning, berikut daging sapi dan ayam sebagai menu makan-makan bersama warga Kebagusan, Jakarta Selatan.