by Danu Wijaya danuw | Sep 30, 2016 | Artikel, Qur'anic Corner
Panglima penakluk Persia, yang melimpahi Madinah dengan harta. Sa’ad bin Abi Waqqash namanya, sang singa yang menyembunyikan kukunya, menitikkan air matanya ketika memasuki Balairung Kisra.
Melihat megah pilar, anggun mahlighai, gemerlap singgasana, dan mahkota berjejal permata; Sa’ad melantun firman-Nya Surat Ad-Dukhaan ayat 25-29.
“Betapa banyak taman-taman dan mata air yang mereka tinggalkan. Juga kebun-kebun bertanaman dan tempat indah nan mulia.” (ayat 25-26)
“Dan kesenangan yang mereka berlezat menikmatinya. Demikianlah, Kami wariskan semua itu pada kaum yang lain.” (ayat 27-28)
“Maka langit dan bumi tak menangisi mereka dan tiadalah mereka diberi tangguh.” (ayat 29)
Di lain hal, Abu Bakar juga menangis, dikala mendengar Surah An Nashr, yang dibacakan saat Fathu Makkah.
“Jika datang pertolongan Allah dan kemenangan dan kamu lihat manusia berbondong-bondong memasuki agama Allah.”
Dikala sahabat lain gembira, tetapi tidak bagi Abu Bakar. Ia malah berduka mendalam. Sebab menjadi tanda bahwa tugas Rasul akan selesai, pertanda wafatnya beliau, terputusnya wahyu dan dimulainya kemunduran.
Selalu ada pesan tersembunyi yang mengoyak batin ditiap hal yang terlihat. Mari selalu bertasbih dan beristighfar.
Sumber :
Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media
by Danu Wijaya danuw | Sep 28, 2016 | Artikel, Dakwah
Membenarkan tindak merusak dari siapapun pihak, tentu keliru. Dan yang paling keliru jika hilang kepedulian.
Nabi berkata “Aku hadiri sumpah membela si lemah (hilful fudhul) dirumah Abdullah bin Jad’an. Jika aku diundang dalam Islam untuk serupa, pasti akan aku penuhi.” (H.R. Ibnul Ishaq)
Kaidah besar pemerintahan menjadikan golongan paling lemah dalam negara sebagai basis perumusan kebijakan untuk melindungi seluruh rakyat.
Masih ada jalan untuk memberikan anggaran bagi perlindungan golongan lemah. Iktikad baik dinantikan semua. Sebab kegeraman itu bertumpuk. Seringkali para pembesar menggasak uang negara, masih tega ngotot menaikkan harga hajat insan.
Ya, Allah baikkan semua. Jika menaikkan BBM melampaui batas. Harapan tertuang dalam doa pada-Mu ya Rabbi. Bahwa kami pribadi selalu optimis dan positif melihat masa depan sehimpit apapun kesulitan.
Sumber :
Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media
by Danu Wijaya danuw | Sep 28, 2016 | Artikel, Dakwah
“Apabila Allah menghendaki bagi hamba-Nya kebaikan, maka Dia segerakan bagi sang hamba hukuman atas dosanya di dunia.
Dan jika Allah menghendaki bagi hamba keburukan, maka Allah diam dan biarkan dosanya itu tuk dibalasi siksa di akhirat ” (Hadist Shahih Jami’us Shaghrir no. 308)
Agar kebaikan kita bertumbuh. Tiap kita mengagungkan kebaikan sendiri, jadilah ia kian tak bernilai disisi Allah.
Tanamlah sebagian biji kebaikan dibawah permukaan. Sebab jika tergeletak dan nampak, ia sulit tumbuh sempurna.
by Danu Wijaya danuw | Sep 27, 2016 | Artikel, Dakwah
Berkata Ibnul Jauzi, “Dia yang benar keyakinannya kan bersungguh-sungguh. Dia yang meyakini panjangnya jalan tuk ditempuh, kan siapkan bekal. Dia yang sedikit pengertiannya, akan terhambat. Dia yang tak mengerti apa yang ditujunya, kan tercerabut.”
by Danu Wijaya danuw | Sep 27, 2016 | Artikel, Dakwah
Jika harus minta keringanan, merengeklah laksana Ayyub. Mohon disisakan hati dan lisan menzikirNya kala sakit rontokkan raga.
Jika harus bersalah, khilaflah seperti Adam. Sergap kesadaran membangkitkan penyesalan dan kesiapan memenuhi amanah baru.
Jika harus tergoda, berdebarlah bagai Yusuf. Kejelitaan kuasa merayu dan kau sebenarnya mau, tapi kaupilih lari tersobek bajumu.
Jika lelah bersabar, mari bersyukur. Jika lelah berpikir, mari berdzikir.
Jika perintah Allah terasa berat bagi kita, cara membuat ia jadi ringan ialah dengan melaksanakannya. Hikmah dan mudahnya kan menyusuli.
Jika iman berkuncup dalam dada, ketaatan serasa surga yang dicicipkan. Kemaksiatan adalah bara neraka yang disudutkan.
Jika sama-sama sering berkelebat, maka dosa mungkin lebih baik daripada shalat. Agar kita tak henti membaikkan diri.
Jika kau bisa mengalahkan kejahatan dalam jiwamu, maka kejahatan orang padamu takkan membahayakanmu.
Jika terasa sakit kala dihadiahi nasihat, mungkin hati kita memang perlu dirawat inap.
Jika sedikit tak tersyukuri, banyak pun tak mencukupi.
Jika dalam sempit tak terlatih memberi, dalam lapang pun sulit berbagi.
Sumber :
Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media