by Danu Wijaya danuw | Jan 4, 2018 | Artikel, Berita, Nasional
Sebuah video tentang Ustadz Abdul Somad sedang mengajar di kelas langsung viral di jagad dunia maya. Video yang berdurasi 17 menit ini direkam oleh seorang mahasiswa Ustadz Somad dan langsung dibagikan 2.633 kali oleh netizen.
“Beginilah Gaya dan Penampilan Ustadz Abdul Somad Lc, MA Ketika Mengajar. UAS Dosen Ganteng euyy,” demikian keterangan yang menyertai video tersebut.
Dalam video itu Ustad Somad tampak sedang menjelaskan mata kuliah tentang asal-usul hadist. Saat mengajar, Ustad Somad tidak menggunakan peci seperti yang kerap terlihat saat ia ceramah.
Rambutnya yang sudah agak memanjang terlihat jelas. Hal ini justru dinilai sejumlah warganet membuat penampilan Ustadz Somad menjadi lebih ganteng.
Sejumlah warganet juga menyoroti wajah Ustadz Somad yang terlihat lelah, namun tetap meluangkan waktu untuk mengajar mahasiswanya.
Berikut sejumlah komentar warganet yang melihat gaya Ustadz Somad saat mengajar.
Eli Yana : Ganteng ustad somad kayak fahri film ayat-ayat cinta.
Semangat ya ustad somad, moga sehat selalu biar bisa ceramah sampai ke Bagansiapiapi besok”nya dan moga selalu dlm lindungan Allah swt
Qomariah Elhadi: Subhanalloh…low di Perhatikan Manis jg ustd. Abdul Somad ni terlihat Lelah Sangat…Sehat Sllu ya Ustad…Barokalloh Fi ‘Umrik
Ibnu Addin : Mudah2 an anak kami bisa di terima di uin suska agar dpt berguru langsungpd tuan guru abdul somad aamiin.
Aswin Cules: Hhmm kasian liat ustad lesu gtu. Pasti capek habis ceramah sana si i terus ngajar lagi.
Sumber : M.Riau24.com
by Danu Wijaya danuw | Jan 4, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Ketika Donald Trump berencana untuk datang ke Birmingham Inggris, beberapa rekannya di Fox News mendapatkan kesempatan untuk melihat kota itu terlebih dulu.
Namun kontributor media Jaringan sayap kanan ini mengatakan bahwa Birmingham adalah ‘kota yang benar-benar Muslim’ dan ‘tak ada jalan’ untuk non-Muslim’ Birmingham mail melaporkan pada Senin (13/2/2017).
Komentator Steven Emerson menyita banyak perhatian ketika rekaman video selama 30 detik ini diposting di Youtube.
Setelah mendengar berita itu, Presiden Trump disebut-sebut akan mempertimbangkan untuk mendatangi kota Birmingham. Lalu, Emerson dan tim mendapatkan kesempatan untuk memeriksa kebenaran berita itu.
Emerson meminta maaf dan menyatakan: “Di Inggris, tidak ada zona larangan bagi non-Muslim, yang ada hanyalah kota-kota seperti Birmingham yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Namun hal ini tidak membuat non-Muslim tak diizinkan masuk kota.”
“Dan di salah satu wilayah di London, terdapat polisi Muslim yang benar-benar bertugas untuk menghukum siapapun yang tidak berpakaian sesuai dengan ajaran Islam,” tambah Emerson.
Mendengar berita seperti itu, pengguna Twitter langsung bereaksi pada klaim aneh yang diutarakan Emerson tersebut.
Sumber : Telegraph
by Danu Wijaya danuw | Jan 4, 2018 | Artikel, Dakwah
Jess Rhodes seorang mahasiswi asal Norwich, Inggris, mengaku sudah lama ingin mencoba memakai jilbab. Namun karena ia bukan pemeluk Islam, ia tak pernah punya keberanian. Hingga seorang rekannya menawarkan kesempatan untuk mencobanya.
“Dia meyakinkan, saya tak harus menjadi muslim untuk memakainya. Ini hanya soal kesopanan, meski jelas berkaitan dengan Islam. Saya pikir, mengapa tidak?”
Rhodes adalah satu dari ratusan perempuan non-Muslim yang pernah mencoba mengenakan kerudung sebagai bagian dari perayaan pertama World Hijab Day pada 1 Februari beberapa tahun silam.
Saat memakainya pertama kali Rhodes mengaku orang tuanya heran. “Reaksi spontan orang tua saya adalah bertanya-tanya, apakah itu ide baik,”
Kata Rhodes, yang memutuskan untuk mengenakan jilbab selama satu bulan. “Mereka khawatir saya akan diserang di jalan oleh orang-orang intoleran.”
Rhodes mengaku, jelas ia khawatir jadi sasaran penyerangan. Tapi setelah delapan hari mengenakan jilbab, ia justru terkejut dengan reaksi positif orang-orang di sekitarnya.
Esther Dale (28) yang tinggal di California juga memutuskan untuk berpartisipasi. Ia mencoba menutup kepalanya selama tiga hari.
Sebagai pemeluk Mormon, ia paham benar dengan pentingnya penerapan iman dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus menyadari, orang-orang kerap menghakimi seseorang berdasarkan pakaian yang ia kenakan.
Dale menganggap, ini adalah kesempatan baginya untuk membantu memerangi stigma buruk soal jilbab.
“Jilbab adalah bagian dari kesopanan, bukan hanya sekadar pakaian. Asumsi bahwa perempuan muslim memakainya atas dasar paksaan – terutama anggapan yang berkembang di AS, adalah salah,” kata dia.
“Ini kesempatan yang baik untuk mendidik orang-orang bahwa tak adil untuk menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang mereka kenakan,” kata Dale.
Sumber: ruangmuslimah/bbc
by Danu Wijaya danuw | Jan 3, 2018 | Artikel, Dakwah
MERASA capek dan lelah mengurus rumah tangga? Anak selalu berantakin seisi rumah, suami menuntut makanan selalu tersaji hangat, belum lagi rutinitas, nyapu, ngepel, mencuci baju yang seakan tak ada habisnya.
Untuk para suami, lelahkah bekerja setiap hari? Dimaki bos di kantor, disikut teman sejawat, tugas-tugas menumpuk, selesai satu pekerjaan, datang yang lainnya, silih berganti tanpa henti.
Jangan kecewa atau mengeluh. Barangkali kelelahan itulah yang membuat Allah ridha dan mencintai kita. Pasalnya, ada 8 kelelahan yang disukai Allah dan RasulNya, apa sajakah kelelahan yang dimaksud?
1.Lelah dalam berjihad di jalan-Nya
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka,” (Q.S At Taubah : 111).
Jangan sempit dalam mengartikan jihad. Sesungguhnya kesungguhan kita bekerja bisa bernilai jihad.
Suatu ketika Nabi dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan,” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhib).
2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS: Fushshilat: 33).
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari) keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,” (QS. Al-Ankabut :69).
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu,” (QS: Luqman Ayat: 14).
5. Lelah dalam mencari nafkah halal
“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung,” (Q.S A Jumuah: 10).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah.”
6. Lelah mengurus keluarga
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,”( Q.S. A-Tahrim: 6).
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya,” (Q.S Ali Imran ayat 79).
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah post gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Q.S Al Baqarah ayat 155).
Sumber: Ummi Online
by Danu Wijaya danuw | Jan 3, 2018 | Artikel, Dakwah
Banyak sekali faktor yang bisa membuat kita begitu mudah untuk meraih surga salah satunya yakni, berbuat baik dan membahagiakan orang tua, Benarkah?
Berikut ini penjelasan penting untuk diketahui bahwa berbakti kepada orang tua berarti membahagiakan keduanya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)
Dalam beberapa ayat, Allah selalu menggandengkan amalan berbakti pada orang tua dengan mentauhidkan-Nya dan larangan berbuat syirik. Di antaranya disebutkan dalam ayat,
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (QS. Al-An’am: 151)
Allah mengingatkan bagaimanakah jasa orang tua terutama ibu dalam membesarkan kita,
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah 30 bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdo’a:
“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Berikut 3 Manfaat Berbakti kepada Kedua Orang Tua :
1. Pintu menuju surga
Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)
Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab,
كَانَ لِي بَابَانِ مَفْتُوْحَانِ إِلَى الجَنَّةِ وَأُغْلِقَ أَحَدُهُمَا
“Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab Min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)
2. Dipanjangkan umur dan diberkahi rezeki
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan jalinlah hubungan dengan kerabatnya (silaturahim).” (HR. Ahmad)
Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sanad hadits ini hasan dari jalur Maimun bin Sayah dan di bawahnya tsiqah.
3. Mendapatkan doa baik orang tua
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua kepada anaknya.” (HR. Ibnu Majah, no. 3862). Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Wallahu a’lam bish shawab.
Sumber : Hijaz[dot]id