by Danu Wijaya danuw | Sep 19, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Jakarta – Bantuan dari masyarakat Indonesia untuk pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh. Bantuan yang diangkut pesawat Hercules A 1316 itu tiba di Bandara International Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, pada Kamis dan Jumat, 14-15 September 2017, waktu setempat.
Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh, Rina Soemarno, menyambut langsung bantuan tersebut dengan didampingi perwakilan pemerintah Bangladesh. Dia pun lantas menyerahkan bantuan kepada pemerintah Bangladesh, yang diwakili District Commissioner Chittagong Md Zillur Rahman Chowdhury.
“Senang sekali menerima kiriman bantuan kemanusiaan untuk Bangladesh dari Indonesia. Ini sudah ditunggu-tunggu,” kata Rina dalam keterangannya, Jumat, 15 September 2017.
Menurut Rina, setelah diserahkan kepada pemerintah Bangladesh, bantuan itu akan segera didistribusikan ke para pengungsi yang ada di Kota Coxs Bazar. Kota itu merupakan wilayah terdekat dengan daerah pengungsi, yaitu sekitar 170 kilometer dari Chittagong.
Rina, yang sudah mengunjungi Coxs Bazar, menuturkan para pengungsi menggunakan tenda untuk berlindung. Dia menilai tenda-tenda pengungsi cukup memprihatinkan. Selain melebihi kapasitas, tempat perlindungan dibangun asal-asalan. “Hanya didukung tenda bambu. Kalau kena angin atau hujan angin, tenda akan terbang,” ujarnya.
Bantuan Indonesia untuk pengungsi Rohingya itu secara resmi dikirim pemerintah pada Rabu lalu. Presiden Joko Widodo memimpin langsung pengiriman bantuan, yang diterbangkan dalam empat pesawat.
Bantuan dikirim dari dua pesawat yang diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Disusul dua pesawat berisi bantuan lain akan segera menyusul esok dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh.
Pesawat tersebut membawa bantuan sebanyak 34 ton untuk pengungsi Rohingya berupa berbagai makanan cepat saji, beras, pakaian, selimut, dan tenda.
by Danu Wijaya danuw | Sep 19, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya. Dia menegaskan acara nonton bareng film kontroversial itu memang perintahnya.
“Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9/2017).
Gatot menyatakan Mendagri sudah mengizinkan dia memerintahkan seluruh anggotanya menonton film garapan era Orde Baru tersebut. Saat ditanya mengenai materi film itu masih menjadi polemik, Gatot mengatakan menonton film tersebut merupakan upaya meluruskan sejarah.
“Biarin aja, saya nggak mau berpolemik. Ini juga upaya meluruskan sejarah. Saya hanya ingin menunjukkan fakta yang terjadi saat itu. Karena anak-anak saya, prajurit saya, masih banyak yang tidak tahu,” jelasnya.
Menurut Gatot, bahkan Presiden Sukarno sendiri pernah memberi pesan untuk tidak melupakan sejarah. “Sejarah itu jangan mendiskreditkan. Ini hanya mengingatkan pada anak bangsa, jangan sampai peristiwa itu terulang. Karena menyakitkan bagi semua pihak. Dan korbannya sangat banyak sekali,” ucapnya.
Rencana TNI menggelar acara nonton bareng film G30S/PKI memang menjadi polemik. Ada yang menilai film itu tak pantas ditonton lagi. Namun ada juga yang mendukung rencana TNI sebagai upaya mengingatkan sejarah kelam bangsa ini.
Sumber : Detik
by Danu Wijaya danuw | Sep 19, 2017 | Adab dan Akhlak, Artikel
SEBAGAI makhluk sosial, tentunya kita akan selalu berhadapan dengan orang-orang di sekitar kita. Entah itu dengan orang yang mempunyai sikap baik atau bahkan dengan orang yang bersikap buruk terhadap kita. Sebagian besar dari kita tentunya akan lebih menyukai orang-orang yang bersikap baik. Namun pada kenyataannya tak semua orang bersikap sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Ketika seseorang bersikap tidak baik terhadap kita, seringkali kita mengingatnya dalam-dalam kemudian menyimpan dendam terhadap orang yang telah membuat hati kita terluka tersebut. Bagi sebagian orang, keburukan akan membekas dalam hati sebagaimana kebaikan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Ka’ab bin Malik, ia berkata, “Aku telah mendengar Ka’ab bin Malik bercerita tentang hadits mengenai dirinya ketika beliau tidak ikut (berperang) bersama Rasulullah saw. Lalu beliau menuturkan sebuah kisah dan turunnya wahyu tentang diterima taubat dirinya.
Beliau berkata, “Aku masuk ke dalam masjid. Ketika aku masuk, Rasulullah sedang dikelilingi oleh para sahabat. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah berdiri menghampiriku sambil berjalan mundur, sehingga dia berjabat tangan denganku seraya mengucapkan selamat.
Demi Allah, tidak berdiri menghampiriku seorang laki-laki dari golongan Muhajirin kecuali dia. Abdullah bin Ka’ab bin Malik berkata, “Ka’ab bin Malik tidak pernah melupakan sikap baik Thalhah.” (HR. Bukhari).
Apabila sudah yakin bahwa kebaikan tidak bisa dilupakan, maka halnya dengan keburukan. Namun, walau bagaimanapun kita tetap dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam membersihkan bekas keburukan orang lain (rasa dendam) dalam hati kita.
Obat Dendam adalah Maaf
Obat untuk menyembuhkan rasa dendam yaitu dengan memberi maaf dan ampunan kepada orang yang telah membuat hati kita terluka.
Maaf memiliki dua tempat.
- Pertama, melihat pahala bagi yang memaafkan.
- Kedua, mensyukuri Dzat yang telah menempatkan kita pada posisi orang yang memaafkan.
Kesempurnaan memberi maaf ditandai dengan ketulusan, yaitu bersihnya hati dari perasaan dendam.
Selain obat di atas, terdapat obat yang dapat menyembuhkan kita dari perasaan dendam ini, yaitu kesadaran bahwa sifat menyakitkan orang lain terhadap dirinya tiada lain karena dosa pribadinya.
Atau sebagai kifarat dosa, atau untuk meningkatkan derajat, atau untuk menguji kesabaran diri.
Selain itu, obat yang lebih mujarab daripada semua itu adalah kesadaran bahwa segala sesuatu adalah takdir dari Allah swt.
Semoga kita mampu melenyapkan perasaan dendam yang ada di dalam hati kita dan mampu memaafkan orang yang berbuat keburukan terhadap kita.
Sumber : Mengobati Jiwa yang Lelah/Ibnu Al-Jauzy/Mirqat
by Danu Wijaya danuw | Sep 19, 2017 | Artikel, Dakwah
Sebagian pernikahan menjadi penuh barakah, karena niat awal ketika memutuskan untuk menikah. Al-Idris Asy-Syafi’i menikah semata, karena ingin mendapatkan ridha dari pemilik pohon delima atas apa yang ia makan. Ia bersedia menikah asal delima yang sudah dimakannya diikhlaskan dan pemiliknya ridha.
Maka ia menikah dengan Fathimah, putri pemilik pohon delima itu. Dari rahim istrinya, lahir Muhammad bin Idris yang kelak dikenal sebagai Imam Syafi’i karena keutamaan ilmu dan akhlaknya.
Pernikahan Al-Idris melahirkan anak yang sangat penuh barakah. Sampai sekarang kita masih mengambil ilmu dari apa yang diwariskan oleh Imam Syafi’i, buah pernikahan Al-Idris dan Fathimah yang diridhai.
Ada contoh lain pernikahan karena menjaga diri dari hal yang meragukan, semata-mata demi mencapai keselamatan akhirat. Imam Bukhari dalam hadis shahihnya pernah meriwayatkan sebuah cerita dari Rasulullah.
Kata Rasulullah Saw., “Ada Seorang laki-laki membeli sebidang tanah dan menemukan sebuah tempayan berisi emas dalam tanah itu.
Katanya kepada si penjual, ‘Ambillah emasmu, karena hanya tanah yang saya beli dari engkau dan saya tidak membeli emas’.
Kata yang punya tanah, ‘Tanah itu beserta isinya telah saya jual kepada engkau’.
Keduanya lalu minta putusan kepada seseorang.
Kata hakim itu, ‘Adakah kamu berdua mempunyai anak?’
Seorang di antara mereka berkata, ‘Ya, saya mempunyai seorang anak laki-laki’.
Kata yang seorang lagi, ‘Ya, saya mempunyai seorang anak perempuan’.
Kata hakim tadi, ‘Kawinkanlah anak perempuan itu dengan anak laki-laki ini dan belanjailah dengan keduanya dari harta itu dan bershadaqahlah’.” (HR Bukhari dalam shahihnya, hadis No. 1513).
Suatu ketika seorang pemuda ahli ‘ibadah mendatangi pelacur, karena desakan keinginan yang kuat. Setelah berada dalam kamar berdua dengan pelacur itu, ia merasakan ketakutan yang amat sangat mengingat pengawasan Allah yang tak pernah lepas serta kedudukannya di hadapan Allah.
Maka ia berkeringat dan pucat karena takutnya. Ia meninggalkan tempat pelacuran itu dan tidak mengambil uangnya kembali, meskipun pelacur itu berusaha menahannya.
Setelah pemuda itu pergi, pelacur itu merenung. Seharusnya dialah yang lebih takut kepada Allah mengingat perbuatan-perbuatannya. Maka ia berniat bertaubat dan mencari pemuda itu agar dinikahi. Tetapi ketika sampai, ia dapati pemuda itu meninggal seketika karena rasa takutnya saat melihat kedatangan pelacur itu.
Maka ia bertanya, “Adakah ‘Abid (ahli ‘ibadah) ini mempunyai saudara laki-laki yang belum menikah?”
Orang-orang menunjukkan saudaranya yang juga seorang ahli ‘ibadah, tetapi sangat miskin. Ia kemudian datang meminta untuk dinikahi demi membersihkan diri. Dari pernikahan itu lahir tujuh orang anak yang shaleh. Begitu cerita Zadan dari Ibnu Mas’ud dari Salman Al-Farisi.
Niat banyak mempengaruhi barakah tidaknya pernikahan. Sebagian dari niat menikah, dijamin akan penuh dengan barakah selama-lamanya. Istri barakah bagi suami, suami barakah bagi istri.
Allah ‘Azza wa Jalla insya-Allah juga memberi barakah yang sangat besar kepada seorang wanita yang menyerahkan diri kepada laki-laki yang ia mantap dengan akhlak dan agamanya semata, karena mengharapkan ridha-Nya atau karena ingin menjaga diri dari dosa. Apalagi jika laki-laki itu seorang yang masih sendirian.
Rasulullah Saw. menjanjikan, “Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka.”
Sebagian orang menikah, karena takut mati dalam keadaan membujang. Ini yang pernah terjadi pada Mu’adz bin Jabal r.a., salah seorang sahabat utama Rasulullah Saw. Ketika dua orang istrinya meninggal dunia pada waktu menjalar wabah pes, sedangkan ia sendiri mulai kejangkitan, maka ia berkata, “Kawinkanlah aku. Aku khawatir akan meninggal dunia dan menghadap Allah dalam keadaan tak beristri.”
Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, “Seandainya tinggal sepuluh hari saja dari usiaku, niscaya aku tetap ingin kawin. Agar aku tak menghadap Allah dalam keadaan masih bujang.”
Ada lagi niat-niat menikah yang insya-Allah dimuliakan dan baginya barakah yang melimpah sampai yaumil-qiyamah. Anda bisa membaca berbagai sumber atau bertanya kepada orang yang mempunyai hikmah. Atau, Anda bisa bertanya kepada hati nurani Anda sendiri.
Sumber : Buku best seller “Kupinang Engkau dengan Hamdallah”
Karya : Muhammad Fauzhil Adhim
by Danu Wijaya danuw | Sep 16, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Peserta aksi bela Rohingnya datang membanjiri kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari ini Sabtu (16/9). Aksi itu juga diberi nama 169 karena digelar pada 16 September 2017.
Peserta aksi yang jumlahnya mencapai ribuan memadati kawasan tersebut sejak pukul 09.00 WIB. Beberapa bus dan kendaraan kecil lain, pengangkut para peserta juga tampak berjejer, di sekitar Monas dan Patung Kuda.
Aksi kali ini digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan dihadiri sejumlah organisasi masa (Ormas) Islam seperti FPI, PUI, Ikadi, Mathlaul Anwar serta berbagai elemen masyarakat.
Pusat acara dihelat tepat di sisi kiri muka pintu barat Monas, dekat Patung Kuda. Mereka mendirikan satu panggung, lengkap dengan pengeras suara bagi para tokoh yang berorasi.
Melalui pengeras suara, juga terdengar beberapa kali ajakan dari atas panggung kepada peserta aksi untuk meneriakan takbir beberapa kali. “Allahu Akbar Allahu Akbar.”
Peserta aksi juga mengawali kegiatan tersebut dengan melantunkan doa bersama. Masa aksi dari berbagai elemen yang dominan memakai pakaian serba putih itu berdatangan menuju Patung Kuda. Ratusan aparat gabungan, baik TNI dan Polri juga terus bersiaga selama berlangsungnya aksi.
Prabowo dan Amien Rais Datangi Aksi Bela Rohingya

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan mantan ketua umum PAN Amien Rais, juga hadir di aksi bela Rohingya 169 yang digelar di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Prabowo hadir dengan pengawalan ketat, dan menggunakan mobil Lexus LX570 berwarna putih. Sesampai di lokasi, Prabowo langsung naik panggung dan disambut Presiden PKS Sohibul Iman.
Prabowo langsung duduk di panggung dan mendengarkan orasi-orasi. Dia juga sempat mendapat sabutan dari massa aksi. Massa aksi pun langsung meneriakkan takbir. Tak lama kemudian Amien Rais tiba saat Prabowo berorasi.
Dalam kata sambutannya, Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada 30 ormas Islam dan Presiden Partai PKS karena sudah mengundang dirinya hadir di tengah-tengah massa aksi bela Rohingya.
“Saya hadir di sini untuk menyampaikan solidaritas kita untuk etnis Rohingya,” ujarnya saat berorasi di depan massa aksi bela Rohingya.
Sementara, Amien Rais menyampaikan dalam orasinya, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak dari segala bangsa.
“Makanya rezim Jokowi ini memang punya tugas secara konstitusional untuk membantu mengatasi kezaliman yang ada di muka bumi dan membantu kaum Rohingya,” katanya.
Walubi Budha Indonesia

Dalam kesempatan ini Walubi mewakili Budha Indonesia menyesalkan tragedi kekejaman di myanmar dan turut mendoakan akan kedamaian disana.
Warga Rohingya beserta Anaknya

Dua pria rohingya beserta anak-anaknya yang berjilbab turut hadir. Dalam waktu dekat memang membutuhkan bantuan bagi pengungsi rohingya. Namun dalam waktu lama membutuhkan kewarganegaraan dan keadilan dari myanmar.
Sumber : Viva/CnnIndonesia