0878 8077 4762 [email protected]
Fenomena Starbucks, Masjid Homo dan Kiamat yang Semakin Dekat

Fenomena Starbucks, Masjid Homo dan Kiamat yang Semakin Dekat

Kapan kiamat hadir? Tak ada yang bisa memastikan waktu persisnya, termasuk Rasulullah saw. Namun, jika melihat fenomena Starbucks dan sebelumnya pembukaan masjid homo di Cape Town, Afrika Selatan, salah satu bukti kiamat sudah mendekat.
Di negeri Nelson Mandela, ada sebuah masjid yang resmi dibuka khusus untuk kaum homoseksual atau gay pada tanggal jumat, 20 September 2014, Pembukaan masjid itu ditandai dengan digelarnya shalat Jumat pertama di ‘Masjid terbuka’ tersebut.
Pembukaan masjid tersebut atas inisiasi Dr Taj Hargey seorang Direktur the Muslim Educational Centre of Oxford, . Tentu saja, keputusan kontroversial Hargey juga mengakibatkan ia didemo para jamaah yang terus meneriakinya.
Ada juga soal legalisasi LGBT di beberapa negara. Salah satunya Amerika Serikat yang mengesahkan perkawinan sejenis.
Selain itu pernyataan CEO Starbucks Howard Schulzt. Dia mendukung penuh soal LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender).
CEO Starbuck mengatakan,”Siapa yang menolak pernikahan sesama jenis, bisa minum kopi ditempat lain.” Sehingga hal ini jadi alasan Muhamadiyah memboikot Starbuck dan memaksa pemerintah untuk mencabut izin Starbuck di Indonesia .

images (52)

CEO Starbuck, Howard Schultz


Bahkan dalam rapat pemegang saham CEO Starbuck mengatakan, “Jika ada di antara pemegang saham saat ini ada yang tidak mendukung perkawinan sejenis yang diperjuangkannya, maka silakan menjual sahamnya dan melakukan investasi di tempat lain.”
Namun dilansir dari website seattletimes.com, per 2 April 2017 Schultz sudah tidak menjadi CEO dari perusahaan kopi terbesar di dunia, Starbucks. Ia tetap menjadi orang penting di Starbucks, namun tidak bersentuhan lagi dengan keuangan. Ia menjadi bagian eksekutif yang berfokus kepada pengembangan perusahaan untuk bisnis premium, termasuk di dalam perbaikan kualitas dan pemajuan brand. Jadi statement Schultz di dalam mendukung LGBT, sudah kadaluwarsa. Sekarang Schultz sudah tidak berperan sebagai CEO.
Di Amerika pun, seruan boikot Starbucks dilakukan oleh para pendukung Donald Trump. Namun ini dalam masalah positif. Karena pernyataan Starbucks yang berniat mempekerjakan 10.000 pengungsi di seluruh dunia sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan anti-imigran Donald Trump langsung ditanggapi dengan tagar #BoycottStarbucks oleh pendukung politik Trump.
Semoga Starbuck berbenah setelah CEO nya diturunkan, dan mengevaluasi kebijakan untuk tidak mendukung pernikahan sejenis yang dilarang disemua agama.
Rasulullah saw pernah mengingatkan soal LGBT yang menurut sabdanya menjadi salah satu tanda kian dekatnya kiamat.

تكون فى آخر هذه الأمة عند اقتراب الساعة أشياء منها نكاح الرجل الرجل وذلك مما حرم الله عليه ورسوله ومنها نكاح المرأة المرأة ، وذلك مما حرم الله ورسوله ويمقت الله عليه ورسوله – صلى الله عليه وسلم – وليس لهؤلاء صلاة ما أقاموا على ذلك حتى يتوبوا إلى الله توبة نصوحا

“Akan terjadi pada akhir zaman ini ketika mendekati terjadinya kiamat berbagai peristiwa.
Di antaranya seorang laki-laki mengawini laki-laki, yang hal itu termasuk hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Dan di antaranya juga seorang wanita mengawini wanita, yang hal itu termasuk hal yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Tidak ada shalat bagi mereka selama mereka mengerjakan hal itu, hingga bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (HR. Al Baihaqi, Ad Daruquthni dan Ibnu Najar)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa nubuwat Rasulullah telah terbukti. Di zaman kita kini telah ada perkawinan sejenis. Sekaligus menjadi tanda akhir zaman dan tanda dekatnya kiamat.
Adapun maksud “tidak ada shalat bagi mereka” maksudnya adalah shalatnya tidak diterima.
Kalimat tersebut sekaligus mengabarkan bahwa ada di antara pelaku perkawinan sejenis yang secara identitas masih beragama Islam, namun Islam mereka baru kembali benar jika mereka bertobat dengan taubat nasuha, taubat yang sebenar-benarnya.
Wallahua’lam bishshowab.
 
Sumber : Wajada/Erwyn Kurniawan
Edited : Aliman

Kenapa Baca ‘Sami’allaahu Liman Hamidah’ Ketika Hendak I’tidal?

Ketika setelah ataupun sebelum shalat. Pernahkah anda sempat berfikir, mengenai gerakan shalat bangun dari ruku’ ?
Ya, i’tidal namanya, salah satu gerakan shalat bangun dari ruku, dan kemudian berdiri beberapa saat dengan bacaannya. Tapi, dari i’tidal ini, ada sesuatu yang khas daripada gerakan shalat yang lain.
Ketika gerakan shalat lain menggunakan bacaan takbir ‘Allaahu akbar’, saat hendak mengerjakannya. Namun dalam i’tidal, bacaannya tasmi’ atau ‘Sami’allaahu liman hamidah’, tahukah kenapa?
Ada banyak riwayat yang menjelaskan mengenai hal ini, berikut salah satu sumber menjelaskan:
Sebab pada bacaan ‘Sami’allaahu liman hamidah’ adalah sesungguhnya Abubakar As-Siddiq RA, tidak pernah ketinggalan shalat di belakang Rasulullah SAW. Pada suatu hari ketika hendak shalat ‘Ashar beliau terlambat dan menyangka tidak sempat shalat di belakang Rasulullah,
Beliau sangat menginginkan agar bisa shalat bersama Rasulullah, beliau berlari dan memasuki masjid rupanya beliau mendapatkan Rasulullah sedang membaca takbir dalam ruku’ maka beliau memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah dan kemudian bertakbir shalat mengikuti Rasulullah,
Datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah saw yang sedang ruku’ dan mengatakan: “wahai Muhammad, Allah telah mendengar orang yang memujinya, maka bacalah ‘Sami’a Allahu Liman Hamidah’.
Dalam riwayat lain disebutkan “Jadikanlah kalimat itu sebagai bacaan shalat kalian” maka Rasulullah membacanya ketika bangkit dari ruku’ padahal sebelum itu beliau bangkit dari ruku’ dengan mengucapkan “Allahu Akbar”
Arti ‘Sami’allaahu liman hamidah’ sendiri adalah “Allah sungguh mendengar para pemuji-Nya”
 
Sumber riwayat dapat dilihat dalam :

  1. Hasyiyah Jamal ala fath al-Wahab juz.1. Hal. 366.
  2. Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz, 1. Hal. 180.
  3. Hasyiyah al-Bajury ala Fath al-Qarib, juz. 1. Hal. 220.

Disadur : InspiraData

Tanggapan MUI terkait 'Thaghut' yang Disebut Penyerang Brimob

JAKARTA–Pada Jumat (30/6/2017) kemarin, terjadi penusukan dua anggota Brimob seusai shalat Isya berjamaah di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan dekat Mabes Polri. Setelah melancarkan aksi biadab ini, pelaku mengacungkan sangkurnya sembari terus berteriak ‘thaghut’ ke para jemaah yang sebagian besar anggota polisi itu.
Apa arti thaghut yang diteriakkan teroris ini? Berikut penjelasan thaghut menurut Guru Besar Sosiologi Agama yang juga Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Prof. Dr. HM Baharun.
“Arti kata atau makna thaghut adalah setan yang disembah manusia. Penyembah thaghut ini telah tersesat jauh dari agama yang benar, dan masuk neraka bersama setan,” kata Prof Baharun, Sabtu (1/7/2017).
Secara etimologi, Prof Baharun memaparkan, thaghut berasal dari kata ‘thaga’, yang memiliki arti : melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam hal kekafiran’.
Makna lainnya, menurut Ibnu Manzur, adalah berlebihan dalam hal kemaksiatan.
“Kata thaghut setidaknya disebut 8 kali dalam Al-Quran, di luar perubahan bentuk dan sebagainya. Setiap ayat memiliki konteks, yang bisa sedikit berbeda satu sama lain,” papar Prof Baharun.
Dalam surah Al-Baqarah ayat 257 disebut makna thagut, “Allah Pelindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).
Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thagut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
Prof Baharun menggunakan Tafsir Al Misbah kemudian menjelaskan, “bahwa thaghut berarti membawa manusia keluar dari cahaya iman lalu menuju ke kegelapan. Karena pada dasarnya setiap manusia lahir suci, thaghut yang membuat manusia berada dalam kesesatan.”
Kemudian, dalam surah An-Nisa ayat 51, thaghut merujuk pada “setiap sesuatu yang disembah selain Allah, baik berupa batu, manusia, pohon, ataupun setan”.
Pendapat lain menyebutkan bahwa thaghut adalah setan, yang disembah manusia.
Secara keseluruhan, thaghut kemudian diartikan sebagai segala macam kebatilan, baik dalam bentuk berhala, ide-ide yang sesat, manusia durhaka, tirani, atau siapapun yang mengajak pada kesesatan.
Termasuk didalamnya tindakan sewenang-wenang, misal dalam menyusun undang-undang semata-mata untuk mempertahankan kekuasaan.
“Istilah thaghut itu digunakan kelompok garis keras demi memberi stigma buruk musuh-musuhnya. Seperti biasa orang sedang marah begitu gampang menuduh lawannya ‘setan’,” katanya.
Menurut Prof Baharun, kemarahan menjadi salah satu penyebab seseorang bisa dengan sembarang menuduh orang lain sebagai thaghut atau setan.
Emosi yang seharusnya bisa diredam ini, kemudian mewujud tindakan brutal dan biadab: penyerangan dan penikaman.
“Saya tidak percaya yang menikam Brimob di masjid itu seorang beragama yang beriman,” ucap Baharun.
Tindakan tersebut hanyalah tindakan orang gila atau setan berwujud manusia. Boleh jadi ia (pelaku) yang teriak thaghutlah, thaghut sebenarnya,” pungkasnya.
 
Disadur : Kumparan

Fenomena Starbucks, Masjid Homo dan Kiamat yang Semakin Dekat

Menengok Suasana Idul Fitri di Jepang

Walau hari raya Idul Fitri 1438 H sudah berlalu beberapa hari, namun kita belum mengetahui bagaimana suasana perayaan Idul Fitri  di Jepang, tepatnya di Masjid Tokyo Cami.
Di Jepang, Idul Fitri adalah kesempatan sukacita dan kebahagiaan bagi umat Islam. Islamic Center-Jepang mengatur perayaan Idul Fitri dan tempat pertemuan bagi muslim, muslimah dan anak-anak untuk merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita.
Di negara-negara Asia Selatan, perayaan dimulai pada malam sebelum Idul Fitri, yang dikenal sebagai raat chand atau malam bulan, di India, Pakistan, Bangladesh dan Sri Lanka.
Wanita, anak-anak terutama yang lebih muda, menghiasi telapak tangan mereka dengan henna (mehndi) dan tarian serta musik tradisional, dan memasak untuk perayaan selama tiga hari ke depan.
Perayaan Idul Fitri 4.000 WNI di Masjid KBRI Tokyo ‘Diwarnai’ Hujan

PhotoGrid_1498816290054

Shalat Ied di Masjid Indonesia-Tokyo. Shaf pria di atas, sedangkan shaf perempuan dilantai bawah dari tangga


Sejumlah WNI dari beragam penjuru Jepang merayakan lebaran dan melaksanakan salat Id di masjid dekat KBRI Tokyo hari ini. Meski sempat diwarnai hujan deras, namun warga tetap tampak antusias.
Berdasarkan informasi dari KBRI Tokyo, Minggu (25/6/2017), kegiatan salat Id digelar di Masjid Indonesia Tokyo. Salat dibagi menjadi 5 gelombang untuk mengakomodir 4.000 WNI yang hadir.
Lebaran yang kebetulan jatuh di Hari Minggu juga menambah animo masyarakat untuk hadir karena mereka libur. Selain itu juga untuk pertama kalinya tahun ini Masjid Indonesia Tokyo yang berdiri di area Sekolah Republik Indonesia Tokyo dan Balai Indonesia dipakai untuk salat Id.
PhotoGrid_1498816857430_1498816906862

Kedubes dengan Polisi Jepang, Makan opor ketupat, dan Antrian dijalan depan Kedubes RI di Tokyo


Selepas shalat, para WNI kemudian bergerak ke Wisma Duta di KBRI Tokyo. Di sana warga disambut Dubes Jepang yang baru, Arifin Tasrif. Ini merupakan lebaran pertama Arifin sejak Arifin menjabat sebagai Dubes.
KBRI telah menyiapkan makanan khas lebaran seperti ketupat dan opor ayam. Hidangan tersebut sedikit mengurangi kerinduan pada tanah air.
WNI yang hadir berasal dari beragam hadir di antaranya Fukushima, Gunma, Chiba, Kanagawa, Shizuoka, dan lain-lain. Usai makan, tak lupa para WNI menyempatkan berfoto di booth yang telah disiapkan.
 
Sumber : Detik/KBRI RI di Jepang

Donald Trump Hentikan Tradisi Buka Puasa Bersama Dan Idul Fitri Di Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengadakan buka puasa bersama selama Ramadan di Gedung Putih. Tradisi ini padahal sudah berlangsung hampir dua dekade atau hampir 20 tahun.
Presiden Trump tidak memberikan penjelasan tentang alasan tidak menyelenggarakan buka puasa bersama di Gedung Putih. Seperti dilansir CNN pada 24 Juni 2017 kemarin.
Dengan tidak menyelenggarakan buka puasa bersama, Trump telah mengakhiri tradisi tahunan yang didukung oleh tiga pemerintahan terakhir.
Acara tersebut biasanya dihadiri oleh anggota terkemuka komunitas Muslim Amerika Serikat serta anggota Kongres dan diplomat dari negara-negara Islam.
Tradisi Gedung Putih dimulai pada tahun 1996, ketika Ibu Negara Hillary Clinton mengundang 150 orang setelah mempelajari lebih lanjut tentang ritual tersebut dari putrinya Chelsea, yang dilaporkan telah mempelajari sejarah Islam di sekolah.
Selain Gedung Putih, Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson juga mengakhiri tradisi puluhan tahun dengan menolak permintaan dari Kantor Urusan Agama dan Urusan Luar Negeri untuk menyelenggarakan resepsi yang menandai Idul Fitri.
Sejak tahun 1999, lima pendahulu Tillerson, baik dari Partai Republik maupun Demokrat selalu mengadakan buka puasa bersama selama Ramadan atau merayakan Idul Fitri.
Meski tidak mengadakan buka puasa bersama di Gedung Putih tahun ini, namun Presiden Donald Trump yang akhir-akhir ini giat menjalin hubungan dengan negara-negara Islam, dan mengucapkan selamat  Idul Fitri.
Trump Ucapkan: Selamat Idul Fitri Umat Islam!
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menyampaikan “Salam hangat” kepada umat Islam yang merayakan Idul Fitri pada Sabtu (24/6/2017).
“Atas nama rakyat AS, Melania dan saya mengirimkan salam hangat kami kepada umat Islam saat mereka merayakan Idul Fitri. Selama liburan ini, kita diingatkan akan pentingnya cinta, kasih sayang, dan niat baik,” kata Trump seperti dilansir The New Arab pada Ahad (25/6/2017).
Dalam pernyataan itu juga, Trump mengungkapkan bahwa bersama umat Islam di seluruh dunia, AS siap memperbaharui komitmennya untuk menghormati nilai-nilai tersebut.
Namun Trump tetap mendapat kecaman karena menghentikan tradisi buka puasa dan tradisi idul fitri. Seolah hal itu memperpanjang sejarah retorika anti-Muslimnya sejak di masa kampanye Trump.