Berbicara Saat Menunggu Shalat Isyraq

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya mau bertanya mengenai shalat isyraq. Saya pernah dengar bahwa salah satu syaratnya adalah shalat berjamaah dan dzikir. Apakah boleh disela-sela berdzikir kita melakukan percakapan. Misalnya kita akan mengingatkan pengurus masjid bahwa saya yang akan mengunci pintu karena saya yang pulang paling akhir ? Sehingga pengurus masjid tidak perlu menunggu saya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
 
Jawaban :
Assalamu alaikum wr.wb. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:
Apa yang dsebut dengan shalat isyraq didasarkan pada hadits Nabi saw yang berbunyi, “Siapa yang shalat fajar (subuh) berjamaah lalu duduk sambil berzikir mengingat Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan seperti pahala berhaji dan umrah secara sempurna dan sempurna.” (HR at-Tirmidzi).
Berdasarkan hadits di atas maka syarat mendapatkan pahala haji dan umrah seperti yang ditegaskan oleh Nabi saw adalah sebagai berikut:

  1. Shalat subuh secara berjamaah (di masjid atau mushalla)
  2. Duduk berzikir sampai matahari terbit.
  3. Setelah matahari terbit dan agak tinggi (sepenggalah) melakukan shalat dua rakaat.

Siapa yang meninggalkan salah satunya tidak mendapatkan pahala di atas. Lalu bagaimana dengan orang yang berbicara atau bercakap-cakap di sela zikirnya?
Yang paling baik memang mengamalkan teks hadits tersebut secara lahir. Yakni berzikir dan tidak berbicara sampai matahari terbit. Namun demikian, jika dalam kondisi tertentu, terpaksa berbicara atau bercakap-cakap, sementara sebagian besar waktunya masih dalam kondisi zikir, hal itu diperbolehkan.
Dalam kitab Mirqatul Mafatih, Ali al-Qari bahkan membolehkan aktvitas bertawaf, menuntut ilmu, dan duduk di majelis ilmu, selama masih shalat subuh berjamaah, berzikir mengingat Allah, dan tetap berada di masjid tempat shalat subuh berjamaah tadi. Wallahu a’lam
Wassalamu alaikum wr.wb.
Ustadz Fauzi Bahreisy
Ingin konsultasi seputar ibadah, keluarga, dan muamalah? Kirimkan pertanyaan Anda kesini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *