0878 8077 4762 [email protected]

Kehebatan Burung Hud-Hud Nabi Sulaiman as

Burung hud-hud memiliki nama ilmiah hoopoe yang disesuaikan dengan suara panggilannya yang melengking dengan suara “hoops..hoops..” ( dalam logat Inggris ) atau terdengar seperti “hud..hud..” ( dalam logat Arab) yang jelas dan berulang-ulang. Secara keseluruhan ada tujuh spesies burung ini yang dikenal di dunia, dan menyebar secara luas mulai dari Eropa, Asia, dan Afrika Utara.
Allah swt mengisahkan burung Hud Hud dalam kehidupan Nabi Sulaiman as. Dan Kisahnya itu diabadikan dalam Al-Quran yang mulia, dibaca hingga Hari Kiamat.
Burung Hud Hud terbang jauh hingga mendapati sebuah kerajaan yang tidak menyembah Allah swt, melainkan mereka menyembah matahari dan bintang-bintang, adalah kerajaan yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Ratu Balqis. Kisah ini sungguh masyhur dari masa ke masa. Suatu ketika Nabi Sulaiman menugaskan dan memeriksa kembali para utusannya.
Firman Allah swt, “Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (QS. An-Naml : 22-23).
Ini menunjukkan bahwa burung Hud Hud terbang jauh, bermil-mil bahkan antar negara dan benua. Apakah hal ini telah dibuktikan oleh penelitian modern saat ini? Kita tidak membutuhkan pembuktian, karena Allah Maha Pencipta. Allah tak tertandingi. Allah Maha Mengetahui, bukan ilmuwan.
Namun seiring berjalan waktu, dari masa ke masa, zaman ke zaman, bukti datang dengan sendirinya, dan semakin terang, jelas, cahaya kebenaran Al-Quran itu begitu terang.
Seorang ilmuwan yang mengabadikan waktunya untuk meneliti burung Hud Hud telah membuktikan, burung ini terbang dari Austria di Eropa, melewati puluhan negara dan sampai ke Afrika, kemudian ke Negara Kenya, sungguh jauh pengembaraannya.
Tapi kegembiraan begitu Nampak di wajah sang ilmuwan, ketika ia melihat dalam tekhnologi yang dimilikinya, ternyata burung Hud Hud terbang kembali lagi ke Austria, tepat di mana burung itu dilepaskan.
Video ini diunggah oleh chanel youtube The Secrets of Nature, dengan judul Return of the Hoopoe.
Kemudian burung Hud-hud menceritakan peluang dakwah kepada Nabi Sulaiman as.
Firman Allah taala, “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar.” (Q.S. AnNaml ayat 24-26)
Akhirnya Nabi Sulaiman menindaklanjuti peluang dakwah dari laporan burung Hud-hud.
Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. An Naml ayat 27-31)
Akhirnya setelah bertemu Nabi Sulaiman as, Ratu Balqis membaca Syahadat dan memeluk agama islam beserta pengikut kerajaannya. Untuk menyempurnakan keimanan, Ratu Balqis akhirnya dinikahi oleh Nabi Sulaima. Dan kerajaannya disatukan antara Kerajaan Saba dan Kerajaan Sulaiman.

Tanda 2 Gerhana, Imam Mahdi Muncul Tahun 2021?

Tanda 2 Gerhana, Imam Mahdi Muncul Tahun 2021?

Banyak sekali tanda-tanda kiamat yang disabdakan Rasulullah saw akan terjadi. Salah satu tanda-tanda kiamat yaitu munculnya Imam Mahdi.
Siapakah Imam Mahdi itu? Imam Mahdi adalah seorang laki-laki dari keturunan Rasulullah saw dan keluarga Rasulullah saw yang diutus Allah untuk memperbaiki kembali akhlak manusia.
Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi saw mengatakan mengenai Imam Mahdi,
“Dia berasal dari keluargaku. Namanya (yaitu Muhammad) sama dengan namaku. Nama ayahnya (yaitu ‘Abdullah) pun sama dengan nama ayahku.” (HR. Abu Daud no. 4282, Syaikh Albani mengatakan hadits ini hasan shahih)
Imam Mahdi berasal dari keturunan Fathimah, putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Ummu Salamah, Nabi saw bersabda, “Imam Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.” (HR. Abu Daud no. 4284, Syaikh Albani mengatakan hadits ini shahih)
Ciri Imam Mahdi
Abu Sa’id al-Khudri ra, berkata: Adalah Nabi SAW, bersabda:”Imam Mahdi dari keluargaku, lebar dahinya, mancung hidung-nya, pada masanya dunia penuh keadilan dan kedamaian serta kejujuran, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezaliman dan kemaksiatan, ia akan menjadi khalifah dimuka bumi selama 7 tahun” (HR. Abu Daud, Syaikh Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan)
Ramalan Tanda kemunculan Imam Mahdi:
Sebelum kemunculan Imam Mahdi, akan berlaku secara berturut-turut 2 gerhana pada bulan Ramadhan..” (Ibn Hajar Al haitami, Al Qaul Al Mukhtasar fi ‘alamat Al mahdi Al Muntazar)
Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi.” (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)
Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang, bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan.” (Diriwayatkan dari Abu Nu’aym dalam al-Fitan)
screenshot_2017-01-02-18-16-47_com-android-chrome_1483355849134
Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya.” (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)
Jika kita melihat kepada dalil-dalil di atas maka sadarilah bahwasanya tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi ini menurut sebagian pihak sudah berlaku. Gerhana bulan dan matahari pernah terjadi pada bulan Ramadhan pada tahun 1981 dan 1982.
Maka jika kelahiran al-Mahdi pada tahun 1981, sedangkan umur al-Mahdi pada saat di baiat adalah berumur 40 tahun Sebagaimana dijelaskan oleh Imam As Suyuthi, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda:
“Al Mahdi daripada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menakluk negeri-negeri syirik.” (Al-Hawi Lil-Fatawi)
Jika dijumlahkan tahun 1981 M = 1401 H tambah 40 tahun sehingga menjadi 1441 H, maka dibaiatnya al-Mahdi adalah pada tahun 2021 M.
Kita perhatikan pula pada tanda-tanda lain yang sudah terjadi. Tanda-tanda seterusnya ialah kemunculan bintang berekor atau komet melintasi bumi.
“Sebelum kemunculan Imam Mahdi, sebutir bintang berekor akan muncul dari arah timur.” (Ibn Hajar Al Haitami, Al Qaul Al Mukhtasar fi ‘alamat Al Mahdi Al Muntazzar)
“Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan.” (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)
Bintang berekor atau komet ini pernah terjadi melintasi bumi pada tahun 1986. Komet ini merupakan sebuah bintang terang bersinar yang melintas dari Timur ke Barat. Dan yang akhirnya berlaku pula lintasan bintang berekor (komet halley) mendekati bumi dari arah timur ke barat. Ini terjadi setelah gerhana matahari dan bulan pada tahun 1981 dan 1982.
Hukum Ramal-Meramal Kapan Terjadi Kiamat
“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, ‘Kapankah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” (Q.S Al-A’raaf [7]: 187)
unnamed-9
Dalam buku ‘Kiamat Kok Diramal’ terjemahan dari Fiqh Asyroothis Sa’aah karya Dr. Muhammad Al-Muqoddam.
Rasulullah 14 abad yang lalu telah berwasiat, “Pada akhir zaman akan ada para penipu lagi tukang dusta. Mereka datang kepada kalian dengan omongan-omongan yang belum pernah kalian atau bapak-bapak kalian mendengarnya. Hindarilah mereka sehingga mereka tidak menyesatkan kalian dan tidak membuat fitnah di antara kalian.” (HR. Bukhari No, 6927)
Sungguh benar apa yang sabdakan Rasulullah, hari ini kita membaca dan mendengar ramalan-ramalan ‘liar’ tentang akhir zaman. Hari ini kita tidak akan sulit mencari prediksi-prediksi, kapan datangnya Imam Mahdi, turunnya Isya dan pembunuhan dajjal oleh Isya di baitul maqdisi. Bahkan, ada yang sudah berani meramal tahun kedatangan mahdi dan pembaitannya, Na’udzubillah Minhu. Parahnya lagi, kelompok yang akan melahirkan mahdinya pun sudah ditunjuk!!.
Ini adalah sikap ‘sok’ tahu yang tidak pernah diajarkan oleh para ulama kita terdahulu. Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi esok hari, apalagi apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan.
Dan perlu dicatat, yang mengaku mengetahui peristiwa yang belum terjadi pada umumnya adalah dukun. Sebab peristiwa yang belum terjadi adalah perkara ghoib yang ilmunya hanya di sisi Allah saja. Tidak seorangpun diberitahu olehNya tentang hal-hal yang ghoib kecuali rasul-rasul tertentu yang diridhoiNya (baca, QS. Jin ayat 26-27).
Dari judulnya saja sang penulis sudah memberikan kesan ‘ramal meramal’, Perkiraan Tahun Kelahiran Al-Mahdi, Dibaiatnya Al-Mahdi, Dan Munculnya Dajjal.
Terkait akidah atau keyakinan penulis memakai perkiraan atau mengira-ira. Padahal terkait akidah tidak boleh diyakini apalagi disebar luaskan kalau bukan dari sesuatu yang ‘pasti sifatnya’. Karena wilayah akidah adalah wilayah yang pasti bukan wilayah dzonni. Dari pondasi yang rapuh ini penulis membangun bangun besar yang sangat rapuh dan membahayakan banyak orang.
Dengan mengkiaskan kejadian alam berupa gerhana matahari dan bulan Pada tahun 1981 dan 1982, penulis kemudian mengutip sebuah keterangan yang ia klaim berasal Mukhtasar Tadzkirah [karya imam] Qurtubi.
Penulis kemudian dengan beraninya mengambil sebuah kesimpulan bahwa tahun tersebutlah kelahiran Al-Mahdi yang dinanti. Kemudian ia juga menghubungkan kemunculan ‘komet yaitu bintang berekor ini pernah direkodkan melintasi bumi pada tahun 1986’, klaimnya, dengan kedatangan Al-Mahdi. Klaimnya ini disandarkan kepada Ibn Hajar Al Haitami, dalam Al Qaul Al Mukhtasar fi ‘alamat Al Mahdi Al Muntazdar.
Dan inilah hasil ramalannya, Jika dijumlahkan tahun 1981 M = 1401 H tambah 40 tahun sehingga menjadi 1441 H, maka dibaiatnya al-Mahdi adalah pada tahun 2021 M.
Hadits Palsu: Terjadi Gerhana Ketika Munculnya Al Mahdi
Dalam beberapa riwayat dari aliran Ahmadiyah dan syiah seringkali beredar dalil munculnya Imam Mahdi dikaitkan dua gerhana. Mereka kemudian menambahkan akan muncul di Iran dan tempat suci mereka.
Berikut ulasan penjelasan dari fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid :
Berkaitan dengan atsar yang Anda tanyakan, hal itu bukanlah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Atsar ini memang diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dalam Sunan-nya (2/65) dari perkataan Muhammad al-Hanafiyah (putra Ali bin Abi Thalib).
Ad-Daruquthni mengatakan, “Abu Said al-Ishtharakhy menyampaikan kepada kami, dari Muhammad bin Abdullah bin Naufal, dari Ubaid bin Ya’isy, dari Yunus bin Bakir, dari Amr bin Syamir, dari Jabir, dari Muhammad bin Ali, ia berkata,

إن لمهدينا آيتين لم تكونا منذ خلق السماوات والأرض تنكسف القمر لأول ليلة من رمضان وتنكسف الشمس في النصف منه ولم تكونا منذ خلق الله السماوات والأرض

“Sesungguhnya ada dua tanda yang menunjukkan kedatangan al-Mahdi kita. Kedua tanda tersebut belum pernah terjadi sejak awal penciptaan langit dan bumi, yakni terjadinya gerhana bulan pada awal malam bulan Ramadhan. dan terjadinya gerhana matahari pada pertengahan bulannya. Peristiwa ini belum pernah terjadi sejak langit dan bumi diciptakan”.
Atsar ini maudhu’ (palsu) dan merupakan kedustaan atas nama Muhammad bin Ali al-Hanafiyah rahimahullah.
Dr. Abdul Alim Abdul Azhim al-Bistawi dalam kitabnya al-Mausu’ah fi Ahadits al-Mahdi adh-Dha’ifah wa al-Maudhu’ah, halaman 169, mengatakan,
“Dalam sanadnya terdapat beberapa rawi, yaitu:

  • Yunus bin Bakir bin Washil asy-Syaibani, Abu Bakr al-Jammal al-Kufi, terkadang keliru dalam meriwayatkan, termasuk thabaqah ke-9 dan wafat pada tahun 199 H;Amr bin Syamir al-Ju’fi al-Kufi asy-Syi’i, Abu Abdillah, seorang pemalsu hadits.
  • As-Sulaimani mengatakan, “Amr memalsukan hadits untuk menyebarkan ajaran Syiah.”

Al-Juzjani berkomentar, “Ia seorang pendusta dan sesat.”
Menurut al-Hakim, “Banyak riwayat-riwayat palsu dari Jabir al-Ju’fi. Dan tidaklah diriwayatkan hadits-hadits palsu yang buruk itu kecuali dari Jabir.
Ibnu Hibban mengatakan, “Ia adalah seorang (Syiah) Rafidhah, pencela para sahabat, dan meriwayatkan riwayat palsu.”
Abu Hatim menyatakan, “Sangat munkar haditsnya dan lemah. Jangan sibukkan diri dengannya. Tinggalkan dia.”
Beberapa ulama mentahdzirnya. Seperti: al-Bukhari, an-Nasai, Ibnu Sa’d, ad-Daruquthni, dan lain-lain.
Jabir ialah al-Ju’fi. Seorang yang ditinggalkan haditsnya. Asy-Syu’bah, Waki’, dan ats-Tsaury mentsiqahkannya. Namun Ibnu Ma’in, Abu Hanifah, Laits bin Abi Salim, al-Juzjani, Ibnu Uyainah, Ibnu Kharrasy, Said bin Jubair, dll. memvonisnya pendusta. Dan banyak yang mendhaifkannya.
Adz-Dzahaby mengatakan, “Syu’bah men-tsiqah-kannya. Ia seorang diri dalam pendapat ini. Dan al-Hafizh meninggalkannya.”
Ibn Hajar mengatakan, “Ia dhaif dan seorang Rafidhah.”
Kesimpulannya:
Riwayat ini adalah riwayat palsu. Dan sebab kepalsuannya adalah seorang periwayat yang bernama Amr al-Ju’fi.
Al-Azhim Abadi mengatakan, “(riwayat) Amr bin Syamir dari Jabir, keduanya adalah perawi yang dhaif. Riwayat keduanya tidak dapat dijadikan hujjah”.
Efek Bahaya Menentukan Waktu/Tahun/Bulan/Hari Munculnya Imam Mahdi
screenshot_2017-01-02-18-08-12_com-android-chrome_1483355336095
Tragedi kudeta mekkah pada tahun 1979 adalah akibat pemahaman yang keliru tentang kedatangan Imam Mahdi. Walaupun jika kita teliti lebih jauh, kekeliruan dalam memahami kedatangan Imam Mahdi bukan satu-satunya sebab ‘kudeta mekkah’.
Pada hari itu di tahun 1979, ketika shalat subuh sedang dijalankan di Masjidil Haram secara tiba – tiba kedengaran bunyi tembakan senjata di kota Mekkah oleh orang bersenjata menuju ke Imam Masjidil Haram yang kemudian merampas mikrofon dari Imam Masjidil Haram.
Kumpulan lelaki bersenjata sebanyak 500 orang telah menawan Masjidil Haram yang dipimpin oleh Juhayman al-Otaybi yang kemudian mengumumkan bahwa adik iparnya Mohammed Abdullah al-Qahtani adalah seorang Imam Mahdi
Mereka memaksa para jemaah untuk memberikan baiat kepada Mohammed Abdullah al-Qahtani sebagai Imam Mahdi
Selain itu kumpulan tersebut turut menuntut supaya keluarga Bani Saud untuk turun tahkta dan pemerintahan dikembalikan kepada Bani Quraish di mana keduanya; Mohammed Abdullah al-Qahtani dan Juhayman al-Otaybi adalah ahli Bani Quraish.
Pengepungan ini berlangsung hingga 27 November 1979 dan berakhir setelah pasukan tentara Arab Saudi mendapat bantuan 3 orang komando Perancis dan juga mendapat bantuan Komando Pakistan yang dipimpin oleh Major Parvez Musharaff (Mantan Presiden Pakistan).
Lebih 500 para jemaah dan anggota tentara Arab Saudi yang terbunuh di dalam peristiwa tersebut
Juhayman al-Otaybi bersama 68 pengikutnya ditangkap dan dihukum pancung di depan khalayak ramai pada tanggal 9 januari 1980.
Sikap Kita Terkait Tanda-Tanda Munculnya Imam Mahdi
Berhati-hatilah mempelajari dan membaca informasi terkait pasti turunnya Imam Mahdi. Bisa jadi itu hadist dhaif dan palsu. Bisa jadi pula tanda-tanda alam akan terjadi dua kali, tiga kali hingga beberapa kali.
Hadis tentang kemunculan Imam Mahdi itu bahasa kiasan yang bisa kita andaikan bahwa beliau telah hadir dalam artian telah lahir. Bukan berarti telah muncul keberadaannya.
Apapun penjelasannya, itu semua hanyalah teorinya. Hakikatnya kita tak tahu kapankah tarikhnya kemunculan Imam Mahdi.
Tapi sebagai persiapan awal untuk kita menghadapi zaman itu nanti. Bertaubat lah segera mungkin. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita ini termasuk di dalam pasukan Imam Mahdi. Berhati-hatilah, Fitnah Dajjal sungguh dahsyat.
Semua kembali ke Allah, hanya Allah yang tahu. Wallahu a’lam
 
Sumber : Rumasyo, Muslim.or.id, Islampos, Arrahmah

Sumber Kekuatan Islam

Saat ini kita melihat bagaimana umat Islam berada dalam kondisi tertinggal, lemah, dan marjinal dalam berbagai bidang. Di bidang hukum, ekonomi, pendidikan, informasi dan sebagainya.
Kondisi umat Islam saat ini seperti gambaran Rasul saw. Yaitu laksana hidangan yang menjadi rebutan dan laksana buih yang terombang-ambing arus. Musuh tidak gentar dan umat sangat lemah karena begitu cinta pada dunia dan takut mati.
Apa solusi dari ini semua? Solusinya adalah seperti yang Allah sebutkan, “Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS al-Anfal: 60).
Jadi ayat di atas memerintahkan umat Islam untuk menyiapkan kekuatan. Karena bentuknya nakirah (indefinit) berarti maknanya kekuatan apa saja yang bisa menggentarkan musuh. Yaitu di antaranya:

  1. Kekuatan iman
  2. Kekuatan akhlak
  3. Kekuatan ilmu
  4. Kekuatan mal (harta)
  5. Kekuatan jasad
  6. Kekuatan ukhuwah

Kekuatan Iman
Yang dimaksud dengan iman di sini adalah keyakinan kepada Allah, malaikat, Alquran, Rasul dan kiamat tanpa disertai keraguan. Bukan sekedar pengakuan dan angan-angan.
Pasalnya iman semacam itu  melahirkan perubahan. Ia telah merubah sosok sahabat seperti  Umar ra, Abdullah ibn mas’ud, dan lain-lain
Iman yang benar  melahirkan kekuatan, keberanian, dan percaya diri. “Janganlah kalian merasa lemah dan jangan bersedih. Kalian adalah umat paling mulia bila kalian beriman (QS Ali Imran: 139).
Iman yg benar  akan  menggerakkan. Iman yang membuat seseorang siap berjuang dan mau berkorban. (Lihat al-Hujurat: 15) serta, iman yang benar melahirkan loyalitas dan pembelaan yang benar terhadap agama. (Lihat QS al-Mujadilah:22)
Singkatnya, iman melahirkan kekuatan yang berupa rasa percaya diri, pegerakan, pembelaan, dan ketulusan kepada Allah Swt.
Kekuatan Ilmu
Iman yang segar harus diarahkan.  Bila tidak, akan tersesat dan menyimpang.
Sebab siapa yang  ingin menguasai dunia maka dengan ilmu, siapa yg ingin menguasai akhirat, maka dengan ilmu. Dan siapa yang ingin menguasai keduanua maka harus dengan ilmu.
Lihat Rasul membina dengan Alquran. Mengangkat harkat dan martabat umat yang tadinya buta huruf  dengan belajar tulis baca. Menyuruh zaid belajar bahasa ibrani. Dan beliau berkata bahwa hikmah adalah milik mukmin yang hilang.
Tujuh abad lebih umat Islam berjaya dengan iman dan ilmu. Mereka kuasai biologi, fisika, matematika, kedokteran dst. Namun sekarang umat Islam kalah jauh. Sekolah favorit dikuasai oleh non-muslim. Mereka sudah mengkader dan menyiapkan calon para pemimpin dan pejabat negeri ini di masa mendatang. Ini PR besar umat Islam.
Kekuatan Akhlak 
Kalau iman ibarat mesin yang menggerakkan, akhlak adalah remnya. Ia yang mengontrol dan mengendalikan. Agar tidak menabrak sana sini.
Dengan sikap jujur dan amanah, tidak menabrak yang haram.
Dengan sikap santun dan bijak, tidak mudah mengkafirkan dan menyalahkan.
Dengan sikap sabar, tidak mudah marah dan emosi
Akhlak membuat lisan dan perbuatan terkontrol dan terjaga. Akhlak membuat orang simpati. Dan ini menjadi senjata Nabi saw. Beliau bersabda: “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.”
Kekuatan Maal (harta)
Kekuatan dana tidak bisa dinafikan. Tidak hanya untuk makan, minum, dan kebutuhan sehari-hari.
Tapi juga untuk ibadah, untuk dakwah, untuk pendidikan, untuk rumah sakit, dan untuk media.
Kita butuh televisi dan radio islam. Kita butuh sekolah Islam yang unggul. Semua butuh dana.
Karena itu, Allah menyebut harta dengan istilah: alkheyr (baik).
Karena itu pula Nabi saw menyebutkan, “sebaik-baik harta adalah yang berada di tangan orang shaleh.”
Kekuatan Jasad
Banyak tugas dan kewajiban yang  harus ditunaikan. Kewajiban ibadah, kewajiban dakwah, kewajiban mencari nafkah, kewajiban memakmurkan dunia dan menjadi khalifahnya.
Maka dibutuhkan fisik yang kuat dan sehat. Dengan olahraga, nutrisi yang cukup, pola hidup sehat dan seterusnya.
Rasul saw jarang sakit sepanjang hayat beliau. Umar dikenal gagah dan wibawa.
Para sahabat pejuang yang tangguh dan tak kenal lelah. Inilah yang dibutuhkan kita saat ini.
Kekuatan Ukhuwah
Sikap toleran dalam perbedaan furu’ sangat dibutuhkan. Sebab ini adalah bagian yang menguatkan ukhuwah.
Dalam hal ini perlu direnungkan sikap Imam Syafii yang berkata, “Pendapatku benar tetapi ada kemungkinan salah. Pendapat orang lain bagiku salah, namun ada kemungkinan benar.”
Bila umat ini sudah bersatu, berjamaah, dan berukhuwah secara benar, insya Allah pertolongan Allah segera datang.
Wallahu a’lam

Sikap Muslim Terhadap Tahun Baru Masehi

Oleh: Ust. Fahmi Bahreisy, Lc
 
Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan saat ini kita berada di penghujung tahun 2016 masehi. Tahun 2016 akan menjadi kenangan dan cerita, kemudian tahun 2017 akan datang menyambut kita semua. Malam pergantian tahun merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan warga dunia.
Berbagai macam persiapan diatur sebaik mungkin untuk menyambut datangnya tahun baru. Mereka rela berlarut malam agar tidak kehilangan momentum ini. Ratusan miliyar bahkan triliyunan mereka keluarkan demi suksesnya acara pergantian tahun. Tidak sedikit yang menjadikan malam pergantian tahun sebagai ajang untuk melakukan pelanggaran dan kemaksiatan.
Sungguh hal ini merupakan sebuah kondisi yang menyedihkan dan jauh dari syariat Islam, terlebih lagi hal itu dilakukan juga oleh sebagian besar kaum muslimin. Lantas bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi tahun baru masehi ini?
Ada dua sikap utama yang harus dimiliki oleh setiap muslim dalam menghadapi momen pergantian tahun. Yang pertama ialah bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang Ia berikan kepada kita. Kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertaubat kepada-Nya. Kesempatan untuk menambah amal shaleh dan memperbanyak pahala.
Pasalnya, nikmat waktu atau kesempatan merupakan salah satu kenikmatan terbesar yang Allah berikan kepada kita. Waktu yang Allah sediakan untuk kita merupakan sarana untuk melakukan berbagai macam aktifitas kebaikan. Namun, nikmat ini pula yang sering dilupakan dan diabaikan oleh manusia sebagaimana yang terjadi saat pergantian tahun. Rasulullah saw bersabda, “Ada dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia; kesehatan dan waktu luang.”
Banyak kaum muslimin yang tidak menyadari bahwa tahun baru adalah kenikmatan yang seharusnya dihadapi dengan rasa syukur kepada Allah, bukan dengan kemaksiatan dan kegiatan yang bisa melalaikan dirinya dari Allah. Ia habiskan waktu dan hartanya hanya untuk bersenang di dalamnya, padahal perbuatan yang seperti itu merupakan perbuatan yang sangat dicela dan dimurkai oleh Allah SWT.
Sikap yang kedua ialah melakukan muhasabah atau evaluasi diri, baik itu dilakukan secara individu atau secara berjama’ah. Sebab, proses untuk melakukan perbaikan diri harus diawali dengan muhasabah. Terjadinya pergantian tahun seharusnya menjadi momen yang paling tepat bagi kita untuk melakukan introspeksi diri atas apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Meskipun proses muhasabah ini sebenarnya sudah menjadi rutinitas seorang muslim yang baik.
Bahkan para salaf telah mencontohkan kepada kita bagaimana menjadikan muhasabah sebagai aktifitas rutin mereka setiap hari. Salah seorang salaf berkata, “Setiap kali aku akan mulai tidur, aku menghitung-hitung amalanku. Jika yang kudapatkan adalah kebaikan, maka aku bersyukur. Dan jika aku dapatkan amalanku adalah keburukan aku beristighfar kepada Allah.”
Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Hibban yang diriwayatkan oleh Abu Dzar r.a. disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dalam shuhuf Ibrahim a.s. tertulis: Orang yang berakal wajib membagi waktunya menjadi berikut ini; Waktu untuk bermunajat kepada-Nya, waktu untuk melakukan muhasabah, waktu untuk merenungkan ciptaan-Nya, dan waktu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Oleh sebab itu, muhasabah merupakan kegiatan rutin yang harusnya dimiliki oleh setiap muslim agar ia menjadi hamba yang lebih baik lagi, terlebih lagi dalam momen pergantian tahun. Sebagaimana seorang direktur setiap pekan atau bulan atau setiap tahun melakukan evaluasi terhadap pekerjaan dan karyawannya agar bisnisnya semakin baik, begitu pula seorang muslim ia harus melakukan evaluasi diri.
Apalagi proses muhasabah yang dilakukan oleh seorang muslim tidak hanya akan membawa kebaikan baginya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Semakin dia rajin melakukan muhasabah, maka akan ia akan semakin menghargai waktu yang diberikan oleh Allah, dan akan semakin sadar bahwa ia akan dimintai pertanggung jawaban atas nikmat waktu tersebut.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat kelak sampai ia ditanyakan akan empat hal; Tentang umur ia habiskan untuk apa?, tentang masa mudanya ia pergunakan untuk apa, dan hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, serta ilmunya untuk apa ia amalkan?”
Inilah dua hal yang hendaknya kita lakukan pada malam pergantian tahun, agar pada tahun berikutnya kehidupan kita semakin diberkahi dan berguna. Tidak lupa dalam momen pergantian tahun ini hendaknya kita mengingat sebuah ucapan dari imam Hasan al-Bashri rahimahullah, “Sesungguhnya engkau itu adalah hari, jika harimu telah berlalu, maka itu berarti sebagian dari dirimu telah tiada.”
Pergantian tahun menandakan bahwa sebagian dari diri kita telah hilang dan tiada. Maka, sikapilah momentum pergantian tahun dengan bijak agar kita menjadi orang-orang yang beruntung.
Wallahu a’lam

Menag, Ketua MUI, Ketua MPR Hadiri Dzikir Nasional di Masjid Attin

Ribuan umat Islam memadati masjid agung At-Tin di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sejak Kamis sore (31/12/2015) untuk mengikuti kegiatan dzikir nasional.
Kegiatan nasional tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama. Acara dzikir dengan penceramah dan muhasabah dihadiri pula Lukman Hakim Syaifudin selaku Menteri Agama, KH Ma’ruf Amin selaku ketua MUI dari PB NU, Zulkifli Hasan Ketua MPR, dan Haedar Nashir dari PP Muhammadiyah.
Selanjutnya, hadir ustad Arifin Ilham, ustad Yusuf Mansur, Hidayat Nur Wahid, KH Didin Hafidhudin, Ustad Tengku Zulkarnaen, Maftuh Basuni, Khofifah Indar Parawangsa dari Menteri Sosial, Anies Baswedan, Neno Warisman, Ridwan Hasan Saputra dan Pegy Melati Sukma
Fakhma, warga Kebagusan, Jakarta Selatan, mengatakan jamaah dzikir nasional dalam rangka menyambut tahun baru 2016 tersebut berdatangan dari wilayah Jakarta dan daerah sekitarnya.
“Sejak tadi sore jamaah terus berdatangan ke mesjid agung At-Tin untuk mengikuti dzikir nasional yang diisi dengan dengan tausiah atau muhasabah bersama para tokoh nasional hingga pukul 00.00 WIB,” kata Fakhma.
Menurutnya, banyak jamaah  yang kemudian melanjutkannya dengan melaksanakan beberapa shalat sunah seperti istiharah dan tahajud yang selanjutnya disambung dengan salat subuh berjamaah.

Dalam Semalam Menjadi Penganut 3 Agama Sekaligus

Nasrani menggunakan lonceng untuk memanggil jama’ahnya ketika beribadah.
Yahudi menggunakan terompet untuk memanggil jama’ahnya ketika beribadah.
Majusi menggunakan api untuk memanggil jama’ahnya ketika beribadah.
Dan pada jam 00.00 WIB malam tahun baru, sebagian umat Islam menggunakan ketiganya dalam satu waktu.
Lonceng berbunyi, Terompet berbunyi, Kembang api dinyalakan.
Maka malam itu menjadi penganut tiga agama, Nasharani, Yahudi dan Majusi.
Malam itu terompet-terompet ditiup oleh bibir-bibir muslimin sebagai tanda kemenangan bagi kaum kufar. Na’udzubullah..
Maka benarlah apa yg telah disabdakan Rasulullah 14 abad yg lalu,
Dari Abu Sa‘id Al Khudri,ia berkata:
Rasululah bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk (mengikuti) ke dalamnya.
Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani?
Lalu beliau berkata, Siapa lagi kalau bukan mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara”. (Majmu’ Al Fatawa, 27:286)
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”. (HR.Ahmad 2:50 dan Abu Daud no.4031)
Rasulullah saw bersabda, “Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami”. (HR. Tirmidzi no.2695)
Gerakan Umat Muslim tidak keluar rumah saat menyambut Tahun Baru Masehi.