by Muhammad Syukron msyukron | Oct 1, 2016 | Artikel, Dakwah
Hidup itu singkat, sementara targetnya banyak.
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah (optimis)
Namun, jika jalan semakin sempit kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib.
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
Dr. Aidh Al Qarni
by Muhammad Syukron msyukron | Oct 1, 2016 | Artikel, Dakwah
“Engkau membutuhkan hidayah meskipun engkau adalah orang bertaqwa.
Dan meskipun engkau adalah orang yang paling berilmu, engkau membutuhkan hidayah hingga engkau mati.” Syaikh bin Baaz
by Danu Wijaya danuw | Sep 30, 2016 | Artikel, Dakwah
Bicara, mengingatkan kawan agar diam, memainkan kerikil (kalau sekarang mungkin BB, i-Phone dan lainnya) saat khutbah bisa merupakan “laghaa” atau perbuatan yang berakibat ibadah jum’at menjadi sia-sia.
Yang diperbolehkan : khatib mengajak bicara salah satu hadirin, seperti Nabi menanyai sahabat yang belum shalat sunnah dua rakaat saat datang telat dishaf jum’at tersebut. Tetapi tidak berlaku sebaliknya kita yang bukan khatib. Disarankan berpindah tempat duduk untuk mengurangi rasa kantuk.
Diantara tanda pemahaman mendalam seorang khatib adalah memperpendek khutbahnya, memanjangkan shalatnya. Khutbah itu tetap harus mengandung pujian kepada Allah, shalawat atas Nabi, ayat Al Qur’an, wasiat takwa, dan doa untuk muslimin.
Khutbah jum’at bukanlah taklim dan tabligh. Khutbah jum’at seharusnya difokuskan pada wasiat takwa, bukan kajian tematik. Nabi mencontohkan khutbah seperti panglima perang mengomando pasukan, tidak lembek dan tidak lemah, dan tidak membuat ngantuk.
Atas wasiat takwa khatib dalam khutbah jum’at bisa disampaikan pada yang tidak hadir seperti suami ke istri, ayah ke anak, dan si sehat kepada si sakit.
Sumber :
Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media
by Fauzi Bahreisy fauzibahreisy | Sep 29, 2016 | Artikel, Dakwah
Pembelaan, loyalitas, kesetiaan, dukungan dan kecintaan mukmin sudah pasti kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman.
“Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, berkasih sayang dan mencintai orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun itu bapak, anak, saudara ataupun keluarga mereka…” (Q.S. Al Mujadilah : 22)
by Danu Wijaya danuw | Sep 28, 2016 | Artikel, Dakwah
Membenarkan tindak merusak dari siapapun pihak, tentu keliru. Dan yang paling keliru jika hilang kepedulian.
Nabi berkata “Aku hadiri sumpah membela si lemah (hilful fudhul) dirumah Abdullah bin Jad’an. Jika aku diundang dalam Islam untuk serupa, pasti akan aku penuhi.” (H.R. Ibnul Ishaq)
Kaidah besar pemerintahan menjadikan golongan paling lemah dalam negara sebagai basis perumusan kebijakan untuk melindungi seluruh rakyat.
Masih ada jalan untuk memberikan anggaran bagi perlindungan golongan lemah. Iktikad baik dinantikan semua. Sebab kegeraman itu bertumpuk. Seringkali para pembesar menggasak uang negara, masih tega ngotot menaikkan harga hajat insan.
Ya, Allah baikkan semua. Jika menaikkan BBM melampaui batas. Harapan tertuang dalam doa pada-Mu ya Rabbi. Bahwa kami pribadi selalu optimis dan positif melihat masa depan sehimpit apapun kesulitan.
Sumber :
Menyimak Kicau Merajut Makna, Salim A. Fillah, ProU Media
by Danu Wijaya danuw | Sep 28, 2016 | Artikel, Dakwah
“Apabila Allah menghendaki bagi hamba-Nya kebaikan, maka Dia segerakan bagi sang hamba hukuman atas dosanya di dunia.
Dan jika Allah menghendaki bagi hamba keburukan, maka Allah diam dan biarkan dosanya itu tuk dibalasi siksa di akhirat ” (Hadist Shahih Jami’us Shaghrir no. 308)
Agar kebaikan kita bertumbuh. Tiap kita mengagungkan kebaikan sendiri, jadilah ia kian tak bernilai disisi Allah.
Tanamlah sebagian biji kebaikan dibawah permukaan. Sebab jika tergeletak dan nampak, ia sulit tumbuh sempurna.