0878 8077 4762 [email protected]

Perbanyaklah Sedekah

Adalah Syaikhul Islam Abu Mu’tamar At Taimy, tidak berlalu sejenak kecuali ia sudah bersedekah meski dengan sedikit hartanya.
Bila ia tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, maka ia akan mengerjakan shalat dua rakaat karena Allah.
Berinfaklah dari rezeki kalian.” (QS. Al-Munafiqun: 10)
 
Shadaqah jariyah rumah tahfidz Qur’an Al Iman
BNI Syariah no. rek : 0453.934.853 a.n. Yayasan Telaga Insan Beriman
Informasi dan konfirmasi donasi : 083894673439
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia
 

Baca Al Qur’an dengan Kehadiran Hati

Abdullah Bin Mas’ud berkata:
“Janganlah membaca Al Qur’an seperti membaca syair atau puisi, namun renungkanlah setiap keajaibannya dan gerakkanlah hatimu. Jangan jadikan tujuanmu membaca hanya akhir surat”.
Allah berfirman:
Bacalah Al Qur’an dengan tartil (perlahan-lahan)” QS. Al Muzamil: 4
 
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia

Perbanyak Istighfar Siang Dan Malam

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin bergembira melihat catatan amalnya, maka perbanyaklah istighfar”. (Hadits Shahih)
Dalam sabda yang lain:
Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada kaum muslimin dan muslimat, maka Allah akan menuliskan setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan.”
Allah berfirman:
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”(QS. Nuh: 10 )
 
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia

Mari Bersama-sama Mengamalkan Wasiat ini

Biasakan Dzikrullah Sepanjang Hari. Berkata Abu Hamzah Al Baghdadi:
“Sesuatu yang mustahil bila engkau mencintai Allah kemudian tidak mengingatNya, mustahil kau mengingat Allah namun tidak merasakan kenikmatan berzikir, mustahil pula engkau merasakan kenikmatan berzikir kemudian disibukkan dengan selain-Nya.”
Firman Allah:
“Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. An-Nisaa: 103)
 
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia

Tidur yang Indah

Pergilah ke tempat tidur, agar Anda bisa beristirahat untuk melakukan aktifitas baru.
Sebelum tidur, duduklah sejenak sekitar sepuluh menit bersama jiwamu untuk bermuhasabah atas kegagalan dalam melakukan ketaatan, atau karena dosa yang dilakukan.
Ahnaf Bin Qais mendekati sebuah lentera pada suatu malam, lalu ia meletakkan jarinya diatasnya, nyaris tangannya terbakar. Lalu ia berkata kepada dirinya: “Rasakan, rasakan. Kemudian iaberkata: “Wahai jiwa, dosa apakah yang sudah kau perbuat hari ini, apa yang menjadikanmu berbuat seperti itu hari ini”.
Setelah anda mengevaluasi diri atas kelalaian dan dosa yang dilakukan hari itu, perbaharuilah taubat dengan Allah. Tidurlah dalam kondisi taubat, bertekadlah kuat untuk tidak mengulanginya lagi.
Pelajaran itu bukan dari banyaknya anda jatuh ke tanah. Namun berapa banyak anda bisa bangkit lagi.
Perbaharuilah taubatmu. Ingatlah kalimat ini setiap malam; “bila anda wafat maka anda akan wafat dalam keadaan bertaubat. Bila anda bangun dan menjemput hari baru, anda gembira karena ajal yang ditunda sehingga anda dapat memperbanyak kebaikan dan mengakui kesalahan.
Tidur seperti inilah yang paling bermanfaat bagi seorang hamba. Apalagi bila diikuti dengandzikrullah dan sebagian sunah nabi.
Seperti riwayat yang bersumber dari Jabir Bin Abdillah secara marfu’, “Sesungguhnya Rasulullah tidak tidur hingga membaca surat Sajadah dan Surat Al Mulk.”
 
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia

Rumahmu Memiliki Hak

Ingat, kita sangat memerlukan hiburan bagi jiwa. Tawa dan canda selama dalam perkara mubah dan tidak berlebihan, adalah dianjurkan.
Bila anda sudah memulai hari dengan membaca wirid Al-Qur’an secara sempurna, memulai hari dengan qiyamullail, shalat fajar dan membaca dzikir, juga ibadah lainnya, maka tidak ada salahnya menyegarkan jiwa setelah shalat.
Duduklah bersama istri dan anak-anak, bermainlah dengan mereka atau saksikanlah acara atau program televisi yang bermanfaat.
 
Sumber :
Ramadhan Sepenuh Hati, M. Lili Nur Aulia