by Danu Wijaya danuw | Sep 19, 2017 | Artikel, Dakwah
Sebagian pernikahan menjadi penuh barakah, karena niat awal ketika memutuskan untuk menikah. Al-Idris Asy-Syafi’i menikah semata, karena ingin mendapatkan ridha dari pemilik pohon delima atas apa yang ia makan. Ia bersedia menikah asal delima yang sudah dimakannya diikhlaskan dan pemiliknya ridha.
Maka ia menikah dengan Fathimah, putri pemilik pohon delima itu. Dari rahim istrinya, lahir Muhammad bin Idris yang kelak dikenal sebagai Imam Syafi’i karena keutamaan ilmu dan akhlaknya.
Pernikahan Al-Idris melahirkan anak yang sangat penuh barakah. Sampai sekarang kita masih mengambil ilmu dari apa yang diwariskan oleh Imam Syafi’i, buah pernikahan Al-Idris dan Fathimah yang diridhai.
Ada contoh lain pernikahan karena menjaga diri dari hal yang meragukan, semata-mata demi mencapai keselamatan akhirat. Imam Bukhari dalam hadis shahihnya pernah meriwayatkan sebuah cerita dari Rasulullah.
Kata Rasulullah Saw., “Ada Seorang laki-laki membeli sebidang tanah dan menemukan sebuah tempayan berisi emas dalam tanah itu.
Katanya kepada si penjual, ‘Ambillah emasmu, karena hanya tanah yang saya beli dari engkau dan saya tidak membeli emas’.
Kata yang punya tanah, ‘Tanah itu beserta isinya telah saya jual kepada engkau’.
Keduanya lalu minta putusan kepada seseorang.
Kata hakim itu, ‘Adakah kamu berdua mempunyai anak?’
Seorang di antara mereka berkata, ‘Ya, saya mempunyai seorang anak laki-laki’.
Kata yang seorang lagi, ‘Ya, saya mempunyai seorang anak perempuan’.
Kata hakim tadi, ‘Kawinkanlah anak perempuan itu dengan anak laki-laki ini dan belanjailah dengan keduanya dari harta itu dan bershadaqahlah’.” (HR Bukhari dalam shahihnya, hadis No. 1513).
Suatu ketika seorang pemuda ahli ‘ibadah mendatangi pelacur, karena desakan keinginan yang kuat. Setelah berada dalam kamar berdua dengan pelacur itu, ia merasakan ketakutan yang amat sangat mengingat pengawasan Allah yang tak pernah lepas serta kedudukannya di hadapan Allah.
Maka ia berkeringat dan pucat karena takutnya. Ia meninggalkan tempat pelacuran itu dan tidak mengambil uangnya kembali, meskipun pelacur itu berusaha menahannya.
Setelah pemuda itu pergi, pelacur itu merenung. Seharusnya dialah yang lebih takut kepada Allah mengingat perbuatan-perbuatannya. Maka ia berniat bertaubat dan mencari pemuda itu agar dinikahi. Tetapi ketika sampai, ia dapati pemuda itu meninggal seketika karena rasa takutnya saat melihat kedatangan pelacur itu.
Maka ia bertanya, “Adakah ‘Abid (ahli ‘ibadah) ini mempunyai saudara laki-laki yang belum menikah?”
Orang-orang menunjukkan saudaranya yang juga seorang ahli ‘ibadah, tetapi sangat miskin. Ia kemudian datang meminta untuk dinikahi demi membersihkan diri. Dari pernikahan itu lahir tujuh orang anak yang shaleh. Begitu cerita Zadan dari Ibnu Mas’ud dari Salman Al-Farisi.
Niat banyak mempengaruhi barakah tidaknya pernikahan. Sebagian dari niat menikah, dijamin akan penuh dengan barakah selama-lamanya. Istri barakah bagi suami, suami barakah bagi istri.
Allah ‘Azza wa Jalla insya-Allah juga memberi barakah yang sangat besar kepada seorang wanita yang menyerahkan diri kepada laki-laki yang ia mantap dengan akhlak dan agamanya semata, karena mengharapkan ridha-Nya atau karena ingin menjaga diri dari dosa. Apalagi jika laki-laki itu seorang yang masih sendirian.
Rasulullah Saw. menjanjikan, “Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka.”
Sebagian orang menikah, karena takut mati dalam keadaan membujang. Ini yang pernah terjadi pada Mu’adz bin Jabal r.a., salah seorang sahabat utama Rasulullah Saw. Ketika dua orang istrinya meninggal dunia pada waktu menjalar wabah pes, sedangkan ia sendiri mulai kejangkitan, maka ia berkata, “Kawinkanlah aku. Aku khawatir akan meninggal dunia dan menghadap Allah dalam keadaan tak beristri.”
Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, “Seandainya tinggal sepuluh hari saja dari usiaku, niscaya aku tetap ingin kawin. Agar aku tak menghadap Allah dalam keadaan masih bujang.”
Ada lagi niat-niat menikah yang insya-Allah dimuliakan dan baginya barakah yang melimpah sampai yaumil-qiyamah. Anda bisa membaca berbagai sumber atau bertanya kepada orang yang mempunyai hikmah. Atau, Anda bisa bertanya kepada hati nurani Anda sendiri.
Sumber : Buku best seller “Kupinang Engkau dengan Hamdallah”
Karya : Muhammad Fauzhil Adhim
by Danu Wijaya danuw | Sep 16, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Peserta aksi bela Rohingnya datang membanjiri kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari ini Sabtu (16/9). Aksi itu juga diberi nama 169 karena digelar pada 16 September 2017.
Peserta aksi yang jumlahnya mencapai ribuan memadati kawasan tersebut sejak pukul 09.00 WIB. Beberapa bus dan kendaraan kecil lain, pengangkut para peserta juga tampak berjejer, di sekitar Monas dan Patung Kuda.
Aksi kali ini digelar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan dihadiri sejumlah organisasi masa (Ormas) Islam seperti FPI, PUI, Ikadi, Mathlaul Anwar serta berbagai elemen masyarakat.
Pusat acara dihelat tepat di sisi kiri muka pintu barat Monas, dekat Patung Kuda. Mereka mendirikan satu panggung, lengkap dengan pengeras suara bagi para tokoh yang berorasi.
Melalui pengeras suara, juga terdengar beberapa kali ajakan dari atas panggung kepada peserta aksi untuk meneriakan takbir beberapa kali. “Allahu Akbar Allahu Akbar.”
Peserta aksi juga mengawali kegiatan tersebut dengan melantunkan doa bersama. Masa aksi dari berbagai elemen yang dominan memakai pakaian serba putih itu berdatangan menuju Patung Kuda. Ratusan aparat gabungan, baik TNI dan Polri juga terus bersiaga selama berlangsungnya aksi.
Prabowo dan Amien Rais Datangi Aksi Bela Rohingya

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan mantan ketua umum PAN Amien Rais, juga hadir di aksi bela Rohingya 169 yang digelar di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Prabowo hadir dengan pengawalan ketat, dan menggunakan mobil Lexus LX570 berwarna putih. Sesampai di lokasi, Prabowo langsung naik panggung dan disambut Presiden PKS Sohibul Iman.
Prabowo langsung duduk di panggung dan mendengarkan orasi-orasi. Dia juga sempat mendapat sabutan dari massa aksi. Massa aksi pun langsung meneriakkan takbir. Tak lama kemudian Amien Rais tiba saat Prabowo berorasi.
Dalam kata sambutannya, Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada 30 ormas Islam dan Presiden Partai PKS karena sudah mengundang dirinya hadir di tengah-tengah massa aksi bela Rohingya.
“Saya hadir di sini untuk menyampaikan solidaritas kita untuk etnis Rohingya,” ujarnya saat berorasi di depan massa aksi bela Rohingya.
Sementara, Amien Rais menyampaikan dalam orasinya, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak dari segala bangsa.
“Makanya rezim Jokowi ini memang punya tugas secara konstitusional untuk membantu mengatasi kezaliman yang ada di muka bumi dan membantu kaum Rohingya,” katanya.
Walubi Budha Indonesia

Dalam kesempatan ini Walubi mewakili Budha Indonesia menyesalkan tragedi kekejaman di myanmar dan turut mendoakan akan kedamaian disana.
Warga Rohingya beserta Anaknya

Dua pria rohingya beserta anak-anaknya yang berjilbab turut hadir. Dalam waktu dekat memang membutuhkan bantuan bagi pengungsi rohingya. Namun dalam waktu lama membutuhkan kewarganegaraan dan keadilan dari myanmar.
Sumber : Viva/CnnIndonesia
by Danu Wijaya danuw | Sep 15, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Jakarta – Situs resmi PSSI milik induk sepak bola tertinggi di Indonesia dibajak. Seluruh kanal tidak bisa diakses pada Kamis (14/9) sore.
Dalam situs PSSI tertera gambar yang diduga pengungsi Rohingya dan suporter sepak bola yang membentangkan pesan mengenai tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya dan berbagai gambar pengungsi.
Selain foto itu juga terdapat tulisan yang mempertanyakan pelarangan PSSI terkait aksi solidaritas kemanusiaan di dalam stadion.
“Dengan alasan politik PSSI melarang aksi solidaritas kemanusian di dalam Stadion. Lalu apa bedanya Rohingya, Palestina, dan Paris?”
“Kenapa untuk aksi Paris boleh, sedangkan untuk Palestina dan Rohingya dilarang? Apalagi menghitung jumlah korban jauh lebih banyak korban di Palestina dan Rohingya.”
Pembajakan situs PSSI terjadi beberapa jam setelah Komisi Disiplin PSSI memberikan sanksi kepada Persib Bandung terkait aksi solidaritas Bobotoh yang melakukan koreografi bertuliskan ‘Save Rohingya’ saat laga kontra Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9).
Persib dikenakan denda 50 juta dengan masa bayar 2 minggu. Para suporter Bobotoh mulai mengumpulkan koin untuk bayar denda PSSI. Sanksi diberikan menggunakan surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 Komdis PSSI menyatakan Persib melanggar pasal 67 ayat (3) kode disiplin PSSI.
Hingga Kamis (14/9) petang, situs PSSI belum bisa dibuka dan diakses secara normal.
Ini bukan kali yang pertama situs PSSI diretas. Tercatat pada tahun 2011, situs yang kala itu masih beralamat di www.pssi-football.com juga pernah dibajak.
Sumber : CNNIndonesia
by Danu Wijaya danuw | Sep 15, 2017 | Adab dan Akhlak, Artikel
Tulisan ini lahir dari kecintaan pada ulama besar
Saya dijapri seseorang untuk menanggapi potongan video dua orang ustadz yang sedang diskusi. Saya tak tahu tema diskusi itu, sebab rekaman videonya tak dari awal majelis.
Tetapi satu hal yg membuat saya terkejut dari diskusi tersebut adalah pernyataan salah satu ustadz tersebut, “Sayyid Sabiq yang dijadikan referensi istri antum itu GA BOLEH DIPAKAI, sebab apa? Sebab Sayyid Sabiq BUKAN FAQIH DI MASJID.”
Benarkah Sayyid Sabiq bukan Faqih, sehingga kitab beliau tidak layak dijadikan referensi?
1. Syaikh Nashr Farid Muhammad Washil Mufti Mesir (1996-2002) mengatakan:
جزى الله الشيخ سيد سابق عن أبناء الأزهر الشريف وشباب هذه الأمة خير الجزاء، فهو بحق فقيه الأمة الذي أكد وسطية هذا الدين، وفك طلاسم الفقه التي كان يصعب على العوام أن يفهموها، فقد قرأنا ونحن في شبابنا كتابه العظيم “فقه السنة” الذي أثرى المكتبة الإسلامية ويسّر الفقه لأبناء الأمة الإسلامية في مصر والعالم العربي والإسلامي، وتُرجم إلى عدد كبير من اللغات التي ينطق بها المسلمون في العالم الإسلامي، فجزاه الله عن الجميع خير الجزاء ورزق أبناءه وذويه الصبر والسلوان، وأسكنه فسيح جناته”.
Semoga Allah membalas Syaikh Sayyid Sabiq dengan balasan terbaik, dari anak-anak al-Azhar dan pemuda dr ummat ini. Beliau benar-benar seorang FAQIH UMMAT yg menegaskan wasathiyah agama ini……”
Lihat: http://ansarda3wa.yoo7.com/t665-topic
Sekelas Mufti Mesir tentu bukan sembarang orang, sebab menjadi mufti di negara yang jadi gudangnya ulama dunia, pengakuan beliau itu jelas dan tegas bahwa Sayyid Sabiq adalah seorang Faqih, dan bahkan sang Mufti memuji kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq.
2. Sayyid Sabiq hafal al-Quran diusia 9 tahun, dan doktor Syariah lulusan Universitas al-Azhar, pernah menjadi dosen di Universitas Malik Abdul Aziz dan Universitas Ummul Qura.
Dengan latar belakang pendidikan Al-Azhar, yang jadi doktor disana itu susahnya bukan main, udah jadi dosen dikampus besar masih dianggap bukan faqih juga?
Lihat: http://alrashedoon.com/?p=600
3. Pada tahun 1994 beliau mendapat penghargaan King Faisal International Prize dalam Fiqh Islami.

Sebuah penghargaan bergengsi didunia Islam atas buku beliau Fiqh Sunnah, kitab yang mendapat pengakuan dunia kok dibilang tidak layak dijadikan referensi.
4. Untuk melihat kapasitas kefaqihan beliau, lihatlah murid didikan beliau yg jadi ulama besar, seperti Dr Yusuf al-Qaradhawi, Dr Ahmad al-Assal, Dr Muhammad ar-Rawi, Dr Abdus Sattar Fathullah, Dr Shalih bin Humaid, dan lainnya.
Ulama yang menghasilkan ulama besar kok dibilang BUKAN FAQIH.
5. Beliau sering dikunjungi kibar ulama al-Azhar untuk didengarkan pendapat beliau
Anak beliau Muhammad mengatakan beberapa masyayikh al-Azhar yang mengunjungi beliau seperti Syaikh Abdul Jalil Isa, Syaikh Manshur Rajab, dan Syaikh al-Baquri.
Kalaulah beliau ulama ecek-ecek dan bukan faqih, gak bakalan masyayikh al-Azhar mendengarkan pendapat beliau.
Terlalu banyak kebaikan, kelebihan dan keistimewaan Sayyid Sabiq, sehingga wajar beliau dihormati ulama besar dimasa beliau, tetapi ketika ada yang tidak setuju dengan beliau bukan berarti boleh seenaknya mengatakan beliau tidak layak dijadikan rujukan.
MARI BERADAB DAN BERETIKA kepada ulama besar, sekalipun kita tidak setuju dalam beberapa masalah dengan ulama besar tersebut.
Wallahu a’lam
Sumber : Grup WA Thifan
by Danu Wijaya danuw | Sep 15, 2017 | Artikel, Dakwah
KEIMANAN manusia tidaklah selalu berjalan lurus dan stabil. Manusia adakalanya mengalami keimanan yang naik atau turun.
Rendahnya iman mampu membawa kita kepada kesedihan dan putus asa, juga kecemasan. Oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya jika iman kepada Allah SWT disebut sebagai penangkal dan pelindung dari kesedihan.
Ketika iman tengah turun, bisa saja melumpuhkan perbuatan baik dan menghilangkan produktivitas dalam kehidupan seseorang dalam ibadah.
Ini adalah doa untuk membantu Anda keluar dari lemahnya iman, kesedihan, dan waktu kesusahan.
Diriwayatkan dalam sahih Bukhori dan Abu Dawud bahwa Nabi SAW secara konsisten membaca doa ini, dan banyak dari para sahabat mendengar Nabi SAW sering mengulanginya.
اللَّـــهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْحَـمِّ وَالْحَزَنِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْـِز وَاْلكَسَلِ
وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُـبْنِ وَالْبُخْـلِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَـهْرِ الرِّجَالِ.
“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.”
Doa ini mengandung banyak arti agar dihilangkan dari sifat malas, lemah, sedih dan susah, hutang dan kesewenang-wenangan manusia.
Salah satu aspek yang indah dalam agama Islam adalah bahwa Allah dan Rasul-Nya telah menentukan tindakan bagi kita ketika kita menderita lemah iman dan kesedihan, dan salah satu obat yang paling ampuh adalah Doa.
Semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : MuslimMatter
by Danu Wijaya danuw | Sep 15, 2017 | Artikel, Dakwah
Banyak problematika dalam kehidupan yang menyangkut seseorang dengan yang lain, seperti dengan teman, saudara, bahkan dengan orangtua sekali pun.
Dari Zarbiy, ia berkata, Aku mendengar Anas bin Malik berkata : Ada orangtua yang datang ingin menemui Rasulullah, lalu orang-orang tidak segera memberi jalan kepadanya, maka Nabi bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak kasihsayang kepada yang lebih muda, dan tidak menghormati kepada yang lebih tua” (HR. Tirmidzi ).
Dikisahkan, seorang wanita yang baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka berumah tangga, sangat terasa banyak ketidakcocokan di antara menantu dan sang mertua.
Hampir setiap hari terdengar kritikan dari ibu mertua. Pertengkaran pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya.
Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan ibu mertuanya, akhirnya ia memutuskan untuk memberi racun sang ibu mertua.
Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya.
Sang paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan.
“Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikap baik, menghormati, dan tidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu.” ungkap paman penjual ramuan.
Perempuan itu menuruti sang paman. Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan ibu mertua. Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar.
Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia mulai menyayangi sang menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri.
Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, “Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri” pinta sang menantu.
“Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh perhatian yang kamu berikan kepadanya.” kata sang paman tersebut.
Karena kasih dan perhatian mampu melepaskan kita dari belenggu kesalahpahaman, meluluhkan ketidakpedulian, hati yang keras, dan pikiran yang penuh kebencian.
Sumber: SangBidadari