0878 8077 4762 [email protected]
Rohis Minta Diawasi, Din : Pernyataan Kemenag Kurang Mendidik

Rohis Minta Diawasi, Din : Pernyataan Kemenag Kurang Mendidik

JAKARTA–Pernyataan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin agar Rohis (Pembina Rohani Islam) di sekolah-sekolah diawasi, terus menuai kritik termasuk dari mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Din Syamsuddin menilai pernyataan Menag soal Rohis itu kurang mendidik.
“Seharusnya Menag berterima kasih kapada para Rohis di sekolah-sekolah, yang selama ini berjasa dalam ikut membina kerohanian siswa.
Justru dalam keadaan kekurangan guru agama seperti yang dilansir selama ini, para rohis telah berperan mengisi kekosongan itu,” tegas Din seperti dikutip dari Republika, Sabtu (8/7/2017).
Din bahkan mengetahui bahwa rohis di sekolah-sekolah tingkat menengah itu, berjasa dalam membina pemahaman keagamaan siswa, sekaligus membentuk akhlak generasi muda.
“Bahwa mungkin ada rohis yang tidak atau belum benar, justru itu tugas Kemenag untuk membinanya,” lanjut Din.
Menurut Din, mengeneralisasi sesuatu itu berbahaya. Kemenag harus berbuat sesuatu untuk membantu pembinaan kerohanian di sekolah-sekolah umum, maupun sekolah-sekolah agama swasta.
“Jadi, jangan bertindak represif terhadap hal yang seharusnya edukatif. Sudah tidak zamannya lagi pemerintah itu bersikap represif. Jangan karena tidak berbuat apa-apa justru mau mengawasi,” tandasnya.
Viral Foto Media Sosial Terkait Rohis
Selain itu ada juga yang memposting foto dengan kenangan mereka sebagai anak rohis saat mereka sekolah. Disertai kalimat-kalimat positif bersama Rohis di sekolah. Foto-foto tersebut bisa dilihat berikut ini.
19756324_10211206039044933_8785625588753655752_n

IMG-20170711-WA0009

Viral di Instagram&fb dengan hashtag #rohisbukanteroris


Klarifikasi Kemenag Terkait Pernyataan Ambigu, tetap Dukung Rohis
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengklarifikasi pernyataan sebelumnya yang mengindikasikan bahwa kegiatan organisasi Rohani Islam (Rohis) diminta untuk diawasi.
Menurut Lukman, dirinya tidak meminta diawasi dengan pengertian mencurigai. Dia hanya menyampaikan bahwa kepala sekolah harus bisa memberikan perhatian lebih kepada rohis.
“Yang saya sampaikan adalah bagaimana kepala sekolah bisa memberi perhatian lebih kepada rohis. Hal ini dilakukan agar rohis bisa dilindungi dari pengaruh pengaruh negatif. Saya tidak meminta diawasi yang di dalamnya ada pengertian mencurigai,” kata Lukman, Sabtu (9/7/2017) kemarin.
Menurut Menag, kepala madrasah atau sekolah harus memberikan perhatian besar terhadap kegiatan kegamaan di madrasah atau sekolah mereka.
“Jadi setiap madrasah, sekolah apapun jenjangnya apakah dasar menengah atau atas, khususnya para kepala sekolahnya harus lebih memberikan perhatian yang besar khususnya terkait dengan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh para siswa-siswinya,” ujar Lukman usai Halalbihalal di Kantor Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017) kemarin.
Menurut Lukman, para kepala sekolah dan guru harus mengetahui siapapun yang menyampaikan ceramah keagamaan kepada siswa, baik dari segi latar belakangnya, maupun wawasan pencermah tersebut dalam menyampaikan dakwah-dakwah keagamaannya.
Lukman berharap, imbauan tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama, sehingga para siswa bisa tehindar dari ajaran menyimpang.
Anggota DPR RI yang ikut Mendukung Rohis
Lalu, terkait adanya pemberitaan yang beredar di media tentang pernyataan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang meminta agar ekstra kulikuler Rohis (Rohani Islam) di sekolah-sekolah diawasi, cukup membuat kaget Wakil ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis.
Menurut Iskan, jika isu yang beredar itu benar, maka amat disayangkan dan membuat kaget. Mengingat selama ini keberadaan Rohis di sekolah-sekolah memberikan dampak positif bagi para siswa yang mengikuti kegiatan rohis.
“Saya kaget, jika benar pemerintah mau mencurigai Rohis, mengingat selama ini citra anak-anak Rohis dikenal  menjunjung kesalihan dan akhlak yang baik di sekolah,” kata Iskan, Ahad (9/7).
Anggota legislatif itu menambahkan, alangkah baiknya keberadaan Rohis di sekolah-sekolah mendapatkan dukungan optimal dari pemerintah dalam hal ini kementerian agama.
“Keberadaan Rohis telah banyak membentengi para siswa-siswi di sekolah-sekolah dari berbagai pengaruh negatif pergaulan, seperti narkoba, seks bebas, LGBT, dan sebagainya,” katanya lagi.
 
Sumber : Republika

Pria Jerman Tendang Perempuan Berjilbab Diganjar 2 Tahun Penjara

BERLIN – Pengadilan Jerman memutuskan untuk menjatuhi hukuman 2 tahun dan 11 bulan penjara, kepada seorang pria yang dengan sengaja menendang perempuan berjilbab.
Identitas pria yang berbuat hal tidak menyenangkan itu diketahui sebagai Svetoslav S.
Insiden yang terjadi stasiun bawah tanah Kota Berlin tersebut terabadikan oleh kamera pengawas dan menjadi viral di Youtube hingga memicu kecaman publik dan meresahkan warga jerman.
Akibat ulah pria berusia 26 tahun tersebut, perempuan yang tak disebutkan namanya itu menderita luka di kepala dan patah lengan.
Melansir BBC, Kamis (7/7/2017), selama persidangan berlangsung, perempuan berjilbab tersebut memaparkan bahwa ia jatuh dengan posisi wajah terlebih dahulu menghantam lantai beton.
Ia juga mengaku harus menjalani perawat selama beberapa bulan dan mengalami trauma yang membuatnya tak berani pergi ke tempat umum.
Sayangnya tidak dijelaskan secara detail terkait motif Svetoslav S melakukan serangan tersebut.
Sebelumnya, diduga aksinya itu merupakan bentuk islamophobia. Kebencian terhadap Islam di jerman terlihat dari demonstrasi penolakan Islam setiap seminggu sekali oleh kalangan tua.
 
Sumber : BBC

Rohis Minta Diawasi, Din : Pernyataan Kemenag Kurang Mendidik

Mosul Akhirnya Bebas dari ISIS, PM Irak Rayakan Bersama Tentara dan Warga

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi tiba di Mosul, Minggu (9/7) siang waktu setempat, untuk mengucapkan selamat kepada pasukan Irak atas kemenangan mereka melawan ISIS setelah hampir sembilan bulan terlibat dalam perang kota.
“Panglima tertinggi angkatan bersenjata (Perdana Menteri) Haider al-Abadi tiba di kota Mosul yang sudah dibebaskan dan menyelamati para pejuang dan rakyat Irak yang heroik,” demikian pernyataan kantor perdana menteri Irak, seperti dikutip Reuters.
Televisi Irak juga menayangkan Haider al-Abadi berkeliling Mosul dengan berjalan kaki bersama warga kota terbesar kedua di Irak itu.
Sebelum kedatangan Abadi, muncul laporan yang menyatakan perang masih terjadi dan kepulan asap terlihat di atas kota. Sekitar 30 militan ISIS dilaporkan tewas dibunuh ketika berupaya melarikan diri dengan terjun ke Sungai Tigris.
Operasi untuk merebut kembali Mosul, yang dikuasai ISIS sejak memproklamasikan kekhalifahan pada 2014, dilancarkan pasukan Irak mulai Oktober 2016 dengan dukungan serangan udara dari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Kelompok pejuang Kurdi Peshmerga yang dilatih Turki, masyarakat suku Sunni Arab, dan kelompok militan Syiah dilaporkan ikut terlibat dalam perang di Mosul.
Kekalahan di Mosul merupakan pukulan hebat bagi ISIS yang juga sudah kehilangan pijakan di Kota Raqqa, Suriah, yang sedang digempur serangan pasukan global.
Prancis dan Inggris sudah mengucapkan selamat atas kekalahan ISIS di Mosul.
“Mosul telah dibebaskan dari ISIS,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron seperti dikutip Reuters.
Sedangkan Menteri Pertahanan Inggris mengatakan: “Saya sudah menyelamati Perdana Menteri Abadi dan pasukan Irak yang telah bertempur dengan gagah berani dan cermat melawan musuh yang brutal.”
Bagaimanapun, direbutnya kembali Mosul tidak berarti bahwa ISIS benar-benar sudah berakhir di Irak karena mereka masih menguasai beberapa wilayah kecil, seperti Tal Afar dan tiga kota lain di Propinsi Anbar.
Kelompok itu juga masih memiliki kemampuan untuk mengebom daerah-daerah yang dikuasai pemerintah.
Sebagian besar kota hancur

19756332_1389062261180952_8000110914068294359_n

Kota Mosul yang sudah porak poranda ditinggal oleh sekitar 900.000 penduduknya sejak perang dimulai tahun 2004/Foto : AFP


Perang Mosul yang berlangsung selama tiga tahun telah membuat sebagian besar kota hancur, ribuan orang terbunuh dan sejuta orang tercerai berai.
Sejumlah lembaga bantuan memperkirakan sekitar 900.000 penduduk kota sudah mengungsi sejak tahun 2014, atau setengah dari total jumlah penduduk kota itu sebelum perang.
Bersamaan dengan pernyataan kemenangan atas Mosul, lembaga sosial Save The Children memperingatkan dampak kejiwaan perang atas anak-anak ‘yang dihantui oleh kekerasan ekstrem, atau meninggalnya seseorang yang dikasihi di depan mereka.’
“Saat ini dunia nyaris tidak memberikan bantuan dana untuk kesehatan mental,” kata Ana Locsin, Direktur Save the Children di Irak.
 
Sumber : Reuters/Sayangi.com

Rohis Minta Diawasi, Din : Pernyataan Kemenag Kurang Mendidik

Bhutan tak Izinkan Dakwah Islam

Negara di ujung timur Pegunungan Himalaya ini menjadi rumah bagi sekitar 7.000 Muslimin. Sebagai minoritas, mereka masih mencari pengakuan di tengah mayoritas agama sekaligus paham resmi negara, Buddha.
Secara perhitungan kasar persentase demografi, pemeluk agama di Bhutan mencapai 75 persen Buddha dan 25 persen Hindu. Islam, tak lebih dari satu persen. Tapi, jumlah mereka tidaklah terbilang sedikit. Angkanya pun terus meningkat.
Menurut PEW Research Forum, pada 1990 terdapat sekitar 6.000 Muslimin di Bhutan. Kemudian, pada 2010 meningkat menjadi 7.000 jiwa. Pada 2030, diprediksi akan meningkat menjadi 9.000 jiwa.
Bhutan memang tak lepas dari Buddha, baik sejarah maupun kebudayaan. Tapi, Islam datang di tengah-tengah mereka seiring perkembangan di Asia Selatan.
Kebebasan beagama mulai diterapkan pada pemeluk Hindu yang minoritas, tapi kemudian mendapatkan de facto kebebasan beragama. Adapun Muslimin, masih berjuang mendapatkan hak tersebut.
Meski Islam tak diakui, bukan berarti Islam dilarang. Muslimin hidup sebagaimana rakyat Bhutan pa da umumnya. Mereka memiliki hak sebagai warga negara serta memiliki hak untuk bekerja.
Hanya satu hal yang tak diizinkan, yakni menyebarkan agama atau dakwah Islam. Oleh karenanya, jumlah Muslimin tak berkembang pesat di sana. Komunitas Muslim pun hanya hidup di kalangan mereka saja. Tapi, mereka dapat hidup nyaman di sana.
Muslimin Bhutan hidup sebagai minoritas, tapi mereka dapat menjalankan ibadah dengan baik. Terdapat sebuah masjid yang menaungi mereka menjadi tempat ibadah dan sebagai sarana berkumpul.

hazratbal-shrine-in-srinagar-india-01_1499681724403

Masjid Hazrabalt di pinggir sungai Bhutan


Adapun fasilitas Muslim lain, seperti sekolah ataupun organisasi, tak jelas dikabarkan.
Dalam hal pangan halal pun tak ada yang dapat mengonfirmasi kehalalannya. Badan sertifikasi halal pun tak jelas apakah dimiliki Muslimin setempat.
Tapi, hal tersebut bukanlah masalah. Mengingat sebagai negara yang mayoritas Buddha, Buthan memang memiliki lebih banyak ragam pangan vegetarian.
Dengannya, Muslimin pun tak kesulitan dalam menemukan pangan halal. Bahkan, menurut tour Muslim crescent rating, Bhutan memiliki banyak sekali ragam pangan vegetarian yang terkenal lezat.
Keinginan mendapat hak kebebasan beragama pun makin menghasilkan titik terang dengan adanya komitmen kerajaan untuk menerapkan demokrasi.
Tapi, media Barat yang mencitrakan Islam dengan buruk pun tak luput didengar masyarakat Bhutan. Akibatnya, masyarakat terbawa pemahaman Islam ala Barat yang melekatkan Muslimin dengan terorisme.
Kendati demikian, masyarakat Bhutan tak pernah terlibat bentrok dengan Muslimin. Antarumat beragama, hidup harmonis menjalin kerukunan dan toleransi.

MUI Kutuk Keras Pembacokan Pakar Telematika ITB

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras pembacokan oleh sejumlah orang tak dikenal terhadap pakar telematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah pada Ahad (9/7) pagi tadi. Karena itu, MUI mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“MUI mengutuk dengan keras sikap dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah orang pagi ini terhadap saudara Hermansyah di jalan Tol Halim yang benar-benar mengancam  keselamatan dan jiwa yang bersangkutan,” ujar Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas kepada Republika.co.id, Ahad (9/7).
Menurut dia, kasus ini harus ditangani oleh pihak kepolisian secara cepat dan profesional karena peristiwa ini bisa menjadi bola liar dan menjadi isu yang akan sangat mengganggu kehidupan nasional.
“MUI mendesak pihak kepolisian untuk secepatnya dapat mengungkap si pelaku dan menyeret mereka ke depan pengadilan untuk mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya dan seadil-adilnya,” ucapnya.
Selain itu, menurut dia, jika kasus ini tidak segera diungkap masyarakat akan mengaitkan dengan berbagai persoalan di negeri ini. Pasalnya, sesuai dengan keilmuan dan keahliannya dalam bidang telematika.
Hermansyah telah mampu mengemukakan perspektif lain dari beberapa kasus yang ada, sehingga Hermansyah terkesan memang menjadi target pembacokan. Karena itu, untuk menghilangkan sakwasangka dan mencegah beredarnya isu yang tidak baik yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan di negeri ini, MUI mengimbau polisi bergerak cepat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dosen Teknologi Informasi ITB, Hermansyah, menjadi korban pembacokan oleh sejumlah orang tak dikenal, pada Ahad (9/7) pagi. Ia dibacok saat melintas di ruas jalan Tol Jagorawi.
“Kejadiannya di KM 6 tol. Di daerah Cipayung, Jakarta Timur,” ujar Kepala Polres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo saat dikonfirmasi, Ahad.
 
Sumber : Republika

Rohis Minta Diawasi, Din : Pernyataan Kemenag Kurang Mendidik

Keunikan Masjid Islamic Center Rijeka Kroasia

Masjid Islamic Center Rijeka Kroasia memang unik. Bentuknya yang menyerupai gedung teater Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini merupakan besutan seniman kenamaan, Dusan Dzamonja.
Masjid Raya Rijeka, Kroasia, ini merupakan perjalanan panjang berpuluh tahun perjuangan umat Islam di Rijeka.
Dengan daya tampung masjid 1.400 jamaah, kehadiran masjid untuk yang pertama kalinya di Kota Rijeka menjadi kebanggaan baru umat Islam melengkapi dua masjid lain yang ada di Kroasia.
Pembangunan masjid ini sebagian besar didanai oleh Pemerintah Qatar. Masjid Rijeka ini menjadi salah satu bangunan keagamaan yang paling unik dan indah di Eropa.
Desain bangunan masjid yang diresmikan pada 4 Mei 2013 ini kaya dengan sentuhan arsitektur yang lebih modern dan futuristik. Uniknya desain arsitektur masjid yang juga bagian dari Islamic Center Rijeka ini muncul dari seorang seniman asal Kroasia yang sangat terkenal, Dušan Džamonja.
Ia menciptakan sebuah model miniatur masjid dengan model yang  abstrak. Kemudian, rancangan tersebut disempurnakan oleh arsitek Kroasia, Darko Vlahovi dan Branko Vuinovi.
Mereka mengimplementasikan ide konsep tersebut sesuai estetika proyek pembangunan masjid.
Džamonja yakin konsep Masjid Raya Rijekanya mampu menciptakan desain yang sangat baik untuk sebuah rumah ibadah dan mampu menciptakan lingkungan yang menyenangkan.
Salah satu yang cukup unik, kubah masjid dibentuk dalam lima bagian terpisah yang secara visual, namun tetap merupakan bagian dalam satu bangunan atap masjid.

Screenshot_2017-07-09-16-35-58_com.android.chrome_1499592985622

Desain unik kubah 5 bagian, dan menara ala ottoman


Ketika membuat desain kubah, Dušan Džamonja meniru model arsitektur kubah tradisional masjid gaya Ottoman di tepi Laut Tengah.
Walaupun, dengan pendekatan model yang dikombinasikan dengan makna modern.
Bangunan masjid dan Islamic center ini memiliki empat tingkat, yakni galeri, lantai dasar, lantai dua, serta masjid. Bangunan juga memiliki ruang pusat pertemuan pimpinan umat, sebuah restoran, tempat tinggal sementara, dan kamar tamu.
Ruang interior mengingatkan cakrawala lanskap terbuka. Dušan Džamonja sukses berekspresi dalam bentuk geometris dasar di setiap sudut arsitektur masjid ini. Hasil dari kreasinya pun terlihat yang tidak seperti arsitektur bangunan ibadah biasa.
 
122023m

Sudut arsitektur ruangan dalam masjid yang elegan


Eksterior bangunan terdiri atas batu dan suasana kuning gurun pasir sedangkan kubah interior akan ditutupi dengan mosaik emas. Lantai menggunakan granit hitam, ditutupi karpet oriental dalam warna yang hidup.
Umumnya simbol sebuah masjid, bangunan ini pun memiliki menara menjulang setinggi 23 meter. Hal yang menarik dari menara Masjid Rijeka ini adalah bentuknya yang tidak seperti menara masjid pada umumnya.
Menara masjid ini terkesan seperti monumen dengan gaya sangat minimalis serta bentuk futuristik.
Di lantai bawah masjid, menjadi lokasi Islamic center akan dibangun, yang dibangun dengan beberapa fasilitas sosial kemasyarakatan umat Islam Rijeka.
Seperti, restoran kafe, toko daging halal, ruang pertemuan, tempat pendidikan Alquran, serta prasekolah dan pengajaran sekolah agama.
“Islamic center ini mampu menampung 10 ribu umat Islam dan akan menjadi tempat ibadah serta pusat kegiatan sosial masyarakat Muslim di Rijeka,” ujar imam besar Rijeka, Hajrudin Mujkanovi.
Walaupun memiliki kesan modern, Islamic center ini sengaja dirancang tetap selaras dengan simbol agama dan umat Islam di Kroasia.
 
Sumber : Republika
Rep: Amri Amrullah / Red: Agung Sasongko