0878 8077 4762 [email protected]

Bermula dari Aksi 212, Keluarga Ini Rela Bolak Balik Qatar-Jakarta demi Pilkada

Pesta demokrasi Pilkada yang sedang berlangsung di Ibukota membuat warga Jakarta berbondong-bondong menyambangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayahnya masing-masing untuk memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pilihannya.
Bahkan, ada warga Jakarta yang sengaja bertolak dari Qatar ke Jakarta demi menunaikan hak pilihnya sebagai Warga Negara Indonesia. Semangat dan perjuangan Er Sopian (50 tahun) beserta isteri dan kedua anaknya ini patut mendapat acungan jempol.
“Sebelumnya, saya dan istri sudah merencanakan ini jauh-jauh hari. Sekaligus mengajak kedua anak saya, Reza (17) dan Aninditya Salma Sopian (20) yang kuliah di Inggris terbang ke Jakarta untuk nyoblos,” kata Er Sopian, Rabu (19/4/2017).
Kuatnya keinginan mencoblos di Pilkada Jakarta ini, kata Er mengawali kisahnya, bermula dari Aksi 212 di Jakarta tahun lalu. Mendapat informasi adanya aksi massa itu, dia langsung membeli tiket pesawat pulang pergi Qatar-Jakarta.
Semangat perjuangan di Aksi 212 dalam diri dan keluarganya terus berlanjut hingga berlangsungnya pilkada putaran pertama. Sayangnya, bertepatan dengan pesta demokrasi di putaran pertama itu dia dan sejumlah rekan kerjanya di perusahaan minyak tengah berada di tengah-tengah laut di Qatar.
“Karena saat itu saya tak mungkin (ke Jakarta), akhirnya isteri saya saja yang berangkat,” cerita Er.
Tiba di hari pencoblosan, dia dan isterinya lantas bergabung bersama relawan lainnya yang tergabung dalam Gema Jakarta menjadi saksi berlangsungnya Pilkada Jakarta di putaran kedua.
Sekeluarga Er Sopian pun lantas berbagi tugas di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang tak jauh dari rumahnya, yakni TPS 12, 15, dan 16.
Pagi sebelum pemilihan digelar, isterinya menyempatkan menyiapkan nasi bungkus dan sejumlah makanan ringan untuk diberikan kepada sejumlah relawan.
Pencatatan dilakukan para relawan umumnya secara manual. Untuk memudahkan upload data, dia sengaja membawa komputernya. Semua hasil catatan para relawan di-entry ke komputernya dengan cepat.
“Karena ada beberapa hasil data dari TPS yang perlu kami catat, saya harus gunakan sepeda motor berboncengan dengan anak saya Reza menengok dari satu TPS ke TPS lainnya,” ujarnya.
Dan sesuai aturan, maka pelaksanaan pemilihan suara harus sudah selesai pukul 13.00 WIB. “Alhamdulillah semuanya lancar,” ujarnya
Meski hasil hitung cepat menyebutkan kemenangan telak buat Anies Sandi, namun Sopian terus terang mengaku masih menyimpan rasa khawatir.
Khawatir kalau pelaksanaan pilkada ini dicurangi. Beda dengan isterinya yang yakin dan optimistis hasil perhitungan manual (di KPUD Jakarta) pada akhirnya nanti pasangan Anies-Sandi menang.
Rekapitulsasi perhitungan cepat dari berbagai lembaga survey menyebutkan secara umum pasangan Anies-Sandi unggul dibanding pesaingnnya. Kenyataan ini yang membuat dia dan keluarganya merasa perjuangannya tak sia-sia.
“Allah mendengar usaha kita. Ini doa seluruh umat dan para ulama dan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
 
Sumber : Republika

Dari Gaza hingga Ulama Saudi Ucapkan Selamat kepada Gubernur Baru Jakarta

Dari Gaza hingga Ulama Saudi Ucapkan Selamat kepada Gubernur Baru Jakarta

Beberapa pemuda dan orangtua di Gaza Palestina dalam video berbahasa Arab mengucapkan selamat atas kemenangan gubernur baru, Anies Baswedan. Dan atas perjuangan umat Islam.
Screenshot_2017-04-20-08-05-21_com.android.chrome_1492650358967
Selain itu Ulama terkemuka Arab Saudi, Syaikh Muhammad Al-Arifi turut mengucapkan selamat atas terpilihnya Anies Baswedan sebagai gubernur terpilih DKI pasca pemungutan suara Pilkada DKI 2017 pada Rabu kemarin (19/4/2017).
Melalui akun Twitter, Syaikh Al-Arifi mengucapkan Selamat;
arifi-2

الحمد لله تتواصل التهاني والشكر لله في المواقع الإندونيسية لفوز المرشح المسلم د.أنيس با سويدان، حاكماً لجاكرتا اللهم وفقه، وأسبغ عليهم نعمتك

“Alhamdulillah, telah tiba hasilnya dan syukur kepada Allah di Indonesia telah terpilih Gubernur Muslim, Dr. Anies Baswedan, yang akan memerintah Ibu Kota Jakarta. Semoga Allah memberkati dan menyempurnakan nikmat-Nya. “
Menariknya, ulama yang merupakan salah satu profesor di King Saud University ini juga mengucapkan selamat dalam bahasa Indonesia:
arifi-1
“Saya ucapkan, selamat kepada Dr. Anies Baswedan atas kemenangannya menjadi Gubernur Jakarta. Semua kaum muslimin”
Profil Singkat Syaikh Muhammad Al-Arifi
Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi, biasa kita kenal Syaikh Al-Arifi. Beliau berasal dari Bani Khalid (Bani Makhzum) yang merupakan Bani dari Shahabat Nabi, Khalid bin Walid RA.
Beliau lahir pada 15 Juli tahun 1970. Beliau lulus dari Universitas di Saudi dan menyandang gelar Ph.D dengan desertasi  Ara’ Shaykh al-Islam Ibn Taymiyya fi al-Sufiyya – Jam’ wa Dirasah (Pandangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang Tasawuf).
Saat ini, Dr ‘Arifi adalah pendiri & Pembesar berbagai organisasi Dakwah, serta menjadi komite penasehat mereka. Ia juga merupakan anggota dewan penasehat untuk banyak organisasi internasional. Selain sebagai dosen tamu di universitas-universitas Saudi dan  asing, beliau juga seorang Profesor di King Saud University di Riyadh.
Beliau telah memberikan khutbah Jumat selama lebih dari 20 tahun di masjid-masjid terkemuka di Arab Saudi, bahkan di beberapa negara Arab lainnya. Saat ini, beliau menjadi khotib Jumat di masjid al-Bawaardi, yang merupakan masjid besar di selatan Riyadh.

Anies Baswedan Sujud Syukur di Masjid Istiqlal Bersama Para Ulama

Cagub DKI Anies Baswedan melaksanakan sujud syukur bersama ribuan jamaah kaum muslimin di Masjid Istiqlal. Kegiatan itu bentuk syukur atas hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berjalan aman dan lancar.
Cagub DKI yang diusung PKS dan Partai Gerindra tersebut hadir tanpa ditemani cawagub Sandiaga Shalahuddin Uno. Anies tiba sekitar pukul 19.00 wib, Rabu (19/4/2017).
Ikut bersama Anies, Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Mereka terlebih dahulu menunaikan sholat Isya di masjid terbesar di Asia tenggara itu.
Usai sholat, imam besar Front Pembela Islam FPI Habib Rizieq Shihab mengajak seluruh jamaah untuk sujud syukur.
“Mari kita sujud syukur untuk gubernur muslim kita,” ujar Rizieq.
Dalam sambutannya, Prabowo mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk keberanian Habib Rizieq menegakkan kebenaran.
“Habib dan masyarakat muslim sama dengan kami yang membela kepentingan rakyat indonesia dan menegakkan keadilan serta menyelamatkan demokrasi di Indonesia dan masa depan indonesia,” kata Prabowo.
Anies juga turut memberikan sambutannya dalam majelis yang dihadiri para ulama dan habib itu.
Mendikbud era Presiden Joko Widodo itu mengatakan sujud syukur sebenarnya bukan hanya dilakukan di Istiqlal.
“Kita tempelkan kening kita dimana seluruh Indonesia menyaksikan, dan di seluruh Indonesia sekarang juga sedang melakukan sujud syukur,” tutur Anies.
Inisiator Indonesia Mengajar itu juga mengajak seluruh umat islam khususnya di Jakarta untuk menjaga kedamaian dan persatuan terlebih Jakarta merupakan kota yang sangat bhinneka.
“Kita tunjukkan umat islam penjaga kedamaian dan perekat persatuan,” ajaknya.

Jangan Pilih Dua Keburukan Ketika Memilih Pemimpin

Kalau Anda tidak mampu meninggalkan kedua Keburukan itu, yaitu menerima suap dan memilih pemimpin kafir; jangan sampai melakukan keduanya.
1. Saudaraku kaum muslimin, Suaramu adalah amanah yang akan kalian pertanggung-jawabkan di hadapan Allah.
Sehingga berikanlah suara itu kepada paslon yg dihalalkan oleh Allah. Jangan sampai memberikannya kepada paslon yang diharamkan oleh Allah dan diselisihi ulama
“Wahai orang-orang yg beriman, janganlah kalian menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai Aulia”. [Almaidah:51].
Kata “aulia” bisa bermakna PEMIMPIN, teman setia, pelindung, penolong, pembela, dan lain-lain. Itu semua tercakup dalam kata “aulia”.
Sungguh inilah kehebatan Alquran Kalamullah, dengan redaksi yang singkat, bisa mencakup makna yang sangat luas.
2. Menjual suara adalah tindakan mengkhianati amanah yang ada di pundak kita.
Seharusnya ini tidak dilakukan seorang yang mengaku muslim. Pilihlah paslon berdasarkan dalil dan bukti yang kuat akan mensejahterakan kita semua selama masa kepemimpinannya. Terutama kesejahteraan dari sisi Agama.
Jangan sampai memilih paslon karena uang yang diberikan saat akan pencalonan. Karena itu bukan uang halal, itu juga hanya sesaat dirasakan, setelah itu kita akan ‘diperas’ selama masa kepemimpinannya.
3. Bagaimana dengan pembagian uang atau sembako dari para paslon, bolehkah kita mengambilnya?
Itu adalah bentuk lain dari suap menyuap, dan ini merupakan dosa besar, sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:
Allah MELAKNAT orang yg menyuap, dan orang yg menerima suap!“. [HR. Abu Dawud: 3580, shahih].
Pantaskah kita memilih calon yg jelas-jelas melakukan dosa besar di hadapan kita?
Bagaimana jika dua-duanya melakukan dosa besar itu?
Kita pilih yg PALING SEDIKIT dalam menyuapnya. Mana yang lebih ringan keburukannya, itu yang kita pilih.
4. Bagaimana kalau kita sudah mengambil uang suap.
Pertama: Kita harus bertaubat kepada Allah dari dosa besar tersebut.
Kedua: Kita harus mengembalikan uang itu bila dimungkinkan.
Bila tidak mungkin mengembalikan kepada penyuap, maka kita bisa memberikan kepada fakir miskin, atau lembaga yang menyalurkan harta haram tersebut untuk fasilitas umum -misalnya- dengan niat membebaskan diri dari harta haram.
5. Bagaimana jika sudah BERJANJI, bahkan sudah BERSUMPAH untuk memilih paslon tertentu, padahal Allah melarang kita memilihnya.
Jika hanya berjanji saja tanpa sumpah dengan nama Allah, maka tidak menjadi masalah untuk mengingkari janji tersebut, karena itu adalah janji bermaksiat. Bahkan “janji bermaksiat” SEHARUSNYA tidak kita tepati.
Jika pun kita sampai bersumpah dengan nama Allah, bahwa kita akan memilih calon yang diharamkan Allah, maka ini masuk dalam bab sumpah “ghomus”, yakni sumpah yg bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka.
Sumpah seperti ini harus TIDAK ditepati. Dan tidak ada tebusan untuk sumpah jenis ini. Kecuali bertaubat dan meminta ampun kepada Allah, karena bersumpah untuk melakukan kemaksiatan adalah perbuatan dosa.
6. Jika kita tidak kuat menolak “godaan suap”. Baik berupa uang atau sembako atau yang lainnya, karena berbagai alasan. Maka jangan sampai kita mengumpulkan dua keburukan sekaligus.
Jangan sampai kita “mengambil suap” dan memilih paslon yg diharamkan oleh Allah. Sungguh keduanya merupakan keburukan yg sangat nyata. Kalau kita tidak mampu meninggalkan dua-duanya, maka paling tidak jangan melakukan dua-duanya.
7. Kaum Muslimin -semoga Allah memuliakan kalian-. Penulis yakin masih ada kebaikan dan semangat iman di dada-dada kalian. Di sisi lain, penulis juga yakin, bahwa kalian sadar betul, bahwa sangat jarang dari kaum nasrani dan etnis ‘tionghoa’ yang akan memilih paslon kaum muslimin.
Oleh karena itu, janganlah ragu untuk menguatkan barisan kaum muslimin dengan memilih pemimpin dari kaum muslimin.
Ingatlah, karena tugas dan kewajiban memilih pemimpin sudah ditaruh di pundak kita, maka wajib bagi kita menunaikan tugas kewajiban tersebut sebaik-baiknya.
Jangan sampai kita menyia-nyiakannya, atau bahkan mengkhianatinya, karena itu semua akan kita pertanggung-jawabkan di hadapan-Nya.
Silahkan dishare. Semoga bermanfaat.
 
Ust. Musyaffa Ad Darini

Doa Perang Badar untuk Kemenangan Umat Islam Jakarta

Sejarah peperangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membuktikan pentingnya doa dalam amaliyah jihad.
Yakni saat perang Badar, tepatnya pada malam peperangan, di mana para sahabat tertidur kecuali Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Beliau tidak tidur di malam itu. Beliau shalat di bawah batang pohon dan banyak berdoa di sujudnya…
Ya Hayyu Ya Qayyum,” beliau mengulang-ulangnya dengan meminta pertolongan kepada Allah. (Al-Bidayah wa al-Nihayah: 5/82)
Doa Nabi Muhammad saw Saat Perang Badar
Kemudian saat pagi tiba dan terlihatlah pasukan Quraisy, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa,

اللّهُمّ هَذِهِ قُرَيْشٌ قَدْ أَقْبَلَتْ بِخُيَلَائِهَا وَفَخْرِهَا ، تُحَادّك وَتُكَذّبُ رَسُولَك ، اللّهُمّ فَنَصْرَك الّذِي وَعَدْتنِي ، اللّهُمّ أَحِنْهُمْ الْغَدَاةَ

“Ya Allah, Inilah Quraisy, mereka datang dengan segala kesombongan dan kebanggan mereka. Mereka menantang-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, kurniakan kemenangan yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, binasakanlah mereka pada pagi ini.” (Sirah Ibnu Hisyam: 3/164)
Diriwayatkan dari Umar bin Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Pada perang Badar, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat para sahabatnya berjumlah 300 lebih sedikit, dan melihat kepada kaum musyrikin berjumlah seribu lebih. Kemudian beliau menghadap kiblat sambil mengangkat tangan dengan selendang dan surban di pundaknya, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِى مَا وَعَدْتَنِى اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِى اللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةُ مِنْ أَهْلِ الإِسْلاَمِ لاَ تُعْبَدْ فِى الأَرْضِ

“Ya Allah, penuhilah untukku apa yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikan apa yang telah Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau biarkan pasukan Islam ini binasa, tidak ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Beliau terus menerus meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah sehingga jatuhlah kain surban dari kedua pundaknya. Abu Bakar menghampiri dan meletakkan kembali kain surban itu di pundaknya. Abu Bakar terus berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu berkata:

يَا نَبِىَّ اللَّهِ كَذَاكَ مُنَاشَدَتُكَ رَبَّكَ فَإِنَّهُ سَيُنْجِزُ لَكَ مَا وَعَدَكَ

“Wahai Nabi Allah! Inilah sumpahmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang dijanjikan-Nya kepadamu.”
Inilah keadaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya dalam perang Badar, mereka banyak berdoa kepada Allah. karenanya, Allah mensifati mereka sebagai orang-orang yang banyak beristighatsah (memohon pertolongan) kepada-Nya, banyak berharap dan berdoa kepada-Nya,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”.” (QS. Al-Anfal: 9)
Marilah kita banyak berdoa utk kemenangan ummat Islam. Aamiin.