0878 8077 4762 [email protected]

Ma'ruf Amin Jelaskan Kenapa Jokowi Harus Batalkan Kebijakan 'Full Day School'

JAKARTA – Peran santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, dan menerapkannya di dunia nyata.
Rais’Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin menyebut santri punya tugas lebih dari sekedar itu. Bahkan santri juga punya tugas untuk ikut berperang di era perang kemerdekaan.
Ma’ruf Amin menyebut di era modern ini, kewajiban santri juga termasuk menjaga negara. Ma’ruf Amin mengatakan santri berkewajiban menjaga negara dari kelompok-kelompok yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dari upaya-upaya yang ingin merusak tatanan yang ada, yang ingin mengganti tatanan yang ada sehingga dapat menimbulkan kegaduhan,” kata Ma’ruf Amin, dalam sambutannya di acara peluncuran logo Hari Santri Nasional (HSN), di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).
Ma’ruf Amin tidak menyebut identitas kelompok mana yang ia maksud. Namun ia menyebut kelompok tersebut sebagai kelompok yang intoleran, yang selalu menganggap salah orang-orang yang berada di luar kelompoknya. Mereka adalah kelompok yang menganggap kafir orang-orang di luar kelompoknya.
“Membenarkan dirinya sendiri. Jangankan derajat non-muslim, sesama muslim saja (mereka) tidak bisa menerima, mereka selain dirinya sendiri, dianggap sesat,” ujarnya.
Saat ini pesantren, madrasah dan institusi lain tempat santri menimba ilmu, punya tanggungjawab untuk mendongkrak ekonomi.
Ia menyebut pemerintah saat ini berusaha menuntaskan permasalahan ekonomi Indonesia, dengan membangun pusat-pusat perekonomian di pesantren dan madrasah.
“Karena ekonomi umat sekarang ini sudah melemah, warung-warungnya juga pada roboh, karena itu harus dibantu,” terangnya.
Sistem ekonomi yang diterapkan saat ini menurut Ma’ruf Amin gagal untuk menjawab permasalahan. Sistem yang ada telah menciptakan banyak konglomerat di Indonesia, namun sayangnya kekayaan dari taipan-taipan tersebut tidak mengalir deras ke masyarakat bawah. Alhasil jurang ketimpangan pun semakin lebar.
“Ternyata (kekayaannya) tidak menetes ke bawah, yang kuat makin kuat, yang lemah makin lemah,” katanya.
Sayangnya keberadaan madrasah saat ini terancam dengan kebijakan Full Day School (FDS). Melalui kebijakan yang sudah dikukuhkan melalui Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan, siswa kedepannya akan sekolah hingga sore hari dalam lima hari kerja.
Kebijakan tersebut dianggap mengancam keberadaan madrasah, karena di kantong-kantong NU, siswa menempuh pendidikan di sekolah umum dari pagi hingga siang hari, dan dari siang hingga sore mereka menempuh pendidikan agama di pesantren. Dengan kebijakan FDS, siswa tidak bisa lagi ikut pesantren.
Saat ini permen tersebut tengah di bahas di Istana, untuk dikukuhkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres). Ma’ruf Amin mengaku sudah bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo atau yang dipanggil Jokowi, untuk menyampaikan pendapatnya tentang kebijakan FDS.
“Saya sudah minta kepada Presiden, supaya jangan ada lagi disebut-sebut dalam peraturan, yang akan mengganti permen, dengan peraturan presiden. Di dalamnya jangan ada lagi bunyi Full Day School itu,” ujarnya.
 
Sumber : TribunNews

Abdullah Bin Mubarak, Ulama Yang Berhaji Tanpa Ke Tanah Suci

 
Suatu ketika saat sampai di Kota Kufah, perjalanan haji Abdullah bin Mubarak ke Tanah Suci terhenti. Dia melihat seorang perempuan sedang mencabuti bulu itik dan Abdullah seperti tahu, itik itu adalah bangkai.
“Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?” tanya Abdullah memastikan.
“Bangkai, dan aku akan memakannya bersama keluargaku.”
Ulama hadits yang zuhud ini heran, di negeri Kufah bangkai ternyata menjadi santapan keluarga. Ia pun mengingatkan perempuan tersebut bahwa tindakannya adalah haram. Si perempuan menjawab dengan pengusiran.
Abdullah pun pergi tapi selalu datang lagi dengan nasihat serupa. Berkali-kali. Hingga suatu hari perempuan itu menjelaskan perihal keadaannya.
“Aku memiliki beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tak mendapatkan makanan untuk menghidupi mereka.”
Hati Abdullah bergetar. Segera ia pergi dan kembali lagi bersama keledainya dengan membawa makanan, pakaian, dan sejumlah bekal.
“Ambilah keledai ini berikut barang-barang bawaannya. Semua untukmu.”
Tak terasa, musim haji berlalu dan Abdullah bin Mubarak masih berada di Kufah. Artinya, ia gagal menunaikan ibadah haji tahun itu. Dia pun memutuskan bermukim sementara di sana sampai para jamaah haji pulang ke negeri asal dan ikut bersama rombongan.
Begitu tiba di kampung halaman, Abdullah disambut antusias masyarakat. Mereka beramai-ramai memberi ucapan selamat atas ibadah hajinya. Abdullah malu. Keadaan tak seperti yang disangkakan orang-orang. “Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini,” katanya meyakinkan para penyambutnya.
Sementara itu, kawan-kawannya yang berhaji menyuguhkan cerita lain. “Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu saat kami pergi, kemudian mengambilnya lagi saat kau di Arafah?”
Yang lain ikut menanggapi, “Bukankah kau yang memberi minum kami di suatu tempat sana?”
“Bukankah kau yang membelikan sejumlah barang untukku,” kata satunya lagi.
Abdullah bin Mubarak semakin bingung. “Aku tak paham dengan apa yang kalian katakan. Aku tak melaksanakan haji tahun ini.”
Hingga malam harinya, dalam mimpi Abdullah mendengar suara, “Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekahmu dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji.”
Demikian diceritakan kitab An-Nawâdir, karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qulyubi.

Ini Keutamaan Ayat Kursi

SEMUA surat dalam al-Qur’an adalah agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat dan kandungnya.
Namun, Allah Swt. dengan kehendakNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari yang lain.
Dan ayat kursi, dalam surat Al-Baqarah di ayat 255 adalah termasuk diantara ayat yang agung.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahualaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi.” (HR. Al-Bukhari)
Hadits di atas menunjukkan keutamaan yang terdapat dalam Ayat Kursi. Apabila kita merutinkannya, maka akan kita dapati keutamaan yang sangat banyak. Hendaknya setiap muslim bersemangat kepada apa yang bermanfaat baginya.
Ayat Kursi sendiri bukanlah ayat yang panjang dan sulit untuk dihapal, namun dapat diperbaiki bacaannya, faham maknanya serta diamalkan.
Ayat Kursi ini menjelaskan mengenai kerajaan Allah, maka dituntut keimanan dan ketundukkan hati keadaan semua firman-Nya tanpa bantahan.
Dia (Allah swt) harus diagungkan sebenarnya didalam hati, sehingga kita tidak menganggap remeh setiap ibadah, tidak melanggar Syariat yang dimana menyalahi tuntunan Rasulullah SAW dan shahabat didalam menjalankan Islam.
Lalu Mengapa Kursi dalam ayatnya?
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan langit dan bumi melebihi agungnya Ayat Kursi (karena di dalam ayat tersebut telah mencakup Nama dan Sifat Allah)“.
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu menafsirkan Kursi dengan berkata:
Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah,” (HR. al-Hakim no. 3116, di hukumi shahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi).
Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:
Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang,” (HR. Ibnu Hibban no. 361, dihukumi shahih oleh Ibnu Hajar dan al-Albani).
Dan keutamaan lainnya dari ayat ini adalah:

  1. Ayat kursi adalah ayat didalam al Qur’an yang paling agung dan paling utama
  2. Ayat kursi sebagai doa perlindungan dari setan
  3. Di dalam ayat kursi terdapat nama Allah yang paling agung (al Hayyu dan al Qayyuum).

 
Wallahu a’lam.

1.000 Warga Palestina Diundang Raja Salman Untuk Berhaji Tahun Ini

 
RIYADH – Raja Arab  Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menegaskan akan mengundang 1.000 warga Palestina dari anggota keluarga dan keluarga para martir yang menjadi korban kebiadaban Israel untuk melakukan ibadah haji tahun ini.
Undangan ini merupakan kebiasaan pihak Kerajaan Arab Saudi yang sudah berlangsung selama 9 tahun secara berturut-turut.
Dan tak hanya diundang, Raja Salman juga akan mengudang, serta menjamu mereka di istananya.
Menteri urusan umat Islam Saudi Arabia, Sheikh Saleh Al-Asheikh, yang juga pengawas umum Kustodian Dua Program Masjid Suci untuk haji dan umrah, mengucapkan terima kasih atas adanya keputusan raja tersebut. Seperti dilansir Al-Jazeera
Ia pun berharap keputusan pemberian kesempatan kepada 1.000 warga pejuang Palestina berhaji itu dapat menjadi sarana bagi untuk membantu warga Palestina melakukan ibadah haji yang menjadi pilar kelima rukun Islam.
Saleh mengatakan bahwa isyarat kerajaan ini berasal dari perasaan persaudaraan Arab dan Islam terhadap Palestina.
Dan ini menjadi dukungan konkrit atas semua perjuangan rakyat Palestina.
 
Sumber : Republika/AlJazeera

Hafal 3 Juz Al-Qur’an Padahal Baru Masuk Islam

 
Pemahaman Jovanda Stevia Vandeline (13 tahun) soal keagamaan tidak kalah dengan teman-teman sebayanya yang terlahir sebagai Muslim.
Pasalnya, ketika ibunda Erlin Margareth Manopo (49 tahun) masuk Islam, Jovanda yang ketika itu masih usia 4 tahun langsung dididik dengan pendidikan Islam.
Ibunda pun memfokuskan Jovanda untuk menghafal Al-Qur’an, selain belajar dan mempraktikan fikih praktis sehari-hari.
Hasilnya, seperti dilansir laman Wakaf Quran, Jovanda sudah hafal tiga juz Al-Qur’an (Juz 1, 29 dan 30).
Tak hanya cerdas secara spiritual, ia juga cerdas secara akademik. Prestasi akademiknya di sekolah dasar, bukan hanya tidak ketinggalan, tetapi anak pertama dari tiga bersaudara ini kerap mendapatkan ranking 1 dan 2.
Karena kecerdasan dan potensinya untuk lebih berkembang, Jovanda pun meneruskan sekolah di kelas 1 SMP Pondok Pesantren Al Izzah Sukabumi.
Sayang ia memiliki ganjalan dalam hal biaya pendidikan. Pasalnya, kiriman ayahanda Mohammad Hapipi (49 tahun) yang merantau ke Bangka Belitung untuk mengadu nasib hanya cukup untuk membayar kontrakan rumah.
Sementara penghasilan ibunda yang menjadi buruh cuci laundry di dekat rumah kontrakannya, di Kelapa Dua Wetan Rt3/1 Kec Ciracas Jakarta Timur, hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Kita doakan semoga Jovanda dapat terus istiqomah dalam hidayah Islam ditengah kesulitan hidupnya, dan Allah swt berikan jalan kemudahan untuk membantu keluarganya.
 
Sumber : BersamaDakwah