by Danu Wijaya danuw | Aug 15, 2018 | Artikel, Dakwah
Masa muda yang kelam telah Evie Effendi arungi. Pernah merasakan menjadi berandal, adu jotos, hingga meringkuk di lantai ruang penjara.
“Saya pernah melukai perut teman pakai pisau cutter. Ya selama tiga bulan berada di penjara Rutan Kebonwaru” tutur Evie usai berdakwah dalam acara ‘Tasyakur Kemerdekaan’ HUT Ke-72 Republik Indonesia di Mapolrestabes Bandung, tahun 2017 lalu.
Ia mengingat kisah tersebut terjadi pada tahun 2000. Usianya menginjak 24 tahun. “Waktu itu masa saya transisi,” ujar Evie yang tenar dijuluki ustaz ‘gapleh’ atau gaul tapi soleh.
Pria kelahiran Bandung 19 Januari 1976 ini merenung selama masa tahanan. Tobat begitu bergejolak di benaknya. Hidup di dunia hanya sementara, dia mengingat ajal kematian yang hanya menjadi rahasia Maha Pencipta.
“Penjara itu neraka dunia. Kebayang enggak neraka akhirat?” ucap Evie.
Dia bangkit. Sel jeruji besi membawanya menapaki lika liku lembaran cerita baru. “Di dalam penjara itu enaknya dzikir. Selama di dalam (Rutan Kebonwaru) kerjaan saya salat dan zikir,” tuturnya.
Anak pasangan Teti Rusmiati dan Iyus Rusdi ini mantap bertobat. Evie sadar telah menyusahkan kedua orang tuanya tersebut gara-gara kenakalan berujung bui. Namun, ibu tercinta Evie tak henti menyemangati dan berdoa sambil berurai air mata.
“Dari situ saya berpikir, tong baong deui (jangan nakal lagi). Mamah (Teti) sudah sakit saat merasakan saat melahirkan saya, tapi lebih sakit lagi ketika anaknya ini ngacapruk (ngaco),” ucap Evie.
Sejak menghirup udara bebas, Evie mulai membuka lembaran baru. Dia buang-buang jauh hikayat bejat. Evie percaya, tidak ada kata terlambat menuju arus kebaikan.
“Setiap orang suci punya masa lalu, orang berdosa seperti kita jangan pesimistis, pasti punya masa depan. Bertobatlah sebelum ajal tiba. Karena ajal itu tidak pernah menunggu tobat kita,” tuturnya.
Ia rajin mendatangi kajian dan pengajian di masjid-masjid. Evie belajar lebih dekat memahami ilmu pengetahuan dan syariat ajaran Islam. Evie yang hanya tamatan SMP 49 Bandung ini terus belajar memperdalam agama.
Singkat cerita, semasa hijrah itu Evie mulai berani menularkan pengetahuan agama Islam kepada teman-temannya. Secara bertahap ia mengajarkan baca Alquran dan mengajak sohibnya untuk hijrah.
Evie rela meninggalkan pekerjaannya sebagai peracik warna yang digelutinya selama 10 tahun di salah satu perusahaan kain. “Sekarang saya banting setir ke hijrah. Pengen ngurus barudak (anak-anak yang hijrah, red) bagaimana mereka konsisten menjaga wudu.
Proses hijrah Evie dan hengkang dari pekerjaannya sempat menemui alur rumit. Istrinya, Anie Mulyanie, meminta cerai. Risiko itu Evie hadapi.
“Saya mulai dari nol lagi. Istri waktu itu belum paham bahwa proses hijrah itu makan komitmen. Tapi yasudahlah,” ucapnya.
Namun, sambung Evie, Allah berkehendak lain. Setelah sempat bercerai, Evie kembali menikah dengan Anie. “Sama Allah dikembalikan, kami sekarang ngariung (ngumpul) lagi,” ucap Evie.
Kini Evie dan Anie tinggal bersama empat anaknya Shakkilla Tushalimah, Nazwa Amalia Tsaqib, Dzakira Talitha Eviani dan Shaquena Humaira.
Dakwah On The Street

Ustaz Evie memiliki tekad mengajak kawula muda di Bandung berhijrah. Ustaz nyentrik yang berpakaian gaul ala kawula muda ini tak lelah menyambangi masjid ke masjid. “Saya melakukan dakwah on the street,” ucap Evie.
Gerakan Pemuda Hijrah diusung Evie dan koleganya. Gerakan tersebut direspons positif muda-mudi di Kota Bandung. Kini kajian dan pengajian Evie selalu dipenuhi jamaahnya.
Bukan hanya kawula muda, para pelaku kejahatan, budak narkoba dan pentolan geng motor di Bandung yang hijrah dirangkul Evie. Gelora hijrah ini ternyata sukses menyasar semua kalangan dan komunitas.
“Anak geng motor, korban narkoba, yang dulu edan sekarang jadi tukang azan. Lalu dulunya anak punk, sekarang jadi anak pengajian,” kata Evie.
“Apapun komunitasnya, terpenting satu frekuensi, yaitu ingat kepada Allah,” ucap Evie yang kini tiap hari sedikitnya tujuh kali aktivitas dakwah ke sejumlah tempat.
Gerakan hijrah ini gencar dikumandangkan Evie dan rekan-rekannya melalui sarana media sosial (medsos). “Manfaatkan teknologi itu untuk kebaikan dan jalan dakwah. Dampak dari medsos itu juara. Ternyata dakwah itu asyik dan indah,” tutur Evie.
Adapun masalah yang baru ini viral, solusi terbaiknya memberikan ustad Evie beasiswa nyantri sekaligus kuliah. Agar mendapat guru terkait ilmu agama yang fakih. Sebab selama ini ustad Evie masih menyebar kebaikan dan tidak mengajarkan ajaran yang menyimpang dari Islam.
Sumber : Detik
by Danu Wijaya danuw | Aug 15, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Kolombia menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ke-137 yang mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Keputusan itu diambil Presiden Juan Manuel Santos sebelum menyerahkan kekuasaan kepada presiden terpilih yang baru Kolombia, Ivan Duque.
Pengumuman tersebut disampaikan kepada publik Rabu (8/8), dengan rilis sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Malki. Surat tertanggal 3 Agustus dan ditandatangani Menteri Luar Negeri Kolombia saat itu, Maria Angela Holguin Cuellar.
“Saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa atas nama pemerintah Kolombia, Presiden Juan Manuel Santos telah memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara bebas, merdeka dan berdaulat atas nama Kolombia,” tulis surat tersebut seperti dilansir CNN.
Pemerintahan baru Duque, yang mengambil alih kekuasaan pada Selasa (7/8) menyatakan akan mengkaji keputusan tersebut.
Kedutaan Besar Israel di Kolombia terkejut dan kecewa atas keputusan pemerintahan sebelumnya untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara
Pemerintah Kolombia yang telah berakhir masa jabatannya, dalam surat tersebut, menyatakan keyakinan mereka bahwa hal tersebut akan membawa perdamaian di kawasan menjadi berlipat ganda.
“Kami meyakini bahwa negosiasi langsung adalah cara terbaik untuk kedua pihak dan rakyatnya hidup bersama dengan damai. Sama seperti rakyat Palestina punya hak untuk membangun sebuah negara merdeka.”
Perwakilan diplomatik Palestina di Kolombia lewat akun Facebooknya menyatakan “Rakyat dan pemerintah Palestina sangat bersyukur dengan langkah tersebut.”
“Kami berterima kasih kepada pemerintah Kolombia atas keputusan ini. Kami tentu saja akan berkontribusi signifikan untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian di Timur Tengah,” kata pernyataan tersebut.
Majelis Umum PBB, Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) dan 136 negara mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Sumber : CNN
by Danu Wijaya danuw | Aug 15, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar warganya tak membeli produk elektronik dari Amerika Serikat ( AS).
Dilansir AFP Selasa (14/8/2018), seruan boikot itu merupakan aksi balasan setelah AS mengeluarkan sanksi kepada Ankara.
Dalam pernyataannya di sebuah stasiun televisi, Erdogan meminta rakyat agar berhenti menggunakan produk dari Negeri “Paman Sam”.
“Jika mereka (AS) punya iPhone, maka masih ada Samsung di sisi lain,” ujarnya merujuk raksasa ponsel AS Apple dan Samsung yang berasal dari Korea Selatan (Korsel).
Selain itu, dia juga meminta masyarakat Turki agar membeli produk elektronik lokal seperti merek Venus dan Vestel.
Erdogan optimistis, Turki memiliki salah satu sistem perbankan yang paling kuat di dunia dalam segala hal. Oleh karena itu, negaranya siap memboikot produk-produk asal dan buatan AS.
“Kita dapat melakukan dua hal. Satu dalam ekonomi yang lain dalam politik. Kami telah mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan ekonomi. Apa yang lebih penting, saya pikir, adalah menjaga sikap politik kami yang kuat,” ujarnya menambahkan.
Hubungan dua negara anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu sedang renggang setelah Turki menahan pendeta bernama Andrew Brunson, karena dianggap terlibat dalam upaya kudeta menggulingkan Erdogan yang gagal di 2016.
Selain menjatuhkan sanksi kepada dua menteri Turki, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan penggandaan tarif bea masuk baja dan aluminium.
Keputusan Trump membuat mata uang Turki, lira, merosot hingga 16 persen dibanding dolar AS pada pekan lalu.
Pemimpin yang berkuasa sejak 2003 itu berkata, saat ini Turki tengah menerima serangan ekonomi yang hebat. Dia mengakui bahwa saat ini ekonominya tengah mengalami masalah.
“Namun syukur kepada Tuhan, ekonomi kami seperti mesin jam,” terangnya.
Maskapai Turkish Airlines juga menyuarakan dukungan kepada Erdogan melalui tagar #ABDyeReklamVerme (Jangan Beri AS Bantuan) di Twitter.
“Segala aksi yang diperlukan telah kami sampaikan kepada seluruh unit usaha kami,” kata juru bicara Turkish Airlines, Yahya Ustun.
Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bakal melakukan langkah hukum di WTO kepada pihak yang dianggap berkontribusi atas anjloknya kurs lira.
Menurut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tindakan Trump sama dengan menusuk sesama sekutu NATO dari belakang.
“Kita bersama-sama menjadi anggota NATO dan Anda menikam partner strategis dari belakang. Apakah hal semacam ini bisa diterima?” ujar Erdogan dalam sebuah konferensi di Ankara.
Bank Sentral Turki menjanjikan semua likuiditas yang dibutuhkan berbagai bank di negeri tersebut.
Sejumlah analis menilai, sanksi Washington terhadap Turki memicu secara langsung terjadinya sebuah krisis ekonomi secara tidak langsung dibeberapa negara.
Sumber : Kompas/Republika
by Danu Wijaya danuw | Aug 13, 2018 | Artikel, Berita, Internasional
Ratusan Muslim etnis Hui melakukan aksi protes di wilayah barat Tiongkok Ningxia atas rencana pemerintah untuk menghancurkan sebuah masjid baru yang sangat besar. Tiongkok sebelumnya secara resmi telah menjamin kebebasan beragama namun tiba-tiba kebijakan ini berubah.
Akhir-akhir ini para pejabat khawatir tentang kemungkinan radikalisasi dan kekerasan yang memperketat pengawasan di wilayah-wilayah Muslim di Tiongkok.
Menurut para pejabat di Weizhou, masjid besar Weizhou yang dibangun dengan banyak kubah dan menara gaya Timur Tengah hingga kini belum menerima izin yang tepat sebelum pembangunan. Oleh karena itu Masjid Weizhou telah dihancurkan secara paksa pada Jumat, (10/8).
Mereka membuat pemberitahuan yang beredar secara luas di kalangan Muslim Tiongkok di media sosial. Perintah membuat marah warga desa, tetapi pembicaraan antara perwakilan masjid dan pejabat telah gagal mencapai kesepakatan.

Hal tersebut disebabkan jamaah menolak rencana pemerintah untuk mengganti kubah masjid dengan pagoda. Pemerintah ingin mengganti kubah menjadi pagoda karena pagoda dinilai lebih sesuai dengan gaya Tiongkok.
Ratusan penduduk desa bahkan berkumpul di masjid pada Jumat pagi. Menurut Reuters, terkait aksi para muslim Tiongkok tersebut sumber yang meminta dirahasiakan identitasnya, Walikota Weizho diperkirakan akan mengadakan diskusi di sore hari ini.
“Jika kami menandatangani, kami menjual iman agama kami,” kata pendukung masjid Weizhou dalam catatan di aplikasi perpesanan WeChat yang mendesak warga desa untuk tidak menandatangani rencana pembangunan kembali masjid.
Seperti dilansir Channel News Asia, Direktur Masjid Weizhou, Ding Xuexiao mengatakan, ia tak bisa membicarakan masalah tersebut. Sementara Imam Masjid Ma Liguo mengatakan, situasi saat ini sedang dikoordinasikan
Sumber : Reuters/ChannelNewsAsia
by Danu Wijaya danuw | Aug 12, 2018 | Artikel, Berita, Nasional
Sebuah video yang viral merekam gambar seorang imam masjid yang tetap bertahan saat gempa mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa dengan kekuatan hingga 7 Skala Richter.
Imam tersebut terus menjaga shalatnya dan tak putus melantunkan ayat kursi sementara tubuhnya bergoyang kencang.
Masjid tempat Imam tersebut adalah masjid As Syuhada dan berlokasi di Denpasar, Bali.
Menurut pengurus masjid, Imam yang menjadi perbincangan dunia maya bernama Syekh Arafat. Ia berasal dari negara Yaman, dan saat gempa terjadi imam masjid sedang memimpin shalat Isya.
Tak Sengaja Live di Facebook
Ipung pengurus masjid mengaku, rekaman memang dilakukan oleh pengurus masjid untuk mengabadikan suara imam yang indah dan merdu.
“Kami memang sudah berniat merekam beliau, karena beliau memiliki suara yang indah dan merdu. Dan setiap memimpin shalat, kami menyukai suaranya, dan ingin orang lain juga mendengar dan bisa menikmati suara beliau. Makanya kami rekam,” ujar Ipung. Ia mengatakan, mengambil gambar saat Imam Syekh Arafat sedang memimpin salat itu dilakukan untuk live di Facebook.
Ipung mengaku tidak berencana macam-macam, dan juga tidak menyangka akan terjadi gempa. Ia hanya ingin membagi kepada orang lain soal lantunan merdu suara Syekh Arafat.
“Saat gempa terjadi saya berada di belakang mimbar, saya juga ikut berjamaah,” ujarnya.
Saat ini, Syekh Arafat memilih tidak mau bertemu dengan media. Ia khawatir akan ada terselip riya jika ia berbicara pada media.
Alasan Syekh Arafat tetap Melanjutkan Shalat
Ipung mengaku sempat berbincang dengan Syekh Arafat saat gempa berhenti dan shalat selesai dilakukan. Ia bertanya mengapa Syekh Arafat tetap melanjutkan salat dan tak melarikan diri ketika gempa mengguncang dengan kuat.
“Syekh bilang, sebagai Muslim kita wajib menyerahkan nyawa kita pada Allah SWT. Dan saat itu ia adalah Imam sehingga wajib mempertahankan shalatnya hingga selesai.”
“Menurut Syekh Arafat, gempa ini tidak seberapa jika dibandingkan kepanikan kita di Yaumil Akhir nanti,” tutur Ipung.
Syekh Arafat saat menjadi Imam juga secara spontan melantunkan ayat kursi dan mengulang kalimat pertama di ayat kursi, karena mengagungkan kebesaran Allah yang ditunjukkan melalui gempa bumi.
Masjid As Syuhada tidak mengalami kerusakan berat meski gempa cukup kuat menggoyang. Hanya bagian lantai masjid yang mengalami retak-retak. Ipung mengatakan untuk sementara lantai masjid akan disemen untuk menutup keramik-keramik tajam yang retak dan rusak di bagian lantai
by Danu Wijaya danuw | Aug 12, 2018 | Artikel, Dakwah
Jakarta – Gempa 7 skala Richter (SR) mengguncang Pulau Seribu Masjid, Lombok. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penjelasan perihal tindakan yang harus diambil orang yang sedang shalat saat masjid atau tempatnya bernaung diguncang gempa.
Sejumlah masjid ikut terguncang dan mengalami kerusakan akibat gempa pada Minggu (5/8) malam kemarin. Masjid Al-Ihsan di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, adalah salah satu masjid yang mengalami kerusakan akibat gempa. Menara masjid ini roboh.
Ada pula masjid di Desa Lading Lading, Tanjung, Lombok Utara, yang roboh. Sekitar dua hingga tiga shaf jemaah dikabarkan menjadi korban saat mereka sedang menunaikan shalat isya.
Ada pula video viral dari Pulau Bali, pulau sebelah barat Lombok, yang menunjukkan seorang imam tetap khusyuk saat gempa mengguncang Musala As-Syuhada, Denpasar.
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menjelaskan, ketika seorang muslim telah memulai shalat dengan takbiratul ihram, dia tidak boleh atau haram hukumnya membatalkan salat, kecuali karena ada halangan yang membolehkannya membatalkan salat.
Bagaimana bila seseorang sedang shalat kemudian gempa mengguncang? Haruskah dia membatalkan salatnya dan pergi menyelamatkan diri? Atau haruskah dia tetap teguh bertahan meski membahayakan diri sendiri?
Jawabannya, orang itu wajib membatalkan salatnya supaya selamat dari bahaya.
“Sebagian besar ulama memfatwakan wajib membatalkan shalat pada sebagian keadaan, seperti saat menolong yang sedang kena musibah, menyelamatkan yang tenggelam, gempa, memadamkan api, atau membatalkan shalat karena untuk menyelamatkan anak kecil atau orang buta yang akan tercebur sumur atau kobaran api,” kata Zainut, Senin (6/8/2018).
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengungkapkan berdasarkan pendapat sebagian besar ulama yang didasari sunah Nabi Muhammad SAW, lantas menjelaskan 3 hal yang membolehkan seseorang membatalkan salatnya. Disimpulkan 3 hal kekhawatiran orang boleh membatalkan shalatnya adalah:
- Kekhawatiran terhadap keselamatan diri sendiri, misalnya karena ada serangan manusia atau binatang atau karena gempa, atau bencana lainnya.
- Kekhawatiran terhadap keselamatan harta, misalnya ada orang yang mengambil barang kita.
- Menyelamatkan orang lain yang butuh pertolongan segera. Misalnya, seorang dokter diminta melakukan tindakan darurat terhadap pasien.
Ada pula kondisi yang dianjurkan bagi umat Islam untuk membatalkan shalatnya, yakni saat ada keinginan buang angin.
Bila sudah buang angin, tentu saja shalatnya sudah batal. Bila ada hal yang mengganggu kekhusyukan seperti itu, shalat dianjurkan untuk dibatalkan.
“Jadi pada prinsipnya orang tidak boleh membatalkan shalat, kecuali karena ada uzur syari, yaitu berkaitan dengan keselamatan diri sendiri, harta, atau orang lain, dan terkait kekhusyukan salat, seperti membatalkan shalat karena keinginan untuk buang hajat atau berhadas,” tutur Zainut.