0878 8077 4762 [email protected]

Arti Hijrah

Nabi saw bersabda, “Disebut berhijrah orang yang meninggalkan larangan Allah.” (HR. Bukhari)
Hijrah ada dua: hijrah makani (transformasi tempat) dan hijrah maknawi (transformasi sikap).
Tidak ada artinya berpindah tempat bila tidak disertai perubahan sikap dan perilaku.
Karena itu bila berpindah tempat bersifat kondisional, transformasi (perubahan) sikap bersifat permanen dan wajib sepanjang hayat.
Yaitu berpindah dari maksiat, dosa, dan keburukan menuju kepada ketaatan dan kebaikan.

Islam Mengatur Semua Aspek Kehidupan

Bayangkan kalau Islam dipisahkan dari aktivitas politik, dari praktek ekonomi, dari kehidupan sosial, seni dan budaya. Maka manusia akan menghalalkan segala cara demi syahwat dan nafsunya.
Kalau Islam tidak mengurus itu semua, buat apa diturunkan ke dunia? Kalau Islam hanya ada di masjid dan hanya mengatur masalah shalat, mengapa sampai ditentang dan diperangi begitu rupa?
Justru Islam datang untuk menata iman, ibadah, muamalah, sosial, politik, dan seluruh aspek kehidupan manusia.
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
Artinya : Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab ( Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. [Surat An-Nahl : 89]

Kemuliaan dari Allah

Apabila mata hati sudah tertutup oleh prasangka, hati jadi buta dan tuli, segalanya akan disesuaikan dengan prasangkanya.
Kemuliaan sesungguhnya adalah bila Allah ridha kepada kita, walau seluruh manusia membenci tidak akan pernah rugi, tapi bila Allah murka pasti celaka
Walau manusia memuji. Siapapun yang lebih sibuk dengan PENILAIAN manusia dan mengabaikan penilaian ALLAH, niscaya akan semakin resah. Padahal manusia tak memberi manfaat tanpa seizinNYA.
Siapapun yang mencari kemuliaan bukan dari ALLAH, maka dia tak akan pernah mulia bahkan menjadi hina diperbudak oleh sesuatu.
Ingatlah bahwa KEMULIAAN seluruhnya hanya MILIK ALLAH. “Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki” (QS. 3:26)
Aa Gym mengatakan “Mencari kemuliaan dan kebahagiaan dengan harta benda dan penilaian manusia pasti tak akan pernah di dapat, hanya melelahkan batin dan semu belaka. Carilah kemuliaan di sisi Allah, di jamin bahagia, mulia yang asli dan kekal.”

Rasa Cinta Pada Allah

Rasa sedih melihat kondisi Islam yang semakin disudutkan adalah respon yang wajar bagi setiap orang yang memiliki iman kepada Allah.
Akan tetapi yang lebih menyedihkan lagi dan membuat dahi kita mengerut, tatkala ada diantara umat islam yg merasa abai, cuek, atau menganggap sepele dan biasa-biasa saja dengan hal ini. Bisa jadi hal itu karena Ketidaktahuannya atau karena memang tidak mau tau.
Perlu diingat, bahwa cinta pada Allah tidak hanya yang tertanam dalam hati. Rasa cinta pada Allah yang hakiki akan dibuktikan dengan amal nyata. Sebagaimana ucapan salah seorang ulama:
“Seseorang yang memiliki perasaan cinta yang tulus pada Allah, hal itu akan menumbuhkan rasa benci kepada sesuatu yang dibenci oleh Allah.
Dan jika rasa cinta telah tertanam kuat dalam hati seorang hamba, ia akan tampak dalam amal yang nyata.

Retaknya Persaudaraan

Awal mula penyebab retaknya persaudaraan (ukhuwah) ialah adanya prasangka buruk terhadap saudaranya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya : “Hai orang-orang beriman jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seseorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Hujurat : 12)
Dari situlah cikal bakal munculnya permusuhan dan perselisihan.
Tatkala prasangka buruk itu dibiarkan, akan muncul perilaku buruk yang lainnya. Ia akan memiliki kecenderungan untuk mencari-cari kesalahan saudaranya yang didasarkan pada prasangkanya.
Dan ketika ia melihat kejelekan yang ada padanya, nafsunya akan menjadi terpuaskan dengan cara membicarakannya dengan orang lain.
Hanya orang-orang yang benar-benar memiliki keimanan sajalah yang terketuk hatinya untuk menjaga dirinya agar tak terjatuh dalam tiga larangan diatas.
Dan sebaik-baik perisai bagi seorang mukmin ialah takwa kepada Allah

Menghadap Kepada Allah

Perlindungan yang paling diimpikan dan pengabulan doa yang paling diharapkan ialah
Tatkala engkau berada dalam kesulitan dan himpitan hidup yang sangat besar. Pada saat itu, segeralah menghadap kepada Allah dan mintalah pertolongan dari-Nya dengan penuh kefakiran dan ketundukan.
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ
Sesungguhnya sedekah (pemberian) hanya berhak didapatkan oleh mereka yang fakir dan miskin (benar-benar membutuhkan pertolongan).” Q.S. At Taubah ayat 60