0878 8077 4762 [email protected]

Donald Trump Blunder Akui Yerusalem Ibu Kota Israel!

 
Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus menuai kecaman. Pernyataan Trump dinilai blunder.
“Pernyataan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel adalah blunder politik Amerika,” Kata anggota Komisi I DPR Martin Hutabarat Kamis (7/12/2017).
Martin menilai, niat Trump itu akan berdampak luas. Terutama akan meningkatkan suhu politik di kawasan Timur Tengah maupun di negara-negara lain yang selama ini simpati terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Martin mengatakan, dirinya tidak melihat adanya urgensi AS memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem saat ini. Apalagi, tidak ada satu negara pun yang memiliki kantor kedutaan di Yerusalem. Semua berkantor di Tel Aviv dan tidak ada yang terganggu dengan kenyataan itu selama ini.
“Saya curiga bahwa pemindahan kedutaan ini bukanlah kebjakan Kementerian Luar Negeri Amerika, tapi keinginan pribadi Donald Trump untuk mengurangi serangan gencar yang sedang ditujukan kepadanya, sebagai hasil investigasi kejaksaan yang melihat keterlibatan Rusia semakin terang benderang dalam Pilpres Amerika yang lalu yang membuat Donald Trump menang melawan Hillary Clinton,” ujarnya panjang lebar.
Pengumuman Trump soal status Yerusalem itu bakal memprovokasi kemarahan di dunia Arab. Apalagi, menantu Trump, Jared Kushner, sedang berupaya mengaktifkan kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina, yang sempat terhenti.
“Rencana pengumuman ini membuat saya merasa sangat khawatir mengenai kemungkinan adanya respon berupa tindak kekerasan, yang bisa berdampak pada kedubes,” kata salah satu pejabat Kemenlu kepada Politico (Senin, 4/12/2017) “Saya harap saya keliru.”
Sejumlah kedubes AS di berbagai negara berpenduduk Muslim menjadi target demonstrasi berujung kekerasan sebelumnya. Pada 2012 lalu, sejumlah kedubes AS di Yaman, Mesir, dan Pakistan menjadi sasaran protes terkait sebuah video anti-Muslim yang memprovokasi. Sekelompok Muslim juga menyerang pejabat kedubes AS di Benghazi, Libya, dan menewaskan empat pejabat AS di sana.
Status Kota Yerusalem menjadi perselisihan selama beberapa dekade antara Palestina dan Israel dengan masing-masing mengklaim kota ini sebagai ibukota mereka.
Mayoritas negara termasuk AS sebelumnya menyepakati status Yerusalem akan ditentukan lewat proses pembicaraan damai antara Israel dan Palestina.
Trump berjanji selama masa kampanye pemilihan Presiden AS untuk memindahkan kedubes negara ini dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Pada Selasa, 5 Desember 2017, juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan,”Presiden, saya bisa katakan, cukup solid mengenai pemikirannya soal ini (pengumuman Yerusalem sebagai ibu kota Israel) pada saat ini.”
 
Sumber : Detik/Kabar24

Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, DK PBB Gelar Sidang Darurat

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan menggelar sidang darurat khusus membahas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Seperti dilansir AFP, Kamis (7/12/2017), sidang darurat ini akan digelar pada Jumat (8/12) pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Markas PBB berada di New York, AS.
Sidang darurat ini diajukan oleh delapan negara anggota Dewan Keamanan PBB, seperti Inggris, Bolivia, Mesir, Prancis, Italia, Senegal, Swedia dan Uruguay. Negara-negara ini juga meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuka sidang darurat itu dengan pernyataan publik.
Sekjen PBB Guterres telah mengomentari keputusan Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia menegaskan, status akhir Yerusalem hanya bisa ditentukan melalui perundingan langsung antara Israel dan Palestina.
Guterres juga menyatakan dirinya selalu berbicara melawan langkah-langkah sepihak semacam ini. “Tidak ada alternatif bagi solusi dua negara,” ujar Guterres merujuk pada solusi yang selalu diperjuangkan untuk konflik Israel-Palestina.
Secara terpisah, Duta Besar Bolivia, Sacha Sergio Llorenty Soliz, menyebut langkah Trump itu sebagai ‘keputusan ceroboh dan berbahaya yang jelas berlawanan dengan hukum internasional, juga resolusi Dewan Keamanan’.
“Ini merupakan ancaman tidak hanya bagi proses perdamaian, tapi juga ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional,” sebut Dubes Soliz.
Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, yang diadopsi pada Desember 2016, menekankan bahwa PBB tidak akan mengakui perubahan apapun terhadap garis batas 4 Juni 1967, termasuk terkait Yerusalem, selain yang disepakati oleh pihak-pihak terkait melalui perundingan.
Saat itu, pemerintahan mantan Presiden AS Barack Obama abstain saat voting penerapan resolusi itu, sehingga AS secara tidak langsung menyetujui bahwa Israel harus mundur ke garis batas aturan PBB.
Hal ini berbanding terbalik dengan pemerintahan Trump. Dalam pidato publik pada Rabu (6/12) siang waktu AS, Trump tidak hanya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tapi juga memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Trump menegaskan kampanye politiknya yang pro-Israel. Pengakuan ini mendapat kecaman dari berbagai dunia.
 
Sumber : AFP/Detik

Anies : Reuni 212 Penuh Doa dan Kedamaian, Bikin Kaum Pesimis Kecewa

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menghadiri Reuni Akbar 212 yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017) pagi.
Selain di Monas, massa juga tumpah ruah hingga Patung Pahlawan atau Bundaran Tugu Tani, Jalan MH Thamrin.
Di hadapan ratusan ribu peserta Reuni 212, Anies menyinggung aksi serupa di tempat yang sama tahun lalu. Dimana aksi yang dihadiri jutaan orang itu telah membuat kecewa kaum pesimistis atau kaum sinis.
Diketahui, aksi 212 pada tahun lalu sempat mendapat cibiran dan kata-kata sinis dari sekelompok orang yang menyebut acara tersebut bakal ricuh.
“Tahun lalu saudara berkumpul di tempat ini. Tahun lalu saudara telah mengecewakan kaum pesimistis, mereka yang pesimis bahwa berkumpulnya masa akan memunculkan kericuhan, kekerasan, ketidakdamaian.”
“Tapi ternyata saudara hadir dengan kedamaian, dengan kenyamanan, dan dengan membawa keteduhan,” ujar Anies dalam sambutannya di atas panggung utama.
Oleh karena itu, mantan Mendikbud ini meminta peserta aksi Reuni 212 kembali membuktikan kepada publik bahwa acara hari ini juga berjalan aman dan damai.
“Hari ini saudara pastikan areal Monas tetap teduh, damai, dan nyaman,” katanya.
Tak hanya itu, Anies juga menghimbau agar para peserta Reuni 212 membentuk barisan untuk memperjuangkan persatuan di Indonesia.
“Mari kita jadikan barisan yang memperjuangkan persatuan di Indonesia,” tutupnya
Anies meminta para peserta Reuni Alumni 212 untuk meneladani figur Rasulullah Muhammad SAW. Dia juga meminta massa aksi untuk menjaga persatuan di Indonesia.
“Hari ini bertepatan dengan hari kita peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, karena itu panggung ini, kegiatan ini harus jadi panggung mengukur kedekatan kita seberapa dekat kita dekat dengan sifatnya,” tegas Anies.
 
Sumber : Okezone/Sindonews

Turki Tumpah Ruah Peringati Maulid Nabi

 
SELURUH Turki tumpah ruah memeringati maulid Nabi Muhammad, pada hari Rabu malam tadi. Demikian dilaporkan oleh World Bulletin,Kamis (30/11/2017).
Orang-orang Muslim Turki dari segala umur berbondong-bondong ke masjid untuk sholat dan mengucapkan shalawat yang dipersembahkan kepada Nabi.
Peringatan-peringatan diselenggarakan di masjid-masjid di Turki, termasuk Istanbul, Ankara, Bursa, Edirne, Gaziantep, Hatay, Konya, Hakkari dan Sanliurfa.
Pada malam suci ini, umat Islam mengucapkan doa mereka dan membaca Al-Quran di rumah dan masjid mereka. Selain berdoa, mereka juga melafalkan dzikir dan bershalawat kepada Nabi.
Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Binali Yildirim juga merayakan Maulid al-Nabawi di kediaman mereka.
Kepala Direktorat Urusan Agama Turki juga menandai hari tersebut dalam sebuah pesan tertulis, mengatakan bahwa Nabi dan Alquran adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.
“Nilai, kedamaian dan kepercayaan bahwa orang-orang dan dunia saat ini hanya mungkin terjadi dengan kebenaran yang telah disampaikan Nabi kepada umat manusia,” kata Erbas.
Ibu Negara Emine Erdogan juga memposting pesan di akun Twitter-nya, menyampaikan salamnya untuk dunia Islam dan rakyat Turki.
“Saya berharap dari Tuhan bahwa malam yang diberkati ini akan membawa kedamaian, kesehatan pada seluruh dunia,” kata Emine Erdogan.

Panitia Reuni 212 : Insya Allah Akan Hadir Jamaah dari Eropa dan Asia

JAKARTA—Terkait acara reuni akbar 212 yang rencananya akan digelar pada tanggal 2 Desember 2017 di kawasan monumen nasional, Jakarta, pihak panitia mengaku persiapan acara tersebut sudah matang.
Koordinator Divisi Media Center sekaligus Humas Reuni akbar 212, Habib Novel Bamukmin menyatakan kesiapan yang matang dari seluruh panitia perhelatan akbar reuni 212.
Acara yang dimulai dari shalat shubuh berjamaah ini diprediksikan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Alhamdulilah saat ini saya masih memersiapkan siaran 212” ujar Novel, seperti dikutip dari Republika pada Rabu (29/11/2017) kemarin.
Persiapan dari sisi logistik menurut pantauannya sudah sangat matang, divisi transportasi, dan divisi kebersihan juga siap dikerahkan pada acara Sabtu mendatang. Divisi terpenting dari perhelatan reuni 212 adalah divisi kebersihan yang sangat diandalkan dan diharapkan.
Novel mengatakan kebersihan sangat diperlukan karena semua umat ingin suasana nyaman, aman dan seselesainya acara dapat kembali bersih dengan lingkungan yang bersih hatipun bersih.
“Mudah-mudahan lebih rapi, ada penanggung jawabnya. Untuk perbandingan kebersihan sampai saat ini 300 orang per satu petugas kebersihan di posko logistik, posko pengobatan, dan posko keamanan juga terdapat penanggung jawab kebersihan,” ujarnya.
Selain dari berbagai daerah yang akan hadir, rencanannya akan ada ribuan orang datang untuk memeringati aksi damai 212 sekaligus maulid nabi dengan jamaah yang datang dari Eropa, Asia dan seluruh penjuru Nusantara.
“Gaungnya 212 tahun lalu meluas dan mendunia, sampai orang yang ingin bergabung dengan jutaan manusia mereka merasakan berkumpul sebegitu banyaknya umat muslim dengan semangat spirit syiar Islam,” pungkasnya.

Keinginan Berhijab yang Kuat

Apa itu Hijab? Hijab adalah penghalang atau kerudung yang digunakan oleh wanita muslim yang biasa disebut juga dengan jilbab. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam.
Perintah Berhijab Dalam Alqur’an
Perintah berjilbab berdasarkan Al Quran; kerudung menutupi rambut hingga pinggang, dan tidak boleh menunjukan lekuk tubuh. Hanya tangan dan wajah yang boleh tidak tertutup. Niqab dan burqa tidak wajib.
Dalam Al Qur’an surat Al-Ahzab : 59 Allah swt berfirman
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 31 Allah swt berfirman
“…dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya… “.
Dalam Al Qur’an surat  Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir Allah swt berfirman
“….. Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi”.
Rasulullah saw bersabda,
Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab).”(HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah).
Sesungguhnya banyak kaum wanita yang hapus pahala shalatnya yang hidup di zaman ini dan di zaman yang akan datang, semata-mata karena mereka tidak memakai jilbab didalam hidup mereka.
Telah diisyaratkan Rasulullah saw dikala hidup beliau sebagaimana bunyi hadits dibawah ini yang artinya sbb:
“Ada satu masa yang paling aku takuti, dimana ummatku banyak yang mendirikan shalat, tetapi sebenarnya mereka bukan mendirikan shalat, dan neraka jahanamlah bagi mereka”.
Sebagian besar wanita akan menghadapi godaan besar sebelum berhijab seperti godaan untuk membatalkan berhijab, terpengaruh oleh teman lain, lebih suka memadukan tren baju dengan gaya hijab, atau yang lainnya.
Untuk berhijab, keinginan yang kuat dan percaya diri adalah kunci utama. Dengan memiliki kunci utama tersebut, muslimah tidak akan mudah terpengaruh dengan godaan orang lain dan pekerjaan.
Bagi wanita yang berani untuk tampil sopan dengan berhijab adalah pilihan yang tepat. Dengan berhijab, kita dapat menutupi aurat, InsyaAllah akan terhindar dari perbuatan-perbuatan jahat yang akan dilakukan oleh orang lain.
Semoga para muslimah mempunyai semangat tampil menawan dengan berhijab sesuai perintah agama Islam yang diterangkan dalam Al Qur’an.
 
Sumber :  Seputarpengertian.blogspot