by Danu Wijaya danuw | Jul 6, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
SALAH pemahaman tentang Islam nampaknya berakibat terhadap berbagai macam persepsi pula terhadap Islam. Hal tersebut banyak ditunjukkan oleh beberapa negara yang ingin melarang umat muslim untuk melakukan kegiatannya di negaranya.
Namun tidak untuk Bulgaria, negara yang termasuk 16 negara terbesar di Eropa ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan agama Islam. Bulgaria bersatu pada abad ke-7 Masehi. Semua entitas politik Bulgaria yang silih berganti tetap memelihara tradisi yang berwujud etnisitas, bahasa, dan huruf dari kekaisaran Bulgaria pertama 681–1018.
Pada Abad Pertengahan, seiring dengan kemunduran kekaisaran Bulgaria kedua (1185–1396/1422). Wilayah Bulgaria di bawah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah selama lima abad. Pada saat itulah Islam mulai dikenal di negara tersebut.
Perjalanan Islam di Bulgaria tidak berjalan mulus. Pada saat pemerintahan rezim Todor Zhivkov penduduk beragama Islam mengalami penindasan selama bertahun-tahun. Hal tersebut dikarenakan tradisi ortodoks yang menganggap penduduk Islam Bulgaria sebagai orang asing walaupun, sebenarnya masyarakat tersebut adalah penduduk asli Bulgaria.
Akan tetapi, hal tersebut sudah tidak terjadi ketika rezim Zhivkov pada tahun 1989 bekuasa. Di rezim tersebut banyak pembinaan terhadap mesjid – mesjid di berbagai daerah di Bulgaria. Oleh karena itu sampai saat ini masih banyak terdapat masjid di berbagai kota di Bulgaria.
Bulgaria adalah satu-satunya anggota Uni Eropa di mana umat Islama berbaur dan tinggal berabad-abad dengan masyarakat Bulgaria lainnya. Mayoritas penduduk tersebut merupakan etnis keturunan Turki Usmani yang menjangkau ke Negara Eropa, mereka tinggal bersama penduduk Kristen dalam budaya yang dikenal sebagai Komshuluk atau hubungan baik hati.
Keadaan tersebut juga didukung oleh penduduk Islam yang ada di Bulgaria dengan selalu menjaga hubungan baik dan rukun. Hal tersebut juga di lakukan oleh masyarakat muslim Indonesia yang ada di bulgaria dengan sangat rukun berbaur dalam hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Hal itulah yang menyebabkan masyarakat Bulgaria tidak lagi menganggap bahwa penduduk Islam akan menjadi ancaman di negara tersebut. Oleh karena itu, segala bentuk rencana ataupun keputusan yang akan mengkerdilkan penduduk muslim di Bulgaria selalu berahir dengan penolakan.
Wanita muslim di Bulgaria selalu mengenakan hijab ketika ketempat umum. Walaupun demikian tetap mendapatkan perlakuan yang wajar oleh penduduk setempat. Setiap hari masyarakat muslim di Sofia Bulgaria juga tetap mengumandangkan adzan dengan pengeras suara.
Hal itu membuktikan bahwa kerukunan masyarakat muslim dan nonmuslim di daerah tersebut berjalan dengan baik. Contohnya masjid Banya Bashi masjid tertua yang berdiri sejak tahun 1566 dan digunakan umat muslim Bulgaria sampai saat ini.

Masjid Banya Bashi Bulgaria saat Kekuasaan kesultanan Ottoman
Di masjid tersebut selalu ramai oleh umat muslim yang akan menunaikan ibadah dan terletak di pusat ibu kota Bulgaria. Di masjid terbut pula selalu ramai dengan suara adzan dengan pengeras suara ketika masuk waktu sholat. Hal tersebut jelas merupakan simbol bagaimana kerukunan masyarakat muslim Bulgaria dengan penduduk sekitar berjalan dengan baik.
Setiap hari masjid tersebut selalu ramai oleh penduduk muslim yang ingin sholat berjamaah. Hal tersebut yang seharusnya kita lakukan sebagai umat muslim untuk menyadarkan bahwa Islam yang sesungguhnya adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Sehingga paradigma dan persepsi negatif terhadap masyarakat muslim di dunia akan berubah. Seiring berjalannya waktu pandangan penduduk dunia terhadap Islam akan sesuai dengan ajaran Islam yang sesungguhnya
by Danu Wijaya danuw | Jul 5, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Bashar al-Assad muncul di mata uang yang diterbitkan rezim Suriah untuk pertama kalinya, potretnya dicetak pada uang kertas baru senilai 2.000 pound yang beredar pada hari Ahad.
Gubernur bank sentral rezim Suriah, Duraid Durgham mengatakan bahwa mata uang 2.000 pound tersebut adalah salah satu dari beberapa uang kertas baru yang dicetak tahun lalu namun keputusan untuk menyebarkannya tertunda “karena keadaan fluktuasi perang dan nilai tukar”.
Uang kertas baru sama dengan sekitar $ 4 dengan kurs saat ini.
Mata uang Suriah telah jatuh nilainya sejak konflik dimulai pada 2011, dari 47 pound per 1 dolar pada 2010 menjadi sekitar 500 pound per 1 dolar saat ini.
Mengutip keausan uang yang ada, Durgham mengatakan waktunya tepat untuk mengeluarkan uang kertas baru tersebut, kantor berita rezim Suriah – SANA melaporkan.
Sebelumnya, denominasi tertinggi uang kertas Suriah adalah 1.000 pound. Ayah Assad, Hafez al-Assad yang mati pada tahun 2000, muncul pada uang koin dan uang kertas 1.000 pound lama, yang masih beredar.
Durgham mengatakan bahwa uang kertas baru itu beredar “di Damaskus dan sejumlah provinsi”, yang berada di bawah kendali rezim Assad.
Hafez Al-Assad lahir pada 6 Oktober 1930 dan meninggal 10 Juni 2000 pada umur 69 tahun. Dia adalah presiden Suriah untuk tiga kali masa jabatan berturut-turut, dan kemudian digantikan anaknya, Bashar Al-Assad yang menjabat sejak tahun 2000 hingga saat ini.
Al-Assad berasal dari keluarga Alawite yang merupakan cabang Islam Syiah. Ayah Bashar Assad, Hafez Assad merupakan pelaku kudeta di Suriah tahun 1966.
Hafez Al-Assad menjadi Presiden pada Februari 1971, dan dia berkuasa sampai tahun Juni 2000. Kekuasaannya yang diktator lebih dari 30 tahun menjadikan dia tokoh kejam yang pernah membantai rakyatnya sendiri yang bersebrangan dengan paham syiah Alawite.
Sumber : Al Arabiya
by Danu Wijaya danuw | Jul 4, 2017 | Artikel, Kisah Sahabat
Sejarah mencatat, sejumlah sahabat yang mendapat kepercayaan menjadi gubernur kota-kota penting dan strategis. Mereka juga sebagai gubernur pertama yang bertugas memimpin jalannya pemerintahan di wilayah tersebut.
Perihal gubernur pertama dalam sejarah Islam dengan menukilkan riwayat dari kitab al-Awa’il karya Abu Hilal al-‘Askary.
Terungkap bahwa sosok yang menjadi gubernur Makkah pertama adalah sahabat ‘Utab bin Asid yang ditunjuk Rasulullah SAW untuk mempimpin Makkah saat peristiwa Haji Wada’.
Kisah ‘Utab bin Asid
Ketika Rasul wafat, tak sedikit masyarakat Arab yang keluar Islam, ‘Utab mengambil inisiasi dengan berkhutbah di masjid.
Isi ceramahnya cukup populer di antara penggalannya berbunyi, “Kalaupun Muhammad SAW meninggal, maka sesungguhnya Allah SWT kekal.
Kalian tahu sebagian besar kalian adalah kafilah di darat dan pelayan di laut, tetaplah pada urusan kalian, tunaikan zakat, saya jaminan jika ini urusan ini tidak kelar, saya akan kembalikan ke kalian.”
Kisah tentang ceramah ‘Utab bin Asid tersebut sampai di telinga Abu Bakar RA dan mengapresiasinya.
Kisah Sahal bin Hanif
Selanjutnya, al-‘Askary mengemukakan sedangkan gubernur yang pertama memimpin Madinah adalah Sahal bin Hanif yang ditunjuk oleh Ali bin Abi Thalib saat menantu Rasulullah SAW tersebut pergi ke Bashrah dalam rangka Perang Jamal.
Ada cerita yang sangat ironis terkait perang saudara sesama akidah ini, saat Utsman bin Hanif, yang tak lain adalah saudara kandung Sahal tertangkap dan hendak dieksekusi, ia meminta pengampunan.
Kemudian Utsman berkata, “Saudaraku, Sahal, wakil Ali bin Thalib atas Madinah, jika kalian membunuhku maka ia tak akan melepaskan keturunan kalian.”
Akhirnya, tak selang berapa lama mereka membebaskan Utsman bin Hanif.
Disadur : Republika
by Danu Wijaya danuw | Jul 4, 2017 | Artikel, Muallaf
Hidayah Allah seringkali datang dengan berbagai cara tak terduga dan bisa menghampiri siapapun yang dikehendaki-Nya. Seperti yang dialami oleh seorang mantan anggota geng Yakuza, Taki Takazawa.
Dahulu Takazawa adalah tukang tato para anggota kelompok mafia paling ditakuti di Jepang, Yakuza. Penampilannya begitu menakutkan dengan rambut gondrong dan tubuh dipenuhi tato. Selama 20 tahun profesi itu digelutinya.
Namun siapa sangka kini Takazawa berubah 180 derajat. Perubahan besar dalam hidup dialaminya setelah ia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, kini ia mengganti namanya menjadi Abdullah yang berarti ‘Hamba Allah SWT’. Takazawa kini bahkan telah menjadi Imam besar di sebuah masjid di Ibukota Jepang, Tokyo.
Suara indahnya ketika mengumandangkan adzan bisa terdengar hingga seantero Tokyo tiap kali waktu salat tiba.
Perkenalan Takazawa dengan Islam berlangsung secara tidak sengaja. Berawal ketika dirinya sedang ada di wilayah Shibuya.
Ia melihat seseorang dengan berkulit putih dan berjanggut putih. Orang itu mengenakan baju dan turban yang juga berwarna putih.
“Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya untuk membaca kalimat yang tertera di dalamnya,” ujar Takazawa.
Kalimat itu ternyata syahadat, pengakuan pada keesaan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, saat itu Takazawa masih menganut aliran kepercayaan Shinto sehingga ia kesulitan untuk memahami keseluruhan maksud kalimat syahadat tersebut. Namun diakuinya, ia pernah sepintas mendengar nama Allah dan Muhammad.
Pertemuan dengan orang serba putih itu rupanya begitu membekas di ingatan Takazawa. Ia pun terus mencaritahu makna di balik pesan kalimat syahadat yang diterimanya.
Hingga akhirnya, dalam pencarian tersebut Takazawa mendapatkan hidayah dan memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.
Tak dianya, dua tahun setelah memeluk Islam, ia bertemu lagi dengan sosok pria serba putih yang mengubah hidupnya.
“Ternyata dia adalah salah seorang Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya sangat bersyukur bisa bertemu dengannya,” kata Takazawa.
Setelah pertemuan kedua itu, Imam Masjid Nabawi tersebut meminta Takazawa untuk melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu di Kota Mekah selama beberapa bulan.

Takazawa bersama jamaah Masjid Jepang
Ia pun melakukan haji ke Mekah atas undangan pemerintah Arab Saudi pada tahun 2008, melanjutkan studi dan melakukan dakwah selama berada di Saudi. Saat Takazawa berada di Madinah ia bahkan pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi.
Sepulangnya dari Arab, Takazawa dipercaya untuk menjadi Imam di sebuah masjid besar di wilayah Kabukicho, Tokyo. Kini, Abdullah Taki Takazawa dikenal sebagai satu dari lima Imam besar Masjid yang ada di Jepang.
by Danu Wijaya danuw | Jul 3, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Ahmad Antoni, wartawan Harian Seputar Indonesia yang ikut menumpang helikopter Basarnas nahas, lolos dari maut karena lebih dulu turun dari helikopter sesaat sebelum heli tersebut jatuh di kawasan Gunung Butak, Temanggung, Jawa Tengah.
Ahmad mengatakan, sebelum helikopter jatuh, ia dan tim SAR sempat shalat zuhur berjamaah.
Shalat zuhur terakhir tim Basarnas itu dilakukan saat mereka istirahat di kawasan lapangan Tol Fungsional Gringsing. Mereka beristirahat untuk melepas lelah usai memantau kondisi arus balik Kendal dari udara.
Saat sedang beristirahat, tiba-tiba ada kabar terjadi insiden letusan kawah Sileri di Dieng, Banjarnegara. Namun saat itu belum ada instruksi menuju ke lokasi letusan. Tim kemudian memutuskan untuk makan siang dan shalat zuhur berjamaah.
“Usai makan sebelum balik, saya bersama pilot dan copilot beserta krunya menyempatkan untuk shalat Zuhur berjamaah di mushala yang ada di rumah makan tersebut.
‘Pak monggo jadi Imam,’ pinta Kapten Haryanto kepada saya. Tapi saya tak mengiyakan dan meminta pengunjung lain yang seorang bapak paruh baya menjadi imam,” kisah Ahmad.
Selain kenangan shalat jamaah terahir itu, Ahmad menceritakan kisahnya ikut terbang selama 2 jam bersama tim Basarnas. Ahmad mengawali ceritanya dari saat dia diminta ikut terbang memantau kondisi dengan menggunakan helikopter.
Sebelum terbang dari Lanud Ahmad Yani, Ia mengatakan melihat sejumlah kru sedang melakukan persiapan dan pengecekan helikopter.
Setelah itu sekitar pukul 09.30 WIB, tim melakukan briefing. Kapten Haryanto, pilot helikopter, memimpin doa dan mengajak tos bersama di samping heli. Sebelum tos, Kapten Haryanto sempat meminta foto bersama.
Selain kru Basarnas, turut pula sejumlah wartawan, yakni dari Suara Merdeka dan Net TV.
Helikopter lalu terbang mengudara di langit Semarang melewati Kendal, menuju Tol Fungsional Gringsing hingga Brebes Exit.
Agenda kegiatan hari itu memang memantau lewat udara jalur arus balik. Selama dua jam terbang, kondisi helikopter stabil. Namun saat mendarat di lapangan Tol Gringsing, helikopter sempat bergetar.
“Seorang rekan jurnalis sempat bertanya kepada pilot ‘Kenapa kok rasanya bergetar-getar begitu Mas?’
Kapten Haryanto pun menjawab kalau hal itu lebih karena faktor terbang di atas perbukitan dengan kondisi angin yang kencang karena kawasan tersebut dekat dengan laut,” cerita Ahmad.
Heli mendarat dengan mulus dan kru beristirahat untuk mengisi perut. Setelah itu, pukul 14.00 WIB Ahmad memutuskan untuk pamit ke Semarang via jalur darat.
Ahmad bersama rekan wartawan lainnya diantar menggunakan mobil Basarnas ke Lanus Ahmad Yani. Kala itu Ahmad belum mendengar kabar apapun soal kondisi helikopter.
Hingga akhirnya pada pukul 18.15 WIB dia baru mendapat kabar kalau Helikopter Basarnas jatuh. Ingatannya pun kembali saat dia ikut patroli bersama tim Basarnas dari pagi hingga siang tadi.

Pesawat Basarnas jatuh menabrak Dieng saat ingin mengevakuasi warga sekitar Dieng
“Kabar itu begitu cepat hingga dipastikan jika heli yang dipiloti kapten Haryanto mengalami kecelakaan menabrak tebing gunung Batok. Banyak SMS, BBM dan telp dari teman-teman pada bertanya tentang kondisi saya,” kata dia.
Ahmad langsung mengecek kondisi rekan wartawan lainnya yang sempat ikut terbang. Tidak ada wartawan yang ikut rombongan ke lokasi Kawah Sileri.
Dalam hati Ahmad juga berdoa agar kru Basarnas selamat. Namun nasib berkata lain, 8 orang kru yang ikut ke Kawah Sileri, semuanya gugur.
“Anda adalah pahlawan kemanusian sejati. Selamat Jalan semuanya, semoga istirahat dengan tenang, Khusnul Khotimah. Amin YRA,” tutup Ahmad.
Sumber : Kumparan
by Danu Wijaya danuw | Jul 3, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Gubernur DKI terpilih Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi pidato Barack Hussein Obama dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4.
Anies dan Obama sempat bertemu di salah satu ruangan untuk berfoto bersama dan mengobrol seputar toleransi.
“Tadi saya berbicara dengan Pak Obama, saya sampaikan apresiasi pidatonya,” kata Anies setelah menghadiri Kongres Diaspora di Mal Kota Kasablanka, Jaksel, Minggu (1/7/2017).
Obama menyampaikan sejumlah hal dalam pidatonya, dari toleransi hingga ketimpangan sosial. Anies lalu mengatakan kepada Obama bahwa dua masalah itu harus diselesaikan berbarengan.
“Saya bilang kepada beliau masalah toleransi, masalah ketimpangan, itu dua-duanya harus selesai sama-sama dan ketimpangan inilah yang sering saya sampaikan dengan membangun persatuan dengan membereskan ketidakadilan,” tutur Anies.
“Keadilan hadir, karena keadilan itu mengantarkan kita pada suasana yang damai, saling menghormati, saling menghargai,” ucapnya.
Pertemuan Anies dengan Obama terjadi di salah satu ruangan di belakang panggung. Obama juga sempat berbincang langsung dengan keempat anak Anies.
“Jadi sesudah selesai pidato di belakang, saya sempat ngobrol dan sampaikan kepada beliau. Di Jakarta, insyaallah kita akan secara serius memperjuangkan untuk menghadirkan kesejajaran, kesetaraan, keseimbangan, dan keadilan. Dengan cara begitu, maka semangat untuk menjaga persatuan dalam kebinekaan bisa dilakukan,” tutur Anies.
Obama pun, kata Anies, mengiyakan ucapannya “Yes, Of Course”. Bahwa toleransi dan ketimpangan sosial harus diurus berbarengan.
“Iya, beliau bilang betul. Dan, menurut Pak Obama, itu nggak bisa sendiri-sendiri, dua-duanya harus bersamaan dan sekarang itu kita nggak bisa berjalan satu saja, harus dua-duanya. Tadi tanggapan beliau begitu,” katanya.
Obama juga memuji toleransi Indonesia dimana Candi Prambanan
Ahoker Masih Mendendam
Namun pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga Ahoker kepanasan. Hal itu terlihat dalam cuitan Mohamad Guntur Romli di twittAnies
Guntur Romli memuat foto pertemuan antara Anies dengan Habib Rizieq, Bachtiar Nasir dan ulama lainnya. Melalui foto tersebut, Romli menyerang Anies, karena isi pembicaraannya dengan Obama tak sesuai dengan foto tersebut. Karena bagi Romli, Habib Rizieq dan kawan-kawan dianggap intoleran.
Sementara situs yang sering memberitakan hoax dan memusuhi Islam, bernama situs Seword, membuat pemberitaan sendiri yang menjelek-jelekkan Anies Baswedan setelah bertemu Obama.
Kekaguman Obama Terhadap Toleransi Indonesia
Barack Obama yang menjadi bintang utama Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Sabtu (01/07) penampilannya disambut amat meriah, apalagi ketika dia bicara tentang toleransi.
“Ayah tiri saya, dia Muslim, tapi dia hargai orang Hindu, Buddha, Kristen,” kata Obama yang disambut tepuk tangan riuh dan sorak sorai sekitar 4.000 orang yang hadir.
“Dan ketika melihat Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha, di tengah negara Muslim. Candi Prambanan yang Hindu dan dilindungi negara Muslim. Wayang kulit dan Ramayana di negara Muslim, semangat Indonesia haruslah toleransi. Dan itu juga terlihat dari gereja dan mesjid yang bersebelahan,” tutur Obama yang disambut kembali dengan sorakan penonton.
Menurut Obama, toleransi inilah “semangat dan karakter paling penting dari Indonesia yang harus ditiru negara Muslim di seluruh dunia.” Obama mengucapkan, “Bhinneka Tunggal Ika” kemudian ditranslate “Unity in Diversity.”
Sumber : Detik/wajada/bbc