by Danu Wijaya danuw | May 27, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Para penghina Ustadz Arifin Ilham mengunjungi kediaman Ustadz Arifin Ilham untuk menyampaikan permintaan maaf atas apa yang sudah diperbuat.
Dengan tangan terbuka, Ustadz Arifin beserta keluarga memaafkan kesalahan yang telah dilakukan. Selain itu ada hal istimewa yaitu para penghina Ustadz Arifin diberi bingkisan dan hadiah.
Ustadz Arifin Ilham menyerahkan hadiah kepada para penghina laki-laki, sedangkan Istri Ustadz Arifin menyerahkan hadiah dengan kepada para penghina perempuan. Suasana akrab langsung muncul, tak ada dendam dan semuanya telah selesai.
Beberapa saat setelah sesi permintaan maaf, Ustadz Arifin menuliskan tulisan hikmah pada Page Facebook pribadinya.
===============================
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
SubhanAllah “maaf” adalah “the magic power” kata sakti yg punya daya rubah besar dari keadaan buruk menjadi baik dan mulia.
Allah “al Afuwwu” Maha Pemaaf, Allah menyukai hambaNya yg pemaaf.
Sungguh dg minta maaf dan memaafkan “nisfus sual” separuh persoalan selesai.
Sikap sifat hamba yg bertaqwa “an ta’fuwa aqrobu littaqwa” memaafkan itu dekat dg ketaqwaan.
Akhlak teragung Rasulullah adalah luar biasa pemaafnya.
Tanda seorang hamba yg dirahmati Allah, hadirnya sifat mudah memaafkan dan segera minta maaf kalau salah.
Doa seorang mu’min agar diberi sifat maaf. Sifat mulia maaf lawan katanya adalah sifat hina dendam.
“Al muntaqin lan yadkhulal jannah wa lau kaana shohiihan”, pendendam tidak akan masuk Syurga walaupun benar.
“Al Aafiina anin naasi” calon penghuni Syurga seluas langit dan bumi adalah seorang hamba yg pemaaf.
“Adzdzunuubul matruukah” walau sudah bertaubat kepada Allah belum selesai sampai ia minta maaf kepada siapa yg ia sakiti.
Maaf dan memaafkan adalah diantara kunci utama keutuhan rumah tangga dan persahabatan.
Sungguh tiada seorang hamba sealim kaya apapun masuk Syurga tanpa maaf dan ampunan Allah.
Dengan maaf suasana kaku menjadi cair, benci menjadi cinta, musuh menjadi sahabat. Inilah yg membuat hamba beriman itu senang bahagia dg maaf.
Alhamdulillah sahabat kita yg sempat khilaf, tidak sengaja berbuat salah, Raka, Rizki, Ridwan, Citra dan nanda sekeluarga datang ke majlis Az Zikra menjumpai abang u minta maaf.
Sungguh abang kagum dan senang melihat mereka sebagai pemuda pemudi yg memiliki sifat mulia, yg menyegerakan bertaubat untuk tidak melecehkan kalam Allah lagi.

Netizen bernama Raka Fadhil Zulyanto dan kedua teman wanitanya berkunjung ke Az-Zikra untuk meminta maaf atas perbuatannya yang telah meledek ceramah Ustadz Arifin Ilham dan mempermainkan lafadz Takbir.
Raka datang ke Az-Zikra pada hari Jum’at(26/5/2017), menyatakan menyesal telah melakukan perbuatan tersebut dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.
Sementara Ustadz Arifin Ilham sendiri menyambut dengan ramah kedatangan Raka dan teman wanitanya, Ustadz Arifin dengan lembut memaafkan Raka dan mendoakan kebaikan buat Raka.
“Alhamdulillah sahabat kita yg sempat khilaf, tidak sengaja berbuat salah, Raka, Rizki, Ridwan, Citra dan nanda sekeluarga datang ke majlis Az Zikra menjumpai abang utk minta maaf” tulis Ustadz Arifin di Page Facebook pribadinya, jum’at(26/5/2017).
Seperti diberitakan sebelumnya pria bernama Raka Fadhil Zulyanto bersama 2 teman wanitanya membuat video yang memperolok-olok Ustadz Arifin Ilham, melecehkan poligami dan ucapan Takbir. (baca: Ledek Ustadz Arifin Ilham, Raka Fadhil Zulyanto dan 2 Teman Wanitanya Jadi DPO Umat Islam).
Akibat perbuatanya, Tim Kuasa Hukum Majelis Az-Zikra yang dipimpin oleh Adang Rukyat,SH mengeluarkan ULTIMATUM agar Raka bersama 2 teman wanitanya datang ke Az-Zikra untuk meminta maaf atau akan diproses secara hukum berlaku.
Sumber : Islamedia
by Danu Wijaya danuw | May 26, 2017 | Adab dan Akhlak, Artikel
Rasulullah menyambut bulan Ramadhan penuh perasaan bahagia dan suka-cita. Beliau ingatkan para sahabat agar menyiapkan diri mereka untuk menyambut dan mengisinya dengan amal. Diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi bahwa Rasulullah berceramah di harapan para sahabat di akhir Sya’ban, beliau bersabda,
“Wahai sekalian manusia. Kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung nan penuh berkah. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu malam.
Allah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban dan qiyamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal kebaikan seolah-olah ia telah melakukan kewajiban di bulan lain.
Dan barangsiapa melakukan kewajiban pada bulan itu maka ia seolah telah melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.
Ia adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu adalah jalan menuju surga. Ia adalah bulan keteladanan dan bulan dimana rezki dimudahkan bagi orang mukmin.
Siapa memberi buka kepada orang yang berpuasa maka ia mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya dan lehernya diselamatkan dari api neraka. Ia juga mendapatkan pahalanya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.”
Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak semua kita bisa memberi buka bagi orang puasa.”
Rasulullah menjawab, “Allah memberi pahala yang sama kepada orang yang memberi buka walau sekadar kurma dan seteguk air atau seteguk air susu. Ia adalah bulan dimana permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan ujungnya diselamatkannya seseorang dari neraka.
Barangsiapa meringankan budaknya Allah mengampuninya dan membebaskannya dari neraka.
Perbanyaklah kalian melakukan empat hal: dua hal pertama Allah ridha kepada kalian, yaitu mengucapkan syahadat tiada ilah selain Allah dan meminta ampunan kepada-Nya.
Sedangkan hal berikutnya adalah yang kalian pasti membutuhkannya; yaitu agar kalian meminta surga kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari neraka.
Barangsiapa memberi minum orang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku yang tidak akan pernah haus sampai dia masuk ke dalam surga.” (Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
Para sahabat dan salafus-shalih pun senantiasa menyambut bulan Ramadhan dengan bahagia dan persiapan mental dan spiritual. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatthab menyambutnya dengan menyalakan lampu-lampu penerang di masjid-masjid untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Dan konon, Umar adalah orang pertama yang memberi penerangan di masjid-masjid. Sampai pada zaman Ali bin Abi Thalib. Di malam pertama bulan Ramadhan ia datang ke masjid dan mendapati masjid yang terang itu ia berkata, “Semoga Allah menerangi kuburmu wahai Ibnul Khatthab sebagaimana engkau terangi masjid-masjid Allah dengan Al-Qur’an.”
Diriwayatkan Anas bin Malik bahwa para sahabat Nabi saw jika melihat bulan sabit Sya’ban mereka serta merta meraih mushaf mereka dan membacanya. Kaum Muslimin mengeluarkan zakat harta mereka agar yang lemah menjadi kuat dan orang miskin mampu berpuasa di bulan Ramadhan.
Para gubernur memanggil tawanan, barangsiapa yang meski dihukum, segera mereka dihukum atau dibebaskan. Para pedagang pun bergerak untuk melunasi apa yang menjadi tanggungannya dan meminta apa yang menjadi hak mereka. Sampai ketika mereka melihat bulan sabit Ramadhan segera mereka mandi dan I’tikaf.”
Banyak membaca Al-Qur’an adalah salah satu kegiatan para salafus-shalih dalam menyiapkan diri mereka menyambut Ramadhan. Karena Ramadhan adalah bulan dimana Al-Qur’an diturunkan. Bersedekah dan menunaikan semua kewajiban. Juga menunaikan semua tugas dan kewajiban sebelum datang Ramadhan. Sehingga bisa konsentrasi penuh dalam mengisi hari-hari Ramadhan tanpa terganggu oleh hal-hal lain di luar aktivitas ibadah di bulan suci ini.
Bukan dengan kegiatan fisik dan materi yang mereka siapkan, namun hati, jiwa, dan pikiran yang mereka hadapkan kepada Allah. Bukan sibuk dengan pakaian baru dan beragama makanan untuk persiapan lebaran yang mereka siapkan, namun semua makanan rohani dan pakaian takwa hingga mendapatkan janji Ramadhan.
Ibnu Mas’ud Al-Ghifari menceritakan,
“سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ -وَأَهَلّ رَمَضَانَ- فَقَالَ: “لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ”
“Aku mendengar Rasulullah saw –suatu hari menjelang Ramadhan – bersabda, “Andai para hamba mengetahui apa itu Ramadhan tentu umatku akan berharap agar sepanjang tahun itu Ramadhan.”
Semoga kita dapat meraih keutamaan bulan suci Ramadhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Sumber : Dakwatuna
by Danu Wijaya danuw | May 26, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
Pihak PT Suara Agung, Jakarta selaku percetakan Al-Quran terjemahan jilid pertama tahun 2015, memberikan penjelasan atas hilangnya ayat 51-57 surat Al Maidah.
Rina Setiawati perwakilan PT Suara Agung mengatakan jika pencetakan Al-Quran jilid pertama tersebut diakui terdapat kesalahan. Dan sudah dilakukan penarikan. Bahkan proses pencetakan tahun 2015 yang merupakan jilid pertama itu dihentikan.
“Kami meminta maaf atas kesalahan pencetakan tersebut, untuk ayat 51-57 surat Al-Maidah ada dihalaman 113 pada cetakan jilid pertama itu. Dan sudah kami tarik sekitar 400 eksemplar lebih yang sudah beredar di took-toko,” kata Rina dalam sambungan telepon kepada kini.co.id, Rabu (24/5).
Ia menegaskan hal itu bukan karena kesengajan akan tetapi memang murni karena kesalahan pencetakan. Dan Al-Quran terjemahan jilid ke-2 tahun 2016 sudah dilakukan revisi.
“Untuk pencetakan ke tiga tahun 2017, sudah kami sempurnakan, “ tegasnya.
Pihaknya mewakili manajemen PT Suara Agung meminta maaf terkait masih beredarnya sejumlah Al-Quran cetakan pertama itu. Hal itu dimungkinkan karena ada yang terlanjur beredar dimasyarakat.
Namun demikian pihaknya selaku pihak pencetakan akan memberikan penjelasan kepada pihak Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an Kementrian Agama (Kemenag).
Seperti diberitakan sebelumnya santer beredar Al-Quran terjemahan tersebut kali pertama ditemukan KH basith, DKM Masjid Assifa, Kampung Jawa, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (23/5) kemarin.
KH Basith usai sholat dhuhur melihat ada 10 buah Al-Quran baru yang masih dibungkus plastik ditempat penyimpanan Al-Quran di Masjid Assifa.
Kemudian Kiai Basit mengambil Al-Quran tersebut untuk dibaca di rumah, namun saat diteliti tepatnya pada ayat 51-57 surat Al-Maidah tidak ada. Kiai Basit kemudian melaporkan hal itu kepada Ketua MUI Megamendung.
Sumber : Nasional.kini.co.id
by Danu Wijaya danuw | May 26, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1438 Hijriyah (2017 Masehi) jatuh pada hari Sabtu 27 Mei.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga secara hisab memprediksi awal puasa Ramadhan bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2017.
Meski demikian, Lembaga Falakiyah PBNU menyampaikan, keputusan awal puasa jatuh pada tanggal berapa tetap harus menunggu hasil rukyatul hilal.
“Untuk satu Ramadhan untuk PBNU tetap menggunakan rukyat, jadi belum bisa menentukan kapan awal Ramadhan,” kata Pengurus Lembaga Falaqiyah PBNU, H Abdul Kholiq Soleh kepada Republika, Ahad (19/3).
Ia menerangkan, kalau berdasarkan hisab memang bisa disampaikan, hanya saja PBNU selain menggunakan hisab juga menggunakan rukyat. Jadi, untuk menentukannya tetap menunggu hasil rukyatul hilal. Biasanya Lembaga Falaqiyah PBNU melaksanakan kegiatan rukyat di Seasons City, Tambora, Jakarta. Tahun ini rencananya akan dilaksanakan pada 26 Mei 2017.
Ia menjelaskan, hasil rukyatul hilal nanti akan diserahkan ke Kementerian Agama (kemenag) RI untuk dilakukan sidang Isbat. Setelah sidang Isbat baru ditentukan awal Ramadhan jatuh pada hari apa. “Hanya saja sidang Isbat-nya tidak terlalu terbuka seperti saat penentuan Idul Fitri, tetap ada sidang Isbat,” ujarnya.
Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag RI, Thomas Djamaluddin juga menyampaikan, kalau dari segi hitungan awal puasa Ramadhan sudah bisa diprediksi. Secara hitungan diperkirakan awal puasa jatuh pada 27 Mei 2017.
Menurutnya, BHR dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga prediksinya sama. Thomas yang juga Kepala Lapan mengatakan, meski Kemenag RI juga melakukan hisab dan rukyat. Tetap hasilnya nanti berdasarkan keputusan sidang Isbat.
Sementara, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Kemenag RI, Muhammad Thambrin menyampaikan, pihaknya menghormati pendapat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan. Secara hisab Kemenag RI juga telah membuat taqwim standar kalender hijriyah 1438 H.
Seluruh awal bulan termasuk Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah telah ditentukan. “Namun untuk keperluan Ibadah Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah kita berpatokan pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004, yaitu fatwa tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah,” jelasnya.
Diterangkan dia, penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyat dan hisab oleh Pemerintah RI.
Dalam hal ini yang melakukannya Menteri Agama dan berlaku secara nasional. Seluruh umat Islam di Indonesia wajib menaati ketetapan Pemerintah RI tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.
Ia mengatakan, dalam menetapkan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan MUI, ormas-ormas Islam dan Instansi terkait.
Jadi sidang Isbat tetap dilaksanakan Kemenag RI bersama MUI dan seluruh ormas-ormas Islam yang diundang
by Danu Wijaya danuw | May 25, 2017 | Artikel, Berita, Internasional
Dewan Ulama Senior Arab Saudi menetapkan 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017. Ketetapan ini disampaikan anggota Dewan Ulama Senior Saudi, Sheikkh Abdullah bin Sulaiman Al Manie pada Selasa kemarin waktu setempat.
Dilaporkan harian setempat Al Madina, Al Manie, bulan Sya’ban pada tahun ini berumur 30 hari. Sementara tanggal terakhir pada bulan Syaban akan jatuh pada Jumat, 26 Mei 2017.
“Idul Fitri akan jatuh pada Minggu, 25 Juni, dengan puasa akan berakhir pada Sabtu, 24 Juni,” ucap Al Manie.
Ketetapan ulama ini didasarkan pada perhitungan astronomis tentang awal dan akhir bulan Islam di Mekah.
Sementara, kata Al Manie, tanggal 1 bulan haji (Dzulhijah) tahun ini akan jatuh pada Rabu, 23 Agustus. Bulan ini akan berumur 29 hari.
“Mengacu pada perhitungan tersebut, Hari Arafat, yang menandai puncak ibadah haji, akan jatuh pada Kamis, 31 Agustus dan Idul Adha pada Jumat, 1 September,” kata Al Manie.
Beberapa waktu lalu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menerbitkan maklumat mengenai awal Ramadan 1438H diwaktu yang sama dengan Arab Saudi. Maklumat itu menyebutkan 1 Ramadan 1438 H jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017.
Sumber: Dream/Saudi gazette.com.sa
by Danu Wijaya danuw | May 25, 2017 | Artikel, Berita, Nasional
JAKARTA – Ledakan bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta Timur mengundang perhatian mendalam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga Islam terkemuka di Indonesia itu menyampaikan duka mendalam kepada segenap keluarga korban.
“Semoga almarhum para korban husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menerima musibah ini,” demikian pernyataan resmi dari MUI.
Dalam kesempatan ini, MUI pun mengingatkan lagi soal fatwa nomor 3 Tahun 2014 tentang terorisme. Bunyinya: Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan Negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia, serta merugikan kesejahteraan masyarakat.
“Ingat! MUI sudah menetapkan dalam fatwa Nomor 3 Tahun 2014 bahwa perbuatan terorisme adalah haram hukumnya,” tegas Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, Kamis (25/5/2017).
Zainut mengatakan dua ledakan bom bunuh diri Kampung Melayu pada Rabu 24 Mei 2017 membuktikan bahwa gerakan terorisme di Indonesia masih sangat kuat dan perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Sebab terorisme, baginya adalah musuh negara.
“Sungguh ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat keji dan memilukan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, khususnya aparat keamanan, tokoh agama dan masyarakat,” ucapnya.
Petinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini memastikan MUI mengutuk keras pelaku bom di Kampung Melayu. Ia meyakinkan tindakan pelaku sangat biadab dan jauh dari nilai-nilai agama. “Siapa pun pelakunya, mereka adalah manusia yang sudah kehilangan nilai kemanusiaannya,” kecam dia.
Seperti diketahui, dua ledakan bom bunuh diri menyebabkan lima orang tewas. Rinciannya, tiga polisi sedangkan dua lainnya terduga pelaku. Korban luka dalam ledakan bom bunuh diri ini sebanyak 10 orang.
Sumber : okezone